
"makasih pot udah anterin aku sampe rumah".kata Tania dengan sedikit cuek setelah mereka sampai di desa dan berhenti di rumah Tania
mawar tidak menjawab perkataan Tania.ia hanya mengangguk cuek pada Tania.kemudian mawar pun pulang dengan mengendarai motor miliknya tanpa ucapan perpisahan yang biasa mereka lakukan di tempo hari.
kelakuan mereka begitu aneh setelah mereka mendengar akan ada orang rusuh di Lampung mereka.juga tentang mereka yang mungkin akan menjadi target selanjutnya.
mungkin saja mereka itu tidak suka jika warga desa itu ada yang berkecukupan dalam kehidupannya.jadi mereka membantai keluarga besar itu untuk menguasai desa.
mereka menerapkan pinjaman dengan bunga fantastis guna mereka cepat kaya raya.itulah yang ada di pikiran Tania dan mawar.
memang keluarga mereka serba kecukupan, namun apa iya mereka akan menjadi target selanjutnya.
sementara itu Naura dan Asti masih dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing.namun ada sedikit berbeda dengan naura.ia terus merenung dan melamun,karena memikirkan nasib kedua sahabatnya itu.saking seriusnya melamun sampai Asti yang sedari tadi ngoceh pun tak ia tanggapi.karena di pikiran nya dia hanya Tania dan mawar.
"mau gak na".tanya pasti pada Naura
namun Naura tetap melamun tak bergeming dengan pertanyaan asti.asti yang menyadari ucapannya tidak di tanggapi ia langsung saja mendadak mengerem motornya sehingga membuat Naura terkejut.
"ih asti pelan-pelan dong bawa motornya".omel Naura pada asti
"ya lagian kamu aku Asti ajak ngobrol malah melamun".sahut Asti cengengesan
"aku itu lagi mikirin Tania dan mawar takutnya mereka marah sama aku karena ucapan aku tadi".kata Naura cemas
"ya udah gak apa-apa kali na, mungkin mereka hanya shock aja mendengar kamu ngomong gitu secara tiba-tiba".kata Asti menenangkan Naura
"ya kalau itu yang mereka alami kalau tidak gimana.lagian tadi juga kamu panggil mereka mereka tidak menjawab kan".kata Naura
"ya kan tadi itu mungkin mereka buru-buru pulang karena.ya mereka pengen cepet pulang aja".kata Asti sembari memberhentikan motornya tepat di depan rumah Naura
"ya semoga apa yang kamu omongin itu benar ya soalnya aku gak mau karena urusan ghaib ini pertemanan kita jadi berantakan".cemas Naura
"ya tidak dong kan kita teman selamanya".kata asti menghibur naura
"ya udah deh kalau gitu aku masuk duluan ya".ujar Naura sembari melambaikan tangan dan berjalan masuk melewati gerbang rumahnya
"iya aku juga mau pulang dulu ya".sahut Asti
kemudian Asti pun berbalik arah di karenakan rumahnya sudah di lewati.
*****
POV Tania
pagi itu aku sedang makan sendirian karena ibuku Tengah mengambil sayuran yang ia tanam di kebun miliknya.
seperti biasa aku makan sembari menonton kartun horor yang ada di YouTube.aku suka menonton kartun itu karena menurutku itu sangat mendidik dan juga lucu.
ketika sedang asyik makan tiba-tiba si kempot datang.karena ia gaduh terus,maka aku segera menghampiri dia.lalu dia ikut dengan ku di meja makan yang terletak di dapur.
seperti biasa dia langsung mengambil camilan yang berbahan dasar singkong yang di goreng untuk menemaninya saat menunggu aku makan.
