
Di hari libur ini, Riri pergi jogging kelapangan tempat ia jogging bersama dengan Rendy dulu.
Dia juga menghubungi Rendy untuk mengatakan kalau ia sedang jogging sendiri, bahkan dia menggoda Fajri agar Fajri jogging bersamanya.
"Halo.." Suara dari balik telpon.
"Halo tuan" Ucap Riri
"Ada apa ini telpon jam segini, hm saat ini disana masih pagi kan?" ucap Rendy menebak.
"Bingo"
"Ada apa?" tanya Rendy bertanya lagi.
"Kamu suka jogging?" Riri memberikan pertanyaan sama persis seperti yang Rendy tanyakan pada Riri waktu itu.
Rendy tertawa dibalik telpon, "Kamu meniruku sekarang?" ucap Rendy yang masih tertawa.
"Kenapa? Datanglah kesini! Aku sedang jogging sekarang" Ajak Riri.
Rendy masih menanggapinya dengan tertawa. Riri pun juga ikut tertawa.
"Kenapa tiba-tiba jogging? dan kenapa jogging sendiri?" tanya Rendy setelahnya.
"Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh jogging?.. Oh iya benar jogging itu kan hanya milik tuan swiss" ucap Riri menggoda Rendy.
"Hahaha.. Lalu apa kamu mau jadi nyonya Swiss?" tanya Fajri. Riri sontak langsung terdiam.
Saat Fajri mengatakan seperti itu, dia jadi teringat tentang Renty mantan pacar Rendy. Saat itulah Riri menjadi tidak nyaman lagi untuk berbicara.
Riri pura-pura beralasan kalau ia harus segera jogging karna hari hampir siang, kemudian ia menutup telponnya.
Riri melanjutkan joggingnya dan berhenti di jembatan dekat sungai, ia melamunkan masa-masa yang pernah ia lalui dulu. Dia juga sedikit menyesali hal buruk yang pernah terjadi padanya, tapi mau bagaimanapun semua itu sudah berlalu, tidak ada yang bisa diulang maupun diubah.
Seseorang datang menghampiri Riri yang sedang melamun.
"Riri" panggil orang itu, dia adalah Latifa.
"Latifa?"
"Sedang apa kamu disini?" tanya latifa.
"Ee.. Aku hanya sedang lari pagi saja" jawab Riri.
"Sekarang kamu kok jadi suka jogging ri? padahal dulu kamu paling anti kalau masalah beginian" ucap Latifa yang sudah tau tentang Riri dulu.
__ADS_1
"Ahh sekali-kali kita juga butuh merefleksikan otot-otot tubuh kita kan" jawab Riri sambil tersenyum.
"Hmm benar sih"
"Kamu sendiri kenapa ada disini?" tanya Riri balik.
"Aku? Ee.. Aku hanya sedang jalan-jalan disekitar sini saja, lalu tak sengaja melihatmu disini makanya aku mengahampirimu" jelas Latifa.
Riri menganggukkan kepala mengiyakan penjelasan dari Latifa.
"Ri.. Kita selama lulus SMP jarang sekali kan ngobrol bareng begini, hanya sekali ku rasa waktu itu saat kita kumpul lagi" ucap Latifa sambil menatap air sungai yang jernih.
"Hm.. Aku pikir begitu, karna kita semua sudah punya cerita kita masing-masing" jawab Riri.
"Kamu masih kecewa padaku kan?" tanya Latifa yang kemudian menatap Riri.
Kenapa semua orang dari masa lalunya bertanya tentang kecewaan Riri pada mereka? Apa mereka semua menyesali kesalahan mereka pada Riri dulu?
"Engga kok, kenapa aku harus kecewa padamu?" jawab Riri santai.
"Aku telah merebut Fajri darimu dan malahan itu terjadi tepat dihari ulang tahunmu" jelas Latifa.
Riri tertawa dan menatap Latifa, "Itu sudah lama kan, kenapa harus kita ungkit lagi?" ucap Riri sambil tersenyum, tidak ada yang tahu kalau dalam hatinya ia merasa sangat tertusuk sekali.
"Aku tahu kok kamu selalu menolak untuk kumpul bersama kami, itu karna ada aku kan? Kamu juga jarang membalas chatku, itu juga karna kamu kecewa atas diriku" ucap Latifa seolah menyesali kesalahannya.
"Maaf ri"
"Kenapa minta maaf?" tanya Riri pada Latifa yang meminta maaf.
"Semua itu salahku, bukan salah Fajri.. Saat kamu malam tadi bersama Fajri, aku merasa bersalah telah memisahkan kalian berdua dulu, bahkan aku juga merasa bersalah telah merenggut kebahagiaanmu dan juga kebahagiaan Fajri" ucap Latifa menjelaskan.
"Kebahagiaan Fajri adalah dirimu ri, dia sangat mencintaimu.. Dia juga tidak pernah melupakan dirimu sedikitpun. Aku hanya terlalu egois dengan hanya memikirkan tentang diriku sendiri, aku bahkan tidak memikirkan bagaimana dirimu dan juga Fajri" sambungnya..
"Apa yang kamu katakan? Kenapa menyalahkan dirimu sendiri" Riri menanggapinya dengan baik.
"Karna itu memang salahku, aku juga bersalah terhadap Rio. Dia bahkan tidak datang ke reuni padahal aku saat menantikannya, aku ingin minta maaf padanya." Latifa tulus mengatakan isi hatinya.
Ternyata malam itu, Latifa selalu memperhatikan Riri dan Fajri dengan tatapan yang diam, itu karna ia sedang menyesali perbuatannya ketika melihat Riri dan Fajri bersama lagi.
