
**Kelanjutan Episode sebelumnya**
Dia mencurigai Riri. Riri mencoba untuk mencari jawaban agar dia tidak dicurigai lagi. Fajri menatap Riri berharap Riri mengodenya mengatakan sebagai siapa ia berperan, tapi Riri selalu saja memalingkan wajahnya dari Fajri.
"Apakah pasangan dari Riri merasa Riri sedang terancam? Mau menyelamatkan Riri?" tanya MC.
Tapi saat Rendy ingin mengatakan iya, Riri langsung menjawab "Itu karna biasanya benda ini dipinjam oleh teman kita dan mereka kadang lupa untuk mengembalikannya" jawab Riri yang sedikit ragu dengan jawabannya tapi bicara dengan lancar.
Setelah itu Riri mengacungkan tangannya bahwa dia mencurigai seseorang
"question" ucap Riri sambil mengacungkan tangan.
"Silahkan Riri! kamu mencurigai siapa?"
"Aku mencurigai Ani" jawab Riri yang mencurigai Ani.
"Bertanyalah!"
"Kenapa kamu bisa mengatakan kalau benda ini sangat menarik? Apa yang menarik dari benda ini?" Tanya Riri.
Ani diam, dia tidak bisa menjawab apa-apa. Pasangannya Ani mengacungkan tangan untuk menyelamatkan Ani, tapi sayangnya dia salah menjawab pertanyaan dari MC. Ani langsung di vote mati oleh mereka. Akhirnya mereka juga tereliminasi.
Pasangan Ani adalah warga baik, dia mati bersama Ani yang merupakan mafia. 2 pasangan telah tereliminasi
MC kembali memberikan kesempatan pada yang mempunyai kecurigaan, mereka saling mencurigai satu sama lain. Fajri juga mengajukan pertanyaan ke beberapa orang.
Setelah banyaknya pertanyaan kecurigaan, 9 orang pasangan telah terleminasi, sekarang tinggal 4 pasangan lagi. Dari 4 pasangan itu 2 sebagai mafia dan 4 sebagai warga baik. Riri dan Fajri masih bertahan.
"Sekarang katakan alasan jika kalian menemukan benda ini dijalan apakah kalian akan memungutnya?" MC memberikan pertanyaan.
Mereka mulai menjawab pertanyaan dari MC, salah seorang cewek mengatakan kalau dia akan memungutnya karna benda ini tidak kotor jika dipungut, sedangkan penghapus jika jatuh sedikit saja akan menjadi kotor apalagi kalau berwarna putih.
Untuk itu dia langsung di vote oleh semua yang tersisa, bodohnya pasangan mainnya juga tidak menyelamatkannya. Akhirnya mereka berdua tereliminasi. Cewek itu adalah seorang mafia. Sekarang tersisa 3 pasangan paling kuat.
MC mulai memberikan pertanyaan lagi, sekarang Riri sudah mulai tau apa kata kuncinya yaitu penghapus "Jika benda ini dicuri oleh teman kalian, apa yang akan kalian lakukan"
Jawaban dimulai dari Riri, "Aku mungkin akan membiarkannya karna aku berpikir benda ini tidak terlalu mahal tapi dia sangat penting jika tidak ada" Ucap Riri memberikan jawabannya.
Tapi jawaban Riri tidak diterima oleh yang lain karna Riri mengatakan benda itu penting lalu kenapa dia akan membiarkannya saja. Perdebatan pun terjadi
"Pasangan Riri, apakah merasa kalau Riri sedang terpojok?", Tanya MC pada Fajri.
"Tidak" jawaban singkat dari Fajri membuat semua orang terkejut, kenapa Fajri tidak menyelamatkannya Riri. Sementara Riri terus berdebat.
"Aku memang mengatakan ini penting, karna jika tidak ada benda ini maka tidak akan lengkap, benda ini bagaikan sebuah perbaikan" ucap riri membela diri.
"Kalau penting bagimu, seharusnya kamu akan meminta temanmu itu mengembalikannya kan?" sanggah lawan debat Riri.
"Seperti yang aku katakan tadi kalau benda ini tidak terlalu mahal jika harus dibeli kembali. Lagipula bisa jadi kan benda yang hilang ini sudah tidak layak pakai bagiku?" balas Riri.
"Kamu tau siapa yang mencurinya, kenapa gak mengambilnya saja ketimbang harus membeli, apa kamu tidak tau benda apa ini?" Lawan debat Riri ternyata lebih kuat.
"MC tadi mengatakan kalau benda yang hilang ini tak bisa kita pastikan bagaimana bentuknya, artinya aku tidak bisa menuduh mereka mencuri jika kemungkinan dia juga memiliki bentuk yang sama"
"Berarti itu tidak penting kan bagimu?"
