
Steward akhirnya selamat dibantu dan ditolong oleh para nelayan yang sedang menarik perahu layarnya ke daratan karena seharian melaut. Steward pingsan untuk dua hari. Kemudian tersadar sudah tidak di laut lagi, spontan Steward mengucapkan Alhamdulillah Yaa Allah.
“ooh nak, kamu sudah tersadar?” Tanya Pak Anto
“Oo..Apakah bapak yang menyelamatkan saya?” tanya Steward.
“Yaa, saya Bersama teman-teman nelayan lain, kebetulan sedang baru pulang dari berlayar,” Jawab Pak Anto.
“Terima kasih Pak” Ucap Steward.
“Sudah berapa lama saya pingsan, Pak?” Tanya Steward.
“Kamu sudah pingsan selama tiga hari nak,” Jawab Pak Anto.
“Saya harus pulang sekarang, keluargaku pasti khawatir,” Kata Steward sambil berdiri tegak. Kemudian duduk Kembali karena kepala masih pusing dan kaki terasa masih sangat sakit.
“Eh.. Jangan dulu nak, kamu belum sembuh banget, kakimu terluka,” Kata Pak Anto langsung mendekap Steward.
“Santi… ndok, tolong buatkan teh hangat dulu yaa buat si Om sekalian bawakan bubur yang bapak buat tadi yaa,” Kata Pak Anto.
“Iya Pak..” Kata Santi pada Bapaknya.
“Ini Pak.. buburnya dan ini teh hangatnya,” Santi memberikan satu mangkok bubur yang ditaburi abon seadanya dan segelas teh hangat pada Pak Anto.
__ADS_1
“Terima kasih ya Nduk,” Ucap Pak Anto.
“Ayoo Nak, Di makan dulu buburnya, biar cepet sembuh,” Kata Pak Anto.
“Baik Pak, Sebenarnya saya sekarang ada dimana yaa Pak?” Tanya Steward sambil menyantap buburnya.
“Kamu itu sekarang ada di pantai Ayah yang ada di daerah Cilacap. Memang disini arus ombaknya besar, tapi yaa sepi, untung aja tadi Santi yang sedang bermain-main pasir dengan teman-temannya melihat kamu, dan berteriak pada kami yang sedang menarik perahu ke darat,” Pak Anto menjelaskan.
“Kamu beruntung nak, entah kenapa tadi kebetulan juga kami itu ingin mendarat di dekat kamu pingsan itu. Biasanya perahu kami itu kami daratkan di bagian utara di pantai ini. Kebetulan juga si Santi itu mau main pasir-pasiran, padahal dia nggak suka diajak ke pantai main pasir-pasiran. Kali ini katanya pengen banget ke pantai, katanya ada yang dicari disana."
“Pak, berapa jarak dari sini ke daerah Wonosobo?” Tanya Steward.
“Wah…Jauh banget nak, kira-kira sekitar tiga hari berkendara mobil,” Jawab Pak Anto.
“Oo..Maaf, nama saya Steward,”Jawab Pak Anto.
“Emangnya nak Steward ini orang mana toh dan mau kemana?” Tanya Pak Anto lagi.
“Saya orang Belanda pak, kelompok trip camping saya ada di Wonosobo, saya ingin memberi kabar kepada mereka kalau saya selamat,” Ucap Steward.
“Punya Nomor yang bisa dihubungi, biar saya telponkan mereka,” Pak Anto menawarkan bantuan.
“Oiya..yaa… kan hanyut yaa, pasti sudah hancur juga kertasnya,” Kata Pak Anto melanjutkan.
__ADS_1
“Tapi kamu masih inget nama kantor tripnya, dan alamatnya?” Tanya Pak Anto.
“Masih pak.. karena saya yang mencari kantor itu pak,”Jawab Steward.
“Apa nama kantornya, biar saya searching di google,” Kata pak Anto.
Kemudian Steward menyebutkan nama kantor trip perjalanan yang ada di kota Semarang.
“Ooo… kantornya di kota Semarang ya, kalau ke Semarang hanya menempuh waktu selama empat jam setengah saja perjalanan dari sini, nak Steward,” Ujar Pak Anto menjelaskan.
“Sebentar ya, saya telponkan ke kantornya dulu,” Ujar Pak Anto melanjutkan
Steward hanya mendengarkan percakapan antara Pak Anto dengan lawan bicaranya di telpon, percakapan yang Panjang yang tidak dimengerti Steward. Tak lama kemudian, telponnya di tutup.
“Oh, nak katanya besok pagi, tim penyelamat akan datang menjemput nak Steward,” Kata Pak Anto menjelaskan.
“Alhamdulillah. Terima kasih yaa Pak Anto,” Ujar Steward.
“Wah..Kamu mualaf yaa nak Steward?” tanya Pak Anto.
“Alhamdulilah Pak Anto, saya baru menjadi mualaf selama empat bulanan, dan masih perlu belajar,” Ujar Steward menerangkan.
“Ndak apa-apa, nak Steward. Alhamdulillah kamu diberikan hidayah oleh Allah, mungkin juga Allah yang mengantarkan kami untuk datang menyelamatkan kamu di pantai itu yaa nak..,” Kata Pak Anto takjub akan kemukjizatan Allah.
__ADS_1
“Alhamdulillah” Jawab Steward.