
Setelah Almira mengelap neneknya
Almira juga mengolesi neneknya dengan handbody,supaya neneknya wangi
abis itu mengganti pakaian neneknya
menyisir rambut neneknya,,serta mengikatnya
setelahnya menutupi kepala neneknya dengan jilbab,,,karena neneknya biasa memakai jilbab yang hanya sebatas bawah dadanya.
abis itu Almira mulai beberes,, mengemasi barang-barang bawaannya selama di puskesmas.
infus nya tinggal sedikit lagi nek
mira ke ruangan dokter dulu ya
kata mira sambil berlalu keluar dari ruangan neneknya.
nenek Dijah menjawab hanya dengan anggukan kepala saja.
Almira melangkah menuju tempat pembayaran biaya rawap inap neneknya.
mba,,saya mau membayar biaya rawat inap nenek saya
kata Almira ke perawat tersebut.
siapa nama pasien nya?
tanya sang perawat
nenek Dijah
jawab Almira
perawat tersebut langsung mengecek melalui laptop.
pasien atas nama Dijah sudah di lunasi
seru perawat tersebut
sudah di lunasi monolog Almira
ya sudah di lunasi semua
jawab perawat lagi
saya belum membayar kok
lalu siapa yang melunasi nya?
dokter dirga
jawab perawat itu singkat
dokter dirga,,,beo Almira
ya,,,pak dokter dirga yang melunasi nya barusan,,,katanya pasien atas nama Dijah itu kerabatnya,,
__ADS_1
kalau begitu terimasih ya suster
ya sama-sama,,jawab suster tersebut
Almira pun melangkah mencari ruangan dokter dirga.
setelah ketemu Almira langsung mengetuknya.
setelah terdengar nada sahutan dari dalam
Almira lantas membuka gagang pintu tersebut dengan pelan.
begitu pintu terbuka,,,Almira langsung menyapa,,,pagi dokter
sapa Almira
pagi juga,,jawab dokter dirga
silahkan duduk
Almira mengangguk langsung mendudukkan bokongnya di kursi.
apa benar pak dokter yang membayar biaya inap nenek?
tanya Almira to the point
jawaban dokter dirga hanya mengangguk
sambil menyunggingkan senyum
kenapa dokter yang membayarnya
saya tidak ingin berhutang
coba berapa biayanya, akan saya lunasi
ucap Almira sambil menatap lekat dokter di depannya.
kamu jangan menganggap itu sebagai hutang
saya ikhlas membantu nenekmu.
seru dokter dirga
tapi dok...
udah jangan ada tapi-tapian lagi
mulai sekang,,kamu jangan menganggap saya orang lain lagi
anggap saya sebagai bagian dari keluargamu
titah sang dokter
membuat Almira terharu
dan bersyukur, karena meskipun hidupnya penuh dengan kekurangan,tapu masih banyak yang peduli kepadanya.
__ADS_1
terimakasih dokter,,ucap lirih Almira
hmmm,,,
deheman dari dokter dirga membuat kepala Almira terangkat dan menatap langsung sang dokter.
oh,,ya dokter,,saya kesini juga mau memberi tahu dokter kalau infus nenek mau abis
tolong di cabut saja,,agar kami bisa langsung pulang.
ya sudah nanti saya suruh perawat yang mencabutnya.
lalu kamu pulang pakai apa?
kami pakai angkot dokter
angkot,,beo dokter dirga
Almira lantas menganggukkan kepalanya.
ya sudah nanti saya yang mengantar kalian
seru dokter tampan tersebut
Almira melongo mendengar ucapan dokter
pak dokter yang mengantar kami,,
ulang Almira
hmmm..
ah tidak usah dokter
kami naik angkot saja,,
saya tidak ingin merepotkan pak dokter
pak dokter sudah banyak membantu saya
saya tidak ingin punya hutang budi yang terlalu banyak.
jawaban Almira membuat dokter jadi terkekeh sendiri
dia merasa lucu melihat kepolosan Almira
kenapa dokter tertawa?
emang ada yang lucu?
cicit Almira sambil mengerucutkan bibir indahnya.
hal itu malah membuat dokter dirga jadi gemes melihatnya.
sudah ayok kita temuin nenek kamu
abis itu saya antar kalian pulang
__ADS_1
tidak ada penolakan
kata dokter sambil bangun dari tempat duduknya lalu di ikuti Almira keluar dari ruangan sang dokter.