
Akhirnya setelah 3 hari menjalani masa ospek, hari ini adalah hari dimana Riri dan teman-temannya akan mengambil kontrak perkuliahan melalui situs kampus.
Riri dan ketiga teman barunya berencana akan melakukan pengambilan kontrak kuliah itu sama-sama agar mendapat kelas bersama, mereka berempat memutuskan rumah Riri sebagai tempat nongkrong mereka hari ini, ibu Riri yang mendengar bahwa teman-teman Riri akan datang menyiapkan banyak sekali cemilan untuk mereka.
**pukul 10.30**
Teman-teman Riri sudah datang, dimulai dari ayu dan Maya yang datang duluan kemudian disusul oleh Bella, Maya dan ayu memang selalu berangkat barengan karena rumah mereka yang searah.
Mereka harus mengambil kontrak kuliah dimulai dari pukul 11, para siswa berebut untuk mengambilnya diawal waktu karena takut tak kebagian kelas.
.
**Dikamar Riri**
Toktoktok.. Ibu Riri membawakan mereka cemilan dan minuman dingin.
"Terima kasih Tante sudah repot-repot masak" ucap Maya, ayu dan Bella pun ikut berterima kasih pada ibu Riri.
"Ah gapapa, makan yang banyak ya kalian, yang rajin kuliahnya" ucap ibu, ibu Riri tak lupa berbincang sebentar dengan mereka disana sebelum turun.
Pukul 10.59 mereka berempat sudah stay di depan laptop mereka untuk segera mengambil kontrak kuliah, tepat pukul 11 mereka semua sudah tak bersuara lagi, semuanya fokus.
"Yeay berhasil di kelas A" ucap Riri setelah selesai mengambil kontrak.
"Akhirnya" disusul oleh Maya dan Bella.
"Yahhh kenapa aku malah dapat kelas B?" ucap Ayu yang kesal tak mendapat kelas yang sama dengan teman-temannya.
"Pasti karena kelasnya sudah penuh saat kamu mengambilnya, makanya diopor ke kelas yang belum penuh" Maya menjelaskan sistematikanya pada Ayu, Ayu masih merengut sambil terus mengomel kesal.
"Padahal aku udah tekan A tadi" Ayu masih kesal dengan hasilnya.
"Sudahlah, kita masih bisa bersama saat kuliah selesai kok" ucap Bella yang berusaha menenangkan Ayu.
"Yang terpenting Ayu dapat kelas, pasti sekarang banyak yang ga dapat kelas dan malah kesulitan untuk mengurusnya di kemahasiswaan" sambung Riri.
Akhirnya Ayu bisa tenang dan berfikir kalau kelas apa itu tak terlalu penting, yang penting materi yang disampaikan
.
Selesai mengambil kontrak perkuliahan mereka mengobrol-ngobrol tentang banyak hal, mulai dari bagaimana SMA dan SMP mereka dulu sampai masalah percintaan
"Bel, memangnya kamu dan Dio itu berapa lama?" tanya Riri pada Bella, bella diam seperti orang sedang berfikir.
__ADS_1
"Kenapa harus berfikir seperti itu, itu bukan pada zaman purba kan kalian pacarannya" ujar Ayu seperti sudah tahu kalau Bella terkadang lebay dengan hal seperti itu, Ayu saja masih ingat berapa lama Bella pacaran dengan Dio.
"Biar seperti orang yang sudah lupa pada masa lalu saja" ucap Bella membela dirinya.. "Itu sekitar 8 bulan" sambungnya.
"Sejak?" tanya Maya yang juga penasaran.
"Aku gak ingat pasti, tapi yang jelas kami putus bulan Oktober 2017, berarti 8 bulan sebelumnya kmi pacaran saat aku SMP kelas 3" jawab Bella.
"Artinya saat awal masuk SMA kalian masih pacaran kan" sambung Riri, Bella mengangguk.
"Kenapa putus?"
