
Sementara itu doni yang sudah sampai di rumah temannya Ahsan
mereka kini tengah sibuk membahas masalah proyek pembuatan mall yang akan di bangun di desanya Almira
kebetulan doni dengan Ahsan satu tim dalam proyek tersebut.
gimana kabar ibu loe,,?
tanya doni di sela membahas masalah proyek mereka.
doni malah mengalihkan pembicaraan mengenai ibunya Ahsan
kebetulan ibunya Ahsan sedang di rawat di rumah sakit karena tekanan darah tinggi.
Alhamdulillah ibu sedikit membaik
mungkin dua hari lagi ibu di perbolehkan pulang
jawab Ahsan.
"oh syukurlah balas doni"
perasaan dari jam empat sore kamu bilang sudah masuk ke desaku
tapi kok mahgrib baru nyampek
masa ya butuh tiga jam baru kamu nongol
tanya Ahsan sedikit curiga
anu,,,tadi...ucap doni tertahan
karena tiba-tiba Tania adeknya Ahsan
bertiak histeris karena mendapati doni
yang ada di dalam rumahnya
maklum saja Tania sangat menyukai doni
si muka datar tapi tampang oke.
kak doniiiiiii.....suara cempreng tania
__ADS_1
membuat kedua pria tampan tersebut menoleh,seketika Ahsan jadi jengah sendiri melihat kelakuan adeknya yang kecentilan
sementara doni sendiri langsung memasang muka datarnya tanpa ekspresi.
sebelum tubuh tania mendekat ke doni
sontak saja doni bangun dari duduknya
dan pamit seketika
tanpa menghiraukan keberadaan tania.
tania langsung membisu di tempatnya
sambil matanya tak lepas melihat punggung kekar doni yang melenggang begitu saja tanpa menyapa dirinya
dalam hatinya terasa ngilu
nafasnya pun turun naik tak teratur
karena menahan rasa kekesalannya.
kakinya di hentakkan ke lantai lalu berlari masuk ke kamarnya dan menutupnya secara kasar tanpa menghiraukan panggilan dari kakaknya.
saat makan malam berlangsung
pa,,sebaiknya kita jodohkan saja Riki sama anak kolega papa
mama tidak mau dia menyukai si mira itu
apa kata teman-teman arisan mama jika anak kita satu-satunya mendapatkan pasangan yang tidak sebanding dengan kita
ucap bu wanda dengan sinisnya.
mama sadar tidak dengan ucapan mama barusan,dulu sebelum kita sukses seperti sekarang ini,kehidupan kita juga tidak jauh beda dari keluarga mira.
mama juga sebagai sesama wanita harusnya punya rasa empati
apalagi mira anak yatim piatu
anaknya juga baik tidak pernah neko-neko seperti anak yang lain seusianya.
apa sebenarnya yang membuat hati mama begitu membenci kehadiran mira,,?
__ADS_1
bu wanda hanya diam sembari cuek memasukkan potongan buah satu persatu ke dalam mulutnya.
tidak menanggapi ucapan suaminya
seolah angin berlalu.
hal itu membuat pak wira menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya
yang selalu menguji kesabarannya.
tapi tidak dapat berbuat banyak.
Assalamu'alaikum mah pah
seru Riki begitu masuk dan langsung bergabung dengan kedua orang tuanya di meja makan.
Wa'alaikum salam,,jawab pak wira
dan ibu wanda berbarengan.
bagaimana pertemuan kamu dengan pak Bambang,,? tanya pak wira
Alhamdulilah lancar pa,,,sesuai kesepakan kita jawab Riki.
kamu sudah makan belum nak
sini mama ambilkan
kata ibu wanda sembari mengambil piring
dan mengisinya nasi sama sayur dan lauknya
dikit aj ma soalnya tadi Riki sempat mencicipi makanan di kafe.
ucapnya sembari menerima piring dari mamanya.
oh ya nak,,,besok malam kita ada pertemuan dengan kolega papa mu dan anak gadisnya
kamu harus ikut.
kata ibu wanda tanpa mau di bantah
membuat doni dan pak wira saling pandang tanpa bersuara
__ADS_1
hanya gelengan kepala yang terlihat dari keduanya.