Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
CERITA MASA LALU YANG TAK KUNJUNG USAI


__ADS_3

Riri berjalan menuju gerbang kedua kampus setelah memarkirkan motornya.


"Riri" panggil seseorang, Riri melihat sekeliling mencari sumber suara itu.


"Hai Bella" sahut Riri setelah melihat Bella yang memanggilnya.


Mereka berdua berjalan menuju kelas, kelas mereka ada dilantai dua. Sesampainya di kelas tidak banyak orang didalam kelas, hanya beberapa orang saja, Riri dan Bella memutuskan untuk duduk dikursi tengah berdua.


"Hallo my friend" seorang cewek masuk kelas dengan centil, dia menyapa semua orang membuat semua mata tertuju padanya.


"Hei apa kamu rasa itu imut?" sahut salah seorang cewek dibangku belakang.


Riri menoleh kebelakang untuk melihat cewek itu, dia cewek yang sangar ternyata, ekspresi wajahnya sangat menakutkan. Seketika cewek centil langsung duduk dikursinya sambil mengomel.


"Kenapa Maya belum juga datang?"


"Entahlah, biasanya Maya itu orangnya ontime sih, sewaktu tes kemaren saja dia datang paling awal kerumah ayu" jelas Bella.


"Apa kalian juga tes bersama kemarin?" tanya Riri.


"Iya kami bersama, ayu mengenalkanku pada Maya" jawab Bella.


"Kalian cerita tentang aku?" Maya datang dihadapan mereka berdua.


"Tumben amat telat"


"Telat? ini kan masih belum jam masuk" ucap Maya.


"Maksudnya itu kamu kan biasanya selalu datang sebelum orang-orang" sambung Bella.


"Ah itu karena hari ini aku sangat sibuk, adikku baru masuk SD jadi aku mengantarnya terlebih dahulu" jelas Maya.


"Oh begitu.. sayang sekali ya ayu hari ini gak ada kelas" ucap Riri.


"Sepertinya siang nanti dia ada kelas deh, itu artinya kita bisa main dulu sebelum pulang" sambung Maya


Riri menatap kearah Bella, Bella hanya tersenyum. Riri yang merasa tak enak dengan yg Bella katakan kemaren bertanya pada Bella apakah dia bisa ikut karna Bella sebelumnya mengatakan kalau dia harus berada di rumah di jam-jam tertentu.


"Bel, kamu gimana? apa gapapa kalau kamu gak dirumah jam 2?" tanya Riri.


"Ahh itu, sebenarnya itu hanya berlaku jika tak ada kelas aja kok, hari ini kan ada kelas sampai siang jadi tak masalah kalau aku gak pulang jam segitu, kan ada urusan yang penting"


"adikku yang pertama, dia kelas 2 SMA jadi dia juga udah mengerti cara mengurus keluarga, untuk memasak dia juga bisa" sambung Bella.


Keluarga bella benar-benar keluarga yang mengerti satu sama lain, mereka tidak egois untuk itu. Ayahnya sudah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang mandiri dan juga patuh.


.


Karena mereka adalah mahasiswa baru jadi untuk satu Minggu kedepan kelas hanya akan mengadakan perkenalan nama maupun perkenalan materi, jadi mereka tidak terlalu sibuk untuk minggu pertama.


Setelah kelas usai seperti rencana mereka akan nongkrong disuatu tempat


"Eh bagaimana kalau hari ini kita kerumahku aja, nenekku baru saja datang dari kampung, banyak sekali cemilan yang dibawa nenek" tawar Maya pada mereka bertiga.


"Ohya? nenekmu pasti sudah lama tidak datang kan" ucap Riri


"Hooh, tapi bagaimana kamu bisa tahu ri" tanya Maya.


"Itu karena nenekku juga begitu, jarang datang tapi sekalinya datang bawa banyak sekali cemilan dari kampung" jawab Riri ceria.


"Nenek kalian sangat asyik sekali sepertinya" tambah bella.


"Nenekku dari ibu sudah lama meninggal, kalau nenek dari ayah dia sangat arogan, dia tak suka cucu perempuan makanya dia tak pernah menjenguk kami" ucap Ayu setelahnya.


"Sepertinya keluarga nenekmu masih memegang erat pewaris untuk lelaki ya?" Riri mengetahui tentang apa yang terjadi pada Ayu karena memang dia pun juga begitu.


