
Bella yang mendengar kata pedas dari Riki Aditia,,melongo
dia tidak bisa menjawab,hanya diam membisu seribu bahasa,,sambil menundukkan wajahnya.
beda halnya dengan ibu wanda
yang begitu geram mendengar kata-kata dari anaknya.
"kamu tadi bilang apa adit?
kamu bilang mama tidak becus mencarikan mu jodoh begitu hah?
mama tau yang terbaik untukmu Aditia,
dan sepadan dengan keluarga kita
makanya mama menjodohkan kamu dengan bella"
"anaknya cantik,baik,dan tentunya berpendidikan
pastinya bisa mengimbangi kamu,
tidak seperti anak melarat itu.
paham kamu"
"sudahlah ma,,aku capek debat dengan mama
bikin kepala pening,
aku mau ke kamar dulu"
"kamu pikir mama juga tidak jenuh dengan sikap kamu yang tidak mau di atur itu,?
bella jauh-jauh datang kesini menemui kamu malah main di tinggal saja".
"coba kamu ajak bella sekali-kali jalan gitu
biar otak kamu tidak di cemari oleh anak melarat itu terus".
"mama...
__ADS_1
"apa?,,
kamu mau melawan mama heh?
kamu mau jadi anak yang durhaka?
sejak kamu bergaul sama gadis melarat itu
kamu makin susah di atur adit..
apa kelebihannya coba gadis tidak tau di untung itu,,,yang ada malah bikin kamu masuk ke dalam lembah kesengsaraan"
"ini peringatan yang terahir kalinya ya adit,
jika kamu masih nekat menemui gadis miskin itu lagi,,,Maka mama tidak akan membiarkan mereka hidup tenang,,,mama akan memberi pelajaran sama anak dungu dan neneknya yang sakit-sakitan itu,
camkan itu".
Aditia mengela nafas berasnya
setelah itu dirinya pun berlalu keluar
masuk ke dalam mobilnya dan meleset meninggalkan pekarangan rumahnya.
ucap bella sambil merangkul calon mertua nya.
"mata si adit itu katarak kali,sehingga dia bisa mengabaikan gadis baik sepertimu bella"
mendengar pujian dari sang camer
bibir bella menyunggingkan senyum
dan berkata di dalam hati
"yess,,akhirnya camer gue yang bloon ini masuk ke dalam perangkap gue,sebentar lagi jika gue resmi menjadi nyonya Adita,,akan gue jadiin loe lap kaki gue"
batinnya bersorak.
"ayo bella kita makan dulu sayang,,
pastinya kamu sangat lapar kan",,?
__ADS_1
"ah ya tante,,,bella sangat lapar.. ucapnya manja,,sambil mengukir senyum palsunya.
*****
Di sisi lain,,
saat malam tiba
doni dengan muka yang di tekuk
wajah datarnya tanpa senyum
duduk seorang diri di balkon kamarnya,sambil menghisap rokok,arah pandangannya ke arah langit.
di mana langit tersebut gelap tanpa rembulan dan juga bintang,
menandakan sebentar lagi akan turun hujan
malam ini seakan menegaskan alam juga ikut merasakan kegalauan doni😔
"kenapa akhir-akhir ini gue selalu mikirin mira ya?,,monolognya
apakah gue ada rasa sama mira?
pikiran gue tidak pernah tenang sebelum mendengar kabarnya.
"apakah terjadi sesuatu padanya sehingga dia tidak sempat mengangkat telpon dari gue bahkan membalas pesan dari gue pun tidak"
achhhhh....
doni menjambak rambutnya prustasi
pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulutnya,,tapi satupun tak ada jawaban yang pasti.
doni lalu berdiri dan masuk ke dalam kamarnya,
berniat untuk mengambil ponselnya
ingin menelpon Almira sekali lagi
tapi sebelum jari tangannya menyentuh ponselnya,,keburu ponselnya menyala lalu berdering.
__ADS_1
mata doni membola saat melihat nama siapa yang menelponnya.