
Pagi itu,Widya tak sengaja melihat sebuah blog dari tautan media sosial yang sempat kemarin ia lihat adalah milik Steward. Ia membuka laman media sosial sepupu Lira tersebut. Tampak banyak kegiatan di sebuah peternakan. Jari Widya pun berselancara dengan rasa ingin tahu dirinya terhadap bule yang tak terlalu pandai Bahasa Indonesia itu.
POV Steward Berg
Steward adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Orang tua Steward tinggal di desa yang Bernama Leiden, Belanda. Leiden merupakan desa yang penduduknya mayoritas peternak dari peternak sapi, ayam, domba sampai peternak kuda. Keluarga Steward sendiri memiliki bisnis keluarga di bidang pengolahan sapi dan kuda. Dari peternak Sapi, menghasilkan susu, susu diolah menjadi minuman yogurt, es cream maupun bisa diolah menjadi keju. Masing-masing saudara Steward memegang satu perusahaan, Steward sendiri, diberikan kepercayan untuk memegang bagian pengolahan susu. Susu yang diolah menjadi keju, es cream, susu kotak ataupun susu botol, setelah semua jadi, Steward sendiri yang mengawasi dan mengirim semua tersebut ke kota-kota terdekat termasuk Amsterdam, karena Amsterdam merupakan pelanggan favorit.
Diwaktu luangnya, Steward masih mengurusi sapi-sapinya yang berjumlah 200 ekor, karena Steward sendiri adalah lulusan peternakan, dibantu oleh saudara laki-lakinya. Sedangkan saudara perempuannya membuka kedai yang menyediakan minuman hangat yang tebuat dari susu sapi ditambah dengan bubuk racikan rahasia keluarga dengan paduan roti bakarnya merupakan kedai yang sering dikunjungi oleh penduduk setempat.
Steward sendiri adalah seorang dokter hewan lulusan terbaik di university of Amsterdam, sehingga Steward denga mudah menyelesaikan kuliahnya hanya selama tiga setengah tahun saja. Kemudian, Steward melanjutkan sekolahnya di universitas Wageningen University & Research untuk mengambil jurusan pertanian.
Karena Steward bertekad akan bekerja dan bisa bermanfaat di kampungnya, yaitu desa Leiden. Setelah hampir 9 tahun menyelesaikan dan menjalani dunia Pendidikannya di kota Amsterdam, kemudian dengan bekal ilmu yang dimiliki, Steward yakin bisa membantu bisnis keluarga. Steward masih tinggal di rumah orangtuanya di Leiden. Keluarga besar Steward merupakan keluarga yang terbiasa untuk bekerja keras , mereka memiliki kandang sapi yang tidak jauh dari rumahnya. Setiap pagi, Steward melepaskan sapi-sapinya ke halaman kandang sapi yang berpagar dan ada yang dimasukan ke bagian untuk memerah susu. Setelah itu, Steward mengecek tiap dokumen yang terletak di tiap-tiap masing-masing rumah kandang sapinya. Dokumen-dokemen itu tersusun agar, mudah diawasi perkembagan kesehatan sapi-sapinya.
Steward dan saudara-saudara laki-lakinya mengurusi kotoran-kotoran sapi kemudian dijadikan limbah yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan bisa menjadi pupuk kandang dan pertanian. Steward bersyukur dan menikmati karena ilmu-ilmunya sangat bermanfaat untuk bisnis keluarganya. Keluarga Steward sendiri merupakan salah satu dari puluhan sukarelawan yang menyumbang puluhan sapinya untuk di perah sapinya di peternakan apung di Belanda. Perusahaan Belanda tersebut menawarkan keuntungan dengan sistem bagi hasil peternakan apung ini merupakan peternakan apung pertama in Dunia yang dibangun di negara Belanda khususnya di daerah Rotterdam. Perusahaan Belanda mengembangkan peternakan sapi perah lepas pantai. Peternakan terapung tersebut dapat memproduksi susu dan yogurt di dekat pusat kota Rotterdam, dan menempati lahan tak terpakai.
Di negara Belanda, orang-orang Belanda suka sekali dengan pesta-pesta sehingga sering sekali mengadakan acara-acara festival khususnya di desa Leiden selalu mengadakan festival rutin tiap tahun.
Bulan ini adalah musim salju, yang bertepatan dengan bulan November, dimana di bulan November di desa Leiden mengadakan acara thanksgiving.
Thanksgiving adalah libur nasional yang dirayakan diberbagai tanggal di Amerika Serikat, Kanada, Grenada, Saint Lucia dan Liberia. Itu dimulai sebagai hari mengucap syukur atas berkat panen dan tahun sebelumnya. Liburan serupa terjadi di Belanda dan jepang.
Thanksgiving dirayakan pada hari senin kedua bulan oktober di kanada dan pada hari kamis keempat bulan November di Amerika dan sekitar bagian yang sama dalam setahun di negara-negara lainnya. Meskipun tanksgiving memiliki akar sejarah dalam tradisiaagama dan budaya thanksgiving juga telah lama dirayakan sebagai hari libur sekuler.
Kemudian, masuk pada bulan desember, masih musim salju, biasanya keluarga besar Steward selalu berkumpul untuk merayakan natal Bersama di Leiden, rumah orangtuanya. Walaupun sering berjumpa dengan saudara-saudaranya tetapi berkumpul di hari natal, merupakan hari special dan kehangatan keluarga, maka wajib untuk keluarga Steward berkumpul.
