
"Maaf tuan,,,nyonya,,di ruang tamu sudah ada yang menunggu aden dirga"
"astaga,,,gara- gara membahas masalah dirga kita jadi lupa sama tamunya
sudah sana nak,,kamu temuin dulu tamunya"
"mama saja lah, nanti dirga menyusul
dirga mau ke kamar sebentar."
"tidak boleh begitu dong sayang
jangan membuat tamu lama menunggu
ayo cepat temui dulu sana.."
dengan malas dirga akhirnya melangkahkan kakinya ke ruangan lain, dimana tempat tamuny.
begitu sampai di ruang tamu,,dirga membeku di tempatnya.
karena terkejut dengan tamu yang tak di undang itu.
"kamu..."
"sayang....kenapa kamu tidak pernah mengangkat telpon ku
bahkan wa pun kamu blokir.."
ucap manja wanita tersebut sambil mendekat hendak memeluk dirga.
"stop..jangan mendekat,,dan jangan pernah memanggil ku sayang,,,karena kamu bukan siapa-siapa ku,,paham.."
tegas dirga sambil mendur beberapa langkah
"kamu tega yank hiks...." tangis wanita tersebut pun pecah,,setelah kamu puas menjamah tubuhku,,dengan seenaknya kamu pergi begitu saja,,tanpa ada rasa tanggung jawabmu.hikss..."ðŸ˜ðŸ˜
wanita tersebut meraung sambil mengacak-acak rambutnya bak orang prustasi.
__ADS_1
sampai terdengar ke ruang keluarga
papa dan mama dirga terkejut mendengar suara wanita menangis histeris
"pah,, ada apa dengan mereka??
ayo pah,,kita samperin mereka,, mama takut terjadi sesuatu pah, ,ayo pah,,?
"sudahlah ma,,,dirga itu sudah dewasa,,,biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri,,papa yakin ko anak kita bisa menanganinya.
sebaiknya mama tenangkan diri
serahkan semuanya sama putra kita."
"bagaimana mama bisa tenang pah,,coba papa dengar suara tangisan itu,,?emang papa tidak merasa penasaran gitu apa yang sedang terjadi sama mereka.."?
"bukannya papa tidak penasaran mah,tapi papa yakin kalau putra kita sangat bijak.
papa yakin jika wanita tersebut pergaulannya tidak baik.
"papa tau dari mana jika wanita tersebut tidak benar.."?
"mama lupa ya kalau papa ini psikolog hmm.."
"ah ya,,ya,,kok mama bisa lupa hehe
papa emang suami yang ter the best.."
seru sang mama sambil mengacungkan kedua jempolnya,,sambil tersenyum manis.
sementara di ruang tamu
wanita tersebut tidak hentinya mengeluarkan air mata pilunya
seperti korban yang teraniaya.
sedangkan dirga menanggapinya dengan santai seperti di pantai
__ADS_1
sambil matanya tidak berpindah posisi dari gerak gerik wanita tersebut.
setelah lelah meraung dan matanya terasa membengkak,,,wanita tersebut pun perlahan menghentikan tangisnya
sambil tangannya berusaha menggapai badan dirga.
tapi dirga makin menjauh dan menatap wanita tersebut dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.
"sudah.."?
ucap dirga dengan muka datar nya.
"dirga kamu...."
"apa,,?
kamu kalau main ekting jangan di hadapanku
karena aku tau mana yang real dan hoax.."
tegas dirga dengan senyum miringnya.
"kurang ajar,,,jadi dia tau kalau gue mengeluarkan mata palsu gue,,,belajar dari mana dia tentang ekspresi seseorang.
tapi gue tidak boleh menyerah,,gue harus dapetin si dirga sialan ini
biar janin gue ini ada papanya"
batin wanita tersebut
"kenapa kamu diam sarah..?
apa kamu sedang merencanakan sesuatu yang lebih licik lagi hmmm..?
kamu pikir aku mau menyerahkan diri dengan suka rela kepada wanita ular seperti dirimu ini hah,, ? kamu sala besar sarah."
"jangan coba- coba bermain dengan DIRGA DININGRAT,, jika kamu tidak ingin kena masalah besar,,,atau keluarga mu yang akan jadi taruhannya." ancam dirga.
__ADS_1