Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
Teman SMP


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir akhir tahun, Riri dan ketiga temannya sangat bersemangat sekali untuk libur itu. Bahkan mereka sudah menyiapkan beberapa peralatan untuk pergi hiking, mereka berjanji akan menyelesaikan ujian mereka dengan mulus dan segera pergi liburan.


Setelah pulang kuliah, mereka akan nongkrong lagi di cafe dekat kampus seperti biasa, mereka akan mengobrol disana. Saat sedang mengobrol mereka didatangi oleh Dio, pacar Bella. Mereka sudah tak kaget lagi karena pada dasarnya Bella dan Dio memang selalu bucin didepan mereka


"Bisakah kalian pindah meja? kalian membuat aku ingin menyiram kalian dengan air ini" ucap Maya kesal melihat Bella dan Dio bucin.


"Iss itu menjijikkan, kamu terlalu kasar" respon Bella sambil berdiri.


Bisa dilihat sendiri semakin dekat perteman ternyata semakin kasar sebuah omongan. Namun, itu tak harus dimasukkan kedalam hati.


Saat mereka mengobrol Riri mendapat pesan chat dari seseorang. Karena kaget melihat pesan yang ia dapat, ia spontan berdiri membuat teman-temannya kaget, termasuk Bella yang berada dimeja sebelah ikut kaget.


"Ada apa?" tanya Maya kaget.


"Jantungku hampir copot, ada apa sih denganmu?" ucap ayu mengeluh dan merengek seperti anak kecil.


"Aku tahu kenapa orang bisa sekaget itu" sambung Bella di meja sebelah "kenapa yang?" Bella malah meminta Dio yang mengatakannya.


"Karena dapat pesan chat dari seseorang yang ia cintai" jawab Dio, Bella mengangguk seperti berhasil mendidik Dio dengan baik.


Maya dan ayu tak kunjung berhenti bertanya pada Riri karena penasaran. Riri yang masih berdiri dengan tangan menutup mulutnya yang terbuka tak menghiraukan teman-temannya itu.


"Woii!!" teriak Maya tiba-tiba, mereka semua kaget, termasuk Maya sendiri kaget karena teriakannya. Orang-orang mulai melihat kearah mereka.


Ayu mencubit Maya karena ia telah membuat malu, Riri yang sudah sadar kalau dia telah membuat penasaran teman-temannya akhirnya duduk juga.


"Katakan ada apa?" tanya Ayu yang masih penasaran.


"Kenapa kalian bertanya begitu? apa kalian tak pernah pacaran?" ucap Bella meledek mereka berdua, mereka mengacuhkan Bella yang pamer punya pacar.


"Kalau dapat pesan dari Fajri apa yang harus aku lakukan?" tanya Riri pada mereka


"Apa?" teriak mereka serentak, Dio kaget karna Bella juga ikut teriak. Untuk kali ini mereka semua benar-benar kaget tak percaya


.


"Siapa Fajri?" tanya Dio yang tak tahu apa-apa, tapi pertanyaan Dio tersebut tak di gubris oleh mereka, mereka malah hanya fokus pada Riri.


"Apa katanya?" tanya Maya penasaran.


"Sudah lama tidak ketemu ya" jawab Riri sambil menunjukkan layar hpnya ke teman-temannya.


Mereka bertiga tertawa seperti orang yang baru saja kasmaran, kenapa malah mereka yang kesenangan.


"Jangan balas dulu" ucap maya yang excited


"Balas saat 10 menit" tambah ayu yang juga sangat excited.


"Terlalu cepat 10 menit, balaslah setelah 30 menit" ucap Bella santai, tapi itu malah membuat mereka semua menatap Bella termasuk Dio.


"Kamu psikopat?" tanya Riri heran dengan Bella yang berbeda dengan mereka bertiga.


Dio menatap ceweknya sambil menggelengkan kepala, seolah dia bangga dengan ceweknya yang sudah sangat pro akan hal itu.


Setelah 10 menit Riri membalas pesan chat itu "iya", hanya dengan ketikan singkat seperti itu Riri udah terlihat seperti orang yang tak mengharapkan kehadiran Fajri lagi tapi yang sebenarnya ia masih sangat mengharapkan Fajri.


Mereka bertiga bertepuk tangan sambil senyum mengganggukkan kepala mereka seolah misi mereka telah selesai. Padahal yang sebenarnya misi mereka baru saja dimulai.


Dio yang kebingungan melihat tingkah mereka memilih untuk makan saja, sementara mereka semua masih menunggu balasan dari Fajri. Ternyata sampai mereka selesai makan pun Fajri belum juga membalasnya.


"Kenapa dia tak membalas?" rengek Riri


"Sudah kukatakan tadi, balaslah setelah 30 menit. Dia pasti merasa kamu jual murah dan mudah digapai" omel Bella

__ADS_1


"Heyy!! kata siapa begitu? cowok tidak melihat hal begitu" bantah Dio yang tidak setuju dengan Bella.


