Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
COUPLE POPULER


__ADS_3

"Hai ri" Sapa Rendy dari kejauhan saat melihat Riri masuk ruangan tersebut.


Riri berjalan menghampiri Rendy. Di dalam ruangan ini ada beberapa orang senior, mereka memperhatikan Riri yang berjalan kearah Rendy. Dan beberapa diantara mereka ada juga yang berbisik-bisik seperti sedang menggunjing Riri.


"Kamu datang" ucap Rendy senang pada Riri.


"Iya bang, besok udah mulai libur. Jadi, kupikir ingin bertemu bang Rendy dulu sebelum bang Rendy berangkat ke Swiss" ucap Riri.


"Begitu ya, kamu pasti bakal rindu sama aku kan?" Rendy mencoba menggoda Riri sambil bercanda, Riri hanya diam.


"Ayo turun!" ajak Rendy sambil membereskan barang-barangnya.


Kenapa menyuruh Riri keatas jika harus turun lagi, itulah yang dipikirkan oleh Riri saat itu. Sebenarnya dia kesal tapi dia harus menahannya karena disana banyak senior yang lain.


"Wan gue turun" ucap Rendy pada temannya dibangku sebelah.


"Ya udah hati-hati lu, bawa cewek baru lagi lu nampaknya" bahkan temannya saja juga terkejut seperti halnya kak Nadin dan kak Dwi setelah tahu Rendy bawa cewek. Bukan cuma mereka aja, abangnya Rendy dan ibunya Rendy juga merasa heran Rendy selalu bawa cewek baru.


"Bukan urusan lu" ucap Rendy sambil menggandeng tangan Riri untuk pergi dari sana.


Riri merasa tak enak karena para senior ini memperhatikan mereka berdua, pasti mereka bakal menganggap kalau Riri adalah pacar barunya Rendy. Mereka turun menuju lantai bawah.


"Mau kerumah gak?" tanya Rendy.


"Apa?"


"Mau bertemu dengan ibu?" tanya Rendy lagi.


"Sepertinya gak usah bang, Riri juga gak bisa lama-lama soalnya" jawab Riri menolak.


"Kamu ada acara ya setelah ini?"


"Sebenarnya ibu menyuruh Riri segera pulang sih bang" Riri mencoba berasalan lagi.


"Oh begitu ya?, kalau gitu aku antar pulang ya?" tawar Rendy


"Tidak usah bang, lagipula bang Rendy kan harus menyelesaikan proposalnya" ucap Riri menolak lagi.


"Ahh proposal itu bisa dikerjakan nanti, lagipula tidak perlu diburu-burukan" sanggah Rendy.


Mau tidak mau akhirnya Riri menerima tawaran rendy untuk mengantarkannya pulang. Mereka segera naik ke mobil Rendy.


Riri akhir-akhir ini menjelang ujian, jarang sekali membawa motor ke sekolah. Jika tidak pergi bersama teman-temannya, dia pergi ke kampus dengan naik bus.


**Di Mobil Rendy**


"Lama lagi kita bisa bertemu ri, liburnya 1 bulan" ucap Rendy saat mobil baru melaju meninggalkan kampus.


"Iya benar bang, btw bang Rendy berapa lama di Swiss?" tanya Riri.


"Palingan tahun baru pulang kok, lagi pula aku harus mengerjakan proposalku. Jadi, tidak bisa lama-lama berada disana" jawab Rendy menjelaskan.


"Hm begitu ya.."


"Lalu kamu, bagaimana hikingnya?" tanya Rendy balik.

__ADS_1


"Ee gak jadi bang"


"Serius? Kenapa bisa?"


"Katanya kawasan sana sedang ada longsor. Jadi, kami tidak bisa naik tahun ini" ucap Riri menjelaskan.


"Begitu ya.. Sudahlah gapapa, tahun depan masih bisa kok. Aku mungkin juga akan bergabung dengan kalian tahun depan" ucap Rendy.


"Benarkah?" tanya Riri memastikan.


"Tentu saja, itu kelihatannya seru." jawab Rendy meyakinkan.


"Jika tidak ada acara kenapa gak ikut dengan kami saja ke Swiss? Masalah tiket itu bisa ditambah lagi. Dan untuk paspor kamu tenang aja semuanya akan diurus" ajak Rendy lagi.


