Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
butik untuk Almira


__ADS_3

Setelah kepergian lelaki yang menabraknya


dewi membuang nafas berasnya


sambil mengusap dadanya karena sempat tersulut emosi.


"makanya jangan suka ngambekan,jadi ketabrak kan."seru aditia


"abisnya kamu bikin aku kesel terus."


sela dewi sambil cemberut.


"ya sudah ayo kita cari kontrakan duly,,biar kamu bisa istrihat,,,nanti keburu sore ho"


"tapi aku tidak punya uang" jawab dewi memelas.


"jangan bahas uang terus,,nanti biar aku yang tanggung semuanya."


"ya tuhan benarkah."


sumringah dewi sambil matanya berbinar.


"hem.!!"


jawab aditia singkat.


"tidak ada kata lain apa,,cuma jawab hem,,hem terus,"dumel dewi pelan


tapi masih bisa di dengar oleh aditia


hingga membuat aditia tersenyum devil.


"ayo kamu mau aku bantu atau tidak?"


"ya,,ya bawel ish.."


keduanya pun berlalu dari tempat mereka semula,menuju parkiran tempat Aditia menaruh mobilnya,,


begitu dekat dengan kendaraannya Aditia membuka pintu untuk dewi dan menyuruhnya masuk.


"ya tuhan ternyata dia bukan orang sembarangan,,buktinya dia punya mobil


semoga dia lelaki yang baik-baik."


batin dewi.


"malah bengong,,ayo masuk"


"eh,,ya terimakasih"


"hem.."


setelah keduanya masuk ke dalam mobil


Aditia pun melajukan kendaraannya untuk mencari kontrakan,


***


di tempat lain..


di sebuah butik,di mana Almira bekerja


sejak dia menginjakkan kakinya masuk di dalam butik tersebut,,dia di kagetkan dengan tiga karyawan butik tersebut,,di mana ketiganya menghormati Almira layaknya seorang atasan.


selamat datang ibu Almira,,perkenalkan nama sama susi,,,saya santi,,dan saya sisil bu


ucapnya satu persatu memperkenalkan diri mereka,,membuat Almira bingung sampai dia susah mencerna semuanya.


"sebenarnya apa yang terjadi?"lirihnya


membuat ketiga karyawan tersebut saling pandang,dan salah satu dari mereka mengeluarkan suara.


"kenapa bu Almira?


ko sepertinya ibu seperti orang bingung?


tanya santi.


"bagaimana saya tidak bingung


saya di sini karyawan baru


tapi kalian malah memperlakukan saya seperti seorang atasan kalian.


kalian juga memanggil saya ibu


padahal saya belum menikah dan usia saya tidak jauh beda sama kalian"


jawab Almira.


"maaf jika perlakuan kami membuat ibu jadi bingung.


tapi kami di suruh sama pak doni untuk menyambut ibu dengan baik,,dan kami juga di suruh jangan memanggil nama saja,,tapi harus dengan sebutan ibu Almira"


sela sisil.


"doni?" beo Almira

__ADS_1


di jawab anggukan dengan serempak oleh ketiga karyawan tersebut.


Almira terkesiap begitu nama doni di sebut.


dengan spontan Almira segera merogoh tasnya dan mengambil ponselnya.


membuka layar pipihnya dan mencari kontak


doni,,,begitu ketemu Almira langsung menghubunginya,


begitu telpon tersambung,,di sebrang sana langsung mengangkatnya.


"hallo mira"


"ya hallo kak doni


Assalamu'alikum"


"Wa'alaikum salam


ada apa mira?


"begini kak,,maaf sebelumnya mira mengganggu kakak"


"ya mira katakan,,ada perlu apa?"


"apa tempat mira bekerja ini butiknya kakak?"


"maksudnya?"


"aduh,,,gimana cara jelasinnya ya?"


lirih mira bingung sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"sebenarnya apa yang terjadi di tempat kerjamu?


apa ketiga karyawan itu memperlakukan mu buruk?"


tanya doni di seberang sana.


"bu,,bukan begitu kak doni"


"lalu?"


"mira mau tanya,,kak doni jawab jujur


apa kak doni dan ibu yuyun sengaja merencanakan ini semua,, apa butik yang besar ini punya kak doni?"


doni yang mendengar pertanyaan Almira terkejut,dan hening beberapa saat.


"ah ya mira,gue masih di sini"


Almira mengernyit,,"kak doni ini sangat aneh,,tadi dia bilang aku kamu,,,sekarang malah gue loe lagi,,ah tapi biarin aja lah,, suka-suka dia"


batin Almira.


"memangnya kalau gue jawab jujur,,loe tidak marah kan?"


"kenapa harus marah?"


"ok gue akan jujur,,dengerin gue baik-baik


dan jangan coba menyelanya.


butik itu awalnya milik sahabat gue


kebetulan lokasinya juga berada di tempat tinggal loe,,gue kagak mau melihat loe di hina oleh orang lain,,gue ingin membahagiakan loe sama nenek loe mira.


"jadi gue beli lah butik itu khusus buat loe kelola,,hasilnya pun untuk loe juga


loe kembangin lah bakat loe yang terpendam. untuk menjadi wanita tangguh dan pantang menyerah,,gue yakin loe bisa membuat butik itu berkembang lebih pesat lagi."


"jadi butik ini mira yang kelola gitu?"


"yap,,betul sekali"


"kak doni yakin gitu sama mira?"


"kalau gue tidak yakin,mana mungkin gue menyukai loe mira!!!"


Almira mematung mendengar kata-kata dari doni


"ya allah,,apakah ini akhir dari penderitaan hamba,?apakah kak doni juga engkau takdirkan untuk hamba?"


suara hati Almira.


"mira..!!!


apa kamu masih di sana?"


"ah i..iya kak


terimakasih sudah mempercayakan ini kepada mira.


mira tidak tau lagi bagaimana cara membalas jasanya kak doni."


"loe cukup balas perasaan gue saja sudah lebih dari cukup mira"

__ADS_1


sahut doni sambil melebarkan senyumnya.


sementara Almira sendiri membisu mendapat jawaban telak dari doni.


"ya sudah jangan di buat pusing dengan omongan gue,,loe bersiap lah untuk menjadi


ibu bos dari ketiga karyawan loe hehe."


tawa doni sambil candaannya.


"ish kak doni apaan sih


ya sudah mira kerja dulu ya kak


kak doni juga semangat kerjanya


Assalamu'alikum."


"pastinya dong,,semangat 45 hehe.


ya Wa'alaikum salam."


obrolan pun berakhir dengan senyum simpul dari keduanya.


begitu selesai,Almira dan ketiga karyawannya mulai untuk melakukan aktifitasnya.


dan menyesuaikan dirinya sebagai seorang atasan.


sore pun menjelang,,,setelah melayani para pembeli yang datang silih berganti dan juga melayani pesanan onlinenya.


Almira dan ketiga karyawannya bersiap-siap untuk pulang.


begitu keluar dari pintu butik,,Almira langsung di sambut oleh anaknya ibu yuyun


yang masih setia di atas motornya.


"ayo mira naiklah,,,kita bareng pulangnya"


seru anak bu yuyun.


"loh,,,ko bisa ya kita barengan keluar


memangnya kak yuni kerja di toko mana?"


tanya mira dengan tingkat keponya.


"itu di toko swalayan" jawab anak bu yuyun


"oh,,pantas saja kita searah hehe"


jawabnya nyengir.


"sudah ayo naik,,nanti pas hari libur,,aku akan ajarin kamu belajar bawa motor."


"benarkah?"


"ya"


"ya allah,,,terimakasih ya kak yuni."


"ya sama-sama."


mereka pun naik motor boncengan menuju rumah.


"bagaimana kerjaannya?


lancar ya?


"Alhamdulillah lancar kak"


"syukurlah semoga kamu betah"


"bagaimana tidak betah,,,orang aku yang jadi bosnya" batin Almira.


setelah beberapa menit di atas motor


sampailah mereka di depan rumahnya Almira


dan di kaget kan dengan mobil yang terparkir di halaman rumahnya.


"sudah sampai mira"


seru anak bu yuyun


"ah ya kak,,,terimakasih ya atas tumpangannya


"ya mira sama-sama"


"kak yuni tidak mampir dulu?"


"ah tidak usah mira


aku langsung pulang saja


sepertinya ada tamu itu,,aku pamit ya Assalamu'alikum.."


"ya kak Wa'alaikum salam."

__ADS_1


__ADS_2