
Hari ini Riri akan mengenalkan Rendy pada teman-temannya seusai kelas. Dia meminta Rendy untuk datang ke kelasnya.
Setelah kelas usai, sedikit demi sedikit beberapa dari teman kelasnya bubar, mereka bertiga masih menunggu Rendy disana. Ayu datang setelah dikabari oleh Riri untuk berkenalan dengan Rendy.
"Semangat sekali yu" ucap Bella melihat ayu yang berlari menuju kelas mereka.
"Aku penasaran" jawab ayu kemudian duduk disalah satu kursi.
Tak selang lama Rendy tiba di depan kelas mereka kemudian masuk kedalam kelas. Mereka betiga melihat Rendy menjadi terkesima, bahkan waktu seperti terhenti. Bukan cuma mereka saja, beberapa teman mereka yang masih dikelas juga dibuat membisu oleh Rendy yang tampan.
"Kalian ini kenapa" ucap Riri menyadarkan mereka bertiga.
"Maaf bang mereka emang suka aneh" ucap Riri pada Rendy malu dengan sikap teman-temannya.
"Hallo bang Rendy" sapa Maya, dilanjutkan dengan ayu dan Bella.
"Oh mereka udah tahu namaku" ucap Rendy bertanya pada Riri.
"Tentu saja, Riri selalu bercerita tentang bang Rendy pada kami setiap hari" ucap Bella berbohong.
"Iya benar bang, dia bilang kalau Abang sangat baik dan juga tampan" sambung ayu.
"Dan juga peduli" tambah maya.
Mereka bertiga benar-benar membuat riri malu. Rendy mendengar itu malah ketawa tapi Riri menghentikannya "Jangan ketawa" Ucap Riri.
Rendy kebingungan apa yang dikatakan Riri, teman-temannya juga bingung apa yang sedang Riri katakan
"Ee.. ituu... ee.. mereka ini aneh bang, mereka akan menjadi patung jika melihatmu ketawa" ucap Riri menjelaskan.
"aiss.. menurutku kamulah yang aneh" sanggah Maya.
"Ohya kenalkan bang, aku Ayu.. Oh jangan memuji namaku karna wajahku memang seperti namaku, Ayuuuu..." ucap ayu mengenalkan dirinya terlebih dahulu dengan cara yang lebay dan centil.
Riri malu dengan ulah Ayu yang tidak normal, Riri berharap Bella dan Maya normal saat mengenalkan diri mereka tapi ternyata..
"Akuu.. Belllaaa.." ucap Bella dengan pose seksi
Riri tak terima Bella pose begitu dihadapan rendy dan menghentikannya.
"Stoopp!!" teriak Riri sambil memeluk Bella menghentikannya.
"Kenapa?" keluh Bella sambil merengek, itu karena ia sudah mendalami peran malah Riri menghentikannya
"Obatmu habis? lakukan yang benar!!! ini bukan syuting film dewasa" ucap Riri pada Bella bisik-bisik dengan kesal, meskipun bisik-bisik suaranya masih terdengar oleh Rendy. Rendy tersenyum melihat Riri dan teman-temannya yang sangat lucu.
"Oke kita lanjutkan!!" teriak Maya sambil menarik riri menjauh dari Bella.
"Akuu.. Bella si pembela dunia, apalagi dunianya sama.." kali ini mereka bertiga yang menghentikan Bella yang mulai stress.
"Udah cukup cukup!!" sambil menarik Bella.
"Padahal aku belum selesai"
"May pliss" Riri berharap agar Maya normal dari kedua temannya.
Namun, ternyata..
"Haii bang.. Akuu Maya si jomblo maaniizzz, aku gak jualan disini. Btw temanmu ada yang jomblo gak?" ucap Maya yang malah lebih centil dari ayu dan Bella.. Bella dan ayu senang melihat aksi Maya dan bertepuk tangan.
Riri yang merasa malu akibat ulah temannya merengutkan wajahnya, dia malah melihat Rendy yang kesenangan. Drama peraktingan perkenalan pun berakhir setelah Riri mengajak Rendy untuk pergi dari sana.
.
"Temanmu pelawak semua ya?" tanya Rendy setelah mereka di luar kelas.
"Mereka itu aneh, jangan pedulikan mereka" jawab riri, Rendy tertawa.
"Ri hari ini kamu ada acara gak?" tanya Rendy, sepertinya ada suatu hal yang mau dilakukan Rendy dengan Riri.
"Ee.. Sepertinya tidak ada bang, kenapa ya?"
"Kalau ada waktu aku mau mengajakmu kerumahku" jawab Rendy.
Atas dasar apa Riri diajak kerumah Rendy, padahal Riri bukan siapa-siapa Rendy, Riri berpikir jika sudah mengajak kerumah dan mengenalkan kepada orangtua berarti dia memang ingin serius pada Riri.
