
"Oh ya,,,ibu yuyun ada keperluan apa datang kemari?"
tanya Almira,,,sengaja mengalihkan pembicaraan,,,supaya tetangganya tidak banyak bicara ke hal pribadinya
karena ada doni yang bersamanya.
"ehh,,sampai lupa ya dengan tujuan awal saya,
begini neng mira,,bos anak ibu katanya sudah menyetujui jika neng mira bisa ikut bekerja di tokonya,mulai besok neng mira bisa langsung bekerja,,besok neng bisa berangkat bereng dengan anak ibu ya."
"Alhamdulillah ya allah,,"ucap Almira dengan rasa syukurnya.
"terimakasih ya bu atas bantuannya."
"ya neng sama-sama."
"ehm.."
"eh,,kak doni,,,ada apa kak?
kak doni mau minum air putih ya
sebentar mira ambilkan"
serunya sambil berlalu masuk.
sedangkan doni menghembuskan nafas beratnya,dan menatap ibu yuyun dengan ekspresi datarnya.
"sebelumnya saya mau bertanya sama ibu?"
"boleh,,,nak doni mau tanya apa?
"apa ibu senang melihat mira bahagia?
"tentu saja ibu senang,,kenapa nak doni bertanya seperti itu?
"begini bu,,jika ibu bahagia melihat hidup mira berubah,tolong supaya ibu bisa bekerja sama dengan saya,bisa kan bu,,?"
"maksud nak doni?"
"begini bu,,saya sudah menyiapkan butik untuk mira kelola,,saya tidak mau melihat mira banting tulang sendirian
saya ingin membahagiakan dia bu"
"ya allah,,,sungguh mulia hatimu nak doni
ibu akan selalu mendukung niat baik mu nak doni,,,semoga kalian bisa berjodoh kelak"
"Aamiin"
jawab doni.
"sepertinya kalian serius banget ngobrolnya
malah kak doni sampai mengaminkan segala"
"ya neng,,ya sudah ibu pamut dulu ya nak"
"iya bu, jawab doni"
"oh ya,,bu besok pagi, mira saja yang datang ke rumah ibu,, biar mira berangkat dari sana saja ya."
"ah tidak usah neng,,,biar besok neng tungguin di sini saja,, kalau ke rumah ibu kan malah nanti muter lagi"
"ya deh bu,,,terserah ibu
mira ngikut saja lah."
setelah kepergian ibu yuyun,,kedua insan yang berbeda jenis itu saling membisu
dengan pikiran masing-masing.
"kak doni sudah makan?
pertanyaan dari Almira memecahkan keheningan.
"hmm,,sudah tadi di jalan"
jawab doni sambil mengangguk.
"makan ko di jalan"
__ADS_1
seloroh mira sambil melempar pandangan ke arah lain.
"maksudnya pas lagi di jalan tadi,,ketemu sama penjual nasi, lalu makan di situ juga uuhhh,,loe bikin gue gemes aj
untung loe sudah besar"
"emang kalau mira masih balita,,,kakak mau apa hayooo"
tantang Almira sambil mengerjakan mata lentiknya.
"loe menggoda gue hmm.."
"ichh,,,kak doni apaan sih
mira kan hanya menjawab pertanyaan kak doni saja
emang dasar kak doni nya aja yang ngeres"
"hehe,,,ya ngeres kalau di dekat loe"
"hmm,,,"deheman Almira sambil mengerucutkan bibirnya.
"mir.."panggil doni dengan muka seriusnya
"ya kak,,ada apa?"
"apa loe mau menerima gue sebagai kekasih loe?"
doni berkata dengan to the point
Almira langsung membisu,denga pertanyaan dari doni,,mau menjawab lidahnya terasa kelu.
kepalanya menunduk ,dengan meremas jari jemarinya.
"jika loe tidak bisa menjawabnya sekarang,, maka gue akan menunggu sampai loe siap
mira,,gue hanya ingin menjadi pelindung loe dan juga nenek loe mira.
gue tidak ingin melihat loe membanting tulang lagi,,gue siap membahagiakan loe."
"tolong mira,,,ijinkan gue menjadi penopang loe di saat suka dan duka loe
hati Almira terharu,,air mata nya lolos begitu saja tanpa bisa di hentikan.
sambil menghapus air matanya,,dia menatap doni dengan lekat,,mencari tahu apakah doni berkata dusta atau hanya merasa kasihan padanya.
doni yang di tatap pun menyunggingkan senyum sambil berharap jika perasaannya di balas oleh Almira.
"apa kak doni yakin dengan ucapan kak doni sendiri?
"memangnya muka gue ada tampang kebohongan hmmm.."
"mira tidak ingin di cintai hanya karena rasa kasihan semata,,,apa lagi dengan setatus mira yang jauh dari kata layak.
mira tidak mau jadi bahan olokan keluarganya kak doni"
"astaga mira,,,kenapa kamu berpikirin ke arah situ,,,kelurga gue hidup di zaman moderen bukan di zaman primitif yang hanya mementingkan kehormatan."
"coba nanti loe ketemu sama ibu gue,, loe pasti akan merasa nyaman,,,karena orangnya lembut,,seperti dodol hehe,,"
ucap doni cengengesan.
"ichh,,,kak doni bisa saja
masa orang tua di samain dengan dodol"
"bukan di samain,,,tetapi saking lembutnya seperti dodol yang manis dan legit hehehe.."
"memangnya kak doni suka dodol ya?"
"suka sih,, kalau dodol nya loe seru doni dengan sok gombal nya.
membuat Almira tersenyum dengan muka yang bersemu.
"jangan kebanyakan ngegombal,,sisain buat besok lagi
kalau kak doni kebanyakan gombalin mira
nanti muka mira meledak karena saking panasnya."
"hahaha.."tawa doni dengan lantangnya
__ADS_1
"husss,,,jangan kencang-kencang nanti kak doni ngompol di celana ho"
"ups,,,"doni langsung menutup mulutnya.
keseruan dua sejoli tersebut di hentikan dengan suara ponsel doni
dengan gerakan malas,doni mengangkat telpon tersebut.
belum juga doni memulai obrolannya,,keburu di seberang sana nyerocos duluan,,dengan suara cemprengnya.
membuat doni menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"abang,,,lagi di mana,,,katanya mau mentraktirku hari ini,,di tunggu ampe kering nih gigi,,,abang kagak nongol-nongol juga
awas aja jika abang ingkar dengan janjinya."
"Astaga loe bisa kagak ngomong tu pelan-pelan
loe kate gue budek apa hah.."
"abisan"
"makan tu manisan ampe loe di kerubungi semut"
"abisan bang,, bukan manisan
et dah"
"bodo ah" seru doni sambil mematikan telponnya sepihak.
"siapa itu yang telpon kak?"
"adek gue,,,semalam gue janjiin ngajak dia jalan hari ini,,,tapi gue lupa hehe.."
"astaga..kak doni ini sudah janji tapi main ingkar begitu saja,,
ya sudah kakak balik saja lah
nanti malah bikin adeknya kakak ngambek ho"
"biarin lah besok-besok kan bisa
asal jangan loe yang ngambek
bisa berabe gue"
"hem, mulai deh.."
belum juga pemanasan,main mulai aja
sela doni dengan muka cengengesannya.
membuat Almira merasa jengah sendiri dengan sikap narsis nya doni.
selang beberapa detik,neneknya Almira pun pulang dari acara syukuran tetangganya.
melihat ada tamu membuat nenek Dijah tersenyum dengan ramahnya
dengan mengucapkan salam.
dan di jawab oleh dua sejoli itu berbarengan.
"eh,,rupanya ada tamu ya
sudah lama datangnya nak doni?"
"tidak terlalu lama sih nek
paling beberapa menit yang lalu"
jawab doni,,sambil tangannya menyentuh tangan nenek Dijah untuk menciumnya.
"bagaimana keadaannya nenek?" sapa doni dengan sopan.
"Alhamdulillah nenek udah membaik nak"
"Syukurlah nek,,moga nenek sehat selalu
dan panjang umur."
"Aamiin"
__ADS_1