Takdir Gadis Yatim Piatu

Takdir Gadis Yatim Piatu
fakta dari ibunya Almira


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari dokter


hati Almira langsung lega


tadinya dia sangat takut kehilangan neneknya


karena hanya sang nenek satu-satunya keluarga yang dia punya.


terima kasih dokter ucap tulus Almira


sama-sama,,sahut sang dokter


kalau begitu saya permisi dulu


sampai jumpa besok saat pemeriksaan nenek kamu.


Almira mengangguk kan kepalanya.


setelahnya sang dokter pun melangkahkan kakinya.


baru empat kaki dia melangkah


tiba-tiba sang dokter berhenti, terus berbalik ke arah Almira


sang dokter muda tersenyum


dan di sambut pula oleh Almira dengan senyum menawannya,membuat kedua lesung pipit nya terlihat.


deg


jantung sang dokter muda itu seakan berhenti beroperasi


dia mematung dan menatap Almira dengan ekspresi yang sulit terbaca.


membuat Almira mengerutkan keningnya


kenapa pak dokter menatap saya seakan mau menguliti saya?


membuat saya jadi merinding


mending saya ke ruangan nenek saja lah


melihat bagaimana keadaan nenek


batin Almira.


setelah itu Almira celingak celinguk


mencari para tetangganya yang bersamanya tadi,,


pada kemana ya? kok sepi


apa mereka sudah di ruangan nenek


ah lebih baik saya nyusul saja


lirih Almira sambi berlalu


tanpa menghiraukan sang dokter yang masih menatap gerak geriknya.


baru saja sang dokter ingin menegur Almira


tapi Almira keburu menghilang dari hadapannya.


lah kemana gadis itu?


perasaan tadi dia masih berdiri di sana


tapi kok sekarang tak ada?


apa aku keasikan melamun ya


monolognya.


ya sudahlah aku pulang saja


apalagi ini sudah sore


lagipula di rumah ada acara keluarga


batinnya lagi


lalu sang dokter tampan itu pun berlalu dari tempatnya berdiri.


dan melangkah menuju parkiran

__ADS_1


ke tempat dia memarkirkan mobilnya


dan membuka pintu depan,lalu menyalakan mesin mobilnya,dan keluar dari puskesmas tersebut.


sementara di ruangan inap nenek Dijah


tampak para tetangganya mengerubungi


bangsal tempat tidurnya nenek Dijah


di tangan kanan nenek Dijah di pasang jarum infus.


para tetangga merasa kasihan dengan kehidupan nenek Dijah


cobaan selalu bertubi-tubi menghampirinya.


setelah kehilangan suami tercintanya


hidup nenek Dijah menjadi sepi,serasa dunia runtuh.karena sang penopang sudah tiada lagi.


tapi seiring berjalannya waktu


nenek Dijah bangkit kembali,,,apalagi putra semata wayangnya sudah menikah dengan wanita pilihannya.


meski pernikahan sang putra tidak di restui oleh keluarga sang menantu


karena keluarga dari sang menantu keturunan orang berada dan juga keturunan ningrat.


makanya pernikahannya tidak di restui


dan sang menantu di buang oleh keluarganya karena menikah bukan dengan sesama bangsawannya.


tapi karena mereka saling mencintai


maka tidak masalah jika dirinya di buang.


selang dua tahun menikah,,sang menantu akhirnya hamil juga


kebahagiaan pun makin mereka rasakan


meski kehidupan sang menantu berbalik


yang tadinya bergelimang harta


tapi sang menantu tidak pernah mengeluh


dengan keadaannya.


dia malah bahagia bisa hidup dengan orang terkasihnya.


menginjak tujuh bulan kehamilan menantunya,cobaan pun datang lagi menghampiri nenek Dijah


yaitu kematian putra semata wayangnya


karena kecelakaan motor.


membuat sang menantu dan nenek Dijah terpukul, bahkan hampir saja membuat kandungan menantunya bermasalah


kalau tidak segara di tangani oleh dokter.


setelah dua bulan kematiang sang putra


kehidupan nenek Dijah dan menantunya kembali membaik


mereka menata kembali hidupnya setelah di porak porandakan oleh cobaan yang sangat berat.


tak terasa kandungan sang menantu sudah memasuki sembilan bulan, tujuh hari.


sang menantu mulai merasakan mules di perutnya dan dia pun bangkit dari tempat tidurnya mencari ibu mertuanya


untuk membawanya ke kelinik terdekat


mungkin sudah saatnya dia mau melahirkan.


beberapa jam pun berlalu setelah sang menantu di tangani oleh bidan yang di klinik tersebut


sempat menegang karena sang menantu pingsan di saat pembukaan terakhirnya.


akhirnya sang menantu di bawa ke rumah sakit kota yang lengkap dengan alatnya.


setelah sampai di rumah sakit tersebut


menantunya langsung di bawa ke ruangan operasi.


karena pasien harus segera di tangani.

__ADS_1


tiga jam berada di ruang operasi


terdengarlah suara tangisan bayi


membuat nenek Dijah yang tadinya deg-degan dan mondar-mandir di depan ruangan tersebut


seketika menyunggingkan senyumnya.


tak selang suara tangis bayi tersebut


terbukalah pintu ruangan operasinya


dan keluarlah seorang perawat sambil mendorong ranjang bayi.


nenek Dijah seketika mendekat dan ingin menghampiri cucunya.


ini cucu saya suster?


tanya nenek Dijah sambil matanya berair saking terharunya.


ya bu,,,tapi maaf mau saya bawa dulu untuk di bersihkan jawab suster tersebut sambil berlalu.


nenek Dijah sangat senang karena cucunya selamat


tapi belum satu menit kesenangan nenek Dijah


tiba-tiba keluarlah dua perawat dari ruangan tersebut sambil berlari ke arah ruangan lain


hal itu membuat nenek Dijah


bingung sendiri


apa yang terjadi di dalam?


dan kenapa para perawat itu berlari sambil menunjukkan muka cemas nya


kenapa dengan menantuku?


tak lama dua perawat yang tadi itu datang kembali sambil berlari tergopoh-gopoh


sambil membawa alat dan satu kantung darah.


dan mereka pun langsung saja masuk ke dalam,tanpa menghiraukan pertanyaan dari nenek Dijah.


ya allah,,,ada apa dengan menantu hamba?


hamba mohon ya allah


selamatkanlah menantu hamba ya allah


nenek Dijah berdo'a sambil menahan isakannya.


tak lama terbukalah pintu ruangan operasi


dan keluarlah tim dokter


dan perawat rumah sakit tersebut.


ketua dari tim dokter tersebut menghampiri nenek Dijah


dan meminta maaf karena gagal dalam menyelamatkan menantunya.


bagai di sambar petir yang beruntun


membuat nenek Dijah luruh ke lantai


sambil tangannya memegang dadanya


yang terasa ngilu.


seluruh tubuhnya terasa membeku


jantungnya terasa berhenti berdenyut


lidahnya kelu


yang hanya ada air mata yang keluar dengan derasnya tanpa bisa di hentikan lagi.


nenek Dijah belum percaya jika sang mentu pergi meninggalkan nya begitu saja.


dia mau bangun tapi badannya tidak mampu di gerakin


nenek Dijah hanya mampu berteriak di dalam hatinya.


kenapa kehidupan ini begitu kejam kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2