Bella menarik nafas dalam kemudian menjawab "Bagaimana bisa seorang lelaki seperti itu, dia tahu kalau dia sudah punya cewek tapi malah menyukai cewek lain di SMA nya, dan lebih parahnya lagi dia baru mengenal cewek itu saat ospek di SMA nya" jelas Bella pada maya dan Riri yang belum tau kejadiannya, setelah mendengar itu Maya dan Riri saling bertatapan karna mereka teringat ucapan Dio 3 hari yang lalu kalau ia menyukai Riri semasa ospek, bisa jadi orang yang dimaksud Bella itu adalah Riri.
"Siapa cewek itu?" tanya Maya, dalam hati mereka berdua berharap kalau cewek yang disebut Bella nanti bukan lah Riri karena itu pasti akan membuat Bella membenci Riri jika tahu kebenarannya.
"Aku gak tahu dan dia juga gak kasih tahu siapa cewek itu, dia hanya mengungkapkan kebenarannya saja, dia bilang dia tidak mau aku terluka sampai karna dia mau bersama cewek itu juga tanpa harus menyakiti perasaanku, makanya dia meninggalkanku" jelas Bella kemudian.
"Itu omong kosong bukan, memangnya dia ga bersyukur punya kamu, cewek itu pasti yang menggoda cowokmu.. Dan lagipula menyebut cewek lain didepan cewek sendiri saja itu sudah menyakiti perasaanmu apalagi dia bilang mau bersama cewek lain, manis sekali mulutnya bilang ingin menjaga perasaanmu" ucap Ayu yang muak dengan pembelaan dari Bella untuk mantan pacarnya.
Jika benar cewek itu adalah Riri, apa yang dilihat Dio dari Riri. Riri saja waktu itu sangat berantakan dan tak secantik yang dibayangkan orang. Sementara Bella tinggi, cantik, putih, dan punya lesung pipi yang apabila senyum membuat terpikat banyak orang, apa yang kurang dari seorang Bella sehingga Dio lebih memilih cewek sepeti Riri, saat itulah Riri yakin pasti ada cewek lain selain Riri yang disukai oleh Dio dulu, pasti bukan Riri.
"Kenapa harus meributkan soal itu lagi, lagipula itu sudah 3 tahun yang lalu kan" Bella masih tetap membela dirinya agar dianggap sudah melupakan Dio.
"Itu karena hanya belum ada yang cocok saja untukku"
"Belum ada yang cocok apa? semua yang mengajakmu pacaran itu semuanya lelaki baik dan sempurna, kamu bilang belum cocok untuk itu" sanggah Ayu.
Mereka berdua memulai perdebatan yang membuat Riri menghentikan mereka dan berusaha mengalihkan pembicaraan dengan pembahasan lain.
.
"Hm nikmat sekali kue buatan ibumu ri" puji Maya mencairkan suasana.
"Kalian suka? kalian bisa membawanya pulang juga" Riri menawarkan kue yg dibuat ibu
"Bolehlah?" tanya Bella excited
"Tentu boleh dong, malah ibu pasti senang kalau kalian menyukainya"
"Makasih banyak loh ri, kami bertiga jadi ngerepotin" sambung Ayu.
"Ah engga kok"
__ADS_1
Tak terasa jam sudah menunjuk pukul 14.00, mereka mengobrol hingga tak terasa hari telah siang.
"Sepertinya kita harus pulang deh gais" ucap Maya pada bella dan Ayu.
"Loh kok cepet amat pulangnya, gak makan siang dulu baru pulang" Riri menawarkan mereka makan lagi.
"Engga usah ri, ngerepotin kamu dan ibu terus seharian ini, lagipula ini udah pukul 2 siang ayahku nanti bakal marah kalau pulang lewat pukul itu" jelas Bella.
"Loh memangnya kenapa?" tanya Riri.
"Riri belum bertemu dengan ayah Bella kan, ayah Bella itu sebenarnya baik loh hanya mukanya aja yg nampak seram, ayah Bella punya aturan terhadap anak-anaknya kalau mereka harus berada dirumah pukul 2 siang dan 7 malam, kalau hari libur pagi sebelum pukul 8 gak boleh keluar rumah kecuali ada sesuatu yang mendesak" ucap Ayu menjelaskan seperti sudah sangat mengenal keluarga bella.
