
Seharian Almira beberes di rumahnya,,di saat dia sedang selonjoran di teras rumahnya sambil menikmati pisang goreng buatannya sendiri,,tiba- tiba dia di kejutkan dengan kedatangan doni yang langsung saja cengengesan.
"Assalamu'alikum wahai gadis cantik,"
sapa doni sambil langsung duduk di hadapan Almira.
"Wa'alaikum salam.
loh kak doni abis dari mana.?"
"abis dari sana ke sini hehe,,,"
"ichh,,,kak doni di tanya baik-baik malah becanda terus,,,"sungut Almira
dengan memanyunkan bibirnya.
awas tu bibir jangan di buat imut gitu
gue lahap baru tau rasa,,.
ancam doni
membuat Almira langsung mengembalikan bibirnya ke tempat semula,,sambil menyunggingkan senyum.
"nah gitu kan enak di lihatnya,,tapi senyumnya jangan kemanisan ntar gue kecanduan gimana hayooo.."
langsung saja Almira membekap mulutnya sambil melotot ke arah doni.
"mata juga jangan di buat melebar gitu, sudah bulat di tambah lagi bulu lentiknya itu bikin gue susah tidur,,"
tambah doni dengan tampang polosnya.
membuat Almira jadi melongo dengan ucapan doni
"astaga,,kak doni ini di samping kocak ternyata bikin seseorang tidak bisa berkutik"
seru Almira.
"gue sudah terbiasa bikin klien bertekuk lutut
tinggal Almira putri yang belum bisa takluk dengan pesona gue
ucap doni dengan suara lantangnya."
"ih,,kak doni apaan sih,,,gombal.."
sela Almira dengan wajah bersemu merah bak strowbery.
"emang ada tampang gue gombal ya"
"bukan hanya tampang,,,tapi ucapan kak doni terlalu manis,,semanis gula aren,,"
jawab Almira sambil mengukir senyum
hal itu membuat doni makin terkesima dengan kecantikan Almira
"ya allah,,kapan ya gue bikin mira jatuh hati ke gue,,,yang ada gue yang tambah nyungsep dan tak bisa mengendalikan diri gue,
tahan doni,,,loe harus kudu banyak sabarnya
jika ingin mendapatkan berlian yang indah,loe harus berusaha dan tetap mengendalikan diri loe" suara batin doni menyemangati dirinya sendiri.
Almira mengerutkan keningngnya melihat tingkah doni yang pelanga pelongo
kayak orang kesambet.
"kak doni kenapa bengong begitu,,,awas nanti ayam tetangga tidak jadi bertelor"
ucap lawak Almira
sehingga membuat doni tertawa dengan lepas nya.
membuat bulu kuduk Almira berdiri
"jangan- jangan kak doni beneran kesambet ya
iiihhh,,,"
menambah doni makin menambah volume tertawanya,,sampai-sampai perutnya terasa mules,,saking gelinya.
__ADS_1
"loe itu selain polos,,,loe juga lucu mira
loe itu apa adanya,,selalu membuat mood gue membaik,semenjak jumpa sama loe hidup gue jadi berwarna mira"
"emang mira pelangi apa..?"
"lebih dari itu,,tolong jangan menjauh dari gue ya,,,tetaplah selalu bersama gue
gue janji akan membahagiakan loe kelak
gue tidak ingin melihat loe dan nenek loe menderita lagi.
percayalah sama gue"
"eh,,lupa,,di mana nenek loe mira? bagaimana keadaannya,,?"
"nenek sedang di rumah tetangga,,ada pengajian, katanya acara syukuran gitu kak
alhamdulillah nenek sudah membaik."
"Alhamdulillah syukurlah."
"astaga.. mira lupa membuat minuman untuk kak doni,,
tunggu sebentar ya kak,,?mira buatin dulu"
"ah tidak usah mira, jangan repot-repot gitu"
"tidak ngerepotin kak,,,cuman bikin minuman doang kok,,mira tinggal sebentar ya"
serunya sambil berlalu masuk ke dalam.
hanya di jawab anggukan oleh doni sambil matanya tidak lepas dari gerakan Almira sampai tubuh Almira menghilang.
