Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
jati diri dewi


__ADS_3

Dengan setia Aditia menemani dewi untuk menghabiskan makanannya,,dan sesekali pandangannya melihat danau yang di penuhi pengunjung,terkadang sekelebat bayangan Almira memenuhi isi pikirannya.


"demi membuat mu tenang dan hidup dengan ceria,,aku rela berkorban asal kamu bahagia mira" batin Aditia sambil menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


hal itu tidak luput dari pantauan dewi yang ada di sampingnya, sambil menyipitkan matanya dia melirik Aditia dan bertanya


"apa kamu punya masalah?"


tanya dewi sambil mengunyah sisa cemilannya.


"apa kamu sudah siap untuk menceritakan siapa jati dirimu dan apa masalah mu sampai kamu terdampar di desa ini?"


Aditia bukannya menjawab pertanyaan dari dewi,tetapi malah berbalik bertanya kepada dewi.


dewi tersenyum canggung dan dengan pelan mengangguk.


"baiklah akan aku ceritakan masalah ku


tapi ku harap kamu bisa membantuku


setidaknya berikan aku tumpangan untuk sementara,sampai aku bisa mencari uang dan bisa mengontrak sebuah rumah."


"hem.."


deheman Adita sambil mengangguk.


"aku adalah anak paling bontot dari tiga saudara,,kakak pertamaku seorang laki-laki


sudah menikah dari hasil perjodohan,dan mempunyai anak satu.


dan bekerja sebagai CEO di perusahaan keluarga ku."


"sedangkan kakak keduaku seorang perempuan,,belum menikah dan mengelola butiknya sendiri."


"sementara diriku,masih menyandang status mahasiswa semester akhir di fakultas kota x


kedua orang tuaku masih suka mengikuti perjodohan,tak ayal aku yang kena imbasnya."


"kena imbas gimana maksudnya?"


tanya Aditia menyela.


"teman rekan bisnis papaku ingin menjodohkan anaknya dengan anaknya papa


lalu papa pun menyanggupinya dan dua keluarga pun mengadakan pertemuan untuk pengenalan,,di saat acara perjamuan tersebut papa meminta kakak perempuanku yang akan di jodohkan dengan anak rekan bisnisnya."


"tapi dengan entengnya,,anak dari rekannya papa menolak perjodohan dengan kakak ku


dia malah menunjuk aku untuk di jadikan calonnya."


"terus?"


"aku menolak lah,,untuk saat ini aku tidak mau terikat dengan pernikahan,,usiaku masih muda, perjalananku masih panjang


kuliah pun belum selesai.


aku ingin menikmati masa-masa mudaku dulu,,dan aku pengen jadi wanita karir yang sukses."


"sesukses apapun seorang wanita,pasti ujung-ujungnya jadi 3R juga"


seloroh Aditia.

__ADS_1


"apa itu 3R?"


"KASUR,,,DAPUR,,SUMUR."


jawab Aditia dengan lantang nya.


"ish,,kamu ini tidak asik cebik dewi"


"lah,,,emang benar kan?"


"ya tapi kan ada art yang mengerjakan semua tugas rumah."


"betul ada art,,tapi alangkah baiknya jika seorang istri bisa melayani suaminya dengan sebaik mungkin


ingat ho,,syurga istri terletak pada suaminya?"


"nggih pas ustadz"


jawab dewi dengan mendengus.


di nasehati baik-baik malah merengut begitu


tidak baik bagi seorang anak melukai perasaan kedua orang tuanya,apalagi kamu seorang perempuan,,setiap seorang anak berbuat dosa maka yang menanggungnya adalah ayahmu sendiri,jika kamu belum menikah."


"jika kamu sudah menikah,,maka semua tanggung jawab itu akan beralih ke suami mu


jadi selama kedua orang tua kita masih hidup


alangkah baiknya kita membuat mereka senang dan bahagia."


"tanpa mereka,,kita tidak bisa melihat dunia yang indah ini


nasehat Adita panjang kali lebar menasehati dewi.


"jika orang tua mau merampas kebahagiaan anaknya dengan memaksanya untuk di jodohkan dengan orang asing


apakah seorang anak di wajibkan menurutinya.?"