"Kenapa kamu diam saja ri?" tanya Rendy lagi melihat Riri diam.
"Eh engga bang, sekarang?" Riri memastikan.
"Iya sekarang"
"Oh baiklah"
"Mau kan?" tanya Rendy memastikan.
"Iya" walaupun Riri ragu tapi tetap saja dia harus melakukan itu, lagipula ini cuman berkunjung saja.
__ADS_1
.
Mereka masuk mobil dan meninggalkan motor Riri di kampus,tak lupa Riri memberitahukan Maya untuk membawa motornya karena sebelumnya dia nebeng motor ayu. Jadi, untuk sementara Riri meminta motornya dibawa oleh Maya.
"Kamu berapa saudara ri?" tanya Rendy saat mobil melaju.
"Cuman 2 bersaudara, aku punya kakak" jawab Riri.
"Benarkah? malahan aku pikir kamu anak pertama loh, karena kamu tampak dewasa dan pikiranmu juga tak seperti anak bungsu pada umumnya" pendapat Rendy tentang Riri.
Riri tersenyum "mungkin karena aku gak punya adik dan lagipula aku merasa seperti anak tunggal dirumah" jelas Riri, sebenarnya Riri juga manja, hanya saja pemikiran Riri sudah dilatih sejak dia masuk komunitas bahasa Inggris, setelah itu dia menjadi pribadi dengan pemikiran yang dewasa.
"Memangnya kakakmu bagaimana?" tanya Rendy penasaran dengan Elisa.
"Kakakku diluar negeri sedang menyelesaikan kuliahnya, dia kuliah bahasa Mandarin, dia jarang sekali pulang kampung bahkan hampir tak pernah pulang" jawab Riri.
"Dimana itu?" Rendy menanyakan negara apa itu.
"China, aku tidak tahu betul nama kampusnya dalam bahasa China" jawab Riri mengatupkan kedua bibirnya menunjukkan kalau dia bingung.
"Ohh itu keren sekali.. Siapa nama kakakmu?"
"Elisa"
Rendy berhenti bertanya pada Riri setelah tahu nama Elisa, mereka kembali mengobrol hal lain hingga tak terasa sampai juga dirumahnya Rendy, rumahnya begitu besar bahkan lebih besar dari rumah Riri, halamannya juga sangat luas.
Setelah menyapa satpam mereka masuk kedalam rumah Rendy melewati halaman rumah yang luas, Rendy juga sangat ramah pada pelayan dirumahnya.
Saat masuk kerumah mereka sudah disambut oleh beberapa asisten rumah tangga disana, bahkan Riri dijadikan seperti ratu oleh mereka, mereka membuka cardigan Riri. Saat mereka ingin membuka sepatu Riri dan menggantikannya dengan sandal rumah, Riri melarang mereka melakukannya.
"Ehh, tidak apa-apa, biar Riri saja yang buka sendiri" ucap Riri tidak enak karna mereka semua memegang kaki Riri, Riri tidak mau membuat mereka merasa rendah sepeti itu meskipun mereka hanya seorang pembantu.
"Itu tugas mereka, biarkan mereka melakukannya untukmu" sanggah Rendy yang kembali menyuruh art itu membuka sepatu Riri
"Tidak usah, tidak apa-apa" ucap Riri menghentikan mereka sambil segera membuka sepatunya.
Rendy tersenyum melihat Riri yang bertingkah berbeda dari mantan-mantannya, cewek lain malah senang diperlakukan seperti ratu disini, tapi Riri malah merasa tidak enak.
Riri memakai sandal rumah yang diberikan oleh beberapa ART itu, kemudian dia diajak para art itu untuk menuju kesebuah ruangan atas perintah dari Rendy.
Ruangan itu sangat besar, seperti ruangan khusus untuk tamu, Para ART mulai menghidangi beberapa makanan dan minuman didepan Riri. Rumah Rendy benar-benar seperti istana, pasti Rendy adalah anak orang paling kaya di kota ini dikarenakan Riri yang datang kesini saja merasa seperti dia hanya orang biasa, padahal Riri adalah anak direktur perusahaan juga.
Para ART masih berada dalam ruangan seolah menjaga Riri, Riri menatap mereka satu persatu bahkan menawari mereka makanan dan cemilan yang tersedia, mereka tak menjawab namun hanya tersenyum.
Seseorang masuk kedalam ruangan saat Riri ingin mencicipi cemilan yang dihidangkan
"Keluar sana!" ucapnya pada para ART itu.
Para ART tanpa berbicara langsung keluar dari ruangan atas perintah dari lelaki yang baru saja masuk.