"perasaan gue tadi bawa buah ya, kok gue bisa lupa ya,,,?ap karena terlalu bersemangat ketemu Almira,,hadech lama-lama gue bisa gila jika begini terus monolognya.
sambil memukul jidat nya
dan pergi ke tempat parkiran mobilnya untuk mengambil buah tangan yang sengaja dia bawa tadi.
tetapi lupa, karena saking semangatnya untuk bertemu sang pujaan hati😊
"loh kak doni nya mana? ko menghilang?"
"kenapa cariin gue,,? kangen ya,?"
ucap doni dengan gaya cool nya
"ichh,,pede,,siapa juga yang kangen sama kak doni weekkk.."
tambah Almira dengan menjulurkan lidahnya.
"awas entar gue sedot tu lidah"
ancam doni,membuat Almira terpaksa mengembalikan ekspresinya.
"kak doni kenapa sih, main ancam saja
emang kak doni sudah sering ya melakukan hubungan dengan perempuan"
ucapan telak Almira membuat doni meremang,,sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,,dia menjawab hanya dengan cengengesan saja.
"kalau berhubungan badan sih tidak pernah,
cuman kalau hanya sekedar ciuman biasa sih pernah."
ucap polos doni.
"apa..."?
pekik Almira dengan raut mukanya yang seolah terpancar ada rasa kecemburuan.
"astaga,,pelankan suara loe
membuat gendang telinga gue sakit"
"Almira bergeming dengan muka yang di tekuk
ternyata laki-laki semuanya sama
__ADS_1
dasar mata kadal"
lirih Almira.
"loe ngomong sesuatu mira,?"
Almira hanya menggeleng,,dia jadi malas berbicara karena moodnya rusak.
"oh,ya,,ini ada buah,,tadi gue beliin di jalan pas menuju kesini"
"terima kasih,"ucap singkap Almira
"hm.?
jawab doni
"silahkan kak di minum tehnya
maaf tidak ada cemilannya."
"makasih mira."
ucap doni sambil meminum teh hangatnya.
"Assalamu'alikum.."tetangga Almira tiba-tiba saja nongol.
membuat kedua insan yang beda jenis itu sampai terjingkit saking kagetnya
bahkan doni yang baru saja menyeruput tehnya langsung di semburkan,,saking kagetnya.
wa,,waalaikum salam
jawab keduanya berbarengan.
"astaga,ibu yuyun bikin mira kaget saja,,untung saja mira tidak jantungan
ucapnya sambil mengusap dadanya.
"eh,,maaf neng mira jika kehadiran ibu membuat kalian kaget,,,ibu kira neng mira melihat ibu,,sekali lagi maaf ya neng
aduh ini siapa neng,,,ganteng nya
pacarnya ya.." tanya bu yuyun to the poin
membuat Almira jadi salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"ini bu,,,kenalkan namanya kak doni
teman mira yang dari kota."
serunya sambil mengenalkan doni
"teman apa pacar eheemm.."
ledekan dari tetangganya membuat wajah Almira bersemu.
"eh,,beneran teman kok
ya kan kak doni..?
tanya mira ke doni
namun yang di tanya hanya acuh dan menggedikkan bahunya.
membuat Almira memicingkan matanya ke arah doni,,,namun yang di tatap malah menatap balik dengan sorotan mata elangnya.
"neng mira jangn malu gitu lah
pacar juga tak apa-apa kok
malah saya senang jika kalian beneran pacaran,,soalnya kan saya tidak pernah melihat neng mira punya pacar."
"teman-teman neng yang lainnya malah pada gonta ganti,,sedangkan neng hanya mikirin kebahagiaan neneknya terus,
sesekali pikirkan juga dong kebahagiaan diri sendiri neng,apalagi si nengkan sudah pantas untuk memiliki kekasih,,apalagi untuk membangun rumah tangga.
kata- kata tetangganya membuat hati Almira terenyuh,,benar kata tetangganya
di usianya yang akan menginjak dua puluh tahunan itu dia belum sama sekali memikirkan untuk kepentingin pribadinya.
__ADS_1
baginya kebahagiaan dan kesehatan neneknya yang utama.