"tidak ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya,,kecuali orang tua itu tidak waras.


orang tua pasti tau,mana yang terbaik untuk anak-anaknya."


dewi menarik nafasnya,,dan membuangnya perlahan,,sambil mencerna kata-kata dari Aditia.


"lalu bagaimana ceritanya kamu bisa ada di sini?"


tanya Aditia memecahkan lamunan dewi.


"aku kabur dari rumah,,tapi begitu sampai di sini,papa memblokir semua akses ku termasuk memblokir atm ku


jadilah aku seperti gelandangan,yang tidak mempunyai uang sepeser pun."


"apakah orang tua yang begitu tega seperti papaku,,bisa di katakan orang tua yang baik dan wajib di hormati.?"


"tidak baik mengatai orang tua begitu


sekejam apa pun mereka,,,tapi mereka tetaplah orang tua kita,,dan wajib bagi kita untuk berbakti,selagi mereka tidak menyimpang dari ajaran agama kita."


dewi mendengar nasehat Aditia dengan seksama sambil mencernanya


"lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"

__ADS_1


"sebaiknya kamu kembalilah ke rumah


apalagi kamu perempuan,,,tidak baik berkeliaran tak jelas seperti ini


bagaimana jika kamu ketemu sama preman jalanan yang urakan dan tukang mabok,,sudah pasti kamu jadi bahan santapan mereka."


"untuk saat ini aku tidak ingin pulang


aku ingin menenangkan diri dulu sambil intropeksi,sampai aku bisa memilih jalan terbaik, untuk ku dan kedua orang tuaku"


"ya sudah jika itu keputusan mu


ayo aku antar kamu mencari kontrakan untuk sementara,sampai kamu memiliki keputusan sendiri."


"tapi aku tidak punya uang untuk membayar kontrakan,,memang di rumahmu tidak ada kamar kosong gitu,untuk aku menumpang sementara waktu.


jangan kuatir aku akan membantu beres-beres di rumahmu sebagai balas terima kasihku"


"memangnya kamu bisa beres-beres rumah?


aku tidak yakin,,cewek manja sepertimu mana bisa beresin rumah,,,yang ada malah kamu yang berantakin seisi rumah."


"ish,,kamu ini selalu saja meledek ku


kalau aku manja,,,mana bisa aku jauh dari ketiak ibuku,,cebiknya dewi sambil merengut"


"ya dech,,,semoga saja kamu bisa menjadi mandiri,,,alias mandi sendiri"


ledek Aditia, entah kenapa Aditia senang sekali membuat dewi merajuk


terasi seperti punya mainan baru


"tau ah,,,"Jawab dewi sambil menghentakkan kadua kakinya lalu berjalan hendak menjauh


namun belum dua langkah dia berjalan


malah di tabrak sama seseorang


membuat dirinya hampir saja terjengkang ke belakang kalau tidak di tahan oleh Aditia.


"heh,,kalau jalan tu pake mata jangan pake dengkul,,"kesal dewi.


"kamu yang nabrak kenapa pula kamu yang marah,,,harusnya kan aku yang minta ganti rugi,,,gara- gara kamu tabrak ponselku jatuh dan pecah berserakan."


"makanya kalau jalan itu jangan main ponsel mas,,"seru Aditia menengahi


"ponsel mu jatuh,itu adalah ulahmu sendiri karena teledor" tambahnya lagi.


"kenapa pula kamu yang ikut campur,,kamu tidak punya urusan,,urusan ku sama cewek yang bar-bar ini."


"jelas menjadi urusan ku juga


karena cewek ini temanku,,dan akulah saksi dari keteledoran mu itu


jika kamu merasa paling benar,, maka mari kasus ini kita bawa ke jalur hukum."


"jalur hukum" beo lelaki tersebut.


"kalau ini di bawa ke jalur hukum, ah mati lah gue" batinnya


"ah ya sudah jika aku yang salah aku minta maaf,,ucapnya sambil buru-buru pergi dari hadapan Aditia dan dewi."

__ADS_1


__ADS_2