"Siapa kamu?" tanyanya pada Riri.
"Saya teman Rendy" jawab Riri mencoba bicara sopan.
"Aiss.. Anak itu bawa cewek terus" bisiknya pada dirinya sendiri namun masih bisa didengar oleh Riri.
"Btw kamu kenal dia dimana?" tanya lelaki itu lagi, Riri diintrogasi olehnya.
"Saya adik tingkatnya dikampus"
"Maba?"
"Iya Maba"
"Sebentar lagi juga pasti kamu dibuang" ucap lelaki itu sambil keluar meninggalkan Riri, saat dia keluar dia berpapasan dengan Rendy yang hendak masuk kedalam ruangan.
"Ngapain?" tanya Rendy tidak suka pada lelaki itu.
"Cewek baru mulu, kapan mau serius?" ucapnya sambil pergi dari hadapan Rendy.
"Dia ngomong apa padamu?" tanya Rendy pada Riri.
"Cuman bertanya aku siapa, terus dimana aku kenal bang Rendy" jawab Riri.
"Jangan pedulikan dia"
"Oh ya btw tadi dia juga bilang kalau aku sebentar lagi juga akan dibuang oleh bang Rendy" jelas Riri tentang apa yang ia dengar.
"Sudahlah, dia itu memang selalu bicara omong kosong" ucap Rendy mengelak dan berusah mengalihkan pembicaraan "dia abangku yang kedua, namanya vito" ucapnya lagi memberikan informasi.
"Dan satu lagi Abangku yang pertama ada di Swiss, namanya Arga" sambung Rendy.
"Mereka semua bekerja?" tanya Riri penasaran.
"Iya, Vito bekerja di perusahaan ayahku. Sedangkan Arga entah apa yang dia kerjakan di Swiss, kemungkinan disana dia menjadi pencari wanita. Dia bukan lelaki baik tapi lelaki nakal" jelas Rendy tentang kedua abangnya, Riri heran kenapa Rendy malah mengatakan hal buruk tentang abangnya yang pertama.
"Aku tidak pernah menyukai Arga, karena dia tak pantas menjadi keturunan dalam keluarga ini" tambah Rendy.
__ADS_1
"Kenapa bicara begitu?" Riri yang kebingungan dengan maksud Rendy mencoba bertanya.
"Dia dikirim ke Swiss 10 tahun yang lalu setelah hendak membunuh anak panti disini" jawab Rendy sambil menyeguk minuman.
"Anak panti?" Riri yang masih penasaran bertanya lagi
"Sebenarnya aku tidak pernah membahas ini dengan siapapun lagi, tapi karena kamu juga sudah dekat dengan mereka, aku pikir kamu memang harus mengetahui itu" ucap Rendy yang tambah membuat Riri kebingungan.
Rendy menceritakan semua yang terjadi 10 tahun yang lalu pada Riri, dimana Arga yang berusaha untuk mengusir anak panti dari rumah mereka. Namun, rencana Arga malah semakin sadis hingga hampir membunuh anak-anak panti itu. Rendy juga mengatakan siapa anak-anak panti itu.
Setelah mendengar cerita Rendy, Riri dibuat hampir tak percaya akan kebenaran itu. Pantas saja Popi dan teman-temannya yang lain sangat patuh dan menghormati Rendy, itu karena Rendy adalah orang yang sudah berjasa pada mereka.
"sekarang mereka semua sudah punya jalan mereka masing-masing" tambah Rendy yang merasa senang teman-temannya mendapat kehidupan yang layak.
.
Sejak datang kerumah Rendy, Riri tak melihat keluarga Rendy yang lain, Riri bertanya dengan meminta maaf apabila pertanyaan darinya tidak sopan, namun Rendy tak masalah akan itu. Dia pun menjelaskan kalau keluarganya memang memiliki kesibukan mereka masing-masing.
Dia mengatakan kalau sekarang ayahnya sedang ada Swiss untuk mengurus perusahaan disana, ibunya ikut perkumpulan wanita dari kalangan atas, biasanya saat ini ibunya sedang memamerkan barang-barangnya pada wanita diperkumpulan itu. Jadi, dia tidak akan terlalu memperdulikan urusan dirumah. Siapapun yang kami bawa kesini dia tidak akan peduli hal itu karena menurutnya semuanya sudah diurus oleh para ART disini.
Rendy juga mengatakan kalau dulu dia punya nenek yang tinggal disini, tapi sayangnya neneknya sudah meninggal dunia saat dia masih SMA.
"Apa bang Rendy tidak merasa kesepian?" tanya Riri, Riri bertanya begitu setelah mengingat kalau ayu pernah bilang dia merasa kesepian walaupun ayah dan ibunya sudah memberikan semua yang ia inginkan.
