Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
Menyiapkan Diri


__ADS_3

"Huwaaa" Riri menggeliat diatas kasurnya.


Sudah jam 08.00 pagi, Riri baru bangun jam segini di hari liburnya, Riri tak ingin kemana-mana hari ini sebab ia harus menyiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester, dia berencana akan tetap dirumah dan belajar.


"Udah bangun?" tanya ibunya yang masuk kamar


Ibu membuka jendela kamar Riri agar udara segar bisa masuk, ibu juga menyuruh Riri segera turun untuk sarapan.


Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Riri turun kelantai bawah menemui ayah dan ibunya di meja makan.


"Pagi yah" sapa Riri pada ayahnya yang sedang membaca koran.


"Pagi sayang" balas ayah.


Riri membantu ibunya menyiapkan beberapa makanan di meja makan.


"Kak Elisa pulang kan akhir tahun ini?" tanya Riri yang sudah tak sabar bertemu kakaknya.


"Iya setelah menyelesaikan ujiannya, dia akan pulang" jawab ayah yang masih membaca koran, Riri mengangguk.


"Yah.. Akhir tahun ini Riri mau hiking bareng Maya dan yang lainnya" ucap Riri meminta izin.


"Hm.. Ya pergi saja, tapi kalau bisa ajak Aldo sekalian"


"Kenapa ajak Aldo?" tanya Riri.


"Kalian yakin bisa pergi tanpa pemandu?" ayah berkata benar, tidak mungkin Riri dan teman-temannya bisa pergi kalau mereka hanya cewek saja.


"Aldo itu sering hiking sebelumnya. Jadi, dia bakal tahu bagaimana rutenya" tambah ayah Riri, Riri juga setuju untuk mengajak Aldo nanti.


Setelah selesai sarapan, Riri bergegas ke kamar lagi untuk belajar. Sebelum membuka buku, ia melihat hp nya sebentar memastikan apa ada yang menghubunginya atau tidak.


Ternyata ada. Itu adalah Fajri..


Dia membalas chat Riri kemarin, "Kamu ikut reuni akhir tahun ini?" Begitulah isi balasan chat tersebut. Riri langsung membalasnya, dia mengatakan kalau dia akhir tahun ini ada acara dengan teman satu kampusnya.


"Yah.." Fajri yang tampaknya kecewa Riri tidak akan datang. Lagipula kenapa ia kecewa.


Riri yang tak mau ambil pusing mengabaikan chat dari Fajri tersebut, berurusan dengan masa lalu itu sama sekali tidak menyenangkan, apalagi dia adalah Fajri.


Riri melanjutkan belajarnya. Dia tak ingin hanya karena memikirkan Fajri, dia jadi tidak lulus ujian.


Sampai jam 1 siang Riri menyelesaikan belajarnya, Ibu meminta Riri untuk pergi ke minimarket dekat rumah mereka membeli sesuatu. Riri menuruti ibunya karena ia juga sedang gabut setelah belajar ber jam-jam.


**Di Minimarket**


Riri tak sengaja bertemu dengan Rendy diluar minimarket, sebuah kebetulan yang sangat kebetulan sekali.


"Hai Riri" sapa Rendy.


"Halo bang, kenapa ada disini?" sapa Riri balik.


"Oh.. Itu.. Aku membeli sesuatu disini, kebetulan tadi aku lewat sini" jawab Rendy beralasan. Riri merasa kalau Rendy memang sengaja datang kesini.


"Kamu membeli apa?" Ucap Rendy balik bertanya.


"Aku ingin membeli barang pesanan ibuku, kalau begitu aku masuk dulu ya bang" jawab Riri sambil masuk kedalam minimarket.


Riri mencari barang yang disuruh ibunya beli, setelah itu ia menuju kasir untuk membayar. Saat keluar minimarket Rendy masih berada disana, dia seperti sedang menunggu Riri.


"Loh kok bang Rendy belum pergi?" tanya Riri saat dia keluar dari pintu minimarket.


"Menunggu kamu" Jawabnya.


"Menungguku? Kenapa?" Tanya Riri tak mengerti mengapa Rendy menunggunya.


"Ahh.. Itu.. Apa kita tidak bisa mengobrol ri?" tanya Rendy mengajak Riri mengobrol.

__ADS_1


"Soal apa?"


"Bukan soal apa-apa, hanya mengobrol-ngobrol saja" ucap Rendy berharap Riri menerima ajakannya.