__ADS_1
namun hari itu dia ingin sekali ikut makan masakan ibu aku.ia katakan bahwa masakan ibu aku itu sangat enak.jadi tak jarang jika dia pulang dari kampus ia selalu numpang di rumah ku untuk makan.
padahal secara ekonomi ia tergolong orang yang mampu.bahkan untuk mengurus rumah tangga saja ia memiliki art yang sangat lincah dan tekun dalam mengurus rumah.
namun ia sebenarnya kesepian,di karenakan kedua orang tua nya selalu sibuk dan larut dalam pekerjaan mereka sehingga mereka jarang bertemu dan bahkan mungkin di setiap pagi mereka bertegur sapa pun sangat jarang.
oleh karena itu ia cukup sering menginap di rumah ku atau bahkan seperti ngekos,karena dia selalu lama menginap di rumah ku.
karena tergiur dengan nasi goreng bikinan ibu ku yang enak maka ia lantas merebut piring di hadapan ku.ia langsung dengan lahap memakan sisa nasi goreng milik ku.
kemudian dia menanyakan apakah masih ada nasi goreng buatan ibu ku itu.sebenarnya sih masih ada cuma itu buat ibu ku jadi aku bilang saja sudah tidak ada nasi goreng nya.
ia pun kecewa,namun bukan kempot namanya jika tidak rewel jika kemauannya tidak di turuti.ia pun lantas berteriak memanggil ibu yang sedang sibuk di ladang kecil milik kami.
ibu pun segera masuk rumah dengan membawa beberapa sayuran yang ia petik di ladang kecil belakang rumah.
pada saat itu aku pergi ke depan untuk mengambil sepatu yang aku taruh di rak.tiba-tiba ponsel ku menangkap notifikasi dari aplikasi campuran berwarna hijau itu.
di sana tertera nama pengirim yaitu Naura.ia berpesan supaya aku dan si mawar kempot itu segera ke kampus,karena ada hal penting yang mau di sampaikan pada mereka.
aku pun bergegas menemui mawar yang saat itu sedang meminta nasi goreng buatan ibu ku.langsung saja aku menyambar tangannya dan menariknya.ibu yang melihat itu lantas menahan mereka.
"eh ini nasi goreng nya.ibu bungkus aja ya".teriak ibu ku
ah ibu masih saja seperti itu,dari dulu sampai sekarang selalu menganggap aku masih bocah yang harus di bawakan bekal saat ke sekolah.
"gak usah Bu kita buru-buru nih".sahut ku sembari mendorong mawar supaya dia segera menyalakan motornya
aku tak menjawab pertanyaan mawar dan langsung saja ia aku suruh melajukan motornya.namun ada yang lupa,aku belum salaman sama ibu.aku pun segera turun untuk menemui ibu guna mencium tangan orang yang telah melahirkan aku itu.
tapi ia justru yang keluar dari rumah karena mendengar keributan kami berdua.ibu pun heran dengan pagi itu, karena ia menemui dua keributan sekaligus.namun aku hiraukan,aku langsung saja menyambar tangan ibu dan pamit berangkat.rupanya si mawar pun ikutan,ia juga menyalami ibu ku yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.(tapi kalau iya aku sih gak mau punya saudara angkat kaya si kempot.kalau usah rewel beh gak bisa di sumbat).
setelah itu aku suruh mawar untuk segera melajukan motornya.samar ku dengar ibu bilang "hati-hati ya jangan ngebut".
ku lihat ibu masih berdiri sendiri di pintu memandangi ku dan mawar pergi ke kampus.di jalan mawar bertanya lagi kenapa harus buru-buru ke kampus.
"udah aku gak tau nanti tanya aja sama Naura kenapa kok dia nyuruh buru-buru.kan dia yang nyuruh bukan aku".kata ku kesal karena ocehanya mawar
mawar pun kemudian terdiam dan fokus menyetir motornya karena jalanan desa aku masih tanah yang jika gerimis sedikit saja maka akan becek dan licin.
………
akhirnya kami pun sampai di kampus di sana aku langsung mencari keberadaan naura.oh iya aku kan belum bertanya di mana dia bisa di temui.
akhirnya dengan inisiatif aku langsung mengambil telepon genggam milik ku dan kemudian aku cari aplikasi campuran yang berwarna hijau.
namun setelah aku menemukan nya aku terkejut melihat benjolan merah di sisi aplikasi hijau itu yang menandakan ada seorang yang telah memberiku pesan,dugaan ku itu pasti Naura
aku pun lantas membuka aplikasi itu dan benar saja Naura memberi tau jika dia dan Asti sedang berada di taman dekat dengan pancuran.
aku segera memberitahu mawar, kemudian aku dan dia bergegas menuju ke taman.sesampainya di sana aku tidak menjumpai naura.ku arahkan pandanganku ke seluruh penjuru taman.