"Mungkin kalau aku cewek aku akan merasa kesepian, tapi karna aku cowok, aku bisa mencari kesibukanku diluar sana. Cewek pada dasarnya mereka harus tetap dirumah untuk menjaga diri mereka tapi cowok harus kenal dunia agar mereka bisa tahu bagaimana caranya nanti bisa bekerja dengan dunia" jelas Rendy.
"Menurutku cewek juga harus bekerja dengan dunia" bantah Riri.
"Iya aku tahu, tapi lebih baik cewek tetap dirumah dan biarkan cowok memenuhi tanggung jawab mereka untuk menghidupi keluarga apabila sudah menikah nanti" tambah Rendy.
"Bukankah peluang bang Rendy untuk kuliah diluar negeri itu besar? kenapa bang Rendy tidak melakukannya" tanya Riri.
Rendy tertawa mendengar pertanyaan Riri lalu dia menjawab "Memang benar, tapi itu bukan perkara apa yang kita mau ri.. Contohnya begini aku mau kuliah diluar negeri tapi itu hanya sebatas mau, disisi lain aku suka kuliah dikota ini. Ketimbang memilih apa yang kita mau, lebih baik memilih apa yang kita suka" jawab Rendy menjelaskan. Riri setuju dengan jawaban dari Rendy.
"Aku dengar ayahmu juga direktur perusahaan" ucap Rendy memastikan.
"Iya bang itu benar"
"Ibumu?" tanya Rendy
"Ibu tidak bekerja, hanya mengurus rumah" jawab Riri.
"Bukankah itu tugas ART?"
"Di rumah kami tidak ada ART, dulu pernah terjadi suatu kejadian yang membuat ayah memecat ART dirumah" jelas Riri.
"Kejadian apa?"
Riri menjelaskan kejadian yang terjadi dulu saat ART dirumahnya hendak meracuni Riri disebabkan iri nasib anaknya berbeda dengan riri.
.
Mereka mengobrol hingga tak terasa hari sudah hampir sore, Rendy mengajak Riri untuk bergabung makan malam dengan keluaraganya tapi Riri menolak itu karena ia merasa tak enak. Keluarga Rendy hanya bersama saat makan malam saja, selebihnya mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri
"Sayang.." panggil seorang wanita pada Rendy dipintu.
"Eh ibu udah pulang" sahut Rendy menoleh kearah wanita yang ternyata ibunya itu, Riri juga ikut menoleh.
Dari ujung kepala sampai ujung kaki, pakaian yang dikenakan oleh wanita itu semuanya terlihat mewah dan mahal.
"Siapa dia?" tanya ibu Rendy sambil melangkah masuk, kedua tangannya dilipat didepan dadanya. Riri merasa cemas setelah melihat ibu Rendy
"Dia.."
"Cewekmu?" potong ibu Rendy.
"Iya bu dia cewekkku" jawab Rendy.
Riri heran mengapa Rendy selalu mengenalkan dia pada semua orang sebagai ceweknya padahal mereka belum pacaran.
"Bukan Tante, saya cuman adik tingkat bang Rendy saja, kami berteman" ucap Riri menyanggah jawaban Rendy.
Rendy menatap Riri seolah kecewa, Riri hanya tidak mau Rendy berbohong terus menerus pada orang-orang tentang status mereka.
Ibu Rendy ternyata tidak seperti yang Riri pikirkan, Riri berpikir kalau ibu Rendy itu galak dan juga sombong tapi pada kenyataannya ibu Riri malah mengajak Riri untuk mengobrol bersamanya.
Setelah menanyai banyak tentang Riri, dia mengajak Riri untuk pergi ke ruangannya dilantai dua, dia mengatakan disana ada banyak barang-barangnya yang bagus dan mahal, dia juga akan memberikan Riri sesuatu.
Riri yang menerima ajakan dari ibu Rendy tersebut.
"Sayang.. Ini untuk pertama kalinya dia membawa cewek cantik dan sopan seperti kamu" ucap ibu Rendy sambil merangkul pundak Riri.
"Sebelumnya dia selalu membawa cewek yang arogan dan juga tidak tahu sopan santun" sambungnya.
Rendy menghentikan ibunya untuk membahas hal itu, dia menyuruh ibunya segera membawa Riri pergi melihat barangnya karena dia akan mengantarkan Riri pulang sebelum hari gelap.
Riri tak percaya kalau Rendy sering membawa cewek datang kerumahnya, itu artinya Rendy adalah seorang playboy. Dia hanya sebentar saja berpacaran dengan cewek-cewek itu lalu kemudian memutuskan hubungannya dengan mereka.
__ADS_1
Apa Rendy juga akan begitu pada Riri?
Bersambung...