"Nenek ayahku dulu juga begitu, dia ga mau cucu perempuan. Namun, terjadi suatu hal yang tak terduga" sambung Riri.


"Apa itu? Apa itu sebuah tragedi besar?" tanya Bella.


"Iya, sewaktu ibuku melahirkan anak pertama ternyata anaknya laki-laki, namun sayang anaknya ga bisa diselamatkan" jawab Riri.


"Itu artinya kamu punya Abang juga ri" ucap maya, Riri mengangguk.


"Tapi syukurlah nenekmu bisa sadar ri karna kejadian itu" Ayu kelihatan sedih karena neneknya tak seperti nenek yang lain.


"Kamu gak usah sedih yu, belum waktunya aja dia sadar. Suatu saat nenekmu pasti mengerti bahwa mau lelaki ataupun perempuan bukanlah masalah, terkadang orang lain sulit sekali untuk mendapatkan keturunan" ucap Riri.


Mereka sama-sama memeluk ayu untuk menenangkannya, mereka berempat memang sangat menyayangi satu sama lain, mereka selalu terbuka dan tidak menyembunyikan apapun diantara mereka.


.


**Dirumah Maya**


Mereka berempat masuk kedalam rumah dan mengucapkan salam, keluarga Maya sedang berkumpul di ruang tengah. Disana ada ayah, ibu, kakak adik dan nenek Maya, Abang maya yang pertama sedang bekerja dan jam segini belum dirumah, sedangkan abangnya yang kedua juga tidak dirumah


"Ya Allah ndok kamu udah besar sekali, udah lama nenek gak ketemu kamu" ucap nenek Maya sambil memeluk erat Maya dan mengelus-elus kepala Maya, sungguh pemandangan yang indah.


"Maya juga rindu sekali dengan nenek"


"Oiya nek Maya juga mengajak teman-teman Maya nih" ucap Maya setelahnya.


"Ohh cah ayu" ucap nenek sambil berjalan menghampiri mereka. Mereka bersalaman dengan nenek dan tak lupa mengenalkan diri mereka, selain itu mereka juga bersalaman dengan ayah, ibu, kakak serta adik Maya.


"Ayu tadi ibumu telpon menyuruh kamu disini saja sampai besok, mereka bakal lembur hari ini dan bi Ijah juga pulang kampung" ucap ibu Maya memberikan informasi, Ayu memang sebelumnya sudah dekat dengan keluarga Maya karena mereka teman sedari SMP


"iya Tante ayu disini aja"


Mereka berbincang bincang dengan keluarga Maya tentang banyak hal, kemudian setelah itu Maya mengajak mereka untuk kekamarnya karna tak enak juga melihat mereka tak bisa bebas, jika berbicara dg orangtua itu berbeda dengan berbicara dengan teman, berbicara dengan orangtua mereka menggunakan bahasa yang sopan, kalau dengan teman mah babas mau ngomong gimana pun.


.


"Silahkan makan aja cemilan dari nenek" tawar Maya, mereka mulai menikmati cemilan nenek Maya.


Tok tok tok.. Seseorang membuka pintu kamar Maya.


"Kenapa?" tanya Maya sinis saat orang itu baru menunjukkan wajahnya, dia adalah Abang maya yang kedua. Akan tetapi..


"Oh bang Miko" ucap Riri yang mengenal orang yang dilihatnya.


"Riri?" Miko pun juga mengenal Riri


"Kalian saling kenal?" tanya Maya


"Tentu, bang Miko dulu kakak tingkat ku di SMA Garuda" jawab Riri, mereka bertiga terperangah.


"Wah Riri.. gak nyangka bisa ketemu kamu disini, dan bisa-bisanya kamu berteman dengan dia" ucap Miko sambil menunjuk kearah Maya.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Memangnya kenapa kalau Riri berteman denganku hah?"


"Bukan begitu, maksudku kenapa dia mau berteman dengan cewek jelek sepertimu" ledek Miko. Begitulah kakak dan adik terkadang mereka tidak akur namun itu cuman sebuah candaan saja, dibalik itu saat salah satu dari mereka diganggu atau di becandain orang lain tentu saja mereka tak terima.


