Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
kertas yang memiliki energi besar


__ADS_3

"aduh kertas itu hilang". teriak Jack kesal pada dirinya


"lha tadi loe taruh dimana itu kertas".tanya Athan


"gua taruh di saku celana tadi".jawab Jack


"jatuh mungkin di mobil". kata Athan


segera saja jack pun langsung menuju mobil yang parkir di depan kosan.setelah Jack pergi leo lantas memberi kertas itu pada athan.


"nih bang kertasnya.suer auranya kuat bgt".kata leo sembari memberikan kertas itu


"wah elu kebiasaan adik loe keder nyariin kertas itu loe malah anteng bae".omel Athan pada leo


"ah biarin lagian dia gak ngasih tau sama sekali".bantah leo


sejenak kemudian Jack pun datang dengan tergesa-gesa dan langsung saja pergi ke kamar Athan untuk mengambil kunci mobilnya.


saat hendak keluar Jack di tahan oleh Athan sembari menunjukkan kertas yang ia cari.


"ini kertasnya jack".kata Athan


"lha iya itu kertasnya.siapa yang nemuin".sahut Athan kesal sembari ngos-ngosa


"itu Abang loe".ujar athan sembari menunjuk leo


"yeh elu bang malah diem diem bae".kata Jack sembari menepuk pelan paha leo


"heh loe dari tadi nyakuin tuh kertas gak ngerasa ada yang aneh gitu".tanya Leo pada Jack


"nggak tuh.emang ada apa nya bang".tanya Jack pada leo


"pas tadi gua ngambil itu kertas tangan gua kerasa tersetrum gitu.trus gua sakuin,nah gua ngerasa jika kertas itu nyedot energi gua.nah pas gua taruh tuh kertas di lantai terus gua duduki,sama aja energi gua kaya ke kuras gitu.mangkanya loe tadi cerita gua diem Bae padahal kan tau gw paling heboh ya kan".jelas Leo tentang kertas itu


"gua sih gak ngerasa apa-apa.cuman yang gua rasa itu pas orang yang di tabrak bang athan bawa buntalan gitu.nah gua rasanya itu doang yang aneh.mana dia make jubah hitam lagi". penilaian Jack tentang orang itu


"ya udah sekarang kita makan dulu terus kita buka itu kertas isinya apa mungkin secara tidak langsung Datuk sudah memberi kita klu untuk mengalahkan dukun itu".kata Athan


merekapun kemudian melanjutkan makan mereka yang tertunda.setelah selesai mereka langsung berkumpul di ruangan khusus mereka ritual.


dengan di terangi cahaya lilin mereka lantas membuka kertas itu.namun anehnya kertas itu tidak dapat di buka sama sekali.bahkan mereka bertiga membuka pun tidak sanggup.


"bagaimana nih bang cara nya.kita udah usaha semaksimal mungkin tapi nihil".tanya Jack sembari ngos-ngosa


"bener kayaknya yang di bilang Leo ini auranya cukup kuat.jadi kita harus menetralkan aura ini dulu supaya bisa di buka".sahut Athan


"gua setuju sama bang athan.kita netralkan dulu setelah itu baru coba kita buka.jika masih tidak bisa juga maka kita ke padepokan eyang ma'ul.kita minta bantuan beliau".ujar leo


"ok kita siap".komando Athan


mereka pun langsung memasang kuda-kuda untuk menetralkan kertas itu.di barengi dengan bacaan zikir dan shalawat serta lantunan ayat Alquran mereka mulai menetralkan kertas itu.


namun sayang beribu-ribu sayang,ternyata ilmu mereka belum lah tinggi,sehingga mereka terpental di sebabkan oleh energi yang di hasilkan oleh kertas itu sangatlah besar pengaruhnya.


mereka terpental hingga hampir menabrak tembok kamar itu.bahkan Jack pun sampai memuntahkan sedikit darah.melihat hal itu athan dan leo langsung menghampiri Jack dan membawanya keluar kamar itu.


Athan menyuruh Leo untuk membawa Jack ke kamar.sementara dia kembali ke dalam untuk segera mengambil kertas itu supaya ia tidak bisa kemana-mana.

__ADS_1


setelah itu Athan langsung menuju kamar Jack dilihatnya Jack mengerang kesakitan sembari memegangi dadanya.


