
Setelah beberapa meter melangkahkan kakinya,tibalah Almira di sebuah taman
dia menyusuri arah pandangan untuk mencari kursi,terlihat sebuah kursi kosong di dekat air mancur,Almira langsung menuju kursi tersebut dan duduk
sambil melihat orang-orang yang pada sibuk dengan urusannya sendiri
Almira termenung sambil meletakkan tangan di dagunya.
ya allah,,,dimana saya mencari pekerjaan
kalau saya tidak bekerja,berarti tidak bisa beli obat buat nenek lagi
lirih Almira sambil menundukkan kepalanya.
kamu tidak perlu bekerja lagi mira
biaya nenek biar nanti aku yang tanggung
kak Riki,,seru Almira
kak Riki ko bisa ada di sini
memangnya kak Riki tidak bekerja?
aku tadi tidak sengaja liat kamu di sini
makanya aku ke sini
aku juga tau mama sudah memecat kamu
memecat saya beo almira?
ya mira,,maafkan mama ku ya
tapi aku tidak akan membiarkan kamu dan nenek kamu menderita lagi
biarkan aku yang bertanggung jawab akan kebutuhan dan biaya berobat nenek kamu
maaf kak Riki mira tidak ingin jadi beban buat kak riki
mira masih kuat untuk bekerja
mira tidak ingin di anggap sebagai pemeras
mira tidak ingin mendengar makian yang lebih menyakitkan lagi dari ibu wanda.
jangan bicara begitu mira
aku ikhlas membantu mu
__ADS_1
tolong mira,,terima bantuanku ini
terimakasih kak riki atas kepedulianmu
tapi maaf,,,mira tidak bisa menerimanya.
meskipun mira sama nenek hanya makan dengan lauk ikan asin dan sambel
tapi kami menikmatinya dengan lahap.
mulai sekarang jangan mendekati mira lagi kak,,,mira tidak ingin melihat ibu wanda marah dengan cacian kasarnya.
mira diam karena menghormati ibu wanda sebagai orang yang lebih tua.
mira mohon sekali lagi
tolong jauhi mira kak
bu wanda benar,,kalau kita tidak sederajat
kalau kak riki dekat dengan mira nanti kak riki ketularan melaratnya.
kamu ini ngomong apa sih mir
aku peduli sama kamu mira,, ,,aku tidak membelamu di hadapan mama, bukan berarti aku tidak peduli
tapi aku tidak ingin membentak mama
makanya aku hanya diam dan mengalah
tapi aku mohon ijinkankan aku membantumu atau paling tidak memberikan mu modal buat usaha di rumah, biar kamu ada pemasukan dan bisa beli obat nenek.
gimanana,,? kamu mau kan,?
maaf kak,,mira tidak bisa menerimanya
Riki menghembuskan nafasnya
rasanya dia tidak tau lagi bagaimana cara meyakinkan almira.
ya sudah jika kamu tidak memerlukan bantuanku untuk saat ini
ini kartu namaku mir
jika kamu butuh bantuan,,tinggal hubungi saja kapan pun kamu butuh bantuanku
aku siap membantumu.
ini peganglah kartunya,,,ini uang untuk beli obat nenek,,,ku harap kamu mau menerimanya,,,jangan menolaknya mir
__ADS_1
ku mohon terimalah.
Almira pun dengan terpaksa menerimanya
karena paksaan dari Riki
ya sudah kak,,,terimakasih
ucap mira sambil menerima amplop dari Riki
kalau begitu aku ke kantor dulu ya mira
jaga diri kamu baik-baik
dan salam untuk nenek
ucapan riki sambil berlalu dari hadapan almira.
Almira melihat kepergian riki sampai punggungnya tak terlihat
setelahnya Almira pun beranjak dari tempat duduknya.
saya ke apotik dulu beli obat nenek, setelah itu ke pasar lirih Almira.
sementara di sebuah gedung pencakar langit
di kota jakarta,,dalam sebuah ruangan rapat bulanan,sosok doni tidak fokus dalam mengikuti rapatnya,,,pikirannya entah kemana
kenapa dia tidak mengangkat tlp gue
apa dia sibuk bekerja sampai-sampai dia tidak sempat mengangkat panggilan dari gue
liat aj nanti gue bakal beliin loe toko sembako yang besar,biar loe tidak perlu repot-repot membanting tulang monolog doni
senggolan dari Ahsan membuat doni jadi terjingkit
kamu kenapa bengong gitu
kamu tidak dengar panggilan dari pak bos
kamu liat tu auranya
seakan mau memakan mu hidup-hidup
bisik Ahsan.
lalu doni pun mengalihkan pandangannya ke arah leon sang ceo.
terlihat sorot mata elang sang bos sangat mengkilat menahan amarahnya.
__ADS_1
mati gue,,batin doni
sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.