"Ee sepertinya tidak bisa bang, lagipula aku juga tidak yakin ibu dan ayah akan mengizinkan, terlebih lagi kakakku pulang tahun ini" jelas Riri.


"Kakakmu pulang?" tanya Rendy yang baru tahu.


"Iya, dia sudah lama sekali tidak pulang kampung. Jadi, inilah kesempatannya pulang" jawab Riri.


"Bagus dong.. Kamu jadi punya teman untuk tahun baru besok"


"Iya bang itu benar"


Mereka berhenti mengobrol sejenak. Rendy bertanya pada Riri apakah ada sesuatu yang ingin ia beli sebelum pulang atau tidak. Riri mengatakan kalau dia sedang tidak menginginkan apa-apa.


"Btw bang.. Aku boleh tanya sesuatu gak?" ucap Riri meminta izin untuk bertanya pada Rendy, Riri pasti ingin menanyakan hal pribadi makanya dia meminta izin terlebih dahulu.


"Tanya saja, kenapa pakai minta izin segala?" ucap Rendy mempersilahkan.


"Santai aja ri"


"Gini bang.. Bang Rendy tau istilah pasangan couple di kampus?" Tanya Riri ragu-ragu.


"Kenapa ragu-ragu begitu? Itu pertanyaan normal kok" Rendy menanggapi hal itu dengan santai, Riri diam.


"Tentu saja aku tahu, kamu juga sudah tahu?" tanya Rendy balik.


"Ee itu.. Sebenarnya aku.." Riri masih saja ragu-ragu dengan ucapannya.


Rendy tersenyum dan mengatakan "Ada apa dengan semua orang? Kenapa hal itu menjadi masalah mereka? Apa itu penting bagi mereka?" Ucap Rendy yang membuat Riri tambah bingung.


"Maksud bang Rendy?" tanya Riri tak mengerti.


"Engga kok bukan apa-apa, btw apa yang kamu tahu tentang itu?" tanya Rendy balik pada Riri.


"Katanya bang Rendy dan kak Renty itu disebut sebagai pasangan couple" jawab Riri sambil menggigit bibirnya karena takut Rendy tersinggung. Tapi nyatanya Rendy tetap menanggapi hal tersebut dengan santai.


"Begitu ya? Setiap orang punya masa lalu ri, dan menurutku itu cuma masa lalu saja" jawab Rendy dengan santainya.


"Kamu gak usah khawatir masalah itu, aku sudah melupakan hal itu kok.. Lagipula tidak penting juga sebutan itu bagiku" tambah Rendy seakan meyakinkan Riri. Memangnya kenapa juga Riri harus khawatir jika pun itu semua benar.


"Oh enggak kok bang, aku hanya ingin tahu saja soal itu. Lagipula kenapa juga aku khawatir jika semua itu benar?" ucap Riri.


"Hmm"

__ADS_1


"Maaf sebelumnya bang, apa bang Rendy punya masalah dengan kak Renty sehingga kalian berdua putus?" tanya Riri yang masih penasaran.


"Seseorang mengakhiri hubungan pasti karena ada masalah kan? Tapi kami hanya merasa gak cocok saja makanya memilih untuk putus" jawab Rendy. Jawaban Rendy tersebut sama seperti jawaban Riri jika ditanya soal kenapa dia putus dengan mantan pacarnya.


"Aku selalu berfikir kenapa seseorang bisa merasa tidak cocok kalau mereka sudah sering bersama?" tanya Riri, sebenarnya Riri bertanya seperti itu karena hanya ingin mendengar bagaimana jawaban Rendy atas pertanyaan Riri tersebut.


"Bahkan karna itulah.. Karna sudah sering bersama, mereka menemukan ketidakcocokan itu" jawab Rendy


"Tapi daripada mengakhiri suatu hubungan, kenapa tidak mencoba untuk menyamakan ketidakcocokan itu?" sanggah Riri.


"Maksudmu memperbaiki?" Tanya Rendy memastikan maksud Riri, Riri mengangguk membenarkan.


"Apa yang coba diperbaiki? Dan siapa yang harus diperbaiki?"


"Apa?"


"Gini deh.. Misalnya kita memperbaiki salah satu dari mereka, bukankah itu berarti memaksa?.. Memaksa untuk menjadi seperti yang mereka inginkan padahal cinta itu tidak boleh egois" jelas Rendy menjawab.


