
"belum eyang tapi kok kaya gak asing ya".sahut Jack
"itu foto kalian waktu kecil.eyang simpan foto itu supaya buat kenangan kamu di masa mendatang.eh malah sekarang kalian sudah lupa masa kecil kalian.jadi eyang serahkan foto itu ke kalian".ujar eyang ma'ul
"masa sih eyang kok gantengan yang dulu ya ketimbang yang sekarang".ujar leo
"lha loe mah dari dulu emang segitu takaran muka loe".sahut Athan
"bukan gw bang yang kecil ini lho".kata leo sembari menunjuk foto anak paling kecil yang tak lain adalah foto Jack dulu
"itu jack".sahut eyang
"oh pantes mukanya begini".kata leo membuat Jack melirik tajam ke arahnya
"sini eyang kenalin semua yang ada di foto ini".kata eyang sembari mengambil sisa foto yang masih ada di kotak hitam itu
"ini kamu cu Athan putra Mananta.yang ini kamu cu Leo king nagano.yang ini kamu cu Jack Ibnu nando.terus yang terakhir ini kamu cantik Ratih larasantang".kata eyang sembari menunjuk foto yang ada di tangannya
"jadi ini dulu foto kita pas masih kecil". tanya Ratih
"iya cu.sekarang kalian sudah ingat".ujar eyang
"iya eyang ternyata setelah lebih dari 11 tahun kami meninggalkan eyang di sini eyang masih menyimpan foto ini".kata Jack berkaca-kaca
"iya cu,dulu foto ini hampir saja di bakar oleh orang tua kalian.tapi eyang cegah karena eyang sangat rindu kalian semua.terutama cucu eyang sendiri yang paling cantik".kata eyang sembari memandangi Ratih
Suasana makan malam pun menjadi haru setelah mendengar eyang bercerita soal masa kecil mereka semua.mereka semua tak menyangka