
Setelah rapat usai,,semua karyawan keluar dari ruangan,kecuali empat orang yakni
sang ceo beserta sekretarisnya
doni dan ahsan
kamu kenapa don?
pertanyaan singkat dari sang CEO
membuat doni menelan salvianya
tidak ada bos
hanya saja saya lagi kurang enak badan
jawab doni
kamu yakin don,,?
ya bos
jawab doni
yasudah lain kali jangan di ulang
karena saya tidak ada toleransi lagi bagi karyawan yang tidak konpeten.
jika lamu merasa kurang fit segera berobat
ketus sang bos.
baik bos
jawab doni singkat.
terus sampai di mana tahap proyeknya?
Alhamdulillah sudah 80% bos
ya sudah awasi dengan baik
titah sang bos
siap bos, ujar doni
setelahnya mereka berempat keluar dari ruangan tersebut.
dan menuju ruangan mereka masing-masing.
begitu doni sampai di ruangannya
langsung membuka ponselnya
melihat apakah ada telpon atau pesan dari Almira
tapi sayangnya nihil
yang ada hanya telpon dari sang ibu
dan dua pesan dari adeknya ririn.
doni menghembuskan nafas beratnya
moodnya tambah memburuk kala membuka
pesan dari adeknya
yang meminta uang untuk shopping.
sementara di lain tempat
Almira yang baru saja sampai rumah
sepulang dari pasar dan membeli obat untuk neneknya
bergegas masuk dan mengucap salam
sambil mencari sang nenek
tapi tidak ada sahutan dari nenek Dijah membuat Almira mencari neneknya di segala penjuru rumah
tapi sayangnya sang nenek belum juga di temukan
membuat Almira tambah panik
nenek,,,,nek...nenek di mana teriak Almira putus asa
karena kelelahan berlari kesana kemari mencari sang nenek
__ADS_1
Almira pun memutuskan istirahat sejenak sambil berpikir
kira-kira kemana neneknya.
setelah berpikir lama
akhirnya Almira pun teringat ada salah satu ruangan yang belum dia masukin
yaitu kamar mandi
dengan segera Almira pun bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamar mandi
nenek,,,,teriak Almira begitu masuk ke kamar mandi
karena dia menemukan neneknya tergeletak tak sadarkan diri.
Almira berlari keluar mencari pertolongan ke tetangganya.
kebetulan tetangga di sebelah rumahnya baru pulang dari sawah
Almira pun meminta tolong kepada tetangga tersebut untuk membawa neneknya ke puskesmas terdekat yang ada di desanya.
para tetangganya pun berbondong-bondong mendatangi rumah nenek Dijah
karena mendengar teriakan dari Almira yang meminta tolong
ada juga warga yang lainnya mencari angkutan umum
untuk membawa nenek Dijah ke puskesmas
setelah mobil angkot datang
para warga yang lainnya membopong tubuh nenek Dijah ke dalam angkot
sementara para ibi-ibu di sibukkan menyediakan tikar,bantal,selimut dan keperluan lainnya
setelah di rasa semuanya lengkap para warga pun ada yang ngikut mengantar nenek Dijah
ada juga yang tinggal di rumah.
karena di kampung nenek Dijah
kegotong-royongan para warga sangat di junjung tinggi.
jika ada yang kena musibah,,warga lainnya ikut saling bahu membahu untuk saling membantu.
apalagi nenek Dijah di kenal warga sangat baik,,begitu juga dengan Almira gadis yang selalu tegar dan pantang mengeluh.
demi membantu warganya,,apalagi warga yang tidak mampu seperti nenek Dijah.
beberapa saat berlalu
Almira dan beberapa warga yang mengantar
nenek Dijah akhirnya sampai juga di puskesmas tersebut.
Almira berlari ke ruangan petugas untuk mendaftarkan sang nenek biar segera di tangani
dan nenek Dijah di bawa ke ruangan UGD
dan di tangani oleh dokter yang bertugas.
Almira duduk di salah satu bangku di depan UGD tersebut sambil di temani oleh beberapa warga yang mengikutinya tadi.
Almira membisu sambil air matanya tidak berhenti keluar sedari tadi.
sudahlah mira,, jangan terlalu larut dalam kesedihan mu,,,kamu harus tegar
nenek mu tidak akan kenapa-napa kok
ucap ibu-ibu tetangganya
ya mira,,nenek Dijah akan baik-baik saja kok
percayalah
ya mir,,,kami akan selalu bergantian menemani mu di sini untuk menjaga nenek Dijah
seru ibu-ibu yang lainnya.
terima kasih ibu-ibu dan bapak-bapak atas bantuannya,,sahut Almira
sama-sama mira,,ini sudah tugas kita sesama manusia apalagi kita bertetangga
seru salah satu dari tetangganya.
kamu tidak perlu sungkan mira.
Almira merasa terharu dengan perlakuan tetangganya.
__ADS_1
tanpa mereka entah bagaimana dengan nasib neneknya jika tidak segara di tolong.
selang 15 menit,ruangan UGD itu pun lantas terbuka ,dan muncullah seorang dokter muda yang sangat tampan
berjalan elegan bak seorang model
tak lupa di bekangkangnya berdiri juga seorang perawat cantik.
mereka menghampiri kerumunan warga yang ada di depan pintu UGD tersebut.
yang mana keluarga dari pasien?
seru dokter tersebut
sa,,saya dokter jawab Almira terbata karena masih dengan isakan tangisnya.
sang dokter pun mengalihkan pandangannya menuju suara seorang gadis yang masih terlihat dengan wajah sembabnya.
bagaimana keadaan nenek saya dokter?
apakah nenek saya baik-baik saja?
tanya Almira,,
kontak mata mereka saling beradu.
membuat sang dokter termangu dengan mata indahnya Almira.
kenapa wajah dan mata gadis ini mengingatkan ku akan tante fahira ?
wajahnya sama persis,,bak pinang di belah dua,batin sang dokter
sambil menatap lekat netra Almira
apa hubungan gadis ini dengan tante ku ya?
apakah ini anaknya?
kalau ya,,berarti gadis ini adalah sepupuku yang selama ini di cari-cari sama keluarga ku.
pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikiran sang dokter tapi tidak dapat jawaban
yang ada sang dokter malah terjingkit karena suara keras dari tetangga Almira.
saking kesalnya bapak tersebut berteriak karena sang dokter malah sibuk dengan lamunannya,,,tanpa mendengar sahutan mereka.
ah maaf bapak-bapak dan ibu-ibu semunya
tadi kalian bilang apa?
pertanyaan konyol sang dokter
malah membuat orang-orang di sana saling pandang dan menggelengkan kepalanya.
karena mereka bingung dengan sikap dokter tersebut.
Almira yang tadinya sedih
malah jadi pengen tertawa,,karena melihat ekspresi dari sang dokter
yang begitu lucu saat dirinya kaget dengan suara basoka pak hendri tetangga Almira.
bagaimana keadaan nenek saya dokter?
seru Almira kembali
Alhamdulillah nenek kamu tidak terlalu parah
hanya ada benjolan kecil di kepalanya
mungkin terkena benturan
dan sedikit memar di bagian punggung belakang.
jangan terlalu di kasih bekerja keras
mengingat usia dan juga nenek mu terkena diabetes.
sebentar lagi nenek mu akan siuman
tadi sudah di kasih obat dan suntikan dari cairan infus nya.
nenekmu harus di opname
sampe keadannya membaik
nenekmu akan segera di pindahkan ke ruang inap,,seru sang dokter.
baik dokter saya ngikut saja apa kata dokter
__ADS_1
yang terpenting nenek saya cepat membaik.