Steward sering berkunjung ke kedai kopi milik saudara perempuan steward yang pertama, Linda. Karena Linda membuat minuman yang khas yang tidak dimiliki kedai-kedai lain disekitarnya.
Steward selalu memesan, minuman kopi susu hangat milik Linda dan sepiring spageti. Tanpa diminta, Linda sudah menyuguhnya menu idola Steward.
__ADS_1
Saat Steward menyantap makanan.
“Hai."
“Oo..hai Amanda."
“Yuk duduklah bergabung denganku."
“Steward, maukah kamu menolong dan membantu aku mencari pernak-pernik untuk boothku?” Tanya Amanda ragu-ragu dan gugup kepada Steward.
“Ooo… boleh, kapan?”
“Bagaimana kalau sekarang, kamu tidak keberatan kan Steward?" Tanya Amanda ragu-ragu.
“Oo.. nggak masalah, setelah kita selesai sarapan, kita berangkat, oke”
Amanda adalah teman SMA nya Steward dulu.
Amanda adalah gadis yang dulu sampai sekarang menyukai dan naksir Steward, bukan karena Steward adalah orang kaya, karena rata-rata penduduk Leiden bekerjanya hanya beternak dan pertanian, sehingga kehidupan mereka lebih dari cukup, tetapi dikarena Steward selain tampan, dia juga berhati baik, dan ringan membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
Di waktu SMA dulu juga, Steward juga merupakan cowok populer karena Steward salah satu anggota pemain basket yang selalu membawa kemenangan untuk SMA nya yang semuanya itu membuat hamper semua Wanita mengagumi dirinya.
Amanda dan Steward merasa senang membeli pernak pernik untuk menghiasi booth yang akan dipasang di acara festival musim dingin, di acara ini selain merayakan hari natal di festival ini menjual barang-barang di setiap boothnya, juga untuk penggalangan dana diserahkan pada panti jompo yang ada di daerah Leiden. Hiasan pernak pernik natal menghiasi pohon-pohon tiang listrik, sekitar alun-alun di tengah desa laiden.
Rumah-rumah di desa Leiden berjarak cukup jauh, dikelilingi oeh ladang dan kandang beberapa bukit ada pbrik-pabrik yang mengepulkan asap di cerobongnya, tanda bahwa pabrik itu sedang aktif bekerja.
Sebuah festival merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh penduduk laeiden sebagai penghiburan, karena penduduk leiden rata-rata rajin bekerja keras dimasing-masing pekerjaannya.
__ADS_1
Festival musim dingin berlalu dengan sangat meriah, Steward membantu Linda, kakaknya di booth yang menjual kopi hangat buatan Linda dan beberapa roti pastry buatan Linda. Seminggu acara Festival musim dingin berlalu dengan memuaskan Linda karena dagangannya selalu sold out.
Linda melihat dengan jelas kalau Amanda suka dengan Steward, dan selalu menanyakan hal itu pada Steward, namun Steward menganggap Amanda hanya teman biasa saja.
‘Ku lihat Amanda suka denganmu.”
“Ah. Kami hanya berteman biasa.” Jawab Steward yang memang tak peka.
“Di mana matamu Steward?Sejak SMA dulu Amanda selalu mendekati kamu, lalu sikapmu padanya?” Gerutu Amanda.
“Aku hanya menganggapnya teman kak.”
“Amanda orangnya manis, cantik, baik, rajin, apa yang kurang padanya?” Tanya Linda.
“Aku tidak ada rasa padanya kak, sudah lah.” Ucap Stewar mulai tak nyaman.
“Ya… terserah kamulah” Linda meninggalkan Steward sendirian di ruang tamu.
Acara natalan bagi Steward adalah hanya sekedar acara tukar hadiah dan saling memberi hadiah, kumpul di ruang tamu dengan ruangan yang ditambahkan pohon natal yang terhias indah aneka warna dan lampu-lampu hiasnya yang diletakkan dekat tungku api, Sepanjang tungku api terpasang hiasan kaos kaki yang besar dan berwarna merah dan hijau yang diletakkan bersalang-seling dengan hiasan indah di kaos kakinya.
Acara pertama setelah berkumpul semua keluarga, mereka semua bergerak menuju meja makan untuk makan malam bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagi cerita di ruang tamu, dan berbagi hadiah. Gelak tawa Bahagia mnghiasi dimalam natal mereka.
Keesokan harinya Rutinitas Kembali semula.
Lima hari kemudian, desa Leiden mengadakan acara tahun baru yang diadakan di alun-alun Leiden. Semua penduduk bersenang-senang Bersama, untuk menghiasi pohon-pohon dengan tali aneka warna saling disambungkan dan di kaitkan pada pohon yang ada di alun-alun tersebut. Selain itu, lampu-lampu, pernak-pernik juga tidak lupa di pasang membuat semakin memeriahkan malam baru di alun-alun desa Leiden tersebut.
Steward pun memposting kegiatannya hari itu di halaman media sosialnya. Dan ia cukup kaget Ketika melihat ada notifikasi bahwa seseorang menyukai postingannya.
__ADS_1
“Widya,” Gumam Steward menyebut sebuah nama sambil menatap layer ponselnya.