Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
kepedulian dokter dirga


__ADS_3

Setelah Almira mengelap neneknya


Almira juga mengolesi neneknya dengan handbody,supaya neneknya wangi


abis itu mengganti pakaian neneknya


menyisir rambut neneknya,,serta mengikatnya


setelahnya menutupi kepala neneknya dengan jilbab,,,karena neneknya biasa memakai jilbab yang hanya sebatas bawah dadanya.


abis itu Almira mulai beberes,, mengemasi barang-barang bawaannya selama di puskesmas.


infus nya tinggal sedikit lagi nek


mira ke ruangan dokter dulu ya


kata mira sambil berlalu keluar dari ruangan neneknya.


nenek Dijah menjawab hanya dengan anggukan kepala saja.


Almira melangkah menuju tempat pembayaran biaya rawap inap neneknya.


mba,,saya mau membayar biaya rawat inap nenek saya


kata Almira ke perawat tersebut.


siapa nama pasien nya?


tanya sang perawat


nenek Dijah


jawab Almira


perawat tersebut langsung mengecek melalui laptop.


pasien atas nama Dijah sudah di lunasi


seru perawat tersebut


sudah di lunasi monolog Almira


ya sudah di lunasi semua


jawab perawat lagi


saya belum membayar kok


lalu siapa yang melunasi nya?


dokter dirga


jawab perawat itu singkat


dokter dirga,,,beo Almira


ya,,,pak dokter dirga yang melunasi nya barusan,,,katanya pasien atas nama Dijah itu kerabatnya,,

__ADS_1


kalau begitu terimasih ya suster


ya sama-sama,,jawab suster tersebut


Almira pun melangkah mencari ruangan dokter dirga.


setelah ketemu Almira langsung mengetuknya.


setelah terdengar nada sahutan dari dalam


Almira lantas membuka gagang pintu tersebut dengan pelan.


begitu pintu terbuka,,,Almira langsung menyapa,,,pagi dokter


sapa Almira


pagi juga,,jawab dokter dirga


silahkan duduk


Almira mengangguk langsung mendudukkan bokongnya di kursi.


apa benar pak dokter yang membayar biaya inap nenek?


tanya Almira to the point


jawaban dokter dirga hanya mengangguk


sambil menyunggingkan senyum


kenapa dokter yang membayarnya


saya tidak ingin berhutang


coba berapa biayanya, akan saya lunasi


ucap Almira sambil menatap lekat dokter di depannya.


kamu jangan menganggap itu sebagai hutang


saya ikhlas membantu nenekmu.


seru dokter dirga


tapi dok...


udah jangan ada tapi-tapian lagi


mulai sekang,,kamu jangan menganggap saya orang lain lagi


anggap saya sebagai bagian dari keluargamu


titah sang dokter


membuat Almira terharu


dan bersyukur, karena meskipun hidupnya penuh dengan kekurangan,tapu masih banyak yang peduli kepadanya.

__ADS_1


terimakasih dokter,,ucap lirih Almira


hmmm,,,


deheman dari dokter dirga membuat kepala Almira terangkat dan menatap langsung sang dokter.


oh,,ya dokter,,saya kesini juga mau memberi tahu dokter kalau infus nenek mau abis


tolong di cabut saja,,agar kami bisa langsung pulang.


ya sudah nanti saya suruh perawat yang mencabutnya.


lalu kamu pulang pakai apa?


kami pakai angkot dokter


angkot,,beo dokter dirga


Almira lantas menganggukkan kepalanya.


ya sudah nanti saya yang mengantar kalian


seru dokter tampan tersebut


Almira melongo mendengar ucapan dokter


pak dokter yang mengantar kami,,


ulang Almira


hmmm..


ah tidak usah dokter


kami naik angkot saja,,


saya tidak ingin merepotkan pak dokter


pak dokter sudah banyak membantu saya


saya tidak ingin punya hutang budi yang terlalu banyak.


jawaban Almira membuat dokter jadi terkekeh sendiri


dia merasa lucu melihat kepolosan Almira


kenapa dokter tertawa?


emang ada yang lucu?


cicit Almira sambil mengerucutkan bibir indahnya.


hal itu malah membuat dokter dirga jadi gemes melihatnya.


sudah ayok kita temuin nenek kamu


abis itu saya antar kalian pulang

__ADS_1


tidak ada penolakan


kata dokter sambil bangun dari tempat duduknya lalu di ikuti Almira keluar dari ruangan sang dokter.


__ADS_2