
POV mawar 2
aku pun terpaksa ikut dengan mereka ke kantin kampus.sebenarnya aku ingin sekali langsung pulang karena aku ingin menenangkan pikiran ku dan bersiap menghadapi semua kejadian masa depan yang telah di beritahu Naura.
tapi di lain sisi aku juga kasihan kepada tania.karena ia harus pulang sendirian berjalan kaki pula.
kami berempat pun berjalan ke kantin kampus dan langsung memesan makanan ada di sana.sebelum memesan aku menunggu Tania memesan dulu supaya aku dan dia bisa cepat pulang.
nah tepat Tania ternyata memesan batagor.aku pun lantas menyamakan pesanan ku dengannya.setelah itu kami duduk di bangku kantin untuk menunggu pesanan kami.
aku dan Tania sibuk memainkan ponsel kami masing-masing.sementara Asti dan Naura sibuk membahas pelajaran yang tadi di ajarkan dosen.
saat itu pikiran ku sangat kacau,aku takut menghadapi itu semua.aku berharap saja supaya mami dan papi aku segera pulang dan aku di ajak ke kota.
pesanan kami semua pun datang ke meja kami.aku makan agak sedikit cepat sementara Tania malah justru melambatkan diri."oh Tania cepatlah kau memakan batagor itu supaya kita cepat pulang".pinta ku dalam hati.
aku lalu melambatkan juga ritual makan ku, karena aku khawatir mereka semua curiga dengan kecemasan ku.ku lihat Asti dan Naura sedikit bercanda saat kami makan.
"sial dua anak ini teman lagi bingung dan gelisah malah masih sempat nya bercanda".kesal ku dalam hati
aku pun memainkan makanan ku di piring karena kesal dengan mereka berdua.sementara Tania ia sangat cuek tapi sama sepertiku dia selalu diam.
karena hening Asti dan Naura memberhentikan leluconnya yang tidak penting itu.kemudian ku dengar dia membisikkan sesuatu pada Naura dan berkomentar mengenai tingkah kami yang aneh hari itu.
mungkin karena bersalah Naura pun meminta maaf dengan aku dan Tania.tapi permintaan maafnya itu membuat Tania sedikit jengkel ku rasa.
Tania langsung mempercepat makan nya.melihat itu aku pun sama mempercepat ritual makan ku.setelah itu Tania langsung memanggil penjual batagor dan menanyakan harganya.
mungkin seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya Tania langsung membayar miliknya dan milik ku juga.
kemudian ia langsung berpamitan pada Naura dan Asti.mungkin ia juga kesal dengan mereka berdua,tapi aku yakin bukan itu masalahnya.mungkin ia ingin segera pulang ke rumah seperti halnya aku.
setelah berpamitan aku dan Tania menjadi juara parkiran motor untuk mengambil motorku di sana.kami pun bergegas menaiki motor dan langsung meluncur pulang.
sepanjang perjalanan aku dan Tania yang biasa mengobrol pun menjadi hening.aku sengaja mempercepat laju motorku agar cepat sampai di desa untuk segera pulang ke rumah.
sampailah kami di gerbang desa dan aku mulai melambat kan laju motorku.karena di desaku masih menggunakan jalan tanah bukan jalan aspal atau coran semen.
aku perlu berhati-hati karena lengah sedikit saja bakalan terpeleset karena banyak lubang di sana.seteleh menempuh rintangan jalan desa sampailah kami di rumah Tania.
Tania pun bergegas turun dari motor ku kemudian meletakan helem di bangku depan rumahnya.
setelah itu ia mengucapkan terima kasih dan langsung saja meninggalkan ku di depan rumahnya.kemudian aku bergegas pulang ke rumah karena aku ingin beristirahat untuk menenangkan pikiran ku.
namun masih saja aku terbayang dengan perkataan Naura.aku bolak balikan badan ku tapi tetap saja aku tidak bisa memejamkan mata.susah sekali rasanya jika hanya sekejap untuk memejamkan mata.
seperti yang pernah aku pelajari untuk menenangkan pikiran salah satunya dengan mandi.aku pun segera mengambil handuk ku dan lantang mandi di kamar mandi pribadi ku.
setelah mandi aku merasa lebih segar, kepalaku pun agak sedikit enteng setelah mandi dan keramas.tak ku sangka tiba-tiba mata ku terasa berat dan tanpa di aba-aba aku langsung tertidur di kamarku.
hilanglah sedikit pikiran ku tentang perkataan Naura.walau sebentar itu sangat aku butuhkan,mengingat besok dia harus memulai hidup baru yang menyeramkan.
******
sementara keturunan Datuk hangtuang....
