Tak Pernah Asing

Tak Pernah Asing
Rendy Renty


__ADS_3

**Pagi Sabtu**


Hari ini adalah hari pertama mereka menjalankan libur semester, Riri hari ini juga berencana akan bertemu dengan Popi. Dia telah menghubungi Popi kemaren memberitahu tentang hal tersebut dan Popi menyetujui untuk bertemu dengan Riri. Mereka akan bertemu dirumah Popi.


Sekitar jam 10 pagi Riri sudah selesai membereskan semua pekerjaannya dan sudah siap untuk berangkat kerumah Popi. Riri berpamitan pada ayah dan ibunya sebelum pergi.


Riri menempuh perjalan menggunakan motornya, dia juga tidak lupa singgah ditoko untuk membeli beberapa cemilan buat Popi sebagai buah tangan.


**Di rumah Popi**


"Halo cantik" Sapa Popi yang menunggu Riri diluar rumahnya. Dia selalu begitu setiap Riri datang kesini. Padahal Riri bisa masuk sendiri tapi tetap saja dia menunggu Riri untuk menyambut kedatangan Riri.


"Halo kak" sapa Riri balik sambil memeluk Popi.


"Ayo masuk!" ajak Popi.


Mereka masuk kedalam rumah dan duduk diruangan tengah. Riri juga tak lupa memberikan cemilan yang dibelikannya dijalan untuk Popi, Popi senang akan hal tersebut.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin bertemu?" tanya Popi penasaran maksud Riri mengajaknya bertemu.


"Sebenarnya ada yang mau aku ketahui sih kak" jawab Riri.


"Baiklah kalau gitu, aku memang tahu segalanya. Jadi, kamu gak usah khawatir, kamu pasti akan menemukan jawabannya dariku" ucap Popi menyombongkan dirinya, Riri tersenyum lega.


"Sebelum itu aku mau tanya sama kamu, kamu diajak oleh Rendy ke Swiss?" tanya Popi duluan.


"Ee.. Iya kak, bang Rendy ngajakin aku ke Swiss tapi aku sudah ada rencana lain" jawab Riri membenarkan.


"Ahh sayang sekali deh, cewek lain pasti sangat senang diajak begitu, apalagi gratis. Kamu gak perlu bayar apapun, kamu cuma tinggal duduk manis saja seperti seorang ratu" Popi menyayangkan Riri yang menolak ajakan tersebut.


"Lagipula aku juga tidak enak kak ikut ke Swiss begitu saja, apalagi status aku hanya sebagai adik tingkatnya bang Rendy doang. Mana mungkin bisa dijadikan seorang ratu segala" sangkal Riri.


"Cuman adik tingkat?" tanya Popi tidak percaya, Riri mengangguk.


"Gak mungkin sayang, aku sudah hidup dengan Rendy selama bertahun-tahun. Dan selama itu Rendy tidak akan pernah membawa cewek kecuali dia menyukai cewek tersebut datang kerumah, apalagi sampai bertemu dengan nyonya besar" ucap Popi menjelaskan.


Ternyata Popi juga tahu kalau Rendy pernah mengajak Riri kerumahnya, pasti Popi sudah diberitahu oleh Rendy soal itu.


"Dia juga mengenalkanmu pada kami sebagai ceweknya kan?.. Dia pasti menyukaimu cantik" sambung Popi.


"Mana mungkin kak, kakak liat saja aku! Mantannya bang Rendy itu semuanya cantik, lalu aku?" sanggah Riri.

__ADS_1


"Kamu juga cantik sayang.. Rendy itu sangat pemilih, dia akan mencari tipe cewek yang benar-benar tipe idealnya, makanya semua cewek yang dekat dengan dia semuanya ideal, termasuk kamu" tambah Popi menjelaskan tentang Rendy lagi.


"Tapi kan aku dan bang Rendy cuma sebatas teman saja kok, gak ada hubungan spesial kayak gitu" Riri masih menyangkal apa yang dikatakan oleh Popi.


"Its Okay kalau kamu menganggapnya begitu" ucap Popi menyudahi obrolan tentang Rendy yang menyukai Riri.


"Btw kamu mau nanya apa sama aku?" tanya Popi balik.


"Itu.. Kakak tahu tentang hubungan bang Rendy dan kak Renty?" Tanya Riri yang tak menunggu lama.


"Ohh.. Jadi, kamu penasaran tentang mereka berdua?"


"Ee.. sebenarnya aku cuma ingin tahu saja kak apa yang terjadi diantara mereka berdua, soalnya di kampus mereka sudah terkenal sekali dengan pasangan couple, aku takut semua orang dikampus mengira aku penyebab putusnya mereka karna aku dekat dengan bang Rendy" ucap Riri menjelaskan.


"Begitu ya, lagipula kamu gak usah mencemaskan tentang pendapat mereka semua. Renty itu memang mantan pacarnya Rendy, mereka sudah putus 1 tahun yang lalu tepat setelah usainya acara malam tahun baru" jelas Popi.