Dio tidak menyadari mereka semua sudah menatap Dio menunggu jawaban selanjutnya, kalau bukan itu lalu apa alasannya?.


"Kenapa kalian menatapku begitu? aku jadi takut" keluh Dio kaget melihat mereka semua menatapnya.


"Katakan sayang! kenapa?" pinta Bella dengan mata melotot.


"Itu.. Ituu karena kamu cuek membalasnya, bagaimana bisa kamu cuman jawab 'iya' saja seperti itu. Dia pasti kebingungan mencari topik yang mau dikatakan lagi" jelas Dio.


Saat selesai menjelaskan begitu mereka malah kecewa dengan jawaban dari Dio.


"Kalian tidak percaya padaku?" omel Dio, mereka memalingkan wajahnya dari Dio dan kembali ke aktivitas mereka lagi tanpa mengatakan apa-apa.


"Sayang.. Itu benar" ucapnya pada Bella agar Bella mempercayainya.


"Bukankah tinggal telpon topik aja, teman kita ada yang bernama topik" gurau Maya.


Seketika ketawa mereka bertiga meledak karena ucapan dari Maya sampai seisi cafe memperhatikan mereka tapi mereka tak peduli. Dio yang malu orang-orang mulai melihat mereka menutup wajahnya dengan jaketnya.


.


**Dirumah Riri-malam hari**


Riri masih menunggu balasan dari Fajri dengan terus menatap layar hp nya.


"Kenapa dia tak membalasnya?" keluh Riri.


Tak berselang lama, dia malah mendapat telpon dari Rendy. Fajri yang ditunggu, malah Rendy yang datang.


"Hallo Assalamualaikum tuan putri" suara deep dari telpon.


"Waalaikumsalam, apaan tuan putri" jawab Riri.


"Gak mau dipanggil tuan putri?" tanya Rendy menggoda Riri.


"Aku melihatmu tadi" ucap Rendy memberikan informasi.


"Dimana?"


"Kamu keluar dari cafe bersama teman-temanmu"


"Bingo" ucap Riri sambil tertawa, Rendy pun ikut tertawa.


"Kamu gak mau mengenalkanku dengan teman-temanmu?" tanya Rendy.


"Tentu saja aku akan mengenalkanmu dengan mereka" jawab Riri.


"Kalau begitu kapan tuan Riri?" suara deep Rendy hampir menghancurkan dunia.


"Besok datang aja ke kelasku setelah selesai kuliah"


"Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat tuan Riri, jangan begadang ya." ucap Rendy mengakhiri obrolan.


"Baiklah.. Goodnight" jawab Riri salting.


"Hm goodnight"


Mereka selalu mengobrol di telpon meskipun hanya membahas hal kecil seperti itu. Itu dikarenakan tempo hari yang lalu Rendy pernah mengatakan untuk melakukan hal itu agar mereka semakin dekat. Selagi Rendy tidak mengajak Riri pacaran Riri baik-baik saja jika harus melakukan itu.


Tapi sebenarnya Rendy memang sudah menyukai Riri sejak awal, dia tahu Riri tak mau pacaran makanya dia hanya bisa dekat seperti ini dengan Riri.


Riri melihat jam, ini sudah jam 10.00 tapi chat yang tadi siang belum juga dibalas oleh Fajri, sebenarnya apa tujuannya melakukan itu.

__ADS_1


Saat melihat layar ponselnya, seseorang mengirimkannya pesan, itu dari Latifa "Akhir tahun ada acara? mari reuni bareng"


Riri hanya baru membacanya dari notifikasi, kemudian Latifa mengirimi chat lagi "bukan reuni kelas tapi reuni angkatan". Artinya semua orang seangkatan dengan Riri akan hadir disana termasuk Fajri.


Riri membalas chat itu dengan mengatakan kalau dia sudah punya rencana dengan teman kampusnya akhir tahun ini dan meminta maaf pada Latifa karena tidak bisa bergabung.


Setelah kejadian 3 tahun yang lalu itu, Riri dan Latifa menjadi sangat canggung ketika berbicara. Mereka tak pernah chat ataupun saling telpon kecuali ada hal yang penting seperti sekarang ini. Padahal Riri sudah memaafkannya, hanya saja rasa kecewa itu masih ada dalam hatinya. Jadi, setiap kali dia melihat Latifa dia akan teringat apa yang mereka lakukan pada dirinya.


Circle mereka setelah kejadian itu pun tak baik-baik saja, mereka bertengkar setelah kejadian itu, ada yang berpihak pada Latifa ada juga yang berpihak pada Riri. Sekarang pun walau sudah berbaikan mereka jadi jarang sekali kumpul


Megan satu-satunya teman masa SMP nya yang mengerti dirinya, Megan juga orang yang pertama membela Riri saat tahu kalau Fajri dan Latifa selingkuh. Megan begitu karena dia sudah berteman dengan Riri sedari SD, dia juga kehilangan adik perempuannya dalam kecelakaan sehingga Riri sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Megan tidak membiarkan siapapun untuk menyakiti Riri termasuk Latifa, Dila, Fara, teman satu circle mereka.