"Benar.. Bagaimana kalau memperbaiki keduanya?" Riri masih belum puas bertanya pada Rendy.


"Memperbaiki dengan cara apa?" Pertanyaan Rendy kali ini membuat Riri bungkam, dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Jika kita memperbaiki keduanya, kita harus kearah mana? Kita tidak bisa memaksakan ketidakcocokan itu ri" sambung Rendy.


"Rendy Renty.. Cuma karena nama kami mirip mereka mengira kami cocok, dan membuat julukan pasangan couple" ucap Rendy lagi sambil tersenyum heran terhadap pendapat orang pada mereka berdua.


Riri yang tidak bisa mengatakan apa-apa memilih untuk diam saja setelah Rendy mengatakan itu. Dia juga tidak mau dianggap terlalu kepo tentang kehidupan pribadi Rendy, lagipula siapa dia. Dia hanya baru bertemu dengan Rendy beberapa bulan yang lalu, bahkan dia tidak sedekat itu dengan Rendy.


Tak terasa sudah sampai didepan rumah Riri, Riri mengucapkan sampai jumpa pada Rendy kemudian segera turun dari mobil.


Hari ini banyak yang terjadi, apalagi tentang hubungan Rendy dengan mantan pacarnya. Bagaimana pun Riri mengatakan kalau dia tidak peduli, namun tetap saja dia penasaran tentang mereka berdua.


Riri penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Seperti halnya anak kampus yang lain, Riri juga menjadi heran kenapa mereka putus begitu saja padahal hubungan mereka sudah sejauh ini. Meskipun Riri belum pernah bertemu dengan cewek yang bernama Renty itu, Riri tetap merasa kalau Renty itu benar-benar cantik sepeti cerita orang-orang.


Apalagi dia berpacaran sama cowok populer dikampus, sudah dipastikan bahwa Renty pasti termasuk cewek populer juga dikampus mereka.


Karena masih saja penasaran, Riri mencoba mencari tahu sendiri tentang Renty di sosial media. Tak menunggu waktu lama, Riri langsung menemukan sosmed milik Renty. Ternyata followers nya sangat banyak dan postingan fotonya juga bagus semua.


Riri melihat foto Renty disana, dia benar-benar cantik seperti yang di ceritakan orang-orang. Lalu apalagi alasan yang membuat mereka putus jika mereka berdua sama-sama populer dan goodlooking. Pasti ada alasan lain dibalik itu selain alasan yang diberikan oleh Rendy tadi kalau mereka berdua tidak cocok.


Riri terus melihat postingan demi postingan milik Renty dan Riri menemukan satu postingan Renty yang sedang bersama Rendy. Caption postingan itu juga menarik perhatian Riri.


Isi captionnya "Baru kembali dari Swiss setelah bertemu ayah dan ibu". Itu berarti mereka berdua pernah pergi ke Swiss sama-sama. Tanggal di postingan itu juga memiliki arti yang sama seperti yang terjadi pada Riri hari ini.


Dimana Rendy mengajak Riri untuk pergi ke Swiss bersama keluarganya merayakan anniversary pernikahan orangtuanya. Sementara postingan milik Renty ini di posting akhir tahun lalu, artinya Renty juga diajak oleh Rendy untuk pergi bersama mereka ke Swiss merayakan anniversary pernikahan kedua orangtuanya seperti yang dilakukan Rendy pada Riri.


"Kenapa dia tidak menghapus postingan ini?" pikir Riri dalam hati.


Kemudian di bawah foto itu terdapat juga satu foto dimana Renty sedang bersama dengan ibu Rendy berbelanja di mall. Renty terlihat sangat dekat dengan keluarga Rendy, lalu apa lagi alasan yang membuat mereka berdua mengakhiri hubungannya?.


Semakin Riri mencari tahu kebenaran, semakin ia penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua. Riri juga penasaran dengan Rendy, mengapa dia melakukan hal yang sama pada Riri seperti yang ia lakukan pada Renty.


Riri akhirnya teringat pada anak-anak panti kemarin, Riri berencana akan menanyakan hal ini kepada Popi karena Riri jauh lebih dekat dengan Popi dibandingkan dengan yang lainnya, dan juga Riri lebih terbuka dengan Popi.


Riri akan mencari tahu kebenaran tentang Rendy lewat Popi.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2