__ADS_1
namun tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundak kami berdua.ku tengok siapa gerangan empu dari tangan tersebut.
ternyata itu adalah Asti teman kami yang paling suka menghibur dan bercanda.kemudian aku bertanya tentang Naura.
seperti biasa dia selalu bercanda sebelum memberi tau dimana Naura berada.ia memberi tau bahwa Naura ada di pancuran di balik tanaman.
kemudian kami pun berjalan menuju tempat dimana Naura berada.ternyata benar Naura sedang duduk sembari membaca buku.
"eh na ini tania dan mawar udah datang".sapa Asti pada Naura
kemudian kami pun duduk di dekat naura.setelah itu Naura langsung berbicara dengan apa yang ia lihat.
aku sangat kaget mendengar itu,karena,apakah bisa aku menerima beban ini.setelah mendengar itu aku lantas seperti memiliki badan tanpa tulang lagi.
aku langsung lemas mendengarnya dan setelah itu aku sudah tidak mampu berkata-kata lagi.aku selalu diam dan melamun karena aku sangat shock.
…………
waktu pun berlalu kelas ku di kampus telah selesai.aku berniat segera mengajak mawar untuk segera pulang.
namun Asti mengajak kami untuk jajan di kantin.terpaksa aku pun juga ikut,karena tidak enak hati.
ku lihat raut muka mawar juga seperti menanggung beban yang besar.karena dari tadi aku bertemu dengan dia,dia hanya terdiam tak bergeming.
aku pun lantas ke kantin dan memesan batagor kesukaan ku.ternyata mawar pun memesan makanan yang sama juga.
aku makan dengan sangat tidak lahap karena masih kepikiran dengan ucapan naura.melihat hal itu Naura dan Asti heran.karena tak seperti biasanya kami demikian.
aku melihat dari sudut mata jika mereka berbisik-bisik.mungkin mereka bingung karena aku dan mawar selalu terdiam dan melamun.
saat itu juga Asti tidak bisa berbuat apa-apa,biasanya dia lah orang yang selalu menghibur kami di kala kami punya masalah.namun untuk saat ini tidak,dia hanya diam seribu bahasa hampir seperti yang aku dan mawar lakukan.
karena hening maka Naura angkat bicara dan meminta maaf sama aku dan juga mawar.tapi justru perkataan itu membuat aku semakin kepikiran.ingin rasanya aku segera pulang ketimbang aku mendengarkan ocehan Naura yang menurutku kurang masuk akal dan seperti menakut-nakuti aku dan mawar.
aku pun segera mempercepat ritual makan ku.kulihat wajah mawar juga seperti orang ketakutan.bagaimana tidak dia adalah orang yang paling penakut di antara kami berempat.
seperti yang aku lakukan,mawar pun mempercepat ritual makan nya.kemudian seperti yang mungkin sudah kami rencanakan lantas membayar pesanan kami.
aku dan mawar pun pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.aku menduga dari raut wajah merek mereka masih kebingungan dengan tingkah kami.namun aku hiraukan saja,karena saat itu yang ada di pikiran ku hanya cepat sampai di rumah.
itu juga yang mungkin ada di pikiran mawar.kemudian aku dan mawar berjalan ke parkiran untuk mengambil motor milik mawar.setelah itu aku pun pulang dengan nya dan dia mengantar ku hingga depan rumah.
………
sampailah kami di depan rumah ku.setelah mengucapkan terimakasih aku lantas masuk rumah.tak ku hiraukan mawar di luar ,karena aku ingin segera beristirahat untuk menghilangkan pikiran negatif dari otak ku.
namun naas pikiran itu masih saja terbayang bayang.maka mulai saat itu aku bertekad untuk sedikit renggang dengan kawan ku dan juga beberapa saudaraku.
biar ini aku yang menanggungnya,mereka tidak boleh tau apa lagi menanggung semua ancaman dari sosok yang telah melayangkan nyawa kak tari itu.
aku juga berharap apa yang di katakan Naura itu salah.kalaupun benar aku berharap bisa menghindari larangan yang telah Naura berikan pada ku.
__ADS_1
aku tidak akan menerima apa pun pemberian orang entah sipapun itu.juga jika ibu ku di beri sesuatu aku akan berusaha untuk membuangnya.