
Karena tidak tahan dengan omelan ibunya
Aditia pun berlalu keluar,,dengan mengendarai mobilnya dia berkeliling sambil melihat suasana pedesaan yang sudah banyak di renovasi menjadi perkotaan yang penuh dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Aditia berhenti di sebuah danau yang masih asri,,dengan banyak pengunjung yang berpasang-pasangan,mengedarkan pandangannya di segala arah,,matanya tanpa sengaja melihat sosok perempuan yang sedang duduk bersandar di sebuah pohon,sambil memeluk lututnya.
dan sesekali bahunya bergerak,,seperti orang yang sedang terisak,,Aditia mengernyitkan dahinya begitu wanita itu sesegukan.
"kenapa dengan gadis itu?
sepertinya dia sedang bersedih"
monolog Aditia.
dengan jarak yang tidak begitu jauh
Aditia masih memantau pergerakan gadis tersebut.
selang beberapa menit terdengar nada musik dari arah gadis tersebut yang ternyata suara dari ponselnya.
dengan malas dia melihat ponselnya dan langsung mematikannya.
dan gadis itu kembali seperti semula yakni memeluk kembali lututnya,menenggelamkan kepalanya sambil bahunya tak henti bergerak
menandakan dia sedang sesegukan.
semua gerakan dari gadis tersebut tidak ada yang luput dari pantauan Aditia.
"apa aku deketin saja ya?
siapa tau aku bisa membantunya."
monolog Aditia sambil kakinya melangkah menuju tergat.
"permisi,,boleh aku duduk di sini"
sapa Aditia dengan lembut
membuat gadis tersebut kaget dan ketakutan
"jangan takut,, aku orang baik-baik ko" tambahnya lagi sambil tersenyum.
"ka..kamu si..siapa?" tanya gadis tersebut terbata dengan air mata yang masih menganak di mata bulatnya.
"kenalkan namaku Riki Aditia,,kamu boleh memanggilku Riki atau bisa juga dengan Aditia"serunya sambil mengulurkan tangannya.
gadis tersebut menghapus air matanya dan perlahan mengulurkan tangannya juga
"namaku Dewi Astuti" ucapnya dengan pelan.
"kamu kenapa bisa menangis di tempat umum seperti ini?"
pertanyaan Aditia membuat dewi terdiam
dan berusaha menelan salvianya.
"jika kamu butuh teman,,kamu bisa berbagi dengan ku,,,siapa tau kesedihan mu bisa sedikit berkurang"
imbuh Aditia.
"ak...aku hanya ingin melihat panorama indahnya danau ini saja"
lirihnya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain
"kamu yakin?"
tanya Aditia
gadis tersebut hanya menggangguk saja
"mana ada orang menyukai sesuatu sambil menangis sesegukan begitu"
gadis tersebut pun reflek membersihkan sisa air matanya.
dan sedikit berdehem untuk membuatnya sedikit mengontrol emosinya.
"aku hanya mengenang kisah kelamku
__ADS_1
makanya tanpa terasa air mata ini keluar tanpa bisa di ajak kompromi" selanya sambil berusaha tersenyum.
"oh,,begitu rupanya,,aku kira kamu bersedih karena apa gitu
ternyata mengenang masa kelam saja
tau gitu ku biarkan saja kamu menuangkan air mata mu sampai danau ini terisi penuh oleh air mata mu itu"
ucap Aditia berusaha menghibur gadis tersebut.
"ish,,kamu ini bisa saja,,,kalau aku kehabisan air mata bisa mati dong" selohnya.
"nah itu tau,,terus kenapa kamu senang sekali mengeluarkan air mata mu yang berharga itu"
sela Aditia sambil bercanda.
"sudah jangan bersedih lagi ntar cantiknya hilang loh" canda Aditia
membuat pipi gadis itu memerah seperti tomat.
"ish,,kamu ini bisa saja ngengombalnya"
"lah siapa pula yang gombal,,emang fakta ko
kamu cantik, kulit putih, mata bulat, baik hati dan rajin menabung, tapi suka menghambur-hamburkan air matanya hehe"
"haha...ketawa dewi akhirnya keluar juga
dia pun sudah kembali seperti semula
melupakan kesedihannya.