"bang bagaimana ini".tanya leo


"udah ayo sekarang kita langsung obati dia.supaya dia sedikit tenang.kemudian kita langsung menuju padepokan eyang.supaya Jack bisa di tangani lebih lanjut".sahut athan


mereka pun segera menuju padepokan eyang ma'ul.athan langsung memapah Jack sementara leo mempersiapkan keperluan.


setelah Jack di dudukan di samping nya Athan pun segera melajukan mobilnya.sementara Leo dia menggunakan motor untuk pergi ke sana.


sebelum pergi leo berpesan pada mbok ndung seorang janda tanpa anak.ia selalu di percayakan oleh Leo dan dua saudaranya untuk menjaga kosan saat mereka pergi.


tak lupa juga keponakanya yang sedari kecil ikut dengannya pun kerap kali membantu sang bibi menjaga kosan milik Leo dan saudaranya.


setelah berpamitan pada si mbok maka leo langsung memacu motornya dengan pelan.namun mbok ndung heran mengapa ia kembali lagi.


"lha kok Aden pulang lagi".tanya mbok ndung


"ini mbok kuncinya".sahut leo sembari memberikan kunci gerbang kosnya


"oh iya si mbok juga lupa".kata mbok ndung sembari senyum menghiasi wajah keriputnya


"ya udah ya mbok assalamualaikum".kata leo


"iya den hati-hati.waalaikumsalam".sahut mbok ndung


kemudian Leo pun langsung berbalik dan terus memacu motornya dengan kencang.


…………


sementara di mobil Jack terus mengerang kesakitan.hal itu membuat Athan tidak fokus karena ia sangat cemas pada anak pamannya itu.


setelah itu athan langsung melaju kan mobilnya sedikit lebih kencang menembus rerimbunan pohon di jalan hutan.


sementara leo ia memilih jalan pintas untuk menuju ke padepokan eyang ma'ul.sepanjang perjalanan ia terus memikirkan tentang kertas itu yang membuatnya hampir saja masuk ke danau dekat hutan.


"ya elah.untung saja gak nyusruk ke nih danau.kalau sampai nyusruk bisa Keos aku dimakan lintah".ujar leo sembari membalikkan motornya


karena kejadian itu ia pun jadi kehilangan banyak waktu untuk sampai di rumah eyang.ia pun kemudian memacu motor sport nya itu dengan lebih kencang.karena jalan itu jalan hutan jadi ia lebih leluasa menambah kecepatan motornya itu.


*****


POV mawar 1


pagi itu aku bangun dengan sedikit loyo karena semalaman ia susah tidur.karena aku masih ingin terus dengan mama aku.tapi mama dan papa ku selalu saja sibuk kerja dan kerja.


aku di rumah selalu bersama art kami yang bernama bi iin.bi Iin juga yang mengurus aku sedari kecil.jadi aku dan Bu Iin sudah sangat dekat.bahkan bisa di bilang aku dan beliau seperti ibu dan anak.


seperti biasa aku pergi ke rumah Tania untuk berangkat bersama.oh iya aku dan Tania sudah berteman sejak SMA sampai sekarang.


namun sesampainya di sana aku melihat jika pintu rumah Tania masih tertutup.aku heran tak seperti biasanya ibu Tania tidak membuka pintu depan selambat ini.


tapi apa mungkin jika itu di sebabkan karena ada keributan di sebelah depan rumahnya.entah apa yang merasuki para warga itu sehingga berkerumun seperti semut yang ngrubutin gula.


aku menghiraukan kejadian itu dan langsung saja menuju rumah Tania.ku ketuk pintu itu saat aku sudah tepat berada di depannya.


lama sekali aku menunggu dia datang untuk membuka pintu.aku pun langsung bete karena tidak seperti biasanya dia seperti itu.

__ADS_1


kemudian aku mengetuk pintu itu sekali lagi,jika saja pintu nya tidak di buka maka aku akan tinggalkan Tania.tapi yang aku rasa bukan benda keras melainkan benda lembut saat ku ketuk pintu itu.


aku pun segera menoleh ke arah benda itu,tak ku sangka jika yang aku ketuk itu bukan benda pipih yang di sebut pintu itu melainkan hidung Tania.tania hanya melirik tajam ke aku,aku hanya tersenyum geli melihat lirikan Tania.


Tania pun mengizinkan aku masuk ke rumahnya.rumah itu sudah aku anggap sebagai rumah aku sendiri.aku sering sekali menginap di rumah ini karena di sini sangat ramai.


beda dengan rumah aku yang sangat sepi.bahkan mungkin lebih sepi dari kuburan,karena mami papi aku selalu pergi dan jarang ke pulang ke rumah.


seperti biasa aku langsung menyambar setoples camilan kesukaan aku.ya ibu Tania adalah ibu ku yang kedua ,dia sangat perhatian sama aku lebih dari mama aku sendiri.


tidak hanya baik ibu Tania juga sangat pandai memasak.masakan ibu Tania sangat enak dan aku sering ikut makan.bahkan saat aku lapar juga sering minta ibu makan.


seperti pagi itu aku mencium makanan yang Tania makan.sunggguh baunya sangat menggiurkan sehingga aku langsung merampas sisa makanan yang ada di piring depan Tania.


Tania hanya geleng-geleng kepala karena mungkin dia merasa anak orang sukses seperti aku ini masih mau makan makanan sisa orang yang hanya cukup berada.


setelah itu aku langsung meminta masakan yang berupa nasi goreng itu lagi.tania menjawab bahwa nasi goreng nya sudah habis.


tapi aku selalu memaksa jika aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku mau.aku pun segera memanggil ibu untuk meminta nasi goreng itu lagi.tapi Tania langsung pergi ke depan entah apa yang ia lakukan di sana.


ibu pun datang, ternyata beliau baru saja dari ladang belakang rumah nya.ia membawa beberapa sayuran dari situ untuk di jadikan hidangan makan siang bersama Tania.


aku langsung meminta nasi goreng itu pada ibu.tapi Tania langsung kembali ke belakang dan segera menyuruh aku berangkat ke kampus.ia bilang bahwa Naura memberi tau mereka harus segera ke kampus,karena ada hal penting katanya.


hal penting apa ya?karena jika naura yang berbicara 55% akan benar.aku selalu khawatir dengan ucapannya itu,karena selalu menyangkut hal-hal ghaib.


Jujur saja aku seorang anak yang penakut jadi aku selalu takut dengan apa yang Naura ucapkan.aku penakut karena aku selalu sendiri di rumah dan rumah aku cukup besar.


aku pun agak ngaret dengan ajakan Tania.namun karena dia selalu memaksa maka aku pun akhirnya mengalah.aku segera melajukan motor ku,namun Tania malah turun dari motor karena dia lupa menyalami ibunya.


"hahaha".tawa ku dalam hati aku pun segera ikut turun dan ikut menyalami ibu Tania.aku pun melambatkan bersalaman dengannya supaya aku semakin lama untuk bertemu Naura, pikirku dalam hati.


tapi Naura malah menarik ku dengan cepat dan menyuruh aku segera menjalankan motornya.aku pun dengan malas menjalankan motor ku itu menuju kampus.


sepanjang perjalanan aku terus bertanya pada tania.namun dia tidak menjawab hanya menyuruh dan menyuruh kami segera sampai di kampus.


akhirnya aku sampai di kampus dan Tania segera mencari keberadaan Naura.sebenarnya aku sangat malas bertemu naura.namun sebagai teman yang baik aku ikuti kemauan mereka.


Tania mendapatkan pesan dari Naura bahwa dia ada di taman dekat pancuran air.aku dan Tania pun segera meluncur ke tempat itu.


saat di taman aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru taman.namun tidak menemukan sosok Naura.


sampai suatu tangan yang memegang pundak aku dan Tania.aku langsung merinding di buat nya.tapi untung lah ternyata tangan itu milik Asti teman kami yang paling jenaka dan suka menghibur.


Tania lantas bertanya pada Asti dimana Naura berada.asti pun memberi tau dimana Naura dan mengantar kami ke tempat Naura berada.


aku dan Tania pun segera menemui Naura di tempat yang sudah di beritahu sama asti.ku lihat di sana Naura sedang duduk sembari membaca buku.


aku pun ikut duduk bersama mereka dan langsung saja Naura memberitahu tentang hal yang akan dia beritahu.


aku terkejut,shock dan juga takut dengan perkataan Naura.ku lihat Tania juga merasakan yang sama.


setelah itu kami berasa seperti tidak punya tujuan hidup lagi.aku selalu diam setelah itu bahkan ketika ati bercanda pun aku hanya tersenyum tipis.


sedang ku lihat Tania agak sedikit lebih kuat.karena ya dia masih ada yang menemani yaitu ibunya.


sedangkan aku hanya sendiri di rumah karena bi Iin terkadang pulang ke rumah cucunya yang berada di desa ku juga.

__ADS_1


sebenarnya aku niat untuk menginap di rumah Tania.tapi Tania jugalah menjadi sasarannya,jadi aku urungkan niat ku untuk menginap di rumah Tania.aku khawatir jika ia yang terkena imbasnya jika mereka mengejar aku terlebih dahulu.


__ADS_2