Takdir Cinta Widya

Takdir Cinta Widya
25 Nirwana dan Jordan


__ADS_3

Pagi yang cerah, seperti biasanya  setelah sholat subuh, Nirwana membantu Mamanya masak di dapur dan dilanjutkan dengan menyiram bunga dan tanaman hiasnya. Setelah satu jam berlalu, Nirwana bersiap-siap pergi ke kantor lagi, karena sudah beberapa bulan Nirwana meninggalkan tugasnya. Sesampainya Nirwana di ruangan yang dirindukannya setelah melampaui macetnya jalanan penuh dengan mobil-mobil yang mengejar waktu, di sana Nirwana bertemu dengan Yoga asisten kepercayaannya Papa. Yoga menjelaskan semua tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh Yoga selama ini, agar Nirwana tidak bingung untuk melanjutkannya pekerjaan yang telah dikerjakan Yoga.


“Terima kasih, mas Yoga”.


“Iya, mbak !! sama-sama. Saya tinggal ya, mbak” kata Yoga sambal meninggallkan ruangan.


“Oo ..iya mas, silahkan” kata Nirwana sambal melanjutkan pekerjaan.


empat jam berlalu Nirwana berkutit dan sibuk dalam pekerjaannya, terdengar dering dari kantong saku Nirwana, dan ternyata sudah masuk sebanyak dua belas misscall.


“Jordan?”


“Ya Halo Jordan, ada apa?”.


“Halo, Nirwana, Hei!! Kamu sibuk ya, maaf kalau aku mengganggu”.


“Ah !! tidak kok, maaf tadi karena tidak terdengar kamu telpon, ada yang bisa saya bantu?”.


“Tidak ada masalah, aku menelponmu hanya untuk mengajak kamu makan siang, ada rencana makan siangkah dengan seseorang hari ini?” diam-diam Jordan bertanya sekaligus untuk mengetahui Nirwana sedang dekat dengan siapa.


“Tidak ada, siang ini aku hanya makan siang diruangan kerjaku saja, beberapa bulan aku tinggalkan, begitu banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh mas Yoga,” jelas Nirwana.


“Oh.. Kamu sudah masuk kerja hari ini?” tanya Jordan


“Sudah, pagi ini”


“Kalau begitu, maukah kamu makan siang denganku siang ini?”


“Boleh, mau makan dimana kita?”


“Oke kalau begitu, pokoknya kamu siap-siap aja ya, nanti aku jemput kamu pas jam makan siang. Nanti aku call kamu setelah aku sampai di lobby, gimana?”


“Oh, begitu juga boleh, biar aku selesaikan dulu pekerjaanku yang tertunda ya..”


“Oke” Jordan menutup telponnya dengan tersenyum lebar penuh bahagia. Entah kenapa hal ini terjadi padanya.


POV: Jordan


Hari ini Jordan hanya bekerja di apartemennya saja. Karena semua data-data kantor bisa dikerjakan dari kamarnya. Disaat Jordan sedang menikmati kesendiriannya dalam bekerja, dering telponnya terdengar dari kamar, saat Jordan sedang asyik masak di dapurnya. Setelah dirasakan bumbu masakannya, kemudian dimatikan api kompornya, Jordan cepat-cepat mengangkat telponnya.

__ADS_1


“Iya!! sebentar”


“Iya halo,”


“Oh..Jordan dimana kamu sekarang?” tanya suara diseberang telponnya.


“Aku sedang menyelesaikan kerjaanku, Bos” Jordan menjawab pada Bosnya.


“Bagaimana perkembangan kedekatan kamu dengan anaknya Pak Handoko itu?”.


“Ya!! baik bos,”jawab Jordan malas.


“Bagaimana ini? Sudah berapa lama kamu tinggal di Semarang, kok belum berhasil juga merebut hati anaknya?” tanyanya kesal.


“Iya,Bos. Sabar. Mendekati anak orang kan tidak semudah itu. Nirwana tidak semudah itu didekati seorang laki-laki,” sanggah Jordan membela diri.


“Pokoknya kamu hari ini harus ajak dia jalan-jaln, telpon dia ya,”


“Baik Bos” jawab Jordan malas.