"Gini deh, misalnya nih kamu punya benda ini trus bendanya hilang lalu kamu mencarinya.. Dan tiba-tiba kamu menemukannya pada temanmu yang lain, apa kamu akan langsung menuduhnya mencuri? Sedangkan bentuk dari benda ini bisa saja sama" ucap Riri menjelaskan.
Yang lain sudah mulai setuju dengan penjelasan Riri, terlihat mereka sudah mulai mengangguk-ngangguk. Tapi lawan debat Riri tak mau kalah.
"Lalu apa yang kamu maksud tak layak pakai? Jika tak layak pakai kenapa tidak membuangnya saja?" tanyanya lagi memojokkan Riri.
"Ketimbang membuangnya kenapa tidak biarkan saja dicuri?" Jawab Riri dengan santai.
Lawan debatnya bungkam tak bisa mengatakan apa-apa. Jadi, itulah maksud Fajri tidak menyelamatkannya karena Fajri tau Riri bisa mengalahkan lawan debatnya.
__ADS_1
Satu pasangan terleminasi dari game, tersisa 2 pasangan lagi.
"Untuk 2 pasangan yang tersisa, masing-masing kalian bisa menjelaskan apa benda lain yang bisa kalian pakai sebagai pengganti benda ini, jika kalian tidak memilikinya" tanya MC pada mereka.
Sekarang diawali dari Fajri, Fajri menjawab dengan lancar. Kemudian tiba giliran Riri. Sebenarnya Riri itu bisa menjawab dengan benar, hanya saja kata-kata yang ia gunakan tidak begitu pas sehingga membuat bingung pendengar.
Fajri tadi menjawab pengganti benda ini adalah karet, satu orang lagi menjawab spon gabus dan terakhir menjawab gosokan tangan.
Riri yang bingung harus menjawab apa mengatakan jawabannya adalah kertas.
Mereka belum tau kalau Riri adalah mafia, termasuk Fajri belum mengetahui siapa Riri.
Dua orang dicurigai diantara mereka berempat yaitu Riri dan satu cewek lainnya yang menyebut jawaban gosokan tangan.
Jawaban Riri sebenarnya mendekati benar daripada cewek tersebut tapi tetap saja mereka akan memulai sesi perdebatan.
Fajri mulai bertanya pada cewek tersebut "Kenapa bisa menggunakan gosokan tangan sebagai pengganti benda ini?"
"Mungkin kita akan tau jika kita mempraktekkannya" jawab cewek tersebut.
"Tapi itu berlaku jika goresannya tipis, bagaimana jika goresannya tebal, seperti benda yang menggoreskan ini amat sangat tajam" tanya Fajri lagi memojokkan cewek tersebut.
"Tapi MC tidak mengatakan setebal apa goresannya" jawab cewek itu membela diri.
"Memang.. Apa disini harus selalu mengikuti kata MC, kita disini menggunakan logika bukan soal apa yang terucap saja" Fajri sangat pintar sekali dalam hal ini.
Cewek tersebut pun meminta pertolongan pasangannya. MC memberikan pertanyaan pada pasangannya itu "Siapa nama nenek pasanganmu?"
"Mana mungkin aku tau jika hal seperti itu ditanyakan?" keluhnya pada MC
"Aku gak mau tau, kalau gak bisa jawab kalian terelimasi" MC menolak keluhannya.
Akhirnya cowok itu asal menyebut nama, dia menyebut "Aminah".
Si cowok balik bertanya pada Riri.
"Kenapa kertas?" tanyanya pada Riri.
"Karna kertas bisa sebagai pengganti benda ini" jawab Riri dengan mudah.
"Bagaimana kamu menggunakan kertas sebagai penggantinya?" tanyanya lagi
"Its easy.. Kamu tinggal menempelkan kertas tersebut pada goresan yang salah" jawab Riri.
"Oh benarkah? Artinya kamu butuh benda lain untuk menempelkan kertas itu" tanyanya memojokkan Riri.
"Benar, kita butuh lem" jawab Riri.
Tapi Riri sudah salah, mereka tidak boleh menyebut dua benda sebagai pengganti benda pertama. Melihat Riri yang terpojok, Fajri akhirnya menggunakan kesempatan untuk menyelamatkan Riri.
MC memberikan pertanyaan padanya "Tanggal berapa ulang tahun ibunya Riri?". Pertanyaan MC ini semakin lama semakin konyol.
Penonton menyoraki MC yang semakin aneh.
"Bagaimana bisa pertanyaannya sekonyol itu?" keluh seseorang.
"Benar.. Mana ada yang akan tau tanggal lahir orangtua masing-masing" tambah seseorang lagi.