"Aku berteman dengan orang cantik berarti aku juga cantik" balas Maya membela dirinya.


"Wah terlalu kepedean.. Liatlah mereka! mereka semua cantik, lalu kamu?" ucap Miko yang masih meledek adiknya itu.


"Keluar! keluar!" suruh Maya sambil melempar bantal kearah Miko, mereka bertiga hanya tersenyum melihat tingkah dua adik kakak itu.


"Sampai jumpa Riri" ucap Miko sambil membuka lebar pintu kamar Maya, membuat Maya berteriak memanggil ibunya seperti mengadu, mereka bertiga tertawa melihat tingkah Maya yang ternyata juga manja.


"OMG.. Riri kenapa kamu begitu populer sehingga banyak yang mengenalmu" puji ayu setelahnya.


"Iya benar, sepertinya kamu dikategori cewek incaran cowok-cowok juga dulu nih" tambah bella.


Riri tersipu dengan pujian mereka "ah apa maksud kalian, aku tidak sepopuler itu kok, aku hanya kenal beberapa saja dan hanya beberapa juga yang mengenalku" sanggah Riri.


"Eiyy gak mungkin, kamu terlalu merendah" ucap Bella tidak yakin dengan penjelasan Riri.


"Btw gimana kamu bisa kenal dengan abangku ri? padahal dia itu jelek kayak gitu gak populer juga" tanya Maya.


Riri tertawa "abangmu gak jelek kok, aku mengenalnya karna dia pernah pacaran sama teman dekatku waktu SMA" jelas Riri.


"Oh begitu ya, tapi tetap saja ternyata ada cewek yang mau sama pengangguran kayak dia" Maya masih meledek abangnya meskipun abangnya tidak ada disana, mereka bertiga tertawa melihat Maya.


.


"Kenapa datang lagi?" Miko muncul lagi dihadapan mereka


"Bukankah aku tidak sopan jika tidak berkenalan dengan satu orang lagi temanmu yang cantik itu" ucap Miko sambil menatap Bella.


Kali ini Maya tidak bisa melarangnya "ya udah kenalan aja sono!" ucap Maya dengan muka sinisnya, Miko berjabat tangan dengan Bella untuk saling berkenalan.


"Jika aku disuruh memilih diantara ketiga temanmu ini, aku mungkin tidak bisa memilih" ucap Miko setelahnya


"Apa maksudmu? temanku bukan untuk cowok jelek kayak kamu" sanggah Maya tak terima.


"Hey jelek, ngaca sono! kamu bahkan lebih jelek dari aku" ledek Miko Kembali, Maya mencibir miko.


"Riri, gimana kabar Desi?" tanya Miko pada Desi setelah meledek Maya.


"Oh, dia baik kok.. Sekarang kami belum bertemu lagi karena dia pindah kota" jawab Riri.


"I know, aku akan mengejarnya lagi"


"Kalau dia mau sama kamu dia gak akan mutusin kamu, sadar diri makanya" ledek Maya.


"Setidaknya aku pernah pacaran daripada kamu gak pernah pacaran" balas Miko, Riri dan Bella menatap Maya karna baru mengetahui hal itu, pantas saja sewaktu mereka membahas persoalan hubungan mereka dulu Maya hanya diam saja, tentunya Ayu sudah tahu akan itu karna dia sudah berteman lama dengan Maya.


"Pacaran bukan kewajiban jadi gak buat kita masuk mereka huu" ucap Maya membela dirinya, Miko mengangguk-ngangguk seperti meledek adiknya. Pada akhirnya tetap saja Maya yang emosi menyuruh Miko keluar lagi.


"Ayu kamu punya pacar?" tanya Miko.


"Kenapa dengan bang Miko hari ini sepertinya sedang senang sekali" ucap ayu mengalihkan pembicaraan.


"Bukan begitu, sebenarnya aku mau bertanya pada Bella teman kalian itu tapi aku malu mengatakannya"


"Huekk" ucap Maya yang jijik dengan tingkah abangnya.


"Btw Riri, kamu tahu kan kalau Dio seniormu dikampus itu, bahkan kalian sejurusan" ucap Miko memberikan informasi, mendengar ucapan Miko mereka bertiga membisu karena tak enak pada Bella.


"Kenapa jadi hening ini?" tanya Miko menyadari itu.


