
Selain perbuatan Yoga yang telah banyak melakukan korupsi keuangan perusahaan, dan melakukan penyalahgunaan data perusahaan. Yoga juga berusaha mencari tahu tantang orang mesterius itu. Yoga berusaha mencari cara bagaimana bisa mendapatkan handphone Jordan dan menunggu kelengahan Jordan. Saat waktu makan siang usai, Yoga melihat Jordan baru pulang makan siang bersama Nirwana. Melihat kebahagiaan mereka, membuat sakit hati Yoga semakin besar, tetapi Yoga harus menahannya, dan berusaha tersenyum pada mereka berdua. Saat di lobby kantor, Yoga selalu mengawasi Jordan, dilihatnya handphone Jordan yang diletakkannya di atas meja resepsionis, dan mengobrol terus dengan Nirwana, pelan-pelan Yoga mendekati dan berusaha bergabung dalam obrolan tersebut. Tanpa curiga, Yoga berhasil mendapatkan sebuah nama di layar handphone milik Jordan dengan nama my killer bos. Yoga juga berhasil untuk mencatat nomor yang tertera di layarnya.
Karena sekarang Nirwana sudah mulai masuk kerja lagi setelah setengah tahun tidak ke kantor, Yoga menjadi punya waktu luang untuk bertemu dengan orang misterius itu dan mencari tahu apa hubungannya dengan Jordan dan Pak Handoko. Yoga menyelesaikan pekerjaannya pada hari ini dua jam lebih awal, sengaja ia focus bekerja karena ia mempunyai janji dengan sang misterius tersebut, yang sebelumnya Yoga sudah menghubungi sang misterus yang katanya adalah bosnya Jordan.
Tepat jam dua siang Yoga datang dan menunggu di suatu restaurant di kota Semarang. Sebuah restaurant sederhana sehingga tidak terlalu mencolok dan tidak perduli siapa saja pelanggan yang datang untuk makan di restaurant tersebut. Di sana Yoga menunggu sang Misterius itu dengan tidak sabar. Pandangannya selalu mengawasi sekelilingnya, pergelangan tangannya yang selalu dimain-mainkan tanda ia merasa sangat gugup. Sekali-kali Yoga melihat layar jam yang menunjukan waktu sudah menunjukan jam setengah tiga. Kakinya yang selalu di gerak-gerakan yang membuat orang lain yang memandangnya bisa memastikan bahwa Yoga pasti sedang menunggu orang yang sangat penting. Pelayan sudah mondar-mandir hanya untuk bertanya pada Yoga tentang menu apa lagi yang akan dipesan Yoga saat itu. Tetapi pelayan tidak pernah marah saat setiap ditanya hal itu pada Yoga, ia selalu memesan segelas air minum saja.
Tepat jam tiga sore, terlihat oleh Yoga kedatangan laki-laki tambur berwajah India masuk ke dalam restaurant, berwatak keras, berpostur tubuh tinggi, kulitnya berwarna putih.
“Mungkin ini orangnya.” pikir Yoga
Tangan Yoga melambaikan tangan pada orang yang berbadan tambur itu dan tersenyum pada orang itu. Setelah orang tersebut melihat ada yang melambaikan tangan padanya, langsung ia tahu kemana ia harus berjalan.
“Halo, perkenalkan nama saya Yoga, anda pasti Pak Khan.” Yoga mencoba memperkenalkan diri, sambal berdiri tegak dan mempersilahkan duduk pada Pak Khan.
Setelah berjabat tangan kemudian orang tersebut duduk di hadapan Yoga dengan tatapan dingin.
“Langsung saja, tidak usah basa-basi. Ada apa anda menyuruh saya untuk datang ke tempat ini, informasi apa yang akan anda berikan pada saya,” Pak Khan berbicara tegas pada Yoga.
__ADS_1
“Oke, Pak Khan. Kalau tidak salah menebak, anda adalah bosnya Jordan. Betulkan?” tanya Yoga pada Pak Khan, Pak Kan hanya menganggukan kepalanya saja.
“Betul, lalu apa hubungannya dengan anda?”
“Saya jelaskan, saya adalah anak buah dari Pak Handoko, pasti anda kenal dengan Pak Handoko, Kan?”
“Lalu, teruskan!!!”.
“Kebetulan saya kenal dengan Jordan, dan saya membencinya, karena ia telah merebut orang yang saya cintai,”.
“Nirwana, maksudmu”.
“Terang saja saya tahu, bahkan saya yang memberi perintah padanya untuk mendekati Nirwana, agar bisa menghancurkan Pak Handoko,”.
“Sepertinya anda sangat membenci Pak Handoko ya, Pak Khan?”.
“Nggak usah berbelit-belit, apa rencana apa kau mengundang saya untuk datang kemari”.
__ADS_1
“Kita bisa kerja sama Pak Khan, saya akan bantu anda untuk menghancurkan Pak Handoko, tapia da bayarannya”.
“Oh gitu!!.. saya nggak butuh bantuanmu, Jordan sudah membantuku,”.
“Saya sarankan Jangan berharap banyak pada Jordan, Pak Kan. Karena sepertinya Jordan benar-benar jatuh cinta pada Nirwana. Hampir setiap saat mereka selalu berdua. Dan Nirwana adalah gadis yang ku cintai”.
“Baiklah, berapa yang anda minta untuk bisa menghancurkan Pak Handoko?”.
“Nah, ini yang saya tunggu,”
Kemudian Yoga memberikan sejumlah uang dengan nominal yang sangat tinggi. Setelah di setujui oleh Pak Khan, kemudian mereka saling bekerja sama. Trik-trik jahat berusaha Yoga lakukan dengan imbalan menuduh Jordan yang melakukannya. Sehingga saat perusahaan Pak Handoko hancur, Yoga dengan sandiwaranya menuduh Jordan yang melakukannya. Nirwana tidak percaya hal itu, tetapi bukti tanda tangan Jordan membuktikan tuduhan Yoga. Sehingga mau tidak mau Nirwana diam tanda setuju dengan tuduhan Yoga.
Jordan tidak bisa membela dirinya dan pasrah. Ia menghilang tanpa jejak, meninggalkan semuanya, cintanya, harapannya. Yoga yang merasa puas dan bangga, kemudian saat bertemu dengan Pak Khan, untuk meminta pekerjaan dan perlindungan, tentu saja Pak Khan menolaknya.
“Maaf Yoga, Kerjasama kita putus dan selesai di sini. Aku tidak ada urusan lagi denganmu”.
“Tapi Pak Khan kau sudah berjanji padaku, kau mau membantuku setelah aku hancurkan Pak Handoko”.
__ADS_1
“Benar, tetapi kurasa kau juga sudah banyak memakan uang perusahaan, kurasa itu sudah lebih dari cukup untukmu dan keluargamu”.
Yoga hanya terdiam dengan ucapan Pak Khan. Dia pasti tidak bisa datang menghadap pada Pak Handoko. Pak Handoko pasti curiga dan ia pasti akan ditangkap polisi. Terpaksa ia pulang ke Jakarta.