Jack dan Athan akhirnya hampir sampai di padepokan eyang ma'ul.athan yang membawa Jack pun segera mempercepat mobilnya karena Jack sudah mulai sadar.
sampailah mereka berdua tepat sampai di depan kediaman eyang.athan pun segera turun dari mobil dan langsung menyuruh beberapa murid eyang untuk membantunya membopong Jack dan membawa barang-barang nya.
__ADS_1
"assalamualaikum eyang".salam Athan sembari masuk di kediaman eyang
"waalikumsalam".jawab sang eyang
"maaf eyang saya mengganggu istirahat eyang".kata Athan sembari menyalami dan mencium tangan eyang
"ada apa cu kok mendadak ke sini".tanya eyang
belum saja Athan menjawab pertanyaan eyang jack pun datang.eyang sangat terkejut melihat cucu dari sahabat nya itu.
"ini Jack kenapa cu".tanya eyang
"dia pingsan dan sakit dalam eyang". jawab Athan dengan menunduk merasa bersalah
"kok bisa begitu cu emang apa yang kalian lakukan". tanya eyang
"panjang ceritanya eyang.tapi saya mohon sekarang eyang netral kan dulu energi negatif dari tubuh jack".pinta Athan
eyang pun segera membaca doa kemudian tangan beliau di arahkan ke atas tubuh jack yang terbaring.saat itu juga Jack berteriak kesakitan dan memberontak hebat sehingga Athan langsung memanggil beberapa murid eyang untuk memegangi Jack.
keringat membasahi tubuh jack yang terbaring lemah.begitu juga dengan eyang beliau bercucuran keringat saat mengobati Jack.sungguh dahsyat aura yang di hasilkan oleh kertas itu.sehingga eyang yang ilmunya jauh tinggi di atas Athan pun tak sanggup dan hampir menyerah saat mencoba menetralkan nya.untung saja eyang memiliki pendirian yang kokoh sehingga dia berhasil mengobati Jack dengan bantuan Allah dan juga rahmat-Nya.
Jack pun di baringkan di ranjang yang telah di sediakan oleh eyang untuk dia bersantai.sementara eyang beliau beristirahat sejenak sembari mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
Athan pun mengambilkan air minum untuk eyang dari dapur.air itu langsung di berikan pada eyang dan beliau langsung meminumnya.
"cu baru kali ini eyang berhadapan dengan energi yang sangat kuat.memang apa yang kalian lakukan".tanya eyang sembari mengatur nafasnya
"ini eyang.tadi sepulang dari kampus aku hampir menabrak seorang pejalan kaki.terus aku dan Jack turun untuk meminta maaf dan juga untuk menanyakan apakah ada luka atau tidak tapi dia malah sewot".jawab Athan sembari mengingat kejadian itu
eyang yang masih lemas hanya mendengarkan cerita Athan dengan antusias.
"sekte ilmu hitam?. bukanya di tempat kalian itu banyak pesantren dan juga majelis agama , kok bisa sampai ada sekte di situ".kata eyang dengan heran
"itu lah eyang kok bisa ada sekte di situ.terus kami sepakat untuk membuka kertas itu setelah kami makan.setelah makan kami langsung berkumpul untuk membuka kertas itu.tapi usaha kami sia-sia,kertas itu tidak bisa terbuka walau sedikit".lanjut Athan
"kemudian aku menerawang kertas itu dan aku taksir bahwa kertas itu memiliki aura negatif sehingga aku putuskan untuk menetralkan kertas itu.tapi kami gak mengira kalau energi itu sangat besar sehingga kami semua terpental dan Jack menabrak tembok kamar ritual kami".lanjut Athan
"setelah itu leo menolong Jack untuk di bawa ke kamarnya dan mengobatinya.sementara aku mengambil kertas itu dari kamar ritual.leo pun mengobati Jack tapi nihil ia tidak bisa".lanjut Athan
"kemudian aku mengusulkan untuk membawa Jack ke padepokan eyang supaya eyang bisa menangani lebih lanjut".kata athan mengakhiri ceritanya
"terus sekarang kertas itu dan juga leo dimana".tanya eyang yang sedari tadi hanya mendengarkan cerita athan
"kertas itu bersama Leo eyang,dia masih dalam perjalanan ke padepokan ini".jawab Athan di barengi dengan suara deru motor dan bunyi klakson dari motor itu.
masuklah Leo sembari mengerang kesakitan.kemudian ia langsung melemparkan tas miliknya ke sembarang arah dan langsung merebahkan dirinya di ubin rumah eyang.
