
Almira putri berusia 19 tahun,biasa di panggil mira oleh teman temannya dan warga sekitar.tinggal di sebuah desa dengan seorang neneknya bernama nenek Dijah.
dari kecil Almira terbiasa tinggal hanya berdua karena kedua orang tuanya telah meninggal sejak Almira masih kecil.
ayahnya meninggal karena kecelakaan motor semenjak Almira masih dalam kandungan ibunya,sementara ibunya sendiri meninggal waktu melahirkannya.
jadilah Almira di asuh sendiri oleh neneknya.
rumah yang mereka tempati peninggalan dari alm suami nenek dijah.
suami nenek Dijah sendiri meninggal 25 tahun yang lalu karena penyakit jantung.
kehidupan hari harinya Almira sangat ceria meski kebutuhan mereka terbilang cukup sederhana,bahkan tak jarang mereka makan seadanya yang penting ada buat mengganjal perut mereka.
Almira juga rela sekolah sampai lulusan SMP saja karena terkendala biaya.
karena nenek Almira hanya buruh petani.
tak mampu membiayai cucunya sampai ke jenjang tinggi.
Almira saat ini bekerja di sebuah toko sembako milik tetangganya bernama ibu wanda
__ADS_1
walau tak jarang dia kena omelan dari sang bos wanitanya,karena bosnya tidak menyukai anaknya Riki Aditia menyukai Almira.
Riki Aditia yang berusia 23 tahun mengelola bisnis keluarganya, makanya ibu wanda mewanti wanti anaknya agar tidak mendekati Almira karena ibu wanda menginginkan anaknya menjalin hubungan dengan wanita yang sepadan dengan anaknya.
tapi bagi Almira tidak pernah mengambil hati akan sikap bosnya
karena baginya bukan pria yang menjadi prioritasnya saat ini,di usia dia yg menginjak 19 tahun belum pernah dia menjalin kasih dengan seorang pria.
Almira hanya memikirkan kebahagiaan neneknya dan bagaimana cara dia bangkit agar tidak di pandang rendah lagi.
separti pagi ini Almira datang ke tempat kerjanya,,belum juga Almira mengucap kata salam tapi sudah di sambut oleh omelan ibu wanda.
hai mira apa di rumah mu tidak memiliki jam
kalau kamu begini terus bisa bisa saya bangkut dan di tinggalin sama pelanggan saya,atau kamu mau saya pecat hah.
Almira yang sudah tau akan watak bosnya hanya menunduk dan meminta maaf.
perasaannya saya tidak pernah datang terlambat dan selalu tepat waktu,tapi kenapa seakan saya pekerja yang malas dan bu wanda selalu saja menyalahkankan saya batin Almira.
kamu bekerja di sini saya bayar bukan malah bengong bentak bu wanda lagi.
__ADS_1
membuat Almira terkejut dan sadar dari lamunannya.
maaf bu kata Almira bergegas untuk masuk dan memulai aktifitasnya.
ada apa sih ma pagi pagi ribut terus kata pak wira suami dari bu wanda
sudahlah pah ini urusan prempuan mendingan papa brangkat aj keburu siang,kata bu wanda menyahut sambil mencebikkan bibirnya.
pak wira hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya.
ya sudah papa berangkat dulu kata pak wira
ya kata bu wanda menyahut.
sementara Riki sendiri yang melihat keributan dari jauh hanya menghela nafas beratnya.
bukannya saya tidak mau membela mu Almira,tapi saya tidak ingin kamu mendapatkan perlakuan yang lebih buruk lagi dari mama.
semoga suatu saat nanti mama bisa berubah,mama bisa menerima kamu dengan tangan terbuka.
saya yakin sekali kamu adalah gadis yang baik Almira,kamu juga gadis yang kuat.
__ADS_1
begitulah monolog Riki.
setelahnya Riki menyalakan mobilnya dan langsung pergi.