MC tak menghiraukan mereka dan malah memanggil Riri, Riri dibawa menjauh dari sana oleh MC untuk menanyakan tanggal lahir orangtuanya, Riri mengatakan pada MC tanggal lahir ibunya dengan berbisik. Meskipun mereka berada jauh dari Fajri tetap saja bicara dengan berbisik ditelinga.
Sementara penonton terus menerus mengeluh tidak terima dengan pertanyaan dari MC, Riri juga merasa cemas karna dia merasa Fajri tidak akan tau tanggal lahir ibunya, lagipula untuk apa juga Fajri mengetahui hal itu.
Tapi ternyata..
"20 Januari 1976" Jawab Fajri.
__ADS_1
"Itu benar" Ucap MC membenarkan, MC tersebut kaget tidak percaya kalau jawaban dari Fajri benar.
Semua yang ada disana juga dibuat tak percaya, bahkan Riri sendiri sampai terperangah mendengar jawaban Fajri.
"Bagaimana bisa dia tahu?" bisik seseorang.
"Dia cenayang?" tambah seseorang lagi.
Fajri yang tidak mau mereka semua merasa bingung mengatakan kalau dia hanya asal menyebut dan tidak menyangka kalau jawabannya bisa benar. Namun, tidak ada yang percaya dengan pembelaan dari Fajri, tidak ada kebetulan untuk kedua kalinya.
Mereka menyudahi hal itu kemudian melanjutkan game. Selanjutnya Riri yang akan bertanya pada si cewek tersebut
"Tadi katamu benda ini bisa diganti dengan goresan tangan, bagaimana jika goresan itu terlalu banyak?" tanya Riri padanya.
"Tentu saja bisa hilang, kita hanya perlu menggosokkannya terus" jawabnya.
"Begitu ya.. Tapi kamu pernah liat benda yang menggoreskannya itu berwarna dan warnanya itu bermacam-macam, biasanya tidak akan mungkin bisa hilang hanya dengan gosokan tangan" sanggah Riri.
"Tapi kan ini bukan pengganti untuk goresan yang berwarna?" bela cewek tersebut.
"Kata siapa? Bukankah disini kita menggunakan logika? Artinya kita bisa menambahkan asumsi tentang goresan berwarna itu juga kan?" tanya Riri lagi sudah mulai memojokkan cewek tersebut.
Melihat Riri yang pintar, Fajri sampai terpukau dan tersenyum.
"Sudah ku katakan kita bisa terus menggosokkannya sampai hilang" cewek tersebut masih membela dirinya.
"Bagaimana kamu bisa membuktikan kalau cara itu akan berhasil?" Tanya Riri tidak terima.
Kali ini cewek tersebut tidak bisa menjawab lagi dia akhirnya meminta diselamatkan.
"Aku mau memakai kesempatan untuk diselamatkan" ucap cewek itu setelah ia terpojok.
"Baiklah, kali ini pertanyaannya akan semakin sulit" ucap MC.
Mereka menerima tantangan, MC menyuruh cewek tersebut berdiri untuk mengatakan jawaban padanya nanti.
"Bagaimana gaya dia tidur?" tanya MC pada cowok tersebut.
Pertanyaan yang semakin konyol kembali membuat penonton berkeluh kesah lagi. Tetap saja MC tidak peduli akan hal itu.
Si cowok yang sudah pasrah asal bicara dengan menyebut 'telentang'. Ternyata jawabannya berbeda dengan jawaban yang diberikan si cewek pada MC. Dimana gaya tidur cewek tersebut adalah telungkup.
Mereka berdua tereliminasi, Riri dan Fajri memenangkan game ini.
Setelah itu, MC bertanya kepada kedua pasangan ini apakah mereka tau siapa yang menjadi mafia? Karna seperti yang mereka ketahui kalau mafia tersisa 1 diantara mereka berempat.
"Mafianya adalah Riri" ucap MC memberikan informasi.
Semua terkejut, karena banyak yang mengira si cewek tadi itulah mafia nya. Mereka tidak menyangka kalau mafianya Riri karna Riri menjawab dengan lancar.
"Oh benarkah? itu Riri?" ucap salah seorang.
"Wahh dia pintar" tambah seseorang lagi.
MC kembali bertanya pada Riri, "Apa kamu tahu kata kuncinya?" tanyanya pada Riri.
"Penghapus?" jawab Riri.
Akhirnya game pertama berakhir dengan tepukan tangan dari semua orang untuk Riri.
Setelah game pertama berakhir mereka melanjutkan ke shift 2. MC tetap memberikan intruksi yang sama kepada pemain shift kedua seperti yang ia lakukan pada shift pertama.
Mereka mulai memainkan permainan lagi.
Bersambung...
__ADS_1