
Pagi ini rencana Steward dan Ridwan pergi camping yang telah di rencanakan matang-matang oleh Steward. Selain Kasur camping, tas camping, panci, pemantik api, sepatu camping. Saat sampai di rumah Widya, Ridwan hanya membawa tas ranselnya saja untuk pakaian-pakaian gantinya.
“Untung, saya sudah ,mempersiapkan semuanya, Wan” Kata Steward pada Ridwan.
“Nih pake sepatunya… cukupkan ukurannya, dan ini ransel camping kamu, semua sudah komplit di dalam, kamu pindahin saja pakaian gantimu ke ransel camping yaa,” Sambung Steward.
Setelah menunggu Ridwan selesai merapihkan ransel camping nya, kemudian Ridwan dan Steward memesan transportasi online untuk keberangkatan perjalanan camping Ridwan dan Steward ke gunung Prau.
“Doakan kami, Pak Handoko, Bu Ainun, Widya, Sarah… Semua tolong doakan kami selamat sampai pulang kerumah yaa,” pinta Steward
“Dah Mah, Opa, Oma, Sar” Ucap Ridwan seraya melambaikan tangannya.
__ADS_1
“Hati-hati yaa, baca doanya selalu, dan baca ayat kursinya yaa kalau merasa nggak enak perasaannya,” pinta Widya kepada kedua pria yang dicintainya itu.
“Iya… Insyaallah,” Ucap Steward.
Satu perjalanan Steward dan Ridwan akhirnya sampai juga di kantor yang menyediakan akomodasi pendakian ke gunung, Ridwan takjub dengan kantor ini, selama ini Ridwan tinggal di kota Semarang, Ridwan tidak mengetahui tempat keren seperti ini.
Di dalam kantornya, banyak orang-orang turis asing yang berkumpul di ruang lobby kantornya. Ada yang mempersiapkan keberangkatan menuju jip-jip, ada yang seperti Ridwan yang baru sampai dan berdiri di resepsionis yang ingin mendaftar perjalanannya, ada yang duduk di sofa tamu. Sedikit sekali yang orang Indonesia di sini, bisa dihitung dengan jari berapa jumlah orang-orang yang berasal dari Indonesia.
Di Kantor ini menawarkan trip perjalanan selain ke gunung Prau, ada juga trip perjalanan menuju gunung Ungaran, perjalanan menuju gunung Mongkrang yang ada di Karanganyar. Steward memilih trip perjalanan ke gunung Prau, karena Steward sendiri belum pernah ke gunung Prau, Wonosobo. Setelah Steward mendaftar, satu kamar untuk dua orang, dan Steward diberikan dual embar kertas rencana perjalanannya dan harus berkumpul jam berapa dan titik mana. Dimana hal ini sangat penting bagi pendaki gunung, agar mengerti harus bertindak apa kalau seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Satu lembar diberikan kepada Ridwan untuk dibaca, kemudian mereka bergerak menuju kamar yang sudah ditentukan buat Ridwan dan Steward. Ridwan membaca dengan seksama sambil bergerak berjalan ke depan. Ridwan membaca sambil mengangguk-angguk mengerti, dan takjub tak sabar ingin cepat-cepat bergerak besok pagi.
__ADS_1
Taka lupa Steward selalu melaksanakan sholat lima waktu dan berusaha menyempatkan membaca Al-qur’an. Saat selesai membaca Al-qur’an, Ridwan penasaran untuk bertanya pada Steward.
“Kenapa kamu masuk Islam?” Tanya Ridwan pada Steward masih belum ada nada sopan.
“Apa gara-gara kamu ingin menikahi Mama,?” Sambungnya lagi
“Nggak, kamu salah besar, Ya memang Mamamu memperkenalkan aku pada Islam secara tak sengaja, tetapi dengan melihat Mamamu selalu saja tepat waktu saat sholat, saat kami jalan-jalan di Amsrterdam, yang membuatku merasa aneh, kok Tuhan segitunya dibela-belain.,” Steward menjawabnya.
“Lalu, kenapa kamu jadi mualaf,?’Tanya Ridwan lagi
“Dulu, aku melakukan kesalahan pada Mamamu, aku pikir, Mamamu itu mau menikah dengan Rafa, teman mamamu di Amsterdam, …” Steward menceritakan asal mula alasan kenapa Steward bisa masuk Islam.
__ADS_1
Akhirnya tiba saat mereka beristirahat.