
masih dengan emosi yang membara
bu wanda menarik tangan anaknya untuk segera pulang.
Riki ayo pulang,,,mama tidak mau lihat kejadian ini terulang kembali
dan mama tidak sudi melihatmu dekat dengan si mira yang tidak tau diri ini.
Riki pun dengan terpaksa meninggalkan Almira,,meski hatinya terasa berat.
apalagi dia meninggalkan Almira dengan lelaki yang tak jelas itu.
Riki menghembuskan nafas berat,,sambil melirik Almira dan lelaki itu bergantian
dia tidak berbicara hanya tatapan sendu yang di lemparkan ke Almira.
setelahnya dia pun masuk ke mobilnya dan berlalu meninggalkan dua orang tersebut.
kini tinggal lah Almira dan doni yang sama sama diam dengan pikiran mereka masing masing.
setelah hening beberapa saat
doni membuka percakapan terlebih dahulu
mira,,,ayok gue antar pulang ucap doni
Almira sontak menatap doni dengan raut wajah yang sulit di baca
dan setelahnya dia pun langsung mengangguk.
sepuluh menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Almira,yang langsung di sambut oleh nenek Dijah.
Almira langsung mencium tangan sang nenek sambil memeluknya untuk meluapkan kesedihannya,,meski dia berusaha untuk tidak membuat air matanya jatuh,namun air matanya lolos begitu saja dengan derasnya
pundaknya pun langsung bergetar menahan isak tangisnya.
hal itu membuat nenek Dijah bingung ingin bertanya tapi di urungkan niatnya
__ADS_1
karena nenek Dijah ingin membuat cucunya tenang lebih dulu.
toh nanti kalau Almira sudah tenang pasti Almira akan menceritakan hal apa yang membuatnya bersedih.
karena nenek Dijah tau persis dengan sipat cucunya yang selalu terbuka terhadapnya.
setelah di rasa sedikit tenang
karena bahu sang nenek tempat sandaran yang paling nyaman untuknya.
perlahan Almira pun menarik tubuhnya
dari sang nenek.
dan sedetik berikutnya Almira sadar bahwa di luar rumah ada temannya
sontak saja dia berlari keluar
mendapati temannya yang bersandar di tiang teras rumahnya sambil berdiri dan kedua tangannya bersidakep di dada.
aduh kak maaf ya,,lupa kalau ada kak doni di sini hihihi.. ucap Almira cengar cengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
lalu berkata dengan lembut
ya tidak apa apa,,gue ngerti ko katanya sambil mengukir senyum termanisnya.
jangan keseringan senyum kak
nanti saya kena diabetes ucap Almira..
lalu keduanya pun tertawa dengan riangnya.
ini siapa sayang,,,ucap nenek Dijah
membuat tertawa keduanya pun terhenti karena suara nenek Dijah yang tiba tiba saja datang dan berdiri di belakang Almira.
oh ya nek,,,
__ADS_1
ini kak doni kakak kelas mira waktu di SMP dulu ucap Almira.
doni pun langsung mengulurkan tangan menjabat tangan nenek Dijah sambil menciumnya.
saya doni nek,sudah lama kami tidak bertemu
dan kebetulan kami tanpa sengaja ketemu di jalan tadi.
makanya saya langsung anter mira pulang
sekalian saya juga pengen tau tempat tinggalnya
kali aj besok atau entah kapan saya ada keperluan jadi saya bisa mampir kesini lagi ucap doni.
emangnya nak doni tinggal di mana
ucap nenek Dijah.
saya tinggal di desa sebelah nek
kebetulan saya ada keperluan dengan teman saya,,,tinggalnya di sekitaran sini juga nek.
nama teman kakak siapa,?
kali aja saya mengenalnya
seloroh Almira.
namanya Ahsan Maulana
atau biasa kami panggil Ahsan
ucap doni
kak Ahsan,,beo Almira
sambil melirik neneknya
__ADS_1
sang nenek di tatap cucunya hanya memberikan senyum tipisnya
sembari mengangguk.