"cu kamu kenapa".tanya eyang
"eh eyang aku kira siapa".kata leo sembari menyalami eyang
"lha emang eyang yang bilang engkong siapa".canda eyang pada leo
"loe kenapa seh leo".tanya Athan
"gak tau nih bang pinggang gua sakit bener".sahut leo
"sini cu".kata eyang sembari membalikan badan leo
__ADS_1
kemudian eyang pun membaca shalawat dan meniup kan di telapak tangannya.lalu ia mengusap bagian yang sakit itu,seketika Leo merasa agak mendingan.
"Alhamdulillah makasih eyang".kata leo
tanpa di duga datang lah cucu eyang yang cantik jelita.dia bernama ratih dara cantik yang naas di tinggal pergi orang tuanya dari kecil entah kemana.
dulu di saat masih kecil,mereka sering bermain bersama di padepokan.namun setelah beranjak dewasa dan mereka berpisah cukup lama mereka pun jadi jarang bertemu.jangankan bertemu berkomunikasi saja mungkin tidak pernah.
setelah hampir 11 tahun mereka berpisah mereka di pertemukan kembali di padepokan yang sama.tapi dalam suasana berbeda,kali ini mereka sudah dewasa.athan yang dulunya item dan kucel sekarang sudah putih dan ganteng.leo yang dulunya bandel sekarang sudah berubah drastis sementara Jack yang dulunya cengeng dan suka menangis sekarang menjadi lebih tangguh dan hebat.sedangkan Ratih yang dulu penampilannya seperti anak desa sekarang sudah seperti anak kota.
"silahkan di minum".suguh Ratih pada tamu eyang nya itu
"iya terimakasih mbak".ujar athan
"kok mbak sih cu.ini cucu eyang yang dulu main bareng sama kalian.masa kalian lupa".kata eyang mengingatkan mereka berdua
"cucu sejak kapan eyang punya cucu".canda Leo mulai kumat lagi
"sejak 1928".jawab eyang asal
"waduh udah kaya kecap tongtong dong".sahut leo sembari tertawa karena ucapannya sendiri
semua yang ada di tempat itu pun juga tertawa mendengar lelucon leo.namun hanya senyum manis lah yang menghiasi wajah cantik ratih.
"emang ini siapa eyang".tanya Athan
"ih kepo aja kamu cu.kamu tanya aja sendiri".sahut eyang sembari mengunyah semangka dengan giginya yang mulai jarang.
"eh coba loe tanya sono". perintah Athan sembari mencolek pinggang leo
"apaan sih kebiasaan loe.loe yang kepo gua yang jadi korbanya".gerutu leo
Athan bersikeras menyuruh leo untuk menanyakan nama cucu eyang ma'ul itu.tapi sebaliknya Leo juga enggan ia malah sibuk memakan buah yang di bawa oleh Ratih.
mendengar kegaduhan yang konyol dari dua saudaranya itu membuat Ratih tersenyum lebar.kemudian dia bicara untuk menengahi cekcok Athan dan leo.ia pun memperkenalkan diri pada mereka berdua.
"perkenalkan nama saya Ratih,saya cucunya eyang ma'ul".kata Ratih memperkenalkan diri
"Ratih kaya pernah dengar nama itu".kata Athan sembari menengok ke leo
"apa loe liat-liat".ujar leo yang tidak nyaman ketika makan di liatin orang
"apaan sih sewot bener.lagian cuma liat doang gak nerkam juga". omel Athan
"yeh mulai pinter loe.gua itu gak suka kalau lagi makan di liatin.di kata gua artis kali".sahut leo
"eh loe ingat gak dengan nama Ratih itu".tanya Athan
"lha emang loe lupa".tanya balik leo
"ya lupa mangkanya gua tanya loe.loe inget gak".tanya Athan lagi
"ya elah bang,loe masih muda udah pikun aja.eyang pikun maklum sudah tua,lha elu bini ora punya segala udah pikun".kata leo meledek Athan
"yeh udah mulai pinter ngeledek loe ya".kata Athan kesal sembari melingkarkan tangannya di leher leo
"ya pinter dong kalau gua gak pinter malu Ama cicak".kata leo sembari berusaha melepas tangan Athan dari lehernya
bersamaan dengan ucapan itu tiba-tiba ada cicak yang berbunyi nyaring."cek cek cek" mendengar hal itu Leo pun lantas mengeluarkan kekonyolan nya."nah tuh kan beneran ketawa cicaknya".kata leo yang membuat semua yang ada di situ tertawa lepas.
__ADS_1
sungguh tega mereka tertawa dan bercanda sementara Jack malah terbaring lemah di atas ranjang reot.namun ia mulai sadar dari pingsannya dan lantas memanggil Athan.