"Itu semua sudah terjadi Latifa, kita tidak bisa memutar waktu, lagipula Rio pasti sudah punya kehidupanya sendiri sekarang" ucap Riri.
"Kamu benar.. Aku akan merasa bahagia jika Rio sudah mendapatkan seseorang yang benar-benar tulus mencintainya, tidak seperti aku", Latifa tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.
"Kamu sudah hebat mau menyesali perbuatanmu dulu dan mengakui kesalahanmu.. Tapi jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri tif" ucap Riri mencoba menenangkan Latifa.
__ADS_1
Latifa kemudian memeluk Riri, dia menangis. Saat itulah Riri baru merasakan penyesalan Latifa yang dalam terhadap Riri. Dia juga sama seperti Riri, dia mengatakan kalau dia berharap bisa kembali ke masa itu dan memperbaiki apa yang telah terjadi. Tapi tetap saja tidak ada yang bisa mengulang sejarah.
"Aku tidak bisa memperbaiki apa yang telah terjadi dulu, tapi kita bisa memperbaiki apa yang harus terjadi di masa depan" ucap Latifa menatap Riri dalam.
"Bagaimana?"
"Bisakah kamu memberikan kesempatan pada Fajri?" pinta Latifa tulus.
Riri diam, dia terkejut dengan perkataan yang diutarakan oleh Latifa yang memintanya untuk memberikan kesempatan kedua bagi Fajri.
"Aku sudah bilang kan, Fajri tidak salah dalam hal ini. Aku lah yang salah" ucap Latifa kemudian.
"Di hari ulang tahunmu, aku memang sengaja mengajak Fajri keluar, dia sudah menolakku tapi aku tetap memaksanya. Aku bahkan memberikan alasan kalau aku ingin membelikan sesuatu untukmu dihari itu, kemudian ia menyetujui itu dan mengatakan kalau dia juga akan menyiapkan surprise untukmu." jelas Latifa.
Riri dibuat seolah tak percaya pada pengakuan Latifa saat ini, ternyata selama ini ia memang sengaja menjebak Riri dan Fajri.
"Dia bahkan tidak tahu kalau aku bohong soal semua itu, lalu kami jalan berdua. Awalnya tidak ada yang terjadi, aku sengaja berfoto mesra dengan Fajri lalu mengirimkannya padamu memalui nomor anonim" tambahnya, orang anonim yang memberitahu Riri waktu itu ternyata juga latifa.
"Saat sudah ketahuan olehmu, Fajri jadi bingung, dia sibuk dengan ponselnya menghubungimu dan tidak memperdulikan keberadaanku lagi. Dia bahkan pergi meninggalkanku saat itu, lalu suatu kejadian tak terduga terjadi dimana Fajri mengalami kecelakaan, hp nya dipegang olehku dan aku lah yang mengatakan padamu kalau kami berdua sedang berkencan, itu aku bukan Fajri. Hingga kamu akhirnya meminta putus dengan Fajri, aku lega karna gak ada lagi yang menggangguku dan Fajri, tanpa kamu tahu bahwa semua itu hanyalah taktikku semata" sambung Latifa menjelaskan.
Kebenaran yang Riri dengar membuatnya merasa tak berdaya, dia sudah menyalahkan Fajri atas apa yang terjadi dulu, namun yang sebenarnya adalah semua itu adalah siasatnya Latifa.
Entah mengapa Riri juga tidak bisa marah pada Latifa saat ini, dia dibuat lemah oleh pengakuan dari Latifa. meskipun itu yang ia inginkan selama ini tapi tetap saja dia tidak bisa menerima kenyataan itu dengan baik.
"Aku sudah memberitahumu semuanya kan? Silahkan jika kamu mau membenciku, silahkan jika kamu mau marah padaku!" ucap Latifa lagi.
Riri mulai untuk berbicara.
"Jika semua itu benar siasatmu, apakah kalian putus itu semua juga karna Fajri sudah mengetahui semua kebenaran tentang itu?" tanya Riri setelah mendengar penjelasan panjang dari Latifa.
"Benar, Fajri tahu kalau semua itu adalah kesalahanku, dia marah besar padaku. Bahkan dia mengutuk diriku, seorang sahabat seperti Fajri yang selalu ku kagumi saat itu mengutuk diriku" jelas Latifa dengan mata berkaca-kaca.
"Lalu apa asalan Fajri tidak mengatakan alasannya secara langsung padaku?" tanya Riri
"Kamu pikir begitu? Tentu saja dia ingin menjelaskan semuanya padamu, dia ingin sekali meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi. Dia selalu mencari tahu tentangmu, saat dia ingin bertemu denganmu dia tak sengaja melihat kamu bersama cowok lain waktu SMA, dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk membiarkanmu bersama dengan yang lain" jawab Latifa menjelaskan.
"Aku juga tahu semua ini dari bintang, sebenarnya mereka semua merahasiakan ini darimu, tidak ada yang boleh mengatakan apapun soal ini padamu, termasuk Fajri. Tapi sekarang aku sudah mengatakannya padamu" tambah Latifa.
Itulah sebabnya Fajri tidak berbicara alasan dia melakukan itu pada Riri malam kemarin, itu karena dia ingin Riri tidak usah mengetahui soal itu.
"Kamu bisa memberikannya kesempatan ri?" tanya Latifa lagi.
Riri menatap Latifa, tatapan Latifa penuh ketulusan dan harapan pada Riri. Dia pasti sudah benar-benar menyesali perbuatannya dan ingin memperbaiki semua yang terjadi.
Tapi Riri sudah sangat sulit untuk menerima seseorang dalam hidupnya, apalagi orang yang akan kembali adalah Fajri.
__ADS_1
Bersambung...