Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
kesehatan nenek


__ADS_3

tak berselang lama tangan nenek dijah mulai bergerak,,dan matanya pun mulai terbuka sedikit demi sedikit.


Almira yang melihat gerakan neneknya


mulai menegak kan punggungnya.


nenek sudah sadar?


Alhamdulillah ucap Almira merasa bersyukur


kita sedang di mana ini nak?


dan kenapa para tetangga juga ada dsini?


tanya nenek dijah dengan suara lemahnya.


ibu dijah lagi di puskesmas


tadi mira yang menemukan ibu pingsan di kamar mandi


jawab salah satu tetangga nenek dijah.


sebenarnya apa yang terjadi sama ibu


sampai ibu pingsan di kamar mandi?


tanya tetangga yang lainnya.


saya hanya terpeleset aj bu


jawab nenek dijah pelan.


kenapa nenek bisa terpeleset?


padahal kan mira sering menyikat lantainya setiap pagi,,seru Almira


nenek terpeleset bukan karena lantainya licin nak,,,mungkin karena nenek sudah tua,jadi jalan nenek tidak setabil lagi nak.


sahut lirih nenek dijah.


makanya mira sering melarang nenek supaya tidak banyak bergerak,,apalagi kecapean


mira takut nenek kenapa-napa


isak mira sambil merangkul neneknya.


hal itu membuat seisi ruangan tersebut jadi terharu,,,bahkan ibu-ibunya pada menitkkan air mata, karena mereka tau bagaimana kehidupan nenek dijah dan cucunya.

__ADS_1


tapi para terangga tidak bisa membatu lebih banyak


karena kehidupan mereka juga tidak jauh berbeda.


tidak berselang lama,,,para tetangga nenek dijah yang lainnya,pada datang bergiliran untuk menjenguknya,,


ada yang bawa makanan dan juga buah-buahan


sebagai buah tangan mereka.


yang sudah datang pun pada pulang bergiliran,,sambil memberikan uang seadanya untuk biaya berobat nenek dijah.


kadang ada yang ikutan nginap juga untuk menemani almira.


begitulah sampai hari kedua nenek dijah di rawat.


kebetulan di hari kedua ini dokter yang menangani nenek dijah yaitu dokter muda yang tampan itu, ,yang bernama dokter dirga.


dokter dirga mengetuk pintu sambil masuk


dan melangkah mendekati tempat bangsal nenek di rawat.


selamat pagi nek,,,


sapa dokter muda tersebut sambil menyunggingkan senyum


pagi juga dokter..


jawab nenek dijah


apa sudah ada perubahan?


apa tubuh nenek sudah merasa sehat?


Alhamdulillah saya sudah membaik dokter


apakah boleh hari ini saya pulang?


saya periksa dulu ya nek


saya mau cek tensi nenek dulu


jika di rasa normal,,nenek boleh pulang


jawab sang doker


sambil memeriksa nenek, mata sang dokter celingukan.

__ADS_1


yang di cari ternyata tidak ada


sang dokter pun lantas bertanya kepada nenek dijah


siapa yang menemani nenek di sini?


oh itu cucu saya mira,,,ada juga tetangga saya dokter jawab nenek dijah


oh saya kira tidak ada yang menjaga


seru dokter tersebut.


lalu pada kemana orangnya ko pada sepi?


cucu saya sedang mandi di musolla sebelah itu sekalian sholat sunnat pagi.


sementara tetangga saya sudah pulang barusan.


ucapan nenek dijah membuat sang dokter


tertegun.


ya allah,,sudah cantik,rajin ibadah pula


batin sang dokter.


setelah di rasa pemeriksaan sudah cukup sang dokter muda tersebut tersenyum


kepada nenek dijah


syukurlah kesehatan nenek sudah membaik


tensi nenek juga normal


nenek boleh pulang hari ini,, tapi tunggu infusnya habis dulu ya nek.


ya pak dokter terimakasih jawab nenek dijah.


sama-sama nek


nenek jangan merasa sungkan sama saya


jika butuh sesuatu nenek boleh kok meminta tolong sama saya.


ya allah sudah ganteng


pak dokter juga baik hati

__ADS_1


puji nenek dijah


sambil tersenyum.


__ADS_2