Setelah menutup telpon dari bosnya, Jordan melanjutkan masak di dapur, kemudian menyiapkan sarapan di meja makan. Setengah jam Jordan menyelesaikan sarapannya, kemudian dilanjutkan mengerjakan tugas kerjaannya di laptopnya. TING. Suara chat di WhatsApp berbunyi. Saat dilihatnya Jordan menarik napas Panjang.


Mau tak mau Jordan menelpon Nirwana. Jordan mencari nama kontak yang ada di handphonenya. Sudah berkali-kali Jordan menelpon Nirwana tetapi tidak dijawab oleh Nirwana. Hatinya sempat tenang, dan berharap Nirwana tidak mengangkat telponnya. Dan hal ini bisa menjadi alasan untuk bosnya.


Pasti saat ini Nirwana sedang sibuk, syukurlah.


tetapi telponnya yang terakhir ternyata Nirwana mengangkatnya.


“Ya, Halo Jordan ada apa?”


Dia mengangkatnya, kenapa diangkat sih, tapi aku merindukan suaranya


“Halo, Nirwana, Hei!! Kamu sibuk ya, maaf kalau aku mengganggu”.


“Ah !! tidak kok, maaf tadi karena tidak terdengar kamu telpon, ada yang bisa saya bantu?”.


“Tidak ada masalah, aku menelponmu hanya untuk mengajak kamu makan siang, ada rencana makan siangkah dengan seseorang hari ini?”.


Bodoh, kenapa aku bisa grogi gini sih. Kenapa gitu cara nanyanya? terang saja bukan urusanku.

__ADS_1


“Tidak ada, siang ini aku hanya makan siang diruangan kerjaku saja, beberapa bulan aku tinggalkan, begitu banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh mas Yoga,” jelas Nirwana.


“Oh.. Kamu sudah masuk kerja hari ini?” tanya Jordan.


“Sudah, pagi ini”.


“Kalau begitu, maukah kamu makan siang denganku siang ini?”.


“Boleh, mau makan dimana kita?”.


“Oke kalau begitu, pokoknya kamu siap-siap aja ya, nanti aku jemput kamu pas jam makan siang. Nanti aku call kamu setelah aku sampai di lobby, gimana?”.


“Oh, begitu juga boleh, biar aku selesaikan dulu pekerjaanku yang tertunda ya..”.


“Oke”jawab Jordan singkat.


Hati Jordan berbunga-bunga, dan penuh dengan senyuman, dan tidak sabar untuk menunggu siang ini.


Masa bodoh dengan tugas dari bos!!, yang terpenting aku bisa bertemu dengan Nirwana siang ini.


Waktu sudah menunjukan jam dua belas siang, Jordan bersiap-siap untuk menjemput Nirwana. Tepat jam setengah satu siang, Jordan sudah sampai di lobby kantor, diambilnya handphone yang ada di saku celananya yang berwarna coklat, di tekannya nomor contak Nirwana.


“Siang, Nirwana, aku sudah ada di lobby kantor ya”.


“Oh, kamu sudah sampai ya, ok, aku ke sana sekarang, aku selesaikan sedikit lagi kerjaanku ya”.


“Oke, santai aja. Nggak usah terburu-buru”.


Tak lama kemudian Nirwana sudah berada di depan Jordan.


“Oke, yuk, kita mau makan siang dimana nih?”.


“Aku tahu makanan enak dekat sini, ada restaurant prasmanan yang menyediakan makanan ala Jogja baru buka, namun langsung rame, kita ke sana aja ya,” ajak Jordan.


“Ayo” jawab nirwana setuju.


Satu jam perjalanan yang ditempuh oleh Nirwana dan Jordan untuk sampai di tempat restaurant tersebut. Ternyata memang benar, bangku yang tersedia selalu penuh, untung saja saat Nirwana dan Jordan sampai ada meja dengan bangku dua kosong, karena baru ditinggal pergi oleh pembeli makanan di restaurant tersebut. Hanya menunggu beberapa menit, pelayan membersihkan piring, gelas kotor, dan membersihkan meja agar bersih kembali sebelum di tempati oleh Nirwana dan Jordan.


Nirwana dan Jordan di suguhkan buku menu yang di tawarkan oleh restaurant tersebut. Nirwana dan Jordan diberikan piilhan memilih menu paket atau memilih makanan yang sudah ada di prasmanan sehingga mereka tinggal memilih menu makanan apa yang mereka inginkan. Sejauh ini mereka berdua sangat menikmati moment kebersamaan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2