
di saat Almira dan riki aditia sibuk beberes
tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar
rumah nenek dijah.
"Riki aditia,,,,riki",,,
"waduh,,,itu sepertinya suara ibu wanda kak"?
ucap Almira.
"ah ya,,,sepertinya itu memang mama"
ya sudah kamu di sini saja,,jangan keluar"
almira menjawab dengan anggukan
lalu riki pun keluar
menemui mamanya yang berteriak
riki takut mamanya bikin keributan
mama kenapa kesini sih,,?
kamu nanya mama kenapa kesini?
tidak salah ya?
harusnya mama yang tanya kamu adit
kenapa kamu sampai rela meninggalkan pekeejaan mu demi menemui prempuan sialan ini hah,,,
ma,,,
"apa hah,,,
ayok cepat pulang calon istrimu sudah lama menunggu kamu di rumah
kamu malah asik-asikan sama prempuan yang tidak tau diri ini hah"
"ibu bilang Almira tidak tau diri
harusnya ibu itu ngaca dong
__ADS_1
yang datang dan di tangangi itu siapa"
seru tetangga Almira dengan lantangnya
"eh,,,ibu-ibu rempong,,jangan ikut campur ya?
ini urusan saya sama anak saya"
ketus bu wanda
"akan jadi urusan kami, karena suara buruk bu wanda sudah mengganggu kami.
apalagi ibu wanda mengganggu istirahat dari ibu dijah yang baru sembuh"
sela ibu-ibu yang lainnya.
"itu karma untuknya,,
karena tidak becus mendidik cucunya dengan baik"
teriak bu wanda.
"Astagfirullah hal'azim,,
semoga mulut pedasnya bu wanda itu akan mendapat karmanya dari Allah"
"bodo amat,,,kalian pikir saya takut heh..
harusnya mulut dari ibu-ibu miskin seperti kalian ini yang membusuk.
orang kaya seperti saya ini tidak mempan akan karma,,justru kalian inilah yang hidupnya melarat akan tambah belangsak"
"mama,,,sudahlah ayok pulang"
titah riki sambil menarik tangan ibunya menjauh dari rumah almira.
"huuuuuuuu,,,,dasar ibu sombong,,,
semoga saja usaha mu bangkut
biar kamu ngerasain hidup melarat".
teriak salah satu tetangga almira yang merasa gdek banget sama tingkahnya ibu wanda.
"husss,,,tidak baik menyumpahi orang
__ADS_1
ayo ibu-ibu ucap istigfar."
ucap almira
"Astagfirullahal'azim",,ucap serempak ibu-ibu tetangga Almira.
"abisnya tu ibu wanda sombongnya tidak ketulungan,,kamu kok bisa selalu sabar sih
hadepin nenek lampir itu mira"
"kalau menghadapi orang seperti bu wanda harus punya banyak stok sabar
kalau kita ikutan emosi dan mencaci maki
itu sama saja,kita tidak jauh berbeda dari bu wanda."
ucapan lembut dari Almira
membuat hati ibu-ibu tetangganya kembali tenang,dan mereka melupakan emosi yang tadinya hampir saja meledak.
setelah itu para tetangga almira masuk ke dalam rumah nenek dijah
karena tadinya para tetangga berniat ingin menjengok nenek dijah.
tapi malah mereka menemukan ibu wanda yang berteriak seperti orang yang tidak waras.
ketika Riki Aditia dan mamanya sampai di rumah,,langsung saja mulutnya ibu wanda
nyerocos mengomeli anaknya.
yang di omeli malah cuek bebek
tak mempedulikan apa yang mamanya ucapkan.
Riki langsung naik ke kamarnya melewati wanita cantik yang menunggunya sejak tadi
"loh,,,kak adit abis dari mana?
bella dari tadi nungguin kak adit ho"
suara lembut dari bella,,sambil tangannya langsung saja memegang lengan kekar Riki
menempel bak permen karet.
membuat Riki jengah,dan langsung saja mendorong bella.
__ADS_1
"kamu itu perempuan bella,,tapi tidak menghargai dirimu sendiri,,aku heran kenapa mama bisa menyuruhku menikah sama perempuan yang tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai perempuan"