"Apa itu bertepatan saat mereka kembali dari Swiss?" tanya Riri soal foto yang ia liat di sosmed Renty.


"Kamu tahu mereka ke Swiss?"


"Iya kak, aku tahu" jawab Riri.


"Berarti cuma mereka saja yang tahu masalahnya?"


"True"


"Padahal kak Renty sepertinya sangat dekat dengan keluarga Rendy" tambah Riri.


"Memang.. Si Renty itu sebenarnya sangat arogan, dia centil dan juga pandai mencari muka. Dia pernah ribut dengan Elsa waktu itu, tapi malah Elsa yang disalahkan oleh keluarga Rendy padahal yang salah sebenarnya adalah dia, kami gak punya daya untuk membela Elsa jika Direktur sudah berbicara"


"Waktu itu ibunya bang Rendy juga pernah bilang kalau cewek yang dibawa Rendy sebelumya itu sangat arogan dan sombong, apa mungkin yang dimaksud oleh ibu bang Rendy itu kak Renty?" tanya Riri memastikan.


"Bisa jadi" jawab Popi.


"Aku juga jadi aneh kak ketika bang Rendy memperlakukan aku sama seperti yang ia lakukan pada kak Renty"


"Seperti apa?"


"Bang Rendy mengajakku ke Swiss untuk merayakan anniversary pernikahan orangtuanya, sementara itu tahun lalu dia juga ke Swiss bersama kak Renty" jelas Riri.


Popi menanggapi hal tersebut dengan mengatakan "Aku tidak tahu mantan pacar sebelumnya pernah diajak juga ke Swiss atau tidak, tapi yang jelas baru Renty yang pernah datang langsung ke Swiss"

__ADS_1


"Apa?"


"Kamu tidak tahu soal itu?. Rendy hanya baru membawa Renty ke Swiss, selebihnya tidak pernah" jawab Popi.


"Memangnya bang Rendy udah pacaran berapa kali?" tanya Riri penasaran, mendengar Popi mengatakan itu saja sudah membuat Riri merasa kalau Rendy punya banyak mantan.


"Tentu saja banyak.. Tapi hanya sedikit saja yang ia kenalkan pada kami" jawab Popi sambil berfikir.


"Itu mungkin sekitaran 5 orang yang pernah ia kenalkan pada kami, aku lupa siapa saja mereka tapi yang jelas yang paling nempel di ingatan itu hanya Renty karena dia yang paling arogan diantara kelimanya" jelas Popi tentang mantan Rendy.


"Dia itu berasal dari keluarga broken home, ayahnya sudah kawin lagi dan ibunya ada dirumah sakit jiwa, mungkin karena hal itu dia menjadi sangat arogan dan seperti ingin menguasai Rendy seutuhnya" tambah Popi.


"Tampaknya dia sangat populer kak"


"Memang dia itu populer, tapi tidak ada yang tau bagaimana dia dibalik semua itu. Jangan percaya yang ada disosmednya, itu adalah kepalsuan, dia memposting kepalsuan" ucap Popi menjelekkan Renty.


"Aku sekarang jarang melihatnya dikampus kak? Apa dia sudah lulus? Atau berhenti kuliah?" tanya Riri yang penasaran keberadaan Renty sekarang, ia tak pernah bertemu dengan Renty dikampus padahal katanya dia populer.


"I dont know, aku tidak pernah mencari tentang dia selama ini. Because i don't like her" jawab Popi dengan muka jijik terhadap Renty.


Setelah banyak bertanya, Riri menghentikan pertanyaannya tentang Renty. Dia pikir dia tidak harus tahu sejauh itu mengenai Renty.


"Kamu mau ikut eventku di Swiss kan?" tanya Popi setelah mereka menyelesaikan obrolan mereka tentang Renty.


"Iya kak, tapi kata kakak event itu belum ada"


"Benar sih.. Tapi kenapa tidak coba yang lain?" tawar Popi pada Riri.


"Event apa?"


"You pretty.. You beautiful, aku yakin kamu akan diterima jika ikut event model" saran Popi.


Namun, Riri menolak itu karena dia merasa tidak cocok jika harus menjadi model, dia tidak terlalu pandai berpose. Popi mengatakan kalau nanti dia akan menghubungi Riri jika ada event yang baru lagi. Popi sudah sangat baik sekali dengan Riri.


Riri telah banyak mengobrol dengan Popi hari ini. Untuk itu Riri segera pamit pulang karena ia juga tidak bisa berlama-lama disini.


Popi memberikan masukan pada Riri lagi kalau Riri jangan terlalu cepat menerima keberadaan Rendy yang peduli terhadapnya, Popi mengatakan itu karena ia takut Rendy hanya menjadikan Riri sebagai pelampiasan terhadap putusnya dia dengan Renty. Ternyata Popi juga memiliki pikiran yang sama seperti Nadin dan Dwi yang mengatakan kalau Riri jangan terlalu cepat baper dengan Rendy.


Riri menerima saran dari Popi karena dia menganggap Popi sudah mengenal Rendy sejak mereka masih kecil, itu artinya dia jauh lebih tahu karakter Rendy.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2