"Iya bisa sih, tapi aku harus segera mengantarkan pesanan ibu" jawab Riri.


"Kalau begitu antarkan saja pesanan ibumu dulu, aku akan menunggu disini" Rendy tetap bersikeras ingin mengobrol dengan Riri, entah apa yang ingin ia obrolkan.


"Okay baiklah, aku akan segera kembali" ucap Riri menyetujui.


Riri melangkah pergi dari sana, dia memberikan barang ibunya terlebih dahulu kemudian pergi ke kamar sebentar. Ia memakai parfum dan juga sedikit bedak berserta liptint. Sewaktu ke warung tadi dia tidak memakai apa-apa karna tidak menyangka akan bertemu dengan Rendy.


Setelah selesai berbenah sedikit, Riri turun untuk menyusul Rendy yang menunggunya di minimarket


"Sudah?" Tanya Rendy saat Riri sampai, Riri mengangguk.


Mereka pergi menggunakan mobil milik Rendy ke cafe biasa dekat kampus. Mereka duduk dan memesan makanan. Dikarenakan Riri sudah makan, dia hanya memesan minuman saja. Begitu pun dengan Rendy yang hanya memesan minuman saja.


"Kamu ada acara apa akhir tahun ini?" tanya Rendy.


"Aku rencananya akan hiking bersama teman-temanku" jawab Riri atas pertanyaan Rendy.


"Benarkah? Itu pasti seru!" ucap Rendy yang kelihatannya juga menyukai hiking.


"Bang Rendy gak mau ikut aja dengan kami?" tanya Riri mengajak Rendy untuk bergabung.


"Mau sih, tapi sayangnya aku juga ada acara akhir tahun ini" Jawab Rendy.


"Acara apa?"


"Akhir tahun ini keluarga kami akan pergi ke Swiss merayakan anniversary pernikahan ayah dan ibu" jelas Rendy.


"Oh begitu ya" Riri yang tampak kecewa Rendy tidak bisa ikut mereka.


"Sebenarnya tadi aku ingin mengajakmu ri" ucap Rendy.


"Iya, ibu menyuruhku untuk mengajakmu. Ibu bilang dia menyukai saat bersamamu. Tapi sayangnya kamu juga ada acara, gapapa lah!" ucap Rendy menjelaskan.


"Benarkah begitu? Maaf ya bang.. Itu karena aku membuat janji dengan mereka terlebih dulu, aku tidak mungkin mengingkarinya kan" ucap Riri meminta maaf karena merasa bersalah.


"Ahh gapapa ri santai aja"


"Bilang ke ibunya bang Rendy juga ya kalau Riri sangat minta maaf tidak bisa bergabung" sambung Riri.


"Iya nanti akan ku katakan pada ibu, kamu lanjutkan saja acaramu dengan teman-temanmu, jangan terlalu dipikirkan soal ini!" ucap Rendy menenangkan Riri agar tidak terlalu merasa bersalah.


"Iya bang makasih ya"


Pesanan mereka datang ke meja. Riri yang sedang memperhatikan pegawai cafe itu berjalan kearah mereka tak sengaja melihat seseorang di meja lain. Orang itu juga memperhatikan Riri.


Dia adalah Fajri..


Riri yang menyadari itu langsung memalingkan wajahnya. Rendy juga menyadari kalau Riri menyembunyikan wajahnya Dari seseorang.


"Kamu habis melihat apa?" Tanya Rendy.


"Eh gak ada kok bang" Riri malu ternyata Rendy menyadari hal tersebut.


Riri jadi bingung apa yang harus ia lakukan setelah tahu Fajri ada disini, Fajri juga setiap kali memperhatikan Riri.


Tak lama setelah itu, Riri menerima pesan. Itu pesan dari Fajri, dia mengatakan "Bersenang-senanglah! Aku senang melihat kamu bahagia seperti itu!". Riri kaget, dia langsung melihat kearah Fajri, ternyata Fajri sudah pergi dari sana.


Riri bingung apa maksud perkataan Fajri itu, kenapa tiba-tiba saja dia mengatakan hal tersebut. Apa dia masih menyukai Riri? Lagipula apa hak dia bahagia melihat Riri bahagia.


"Kamu kenapa ri?" Tanya Bagas melihat Riri terlalu fokus dengan hpnya.


Riri langsung melempar hpnya kemeja "Gapapa kok bang, ini cuma ada tugas di kuliah saja, sorry ya" Ucap Riri memberi alasan.

