Takdir Cinta Widya

Takdir Cinta Widya
20 Kebahagiaan dan Kesedihan


__ADS_3

Kabar gembira tetang pernikahan Steward dan Widya sudah sampai ke keluarga di Leiden. Keluarga di Leiden pun sudah mempersiapkan barang-barang untuk dibawa ke Indonesia, sekaligus mempersiapkan trip jalan-jalan sebagai turis luar, karena berdasarkan informasi dari Steward, setelah pernikahan, keluarga besar akan melaksanakan perjalanan menuju hiburan di Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Bali.


Saudara-saudara Steward bersepakat, bahwa mereka mengumpulkan dana untuk membiayai seluruh biayanya, sebagai hadiah untuk pernikahan Steward.


Saat mempersiapkan persiapan catering makanan dan hiasan panggung untuk pernikahan, Widya yang tersenyum dan Bahagia melihat Steward dan Ridwan menikmati sore hari sambil bermain basket. Mereka tampak kompak.


"Alhamdulillah, aku memiliki dua anak yang baik," Batin Widya merasa bersyukur.

__ADS_1


Ia merasa anak-anak nya hasil dari pernikahan dirinya dengan Dika begitu bersikap baik juga selalu menyanyanginya. Terutama Sarah, anak perempuannya yang sangat mengerti dan pengertian.


Widya dan Steward juga sudah memesan gaun pernikahan untuk ijab qobul dan acara pestanya. Ainun Mama Widya mempunyai teman arisan yang mengatur acara pernikahannya. Jadi bagian seragam adat pernikahan untuk keluarga adalah bagiannya keluarga Pak Handoko, dan biaya pernikahannya.


Hari yang dinanti pun tiba, dimana hari itu adalah hari kedatangan rombongan keluarga Steward ke Jakarta, dilanjutkan untuk stransfer pesawat terbang menuju Semarang. Kemudian, sekitar jam tiga sore, keluarga besar dari Leiden sampai di Semarang.


Sarah yang memang suka pria tampan, ia sedikit terkejut melihat ada laki-laki bule yang keren dan ganteng, salah satu selera Sarah. Mata Sarah terus mencuri-curi pandang ke laki-laki itu, juga Danny yang terpikat pada Sarah yang manis dengan rambut ombak yang terikat cepolnya. Sarah dan Danny masih malu-malu untuk berkenalan, dan diam saja saat seluruh keluarga bersenda gurau di bandara tadi.

__ADS_1


Sementara itu, Rafa di Amsterdam patah hati sambil menjalani rutinitas sebagai dosen pengajar. Walaupun Rafa baru mengenal sosok Wanita bernama Widya, tetapi kesan yang ditinggalkan oleh Widya yang ceria, sangat meninggalkan bekas yang sulit dilupakan Rafa. Saat Rafa berjalan menuju rumahnya, Rafa merasa kesepian. Dadanya terasa sesak.


Ia mulai memikirkan cara agar bisa move on. Ia pun mulai memikirkan banyak nasihat Parkin padanya. Salah satunya menikah. Ia memang harus menikah karena usia juga yang kian bertambah. Ia butuh seseorang yang mengerti dirinya. Dan Juga untuk melupakan Widya.


"Ah... Kenapa rasanya sesak sekali mendengar kabar kamu akan menikah dengan Bule itu Wid. Apakah aku harus menunggu janda mu Lagi? Atau aku ikuti saran Parkin untuk melupakan kamu dan mencari yang bisa mencintai aku." Batin Rafa.


Ia pun akhirnya menggunakan ibu jarinya untuk scroll media sosial miliknya. Sebenarnya ia bisa saja memilih mahasiswa nya atau teman-temannya. Tapi bagi Rafa, menjalin rumah tangga tanpa cinta bukan hal yang indah. Bukan yang ia inginkan.

__ADS_1


"Apakah memang aku harus membuka hati untuk perempuan lain. Mungkin kita tak berjodoh Wid." Ucap Rafa sambil memejamkan kedua matanya.


__ADS_2