"Eh enggak, iya bang aku tahu. Kemarin juga sempat ketemu dengan dia" jawab Riri sambil memperhatikan Bella yang menunduk.


"Kamu seharusnya beri dia kesempatan waktu itu" pernyataan Miko membuat mereka semua kaget, Maya berusaha untuk memberi kode pada Miko. Bella sudah mulai mengangkat wajahnya setelah mendengar itu.


"Apa maksudnya itu?" tanya Bella pada Miko, mereka bertiga cemas dan tak tahu harus berbuat apa, suasana jadi sangat beku dan kaku.


"Dio dulu itu sangat ingin..."


"ingin bergabung dengan English communicator" ucap Riri cepat memotong pembicaraan Miko, itu membuat Miko kaget dan heran kenapa Riri memotong pembicaraannya.


"Oh benarkah? kedengarannya bagus" tambah Maya yang grogi untuk mencairkan suasana dan berusaha mengalihkan pembicaraan, Ayu sudah mulai menyadari kalau ada sesuatu yang terjadi dan mereka berdua tidak memberitahukan hal itu pada Ayu karna takut Bella akan tahu juga lalu marah pada mereka.


"Itu seperti komunikasi e e e komunitas maksudya, bang Dio ingin bergabung tapi Inggris languagenya gak terlalu bagus makanya gak ku kasih kesempatan" ucap Riri terbata bata dan gerogi.


"Apa kamu ketuanya ri?" tanya Bella lagi


"Iya benar aku ketua komunitasnya"


"Wah komunitasnya sangat hebat ri, emang benar sih ya seharusnya orang yang berpengalaman yang bisa jebol" tambah Ayu yang sudah mulai menyadari.


Bella membisu setelah itu, sementara Miko juga terheran-heran dengan karangan cerita mereka semua


"Oh baiklah kalau gitu aku permisi dulu, sampai jumpa semuanya" ucap Miko kemudian berdiri meninggalkan kamar Maya.


Akhirnya mereka merasa lega Miko tidak kecoplosan pada Bella, mereka berharap semoga Bella tak menyadari kalau mereka sedang berbohong.


Pukul 15.30, seperti biasa Bella berpamitan untuk pulang duluan karena dia harus memasak untuk makan malam, dia tidak mau mebiarkan adiknya memasak sendirian, sementara Riri mengatakan kalau dia akan pulang nanti dan Ayu akan menginap.


"Untung saja tadi gak kecoplosan ri" ucap Maya setelah Bella pulang, mereka berdua mengelus dada.


"Kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya ayu yang tidak mengetahui rahasianya.


"Sorry yu, kemaren kami mau memberitahumu tapi kamu selalu dekat dengan Bella, kami ga punya kesempatan untuk memberitahumu" jelas Riri.


"Iya aku tahu itu, tapi Maya dan aku selalu berangkat bareng kenapa ga kasih tahu coba?" Ayu mulai kesal dengan mereka berdua.


"Kamu masih aja tukang ngambek yu kayak dulu, yaudah sih sekarang akan kami kasih tahu" jawab Maya tenang.


"bukan gitu may, untung aja tadi aku gak ikutan kepo kan, kalau gak bisa aja bang Miko ngomong langsung dihadapan Bella"


"Iya may Ayu ada benarnya juga, tapi kita tak bisa saling menyalahkan satu sama lain juga sih yu" ucap Riri menenangkan.


"Iya maaf, apa yang terjadi?"


"eee ituu.." Riri ragu memulai ceritanya


"Gini.. Dio itu bukan cuman senior Riri waktu SMA aja, tapi gebetan" jelas maya.


"huh?"


"Intinya Dio itu suka sama Riri tapi Riri gatau kalau Dio suka sama dia, abangku mungkin berpikir Dio sudah mengajak Riri pacaran makanya dia bilang kalau Riri gak ngasih kesempatan" sambung Maya.


"Aku saja baru tahu kalau bang Dio itu punya pacar dulu, dia populer dan dikenal sangat sulit sekali dideketi cewek, salah satu alasan cewek menyukainya juga karna dia jomblo, sulit didapatkan" ucap Riri menjelaskan.