__ADS_1


"Oh begitu, apa tugasnya sesulit itu?" tanya Rendy


"Apa?"


"Kamu tadi seperti orang yang kebingungan ketika melihat hp" Ucap Rendy menjelaskan apa yang dilakukan Riri tadi.


"Oh benarkah? Ahh.. Maaf bang, itu pasti karna aku terlalu fokus jadi terlihat seperti orang yang kebingungan" Riri memberi alasan lagi.


Saat bicara dengan Rendy, Riri menjadi tidak fokus setelah bertemu dengan Fajri barusan.


"Teman-temanmu yang pergi hiking siapa saja?" tanya Rendy.


"Abang ingatkan temanku yang kenalan kemaren? Mereka yang ikut. Kemudian selanjutnya ayah menyuruhku mengajak Aldo, sampai saat ini cuma itu aja sih" jawab Riri menjelaskan.


"Siapa Aldo?" tanya Rendy penasaran.


"Oh itu, dia Abang sepupuku" Jawab Riri, Rendy mengiyakan.


"Bang Rendy kenal kak Dwi dan kak Nadin?" tanya Riri soal kedua kakak tingkat yang baru ia kenal.


"Oh mereka, tahu sih.." tentu saja Rendy tahu, lagipula kami semua kan satu jurusan.


"Kamu tahu kalau semester besok ada acara makrab?" tanya Rendy sekaligus memberikan informasi.


"Apaan tu bang?" Riri yang tidak tahu tentang acara itu bertanya.


"Itu seperti malam keakraban. Jadi, nanti ada beberapa acara yang akan dibuat oleh panitia untuk kalian mahasiswa baru" jelas Rendy.


"Untuk satu kampus?" tanya Riri lagi.


"Enggak kok, acara itu per jurusan. Jadi, mungkin di jurusan kita beda lagi dengan jurusan yang lain" sambung Rendy menjelaskan.


"Oh begitu ya, aku jadi takut"


"Kenapa takut? Acaranya asyik loh.. Biasanya kalian bakal disuruh berkenalan dengan para kakak tingkat, ada acara musik juga, bahkan ada acara makan-makannya" lanjut Rendy.


"Berarti dosen juga ada dong?"


Rendy tertawa, "Boleh sih kalau mengundang dosen, tapi sejauh ini belum pernah ada dosen yang datang keacara makrab, karena itu khusus keakraban kakak tingkat dan adik tingkat saja" Jawab Rendy atas pertanyaan Riri.


"Riri baru tahu loh bang ada yang kayak gitu" ucap Riri polos.


"Tentulah, kan kamu baru saja memasuki dunia perkuliahan. Sebenarnya di perkuliahan ini banyak sekali event yang bisa kamu ikut" ucap Rendy memberikan informasi.


"Event seperti apa?"


"Pokoknya banyak lah, kalau dijelaskan satu-satu gak akan ada ujungnya, yang jelas kamu tunggu saja event-event itu besok. Sekarang kan kalian masih baru jadi masih belum diinformasikan eventnya" tambah Rendy.


"Hm begitu ya, btw makasih loh bang udah ngasih informasi buat aku sejauh ini" ucap Riri berterima kasih.


"Ahh santai aja loh, lagipula sharing pengetahuan itu juga perlu kan" ucap Rendy.


"Iya bang"


Mereka menyelesaikan minuman mereka, setelah itu Rendy mengantarkan Riri untuk pulang.


Dirumah, Riri langsung menuju kamarnya karena perasaannya gundah gulana, dia seperti mencemaskan sesuatu tapi tidak tahu apa yang dicemaskannya. Dia melihat layar ponselnya, pesan dari Fajri tak kunjung ia balas, ia cuma mengabaikan pesan itu.


Riri menghubungi teman-temannya menanyakan kembali rencana mereka akhir tahun ini. Riri menghubungi grup mereka berempat.


"Gimana nih teman-teman, kita jadi gak hiking setelah ujian nanti?" tanya Riri dalam grup.


"Jadi dong.. Kita udah planing sejauh ini nih, kalau gak jadi ya kecewa dong" balas Maya.


Yang lainnya juga membalas hal yang sama, bahwa rencana mereka untuk hiking harus jadi.


Setelah mengabari teman-temannya sebentar Riri kemudian melanjutkan belajarnya untuk ujian besok. Dia berharap kalau hasil ujiannya nanti memuaskan seperti usahanya belajar..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2