Tit tit tit..


"Hallo Assalamualaikum mel" suara Megan yang ceria dan keras terdengar, Megan orang yang keras kepala. Meskipun panggilan Riri adalah Riri, tapi dia malah memilih memanggil Riri dengan panggilan Amel. Hanya dia yang seperti itu pada Riri.


Riri juga menyebut Megan kakak, seperti yang dijelaskan kalau Megan sudah mengganggap Riri sebagai adiknya, hanya saja setelah lulus SMP mereka hanya sekali-kali saling menghubungi dikarenakan Megan pergi keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.


"Waalaikumsalam kak, kakak dimana?" tanya Riri setelah menjawab salam.


"Dirumah, kenapa?" tanya Megan balik.


"Kak me.. Katanya ada acara reuni akhir tahun ini ya? Aku sebenarnya kepingin ikut tapi aku sudah ada janji dengan teman kampusku" jelas Riri sambil merengek pada Megan, dia memang selalu manja seperti itu pada Megan.


"Kapan acaranya?" tanya Megan memastikan.


"Akhir tahun ini"


"Iya aku tahu akhir tahun ini, tanggalnya?"


"Aku gak tahu, Latifa menghubungiku tapi aku malas bicara padanya" jawab Riri.


Hebatnya Megan yang sudah mengerti dan peka pada Riri mengatakan kalau dia akan bertanya pada ketua angkatan untuk memastikan.


"Lagipula apa Amel udah mau ketemu sama Fajri?" tanya Megan khawatir.


"Kak me ikut kan? Kalau kak me ada tidak masalah bagiku"


"Nanti kita pastikan ya, bisa saja nanti aku ada urusan di Paris" jawab Megan menenangkan Riri.


Just information. Kalau Megan itu sedikit tomboy dan pemberani, dia dikenal tak memiliki rasa takut dulu, itu dikarenakan setelah kecelakaan itu banyak yang menghujat keluarganya hingga ibunya bunuh diri dan ayahnya menikah dengan wanita lain. Megan benar-benar menjadi anak yang kuat dan tangguh setelah itu, mentalnya juga kuat menerima semua hinaan. Keluarganya yang lain juga tak mau melihatnya dan melantarkannya.


Lalu bagaimana dia bisa kuliah diluar negeri?, itu karena Megan jago bela diri. Dia belajar bela diri sedari kecil sehingga dia jago berkelahi, dia sudah berkali-kali bekerja bersama dengan orang kaya, hingga dia punya banyak relasi dengan orang ternama sekalipun.


Karena dia jago bela diri dan memiliki banyak prestasi, dia mendapat beasiswa kuliah luar negeri gratis, dia hanya butuh uang untuk makan saja karena kuliahnya sudah ditanggung pemerintah. Begitulah sedikit gambaran tentang Megan.


"Sejak lulus SMA kamu jarang menghubungiku kan?".


"Maaf kak, aku sibuk akhir-akhir ini. Lagipula nomor ka me diganti berkali-kali, aku jadi bingung yang mana yang bener" keluh Riri soal nomor hp Megan.


"Hehe maaf Mel soalnya selalu ada nomor iseng yang menelpon. Jadi, aku harus menggantinya berkali-kali, sorry yak" ucap Megan menjelaskan sambil meminta maaf, dia memang orang yang aneh. Ketimbang memblokir nomor iseng itu dia malah memilih untuk mengganti nomor.


"Iyee" jawab Riri


"Btw kapan nih kita mau ngumpul lagi?" tanya megan tentang circle mereka.


"Mending ga usah aja deh" jawab Riri menolak.


"Mel.. Sekecewa apapun kamu, kamu gak boleh seperti itu. Bagaimana semua itu sudah terjadi, jangan diingat-ingat lagi. Anggap saja semua itu angin lalu" ucap Megan menasehati Riri.


"Bukan begitu, aku hanya merasa canggung saja bila harus bertemu lagi dengan mereka" jelas Riri.


"Nanti kalau Amel sudah merasa baik hubungi saja aku, aku akan menyuruh mereka semua datang" ucap Megan, Megan sebegitu pedulinya dengan Riri.

__ADS_1


Setelah mengobrol cukup lama, mereka menyudahi obrolan mereka, mereka berjanji akan bertemu suatu hari nanti karena mereka tak pernah bertemu lagi setelah lulus SMP. Itu karena Megan yang bekerja bersama orang kaya jadi dia harus ikut pindah-pindah kota ditambah lagi dia mulai sibuk sejak masuk SMA. Riri pun jarang ada waktu karna dia tipe murid yang pintar dan rajin semasa SMA.


Bersambung...


__ADS_2