__ADS_1


"Sepertinya aku tahu alasannya" ayu seperti tersadar setelah mendengar penjelasan mereka berdua, "kalian tahu kan kalau semasa Bella dan bang Dio pacaran namanya bukan Dio tapi Alwi, artinya mungkin saja dia ga mau kepopularitasnya menurun karena dia punya pacar, itu seperti.."


"idol K-Pop?


"Nah iya gitu, kalau dia pacaran kemungkinan besar dia akan dihujat dan dibenci oleh para penggemarnya"


"Tapi itu juga gak masuk akal yu, kalau memang begitu kenapa dia menyukai Riri?, bukankah itu akan jadi masalah juga?, malahan semua orang tau kalau dia menyukai Riri, seperti abangku tadi kan dia aja menyangka kalau Dio sudah mengajak Riri pacaran" sanggah Maya.


"Engga may.. itu bisa saja terjadi, itu karena abangmu dan bang Dio dulu itu berteman, mereka satu geng di SMA, bisa jadi karna hal itu dia menyembunyikan kalau bang Dio menyukai seseorang" Ucap Riri mengutarakan pendapatnya.


"Tapi aku heran kalau memang begitu kenapa dia gak mengatakan kalau dia punya pacar aja ketimbang mengajak seseorang pacaran lalu ditolak? Bukankah itu membuat citranya semakin turun" tambah Ayu.


"Benar.. lagipula apa yang harus dimalukan dari Bella?, dia cantik dan juga sangat perfect" ucap Riri sambil berpikir.


"Bagaimana denganmu?" tanya Maya pada Riri


"Apanya?"


"Maksudku.. Kamu juga cantik dan perfect ri, pasti itu juga bisa dijadikan alasannya"


"Aku sudah bilang kan aku dulu gak secantik ataupun sepopuler yang kalian pikirkan, aku terkenal hanya karna aku pernah menjadi anggota OSIS dulu, itu saja kok. Truss temanku Desi pacaran dengan bang Miko, bang Miko punya geng isinya kebanyakan senior populer dan itu membuat aku mengenal beberapa diantara mereka, termasuk bang Dio" ucap Riri menjelaskan.


Mereka berdua mempercayai penjelasan Riri, namun dilihat dari manapun Riri memang cantik, jadi dia tidak bisa juga beralasan bahwa dirinya dikenal hanya sebatas karna alasan dirinya dulu anggota OSIS


"Bagaimana jika dengan bertanya pada bang Miko?" saran ayu


"Tentang apa?"


"Tentang kenapa bang Dio memalsukan identitasnya, pasti bang Miko tahu kan itu".


"Eiyy kamu tahu yu, dia ga bakal mau bilang sama aku kalau masalah itu, lagipula aku saja baru tahu dia punya geng yang disebut oleh Riri tadi. Memangnya kamu pernah melihat dia membawa temannya kerumah?, dia itu sungguh orang yang bodoamatan".


"Mungkin aku bisa bertanya" ucap Riri menawarkan diri.


"Seriusan?"


"Iya, aku punya ide untuk menggunakan Desi. Kalian dengar sendiri kan dia bilang kalau dia akan mengejar Desi lagi, itu artinya dia butuh kontak Desi, sedangkan semua sosmednya udah diblokir oleh Desi. Jadi, artinya dia butuh aku, jika dia tidak mau mengatakannya aku bisa mengancamnya dengan itu" ucap Riri menjelaskan idenya.


"Wah itu ide yang bagus ri" mereka berdua setuju dengan ide Riri.


"Memangnya kenapa abangku dan Desi putus?" tanya Maya.


"Kamu serius ga tahu apa-apa soal percintaan abangmu?"


"Bukan begitu, dia hanya pernah membawa pacarnya sekali kerumah, jadi kupikir masih baik-baik saja, eh tunggu tapi nama pacarnya bukan Desi deh. Coba kuingat dulu! ohiya namanya Luna" jelas Maya.


"Apa?"


"Why? Kenapa kamu sekaget itu" tanya Maya yang juga ikut kaget mendengar Riri berteriak, begitupun ayu yang juga kaget.


"Luna itu nama selingkuhannya" jawab Riri kesal.


"Apa?" kali ini Maya yang berteriak.


"Woii ada apa dengan kalian, kupingku sampai sakit mendengar kalian berteriak sejak tadi" keluh ayu yang daritadi hanya mendengar mereka berdua.