"oh ya,,kamu tinggal di mana?"
tanya Aditia
"sebenarnya aku bukan orang sini"
"lalu..?"
"aku tinggal di sebuah kota x"
tidak mungkin kan kamu kesini sendirian?
kota x kan sangat jauh
atau kamu pindahan ya sama kelurga mu ke desa ini?"
tanya Aditia dengan penasaran.
yang di tanya hanya menggeleng kan kepalanya sambil tatapannya lurus ke depan
"lalu..?" tanya Aditia kembali
sebelum memulai ceritanya
gadis tersebut menarik pelan nafasnya dan menghembuskannya.
"karena aku melihat kamu adalah laki- laki baik dan bisa di percaya,maka akan aku ceritain kisah ku yang sebenarnya."
seru gadis tersebut."
"hmm.."
anggukan Aditia.
"tapi sebelumnya aku ingin minum
aku sangat haus"
rengeknya.
"ck..ya sudah kamu tunggu di sini jangan kemana-mana"
seru Aditia sambil berlalu untuk mencari penjual makanan.
di jawab dengan anggukan kepala oleh sang gadis.
__ADS_1
setelah membeli minuman dan berbagai jenis cemilan,,Aditia pun langsung kembali ke tempatnya semula di mana gadis tersebut masih setia dengan duduk dan memeluk lututnya.
"ini minumlah" seru Aditia sambil memberikan kantong belanjaan ke gadis tersebut.
gadis itu pun mendongak begitu mendengar suara Aditia.
sambil tangannya meraih kantong makanan yang di ulurkan Adita
"terima kasih" ucapnya sambil menyunggingkan senyum
"hm"
jawab Aditia.
dengan cepat gadis itu membuka kantong belanjaan dan mengambil sebuah minuman dan meminumnya sampai tandas.
membuat Aditia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"makanya jangan kelamaan menangis jadi haus kan" celetuk Aditi
membuat gadis tersebut tersenyum dengan perasaan malunya.
"makanlah rotinya biar perutmu terisi"
biar punya tenaga lagi untuk..."
mata gadis itu mendelik karena selalu saja mengoloknya.
"dih segitunya..awas ntar copot tu mata" goda Aditia lagi
sang gadis pun mengerucutkan bibirnya
sambil mendengus,,lalu berdiri dari tempat duduknya.
"eh mau kemana?"
"aku mau pergi,, males di sini" ketus gadis tersebut sambil melangkah.
"eit...tunggu,,ya deh aku minta maaf oke
maafin dong ya ya..kamu baik deh
aku janji tidak akan mengulangi nya lagi.
aku sengaja candain kamu biar kesedihanmu hilang,,,jadi tolong tetaplah di sini.
habiskan makanan mu"
gadis tersebut pun menuruti perkataan Aditia
dia kembali duduk dan mulai menyantap makanannya lagi.
"maaf sudah merepotkan mu"
"eh kamu ngomong apaan sih..santai saja
aku tidak merasa di repot kan
aku malah senang membantu mu."
"benarkah?"
Aditia menjawab dengan anggukan
si gadis dengan tidak ada rasa sungkan lagi memakan cemilan yang di belikan Aditia.
"ini untuk mu"
"tidak,,kamu saja yang makan
aku sudah kenyang" jawab Aditia dengan matanya yang masih setia melihat gerak gerik gadis yang ada di hadapannya.
"jika melihat cara makan gadis ini,seperti orang yang tidak makan seharian
apa sebenarnya yang menimpa gadis ini"
batin Aditia sambil menatap intent gadis tersebut.
__ADS_1
merasa di awasi,,gadis tersebut pun mendongak dan mata mereka langsung bertemu,,tapi buru-buru gadis tersebut menunduk tidak kuasa melihat sorot mata Adita yang memancarkan aura yang tidak bisa di prediksi.
"kenapa dia selalu menatapku,,,apa dia kaget melihat cara makan ku,,yang seperti orang kelapan,,,tapi bodo ah aku memang lapar beneran kan,,lagi pula sayang makananan ini tidak di habiskan mubazir" batin dewi.