Riri masih tidak mengerti mengapa ayah Bella melakukan itu, melihat Riri yang masih bingung Bella melanjutkan menjelaskan "iya itu benar, ayah memang sangat overprotektif gitu terhadap anak-anaknya setelah ibu meninggal, ayah bilang aku dan adik-adikku harus mandiri karna jika tidak mau keluarga berantakan tanpa kehadiran seorang ibu" sambung Bella.
"Terus kenapa jadwalnya ditetapkan untuk harus ada dirumah" tanya Maya.
"Itu karena ayah tidak suka kami makan sendiri-sendiri kecuali ada sesuatu yg mendesak, jadi pukul 8 itu kami sarapan pagi, terus pukul 2 siang makan siang, dirumah kami jarang makan disore hari biasanya makan malam jam 7"
"Dan aku biasanya pagi libur jarang keluar rumah karna aku yang menyelesaikan tugas rumah seperti mencuci piring, baju dan sebagainya" ucap Bella.
Bella terlihat seperti wanita pembantah ketika diluar ternyata dia sangat mandiri dan pekerja keras, bahkan dia menggantikan sosok ibu bagi adik-adiknya.
Setelah berbincang panjang lebar Bella memutuskan untuk pulang terlebih dahulu sementara Maya dan ayu masih dirumah Riri
"Ri kakakmu ada dimana?" tanya Maya setelah melihat foto Riri dan kakaknya di dinding.
"Oh itu, dia kuliah di luar negeri.. Emang dia jarang sekali pulang kesini, palingan pulang akhir tahun aja" jawab Riri.
"Dia cantik sepertimu ri" puji Ayu, Riri jadi tersipu.
Riri juga tak lupa menanyakan berapa jumlah saudara Maya dan Ayu karena dia belum mengetahuinya, Ayu anak tunggal sedangkan Maya dia punya 5 bersaudara, kakak tertuanya cowok sudah bekerja, kakak nomor 2 cewek masih berkuliah, kakak nomor 3 cowok usianya 2 tahun diatas maya tapi dia menganggur, lalu Maya adalah anak ke 4 disusul adiknya cewek yang masih berumur 5 tahun.
Maya juga bukan dari keluarga berada seperti Bella, mereka dari keluarga sederhana namun tampaknya bahagia, setiap keluarga memiliki cara mereka masing-masing untuk bahagia.
Berbeda dengan Maya dan Bella, Riri dan alAyu malah berasal dari keluarga kaya. Ayah ayu bekerja sebagai manajer diperusahan terkenal, ibu ayu juga seorang wanita karir bekerja sebagai sekretaris perusahaan.
Ayu anak tunggal, apa yang dia inginkan akan didapatnya. Cukup katakan saja yang dia mau, ayah dan ibunya akan langsung mengabulkannya. Namun, ada satu yang tidak didapat oleh ayu dan tidak dapat dikabulkan oleh orangtuanya yaitu kebersamaannya dengan kedua orangtuanya.
Orangtuanya terlalu sibuk bekerja hingga jarang ada waktu untuk Ayu, itulah sebabnya ayu berbeda dengan Bella yang harus ada dirumah setiap saat, ayu mamilih untuk selalu keluyuran keluar rumah karna menurutnya rumah bukan sesuatu yang membuat dia bahagia. Ayu bahkan sering mengatakan "buat apa harta sebanyak apapun ku dapat, apa yang ku mau dikabulkan, tapi hanya untuk mendapat kebahagiaan dari ayah dan ibu saja aku tidak bisa. Semua aset yang diberikan padaku itu gak ada gunanya"
Terkadang harta memang bukan satu-satunya yang membuat kita bahagia, kita juga butuh anggota keluarga. Riri bersyukur kalau dia sudah mendapatkan keluarga yang bahagia, ayah Riri selalu melarang ibu untuk bekerja karena takut anak-anak mereka tidak diperhatikan. Ayah pun begitu, jika ada hari libur pasti akan mengajak mereka untuk jalan-jalan refreshing, begitulah kebahagiaan sederhana yang Riri dapat dari keluarganya..
Bersambung..
__ADS_1