"Sorry sorry"


"Maksudmu abangku selingkuh dengan cewek yang dibawa pulangnya itu?" tanya Maya memastikan lagi.


"Brengsek!!!" ucap Riri kesal, Maya dan Ayu melotot heran melihat Riri yang mengeluarkan kata kotor dengan wajah penuh amarah.


"Ri kamu gapapa?" tanya Ayu cemas kalau Riri benar-benar marah, lucunya ekspresi dan nada bicara Riri seketika berubah menjadi lembut setelah ayu bertanya, itu membuat mereka berdua tambah heran "Oh aku gapapa, aku hanya sedang berakting saja jika suatu saat hal itu tejadi lagi" jawab Riri sambil menyelipkan rambutnya ditelinga.


"Bagaimanapun ini tak bisa dibiarkan, dia tidak tahu apa kalau dia punya adik cewek, bisa saja nanti aku juga akan dibuat begitu oleh cowok lain" omel Maya kesal.


"Tapi kamu kan gak pernah pacaran" ucap ayu memberikan informasi pada Maya, mendengar pernyataan Maya itu seketika tawa mereka meledak.


"Cobalah sekali saja pacaran may, hanya untuk hiburan saja" saran Riri.


"Kamu tahu ri aku tu paling malas kalau disuruh chatan, telponan, vcan, ketemuan, apalagi disuruh ngebucin. I don't like it" bantah Maya merengutkan wajahnya.


"Tapi bagaimanapun kamu ga bisa hidup seperti itu may" tambah Ayu.


"Ayu ayu, sekarang kenapa kamu gak pacaran?" ucap Maya yang menyerang ayu balik.


"Itu karna dia bilang kami cuman break kan bukan putus"


"Break? Heyy nak.. Break ga nyampe 1 tahun loh" sanggah Maya.


"Memangnya ada apa yu?" tanya Riri yang tak tahu apa-apa.


"ee.. itu terjadi begitu saja ri, saat kami kelas 2 SMA dia bilang mau pindah kota dan memintaku untuk tidak menghubunginya sampai dia kembali, dia blng kami tidak putus hanya break saja" ucap Ayu menjelaskan.


"Apa alasannya dia minta break? Maksudku dia memintamu untuk tidak menghubunginya tentu itu harus ada alasannya kan" tanya Riri lagi.


"Oh itu katanya dia mau sekolah di sekolah yang tidak boleh bermain hp sama sekali"


"Pesantren?"


"Aku tidak bertanya karna hari itu dia buru-buru mau berangkat"


"Kamu juga bodoh" ucap Maya yang menyayangkan kesetiaan Ayu.


"yu.. kalau memang dia sayang padamu dia gak akan memintamu menunggu, kenapa?. Karna kalian belum menikah yu, bahkan orang yang sudah menikah sekalipun gak akan begitu" ucap Riri.


"Maksudnya?"


"Jadi gini, ada kalimat 'cinta itu tak harus memiliki' kalau memang cintanya itu benar adanya maka dia akan mengatakan padamu 'aku tidak akan memaksakanmu menunggu, tapi aku menjanjikanmu kedatanganku. Entah itu sebagai kita atau hanya aku, kamu boleh memilih siapa yang akan menjadi pilihan hidupmu', dia harusnya tau kamu butuh bebas juga bukan malah egois dengan memintamu bertahan dengan kepastian yang ga jelas kayak gini" sambung Riri.


"Apa kalian menyuruhku untuk berkhianat?"


"Engga kok, hanya saja kami takut kesetiaanmu akan percuma" jawab Riri.


"Benar, lagipula seperti kata Riri tadi kamu dan dia itu belum menikah yu" tambah Maya.


"Aku tahu teman-teman, tapi aku sudah setia sejauh ini masa aku berhenti?, dia akan pulang akhir tahun dan saat itulah aku akan lihat bagaimana dia, jika kata-kata kalian itu benar aku berjanji akan meninggalkannya" ucap Ayu penuh keyakinan.


"Really? Are you okay?" " hm, I am okay"


"Lalu bagaimana denganmu ri, kenapa kamu memilih untuk sendiri" tanya Ayu.


"Iya, padahal kamu cantik pasti banyak yang mau sama kamu ri" tambah Maya .


"ee... akuu.. aku.."


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2