Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
nenek pingsan


__ADS_3

Setelah rapat usai,,semua karyawan keluar dari ruangan,kecuali empat orang yakni


sang ceo beserta sekretarisnya


doni dan ahsan


kamu kenapa don?


pertanyaan singkat dari sang CEO


membuat doni menelan salvianya


tidak ada bos


hanya saja saya lagi kurang enak badan


jawab doni


kamu yakin don,,?


ya bos


jawab doni


yasudah lain kali jangan di ulang


karena saya tidak ada toleransi lagi bagi karyawan yang tidak konpeten.


jika lamu merasa kurang fit segera berobat


ketus sang bos.


baik bos


jawab doni singkat.


terus sampai di mana tahap proyeknya?


Alhamdulillah sudah 80% bos


ya sudah awasi dengan baik


titah sang bos


siap bos, ujar doni


setelahnya mereka berempat keluar dari ruangan tersebut.


dan menuju ruangan mereka masing-masing.


begitu doni sampai di ruangannya


langsung membuka ponselnya


melihat apakah ada telpon atau pesan dari Almira


tapi sayangnya nihil


yang ada hanya telpon dari sang ibu


dan dua pesan dari adeknya ririn.


doni menghembuskan nafas beratnya


moodnya tambah memburuk kala membuka


pesan dari adeknya


yang meminta uang untuk shopping.


sementara di lain tempat


Almira yang baru saja sampai rumah


sepulang dari pasar dan membeli obat untuk neneknya


bergegas masuk dan mengucap salam


sambil mencari sang nenek


tapi tidak ada sahutan dari nenek Dijah membuat Almira mencari neneknya di segala penjuru rumah


tapi sayangnya sang nenek belum juga di temukan


membuat Almira tambah panik


nenek,,,,nek...nenek di mana teriak Almira putus asa


karena kelelahan berlari kesana kemari mencari sang nenek

__ADS_1


Almira pun memutuskan istirahat sejenak sambil berpikir


kira-kira kemana neneknya.


setelah berpikir lama


akhirnya Almira pun teringat ada salah satu ruangan yang belum dia masukin


yaitu kamar mandi


dengan segera Almira pun bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamar mandi


nenek,,,,teriak Almira begitu masuk ke kamar mandi


karena dia menemukan neneknya tergeletak tak sadarkan diri.


Almira berlari keluar mencari pertolongan ke tetangganya.


kebetulan tetangga di sebelah rumahnya baru pulang dari sawah


Almira pun meminta tolong kepada tetangga tersebut untuk membawa neneknya ke puskesmas terdekat yang ada di desanya.


para tetangganya pun berbondong-bondong mendatangi rumah nenek Dijah


karena mendengar teriakan dari Almira yang meminta tolong


ada juga warga yang lainnya mencari angkutan umum


untuk membawa nenek Dijah ke puskesmas


setelah mobil angkot datang


para warga yang lainnya membopong tubuh nenek Dijah ke dalam angkot


sementara para ibi-ibu di sibukkan menyediakan tikar,bantal,selimut dan keperluan lainnya


setelah di rasa semuanya lengkap para warga pun ada yang ngikut mengantar nenek Dijah


ada juga yang tinggal di rumah.


karena di kampung nenek Dijah


kegotong-royongan para warga sangat di junjung tinggi.


jika ada yang kena musibah,,warga lainnya ikut saling bahu membahu untuk saling membantu.


apalagi nenek Dijah di kenal warga sangat baik,,begitu juga dengan Almira gadis yang selalu tegar dan pantang mengeluh.


demi membantu warganya,,apalagi warga yang tidak mampu seperti nenek Dijah.


beberapa saat berlalu


Almira dan beberapa warga yang mengantar


nenek Dijah akhirnya sampai juga di puskesmas tersebut.


Almira berlari ke ruangan petugas untuk mendaftarkan sang nenek biar segera di tangani


dan nenek Dijah di bawa ke ruangan UGD


dan di tangani oleh dokter yang bertugas.


Almira duduk di salah satu bangku di depan UGD tersebut sambil di temani oleh beberapa warga yang mengikutinya tadi.


Almira membisu sambil air matanya tidak berhenti keluar sedari tadi.


sudahlah mira,, jangan terlalu larut dalam kesedihan mu,,,kamu harus tegar


nenek mu tidak akan kenapa-napa kok


ucap ibu-ibu tetangganya


ya mira,,nenek Dijah akan baik-baik saja kok


percayalah


ya mir,,,kami akan selalu bergantian menemani mu di sini untuk menjaga nenek Dijah


seru ibu-ibu yang lainnya.


terima kasih ibu-ibu dan bapak-bapak atas bantuannya,,sahut Almira


sama-sama mira,,ini sudah tugas kita sesama manusia apalagi kita bertetangga


seru salah satu dari tetangganya.


kamu tidak perlu sungkan mira.


Almira merasa terharu dengan perlakuan tetangganya.

__ADS_1


tanpa mereka entah bagaimana dengan nasib neneknya jika tidak segara di tolong.


selang 15 menit,ruangan UGD itu pun lantas terbuka ,dan muncullah seorang dokter muda yang sangat tampan


berjalan elegan bak seorang model


tak lupa di bekangkangnya berdiri juga seorang perawat cantik.


mereka menghampiri kerumunan warga yang ada di depan pintu UGD tersebut.


yang mana keluarga dari pasien?


seru dokter tersebut


sa,,saya dokter jawab Almira terbata karena masih dengan isakan tangisnya.


sang dokter pun mengalihkan pandangannya menuju suara seorang gadis yang masih terlihat dengan wajah sembabnya.


bagaimana keadaan nenek saya dokter?


apakah nenek saya baik-baik saja?


tanya Almira,,


kontak mata mereka saling beradu.


membuat sang dokter termangu dengan mata indahnya Almira.


kenapa wajah dan mata gadis ini mengingatkan ku akan tante fahira ?


wajahnya sama persis,,bak pinang di belah dua,batin sang dokter


sambil menatap lekat netra Almira


apa hubungan gadis ini dengan tante ku ya?


apakah ini anaknya?


kalau ya,,berarti gadis ini adalah sepupuku yang selama ini di cari-cari sama keluarga ku.


pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikiran sang dokter tapi tidak dapat jawaban


yang ada sang dokter malah terjingkit karena suara keras dari tetangga Almira.


saking kesalnya bapak tersebut berteriak karena sang dokter malah sibuk dengan lamunannya,,,tanpa mendengar sahutan mereka.


ah maaf bapak-bapak dan ibu-ibu semunya


tadi kalian bilang apa?


pertanyaan konyol sang dokter


malah membuat orang-orang di sana saling pandang dan menggelengkan kepalanya.


karena mereka bingung dengan sikap dokter tersebut.


Almira yang tadinya sedih


malah jadi pengen tertawa,,karena melihat ekspresi dari sang dokter


yang begitu lucu saat dirinya kaget dengan suara basoka pak hendri tetangga Almira.


bagaimana keadaan nenek saya dokter?


seru Almira kembali


Alhamdulillah nenek kamu tidak terlalu parah


hanya ada benjolan kecil di kepalanya


mungkin terkena benturan


dan sedikit memar di bagian punggung belakang.


jangan terlalu di kasih bekerja keras


mengingat usia dan juga nenek mu terkena diabetes.


sebentar lagi nenek mu akan siuman


tadi sudah di kasih obat dan suntikan dari cairan infus nya.


nenekmu harus di opname


sampe keadannya membaik


nenekmu akan segera di pindahkan ke ruang inap,,seru sang dokter.


baik dokter saya ngikut saja apa kata dokter

__ADS_1


yang terpenting nenek saya cepat membaik.


__ADS_2