Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
Kemarahan Aditia


__ADS_3

Setelah berbasa basi dengan doni dan cucunya,,,nenek Dijah pun masuk ke dalam kamarnya.


sementara doni dan Almira melanjutkan obrolannya,hingga doni minta pamit untuk pulang.


***


sementara di tempat kediaman Riki Aditia


ibunya sedang asik ngobrol dengan calon menantu idamanya.


mereka sedang seru-serunya membahas acara pertunangan yang akan di adakan seminggu lagi.


ya Aditia di paksa oleh ibunya untuk bertunangan dengan gadis pilihan ibunya


dia di ancam jika tidak menurut.


mau tidak mau Aditia pun terpaksa menuruti kemauan ibunya.


karena Aditia lebih memilih berkorban


dari pada harus melihat Almira yang akan di perlakukan tidak baik oleh ibunya.


karena Aditia sangat memahami bagaimana karakter ibunya.


sementara bella sendiri dan keluarganya sangat antusias dengan pertunangan nya.


di saat calon menantu dan calon mertua itu asik dengan perbincangan mereka


Aditia datang dengan muka yang di tekuk.


"loh,,anak mama yang ganteng ini kenapa pulang-pulang dengan tidak bersemangat bigini hm,,capek ya nak?


ayo bella urus calon suamimu"


"ah ya tante."


seru bella berusaha bersikap sangat manis di hadapan calon mertuanya.


"sini sayang tasnya,biar bella yang taruh"


ucapnya lembut kepada calon suaminya sambil mengambil tas yang di bawa Aditia


namun belum sempat tangan bella menyentuh tasnya


keburu Aditia menghindar.


"tidak perlu,,aku bisa sendiri"


seru Aditia sambil langkahnya melebar menuju tangga dan memasuki ruangannya.


melihat penolakan dari calon suaminya


membuat bella merengut dengan hati yang dongkol,tapi di berusaha secepat mungkin untuk mengendalikan diri,,,


"hari ini loe boleh menolak gue Aditia


tapi begitu kita sudah resmi menikah


loe akan akan suami kacung gue"batin bella.


"jangan di ambil hati ya sayang,Aditia memang suka begitu. mungkin dia sedang kecapean lelah seharian bekerja,lambat laun kamu pasti akan mengenal Aditia dan memahami semua sipatnya."


"ya tante,,bella tidak apa-apa


mungkin kak adit belum menerima kehadiran bella,,bela janji akan buat kak adit mencintai bella tante."


"nah gitu dong,, jangan patah semangat


jika pasangan kita cuek,,maka kita harus lebih agresif,,biar para lelaki bertekuk lutut sama kita."

__ADS_1


"boleh juga nih saran mak lampir,,"batin bella dengan seringainya.


"ya tante,,pasti itu"


merasa di atas awan,,bella dengan tanpa sungkan lagi berjalan naik ke lantai dua di mana letak kamarnya Aditia.


bella langsung mengetuk pintu kamar Aditia beberapa kali,,tetapi tidak ada sahutan.


dengan senyum mengembang bella langsung saja membuka knop pintu kamar Aditia yang tidak di kunci tersebut.


dia pun melenggang masuk dengan leluasa seperti kamarnya sendiri dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk milik Aditia.


"ahh,,,enaknya..sebentar lagi kamar ini akan menjadi kamar gue juga,"monolognya sambil pandangannya menelisik semua isi dalam kamar luas dan megah Aditia,,dengan senyum-senyum tak jelas.


sedangkan Aditia yang baru saja selesai melakukan ritualnya di kamar mandi


keluar begitu saja,,dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


dengan santai dia berjalan menuju kaca rias dan mau menyisir rambutnya yang masih basah.


begitu dia melihat pantulannya di cermin besarnya,,betapa kagetnya dia melihat pantulan lain yang berbaring di tempat pembaringannya.


sontak saja dia berbalik badan dan memelototkan mata elangnya.


"kamu,,,kenapa kamu masuk ke kamar ku tanpa seizinku hah,,,"sarkas Aditia dengan geramnya.


yang di tanya malah melongo bak patung manekin.


"ya tuhan,,sungguh indah ciptaanmu"lirih bella sambil matanya tanpa berkedip melihat tubuh berotot dan roti sobek nya Aditia.


dengan geram Aditia melempar bella dengan bantal sofa yang ada di dekatnya.


sontak saja bella terkesiap dan tersadar dari lamunannya.


"keluar kamu dari kamar ku"


"kenapa,,? kamu malu ya di lihat olehku


tidak usah malu sayang, sebentar lagi kita akan manjadi suami istri kan,,,ayo sini aku bantu buat mengeringkan rambutmu"


suara manja bella dengan tangannya hendak mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut Aditia.


dengan kasar Aditia menepis tangan bella


kamu tidak perlu sok manis di depan ku


"sekarang kamu keluar dari ruangan ku


sebelum kesabaran ku menipis"


"tapi sa_"


"keluarrrr......"


bella tersentak dengan teriakan Aditia dan segera berlalu dari kamarnya.


setelah bella keluar,Aditia berteriak memanggil artnya, dengan tergopoh-gopoh sang art menghadap Aditia.


"ada yang bisa saya bantu den?"


tanya art ya dengan kepala yang menunduk karena takut melihat muka Aditia yang memerah seakan ingin memakan orang.


hal itu juga di lihat oleh ibunya dan juga bella yang masih takut dengan amukan Aditia.


bersihkan kamar ku yang sebersih mungkin jangan sampai ada kuman yang menempel


ganti seprei nya dengan yang baru,,karena aku tidak mau ketularan penyakit dari orang yang tidak punya harga diri"


serunya lantang Aditia sambil menggertak kan giginya.

__ADS_1


setelahnya dia pun masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"apa yang sudah kamu lakukan di kamar Aditia sampai dia semarah itu?"


"aku tidak melakukan apa- apa ko tante hiks..."


timpal bella dengan muka sok lugu nya


dan tangis yang di buat-buat seolah dialah korbannya.


"kalau kamu tidak melakukan apapun, mana mungkin Aditia semarah itu"


"sungguh tante,,bella hanya melakukan yang tante minta,,,yaitu menjadi wanita yang agresif" selorohnya.


"ya sudah jangan menangis lagi sayang


cari waktu yang tepat untuk menaklukkan hati Aditia oke"


bella pun menghentikan tangisnya dan tersenyum manis dengan merangkul calon mertuanya sambil bibirnya komat kamit tak jelas.


"kalau begitu bella pamit dulu ya tante


besok bella kesini lagi"


"ya sayang,,,hati-hati ya"


"ya tante"


jawab bella dengan senyum cerahnya


sambil cipika cipiki ke calon mertuanya


"dah tante"


serunya sambil melambaikan tangannya berlalu ke luar dari rumah Aditia.


mendekati mobilnya lalu membukanya dan menutupnya dengan keras.


sampai membuat security terkejut


"astaga dasar anak jaman sekarang tidak punya aturan"


dumelan sang security


"cepat buka gerbangnya pak


malah bengong kayak sapi ompong


ketus bella"


dengan sigap security tersebut membuka gerbangnya,,begitu pintu terbuka bella langsung menancapkap mobilnya dan berlalu begitu saja dengan muka yang tidak enak di pandang.


"nasib den adit ko nelangsa banget


punya calon seperti itu


cantik sih,,tapi sayang tidak punya akhlak"


gerutu sang security sambil menutup pintu gerbangnya.


"sementara di dalam rumah,,ibunya Aditia menegur dirinya


"Aditia kamu apain anak orang hah,, main bentak-bentak saja,,sampai bella ketakutan tau tidak,,jika dia melapor ke orang tuanya dan membatalkan pertunangan kalian bagaimana?"


"itu malah bagus"


jawab Aditia asal


"Aditia....geram ibunya menahan amarah😡

__ADS_1


__ADS_2