
Setelah kepergian lelaki yang menabraknya
dewi membuang nafas berasnya
sambil mengusap dadanya karena sempat tersulut emosi.
"makanya jangan suka ngambekan,jadi ketabrak kan."seru aditia
"abisnya kamu bikin aku kesel terus."
sela dewi sambil cemberut.
"ya sudah ayo kita cari kontrakan duly,,biar kamu bisa istrihat,,,nanti keburu sore ho"
"tapi aku tidak punya uang" jawab dewi memelas.
"jangan bahas uang terus,,nanti biar aku yang tanggung semuanya."
"ya tuhan benarkah."
sumringah dewi sambil matanya berbinar.
"hem.!!"
jawab aditia singkat.
"tidak ada kata lain apa,,cuma jawab hem,,hem terus,"dumel dewi pelan
tapi masih bisa di dengar oleh aditia
hingga membuat aditia tersenyum devil.
"ayo kamu mau aku bantu atau tidak?"
"ya,,ya bawel ish.."
keduanya pun berlalu dari tempat mereka semula,menuju parkiran tempat Aditia menaruh mobilnya,,
begitu dekat dengan kendaraannya Aditia membuka pintu untuk dewi dan menyuruhnya masuk.
"ya tuhan ternyata dia bukan orang sembarangan,,buktinya dia punya mobil
semoga dia lelaki yang baik-baik."
batin dewi.
"malah bengong,,ayo masuk"
"eh,,ya terimakasih"
"hem.."
setelah keduanya masuk ke dalam mobil
Aditia pun melajukan kendaraannya untuk mencari kontrakan,
***
di tempat lain..
di sebuah butik,di mana Almira bekerja
sejak dia menginjakkan kakinya masuk di dalam butik tersebut,,dia di kagetkan dengan tiga karyawan butik tersebut,,di mana ketiganya menghormati Almira layaknya seorang atasan.
selamat datang ibu Almira,,perkenalkan nama sama susi,,,saya santi,,dan saya sisil bu
ucapnya satu persatu memperkenalkan diri mereka,,membuat Almira bingung sampai dia susah mencerna semuanya.
"sebenarnya apa yang terjadi?"lirihnya
membuat ketiga karyawan tersebut saling pandang,dan salah satu dari mereka mengeluarkan suara.
"kenapa bu Almira?
ko sepertinya ibu seperti orang bingung?
tanya santi.
"bagaimana saya tidak bingung
saya di sini karyawan baru
tapi kalian malah memperlakukan saya seperti seorang atasan kalian.
kalian juga memanggil saya ibu
padahal saya belum menikah dan usia saya tidak jauh beda sama kalian"
jawab Almira.
"maaf jika perlakuan kami membuat ibu jadi bingung.
tapi kami di suruh sama pak doni untuk menyambut ibu dengan baik,,dan kami juga di suruh jangan memanggil nama saja,,tapi harus dengan sebutan ibu Almira"
sela sisil.
"doni?" beo Almira
__ADS_1
di jawab anggukan dengan serempak oleh ketiga karyawan tersebut.
Almira terkesiap begitu nama doni di sebut.
dengan spontan Almira segera merogoh tasnya dan mengambil ponselnya.
membuka layar pipihnya dan mencari kontak
doni,,,begitu ketemu Almira langsung menghubunginya,
begitu telpon tersambung,,di sebrang sana langsung mengangkatnya.
"hallo mira"
"ya hallo kak doni
Assalamu'alikum"
"Wa'alaikum salam
ada apa mira?
"begini kak,,maaf sebelumnya mira mengganggu kakak"
"ya mira katakan,,ada perlu apa?"
"apa tempat mira bekerja ini butiknya kakak?"
"maksudnya?"
"aduh,,,gimana cara jelasinnya ya?"
lirih mira bingung sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"sebenarnya apa yang terjadi di tempat kerjamu?
apa ketiga karyawan itu memperlakukan mu buruk?"
tanya doni di seberang sana.
"bu,,bukan begitu kak doni"
"lalu?"
"mira mau tanya,,kak doni jawab jujur
apa kak doni dan ibu yuyun sengaja merencanakan ini semua,, apa butik yang besar ini punya kak doni?"
doni yang mendengar pertanyaan Almira terkejut,dan hening beberapa saat.
"ah ya mira,gue masih di sini"
Almira mengernyit,,"kak doni ini sangat aneh,,tadi dia bilang aku kamu,,,sekarang malah gue loe lagi,,ah tapi biarin aja lah,, suka-suka dia"
batin Almira.
"memangnya kalau gue jawab jujur,,loe tidak marah kan?"
"kenapa harus marah?"
"ok gue akan jujur,,dengerin gue baik-baik
dan jangan coba menyelanya.
butik itu awalnya milik sahabat gue
kebetulan lokasinya juga berada di tempat tinggal loe,,gue kagak mau melihat loe di hina oleh orang lain,,gue ingin membahagiakan loe sama nenek loe mira.
"jadi gue beli lah butik itu khusus buat loe kelola,,hasilnya pun untuk loe juga
loe kembangin lah bakat loe yang terpendam. untuk menjadi wanita tangguh dan pantang menyerah,,gue yakin loe bisa membuat butik itu berkembang lebih pesat lagi."
"jadi butik ini mira yang kelola gitu?"
"yap,,betul sekali"
"kak doni yakin gitu sama mira?"
"kalau gue tidak yakin,mana mungkin gue menyukai loe mira!!!"
Almira mematung mendengar kata-kata dari doni
"ya allah,,apakah ini akhir dari penderitaan hamba,?apakah kak doni juga engkau takdirkan untuk hamba?"
suara hati Almira.
"mira..!!!
apa kamu masih di sana?"
"ah i..iya kak
terimakasih sudah mempercayakan ini kepada mira.
mira tidak tau lagi bagaimana cara membalas jasanya kak doni."
"loe cukup balas perasaan gue saja sudah lebih dari cukup mira"
__ADS_1
sahut doni sambil melebarkan senyumnya.
sementara Almira sendiri membisu mendapat jawaban telak dari doni.
"ya sudah jangan di buat pusing dengan omongan gue,,loe bersiap lah untuk menjadi
ibu bos dari ketiga karyawan loe hehe."
tawa doni sambil candaannya.
"ish kak doni apaan sih
ya sudah mira kerja dulu ya kak
kak doni juga semangat kerjanya
Assalamu'alikum."
"pastinya dong,,semangat 45 hehe.
ya Wa'alaikum salam."
obrolan pun berakhir dengan senyum simpul dari keduanya.
begitu selesai,Almira dan ketiga karyawannya mulai untuk melakukan aktifitasnya.
dan menyesuaikan dirinya sebagai seorang atasan.
sore pun menjelang,,,setelah melayani para pembeli yang datang silih berganti dan juga melayani pesanan onlinenya.
Almira dan ketiga karyawannya bersiap-siap untuk pulang.
begitu keluar dari pintu butik,,Almira langsung di sambut oleh anaknya ibu yuyun
yang masih setia di atas motornya.
"ayo mira naiklah,,,kita bareng pulangnya"
seru anak bu yuyun.
"loh,,,ko bisa ya kita barengan keluar
memangnya kak yuni kerja di toko mana?"
tanya mira dengan tingkat keponya.
"itu di toko swalayan" jawab anak bu yuyun
"oh,,pantas saja kita searah hehe"
jawabnya nyengir.
"sudah ayo naik,,nanti pas hari libur,,aku akan ajarin kamu belajar bawa motor."
"benarkah?"
"ya"
"ya allah,,,terimakasih ya kak yuni."
"ya sama-sama."
mereka pun naik motor boncengan menuju rumah.
"bagaimana kerjaannya?
lancar ya?
"Alhamdulillah lancar kak"
"syukurlah semoga kamu betah"
"bagaimana tidak betah,,,orang aku yang jadi bosnya" batin Almira.
setelah beberapa menit di atas motor
sampailah mereka di depan rumahnya Almira
dan di kaget kan dengan mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
"sudah sampai mira"
seru anak bu yuyun
"ah ya kak,,,terimakasih ya atas tumpangannya
"ya mira sama-sama"
"kak yuni tidak mampir dulu?"
"ah tidak usah mira
aku langsung pulang saja
sepertinya ada tamu itu,,aku pamit ya Assalamu'alikum.."
"ya kak Wa'alaikum salam."
__ADS_1