
Setelah kepergian yuni,,Almira perlahan memasuki rumahnya dan tak lupa untuk mengucap salam
dan di jawab serempak oleh seisi rumah.
"loh,,,kak riki sudah lama di sini?
dan ini siapa kak?
pacar baru kak riki ya?
mendapat pertanyaan yang bereruntun dari Almira,,membuat Aditia menggelengkan kepalanya.
"belum terlalu lama sih,,,mungkin sekitaran 20 menitan lah
oh ya,,,ini kenalkan namanya dewi
pacar apaan sih."
"aku dewi astuti,,,biasa di panggil dewi"
ucap dewi sambil mengulurkan tangannya.
"saya almira,,biasa di panggil mira"
jawab almira sambil menyambut uluran tangan dewi.
"begini mira,,seru Aditia
kedatangan ku kesini untuk meminta bantuan mu."
"bantuan." beo Almira
"ya,,,kamu bisa kan membantuku?"
tanya aditia.
"bantuan apa kak?"
tambah almira
perlahan aditia menceritakan masalah yang sebenarnya,hingga membuat almira manggut-manggut setelah mendengar penjelasan dari aditia.
"kontrakan di sini banyak sih kak
tapi menurut mira mending dewi tinggal di sini saja bersama mira dan nenek
kan kasian dari jauh-jauh apalagi belum ada perabotan buat masak dan segalanya malah di suruh ngontrak."
"ya nak,,mending tinggal di sini saja,apalagi kamu anak perempuan,tak baik hidup bebas tanpa pengawasan orang tua."
tambah nenek menyahut.
"kalau nenek izinkan,,,maka dengan senang hati dewi mau tinggal di sini nek,apalagi dewi sudah lama merindukan pelukan dari seorang nenek,,ucap dewi sambil menahan rasa sedihnya
membuat nenek merasa terharu.
"nak dewi boleh ko menganggap nenek yang tua renta ini sebagai neneknya nak dewi"
"benarkah nek?" ucapnya sambil Tangannya terulur ingin memeluk nenek dijah.
di jawab anggukan oleh nenek dijah sambil tersenyum,membuat dewi berhambur langsung memeluk nenek dijah
tak kuasa lagi dewi menahan rasa haru dan kerinduan nya kepada alm nenek tercintanya
hingga dewi menuangkan segala yang di pendam ke nenek dijah,memeluknya dengan begitu erat sambil menangis sesegukan.
dengan kesabaran nenek dijah membalas pelukan dari dewi dan mengelus punggungnya dengan lembut.
__ADS_1
melihat kesedihan yang di alami dewi
membuat almira juga ikut merasakannya
tanpa terasa air matanya pun meleleh begitu saja tanpa bisa di hentikan.
hal itu sontak membuat aditia meliriknya
dan hanya bisa bisa berkata di dalam hatinya.
"sebenarnya aku tidak sanggup melihatmu mengeluarkan air mata mu itu mira,
aku ingin sekali menghapusnya tapi terhalang oleh status kita" batinnya.
begitu bebannya sedikit berkurang,,dewi pun perlahan melepas pelukannya kepada nenek dijah.
"maaf ya nek,,dewi sudah membuat nenek sesak"
"tidak nak,,nenek senang sudah membuat mu bisa meluapkan sedikit beban mu."
"makasih ya nek"
"ya nak sama-sama,,ya susah sebaiknya nak dewi bersihkan diri dulu,,ganti dengan pakaian mira untuk sementara.
sayang,,ajak nak dewi ke kamar mu dulu untuk membersihkan diri".
"ya nek,,jawab almira
ayo dewi ku antar ke kamar"seru almira dan di angguki oleh dewi.
kak riki maaf mira tinggal sebentar ya?"
"ya mir."
"nenek mau ke kamar dulu ya nak
mau siap-siap pergi ke majelis, ada pengajian bulanan."
jawab aditia.
setelah mengantar dewi ke kamar untuk memilih baju ganti,,almira lantas mengantar dewi untuk ke kamar mandi yang letaknya di samping rumah.
"ini kamar mandinya dewi,,maaf ya mungkin bagimu tidak layak."
"ah kata siapa tidak layak,,justru aku merasa tenang dan damai di rumah ini
meski kecil dan sederhana,,tapi sangat asri dengan banyaknya pepohonan di samping kiri dan kanan rumah ini,membuat rumahnya jadi adem,pemiliknya juga baik dan ramah,bikin tamunya jadi betah hehe."
"ah kamu bisa saja,,ya sudah kamu mandi dulu lah,,,aku tinggal ya?"
"ya mira makasih"
"sama-sama" jawab almira lalu berlalu dari kamar mandi dan ke depan menemui aditia yang sedang melamun ,saking sibuknya dengan dunianya sendiri tanpa mengetahui kehadiran almira di sampingnya.
"kak riki sedang mikirin apa ya,,akhir-akhir ini kak riki sering sekali melamun" batin almira.
"kak,,kak riki" tegur almira sambil menepuk bahu aditia.
membuat aditia terperanjat
"eh,,,mi..mira"ucapnya gagap sambil mengusap mukanya karena malu ketahuan melamun.
"kakak sedang ada masalah?" tanya almira
di jawab gelengan oleh aditia.
"kalau kakak tidak ingin cerita,ya tidak apa
__ADS_1
tapi jika beban kakak sedikit berkurang sebaiknya kakak cerita saja
siapa tau mira bisa sedikit mengurangi beban kakak,,itupun jika kakak percaya sama mira"
aditia menarik nafas dalam,lalu membuangnya,,hingga dia mampu untuk menguasai perasaannya.
"minggu depan aku mau bertunangan"
ucap aditia to the point.
membuat almira terkejut,lalu menatap bola mata aditia dengan nanar,,tapi sepersekian detik almira dengan cepat membuat wajahnya normal kembali.
"ooh,,bagus lah,,terus kenapa kakak gusar?
bukankah itu hal yang membahagiakan bagi para pasangan?
apalagi dengan orang yang kita cin,,tai"
lirih almira sambil dia berusaha mencoba menahan laju air matanya,yang sebentar lagi sudah di pastikan akan terjun bebas.
hatinya terluka bagai teriris pisau tajam
jantungnya seakan bergemuruh,begitu mendengar kata pertunangan dari aditia
tapi dia berusaha untuk membuat seolah dia bahagia dengan pertunangan aditia.
aditia tidak menyahut,,hanya diam seribu bahasa,,sambil melihat ekspresi almira.
"rupanya mira tidak sedih dengan pertunangan ku,,malah sebaliknya.
ternyata benar bahwa,,selama ini cintaku hanya bertepuk sebelah tangan semata."
suara hati aditia menjerit menahan rasa sakit.
tapi dia juga berusaha tegar di hadapan almira,,dia tidak ingin terlihat rapuh di mata orang yang dia sayangi.
"biarlah semua beban ini aku tanggung sendiri,,asal kamu tidak terusik oleh mamaku mira,,aku ingin selalu melihat mu bahagia
meski kita tidak bisa bersama."
batin aditia.
aditia tidak tahan lagi bila terlalu lama di dekat almira,,dia pun minta pamit pulang dan meninggalkan amplop yang berisi uang,,dengan alasan untuk kebutuhan dewi selama tinggal di rumah almira,,mau tidak mau almira pun dengan berat menerimanya.
setelahnya aditia pamit dan melangkah keluar
berbarengan dengan keluarnya nenek dijah untuk pergi ke acara pengajian bulanan nya.
"loh nak riki mau pulang ya?" tanya nenek dijah.
"ya nek,,sekalian saja ku antar nenek ke tempat pengajian,,,"tawar aditia
"tidak usah nak,,orang dekat ini ko pake di antar segala " seru nenek dijah.
"yasudah kalau begitu aku pamit dulu ya"
ucap aditia sambil meraih tangan nenek dijah untuk di cium.
kemudian Aditia beralih melihat almira yang berdiri mematung seakan tidak rela melihat kepulangan nya.
"mira,,!! aku pulang dulu ya" lirihnya sambil tangannya terulur untuk menjabat tangan almira,,
di sambut anggukan oleh almira sambil tangannya juga maju untuk menyambut uluran tangan aditia.
mereka pun berjabat tangan sambil saling tatap seakan mereka enggan untuk saling melepas.
"jaga diri kamu baik-baik ya?
__ADS_1
semoga kamu bahagia selalu".
ucapnya sambil melepas jabatan tangannya dan berlalu menuju mobilnya,tanpa menoleh ke belakang lagi.