
tak berselang lama tangan nenek dijah mulai bergerak,,dan matanya pun mulai terbuka sedikit demi sedikit.
Almira yang melihat gerakan neneknya
mulai menegak kan punggungnya.
nenek sudah sadar?
Alhamdulillah ucap Almira merasa bersyukur
kita sedang di mana ini nak?
dan kenapa para tetangga juga ada dsini?
tanya nenek dijah dengan suara lemahnya.
ibu dijah lagi di puskesmas
tadi mira yang menemukan ibu pingsan di kamar mandi
jawab salah satu tetangga nenek dijah.
sebenarnya apa yang terjadi sama ibu
sampai ibu pingsan di kamar mandi?
tanya tetangga yang lainnya.
saya hanya terpeleset aj bu
jawab nenek dijah pelan.
kenapa nenek bisa terpeleset?
padahal kan mira sering menyikat lantainya setiap pagi,,seru Almira
nenek terpeleset bukan karena lantainya licin nak,,,mungkin karena nenek sudah tua,jadi jalan nenek tidak setabil lagi nak.
sahut lirih nenek dijah.
makanya mira sering melarang nenek supaya tidak banyak bergerak,,apalagi kecapean
mira takut nenek kenapa-napa
isak mira sambil merangkul neneknya.
hal itu membuat seisi ruangan tersebut jadi terharu,,,bahkan ibu-ibunya pada menitkkan air mata, karena mereka tau bagaimana kehidupan nenek dijah dan cucunya.
__ADS_1
tapi para terangga tidak bisa membatu lebih banyak
karena kehidupan mereka juga tidak jauh berbeda.
tidak berselang lama,,,para tetangga nenek dijah yang lainnya,pada datang bergiliran untuk menjenguknya,,
ada yang bawa makanan dan juga buah-buahan
sebagai buah tangan mereka.
yang sudah datang pun pada pulang bergiliran,,sambil memberikan uang seadanya untuk biaya berobat nenek dijah.
kadang ada yang ikutan nginap juga untuk menemani almira.
begitulah sampai hari kedua nenek dijah di rawat.
kebetulan di hari kedua ini dokter yang menangani nenek dijah yaitu dokter muda yang tampan itu, ,yang bernama dokter dirga.
dokter dirga mengetuk pintu sambil masuk
dan melangkah mendekati tempat bangsal nenek di rawat.
selamat pagi nek,,,
sapa dokter muda tersebut sambil menyunggingkan senyum
pagi juga dokter..
jawab nenek dijah
apa sudah ada perubahan?
apa tubuh nenek sudah merasa sehat?
Alhamdulillah saya sudah membaik dokter
apakah boleh hari ini saya pulang?
saya periksa dulu ya nek
saya mau cek tensi nenek dulu
jika di rasa normal,,nenek boleh pulang
jawab sang doker
sambil memeriksa nenek, mata sang dokter celingukan.
__ADS_1
yang di cari ternyata tidak ada
sang dokter pun lantas bertanya kepada nenek dijah
siapa yang menemani nenek di sini?
oh itu cucu saya mira,,,ada juga tetangga saya dokter jawab nenek dijah
oh saya kira tidak ada yang menjaga
seru dokter tersebut.
lalu pada kemana orangnya ko pada sepi?
cucu saya sedang mandi di musolla sebelah itu sekalian sholat sunnat pagi.
sementara tetangga saya sudah pulang barusan.
ucapan nenek dijah membuat sang dokter
tertegun.
ya allah,,sudah cantik,rajin ibadah pula
batin sang dokter.
setelah di rasa pemeriksaan sudah cukup sang dokter muda tersebut tersenyum
kepada nenek dijah
syukurlah kesehatan nenek sudah membaik
tensi nenek juga normal
nenek boleh pulang hari ini,, tapi tunggu infusnya habis dulu ya nek.
ya pak dokter terimakasih jawab nenek dijah.
sama-sama nek
nenek jangan merasa sungkan sama saya
jika butuh sesuatu nenek boleh kok meminta tolong sama saya.
ya allah sudah ganteng
pak dokter juga baik hati
__ADS_1
puji nenek dijah
sambil tersenyum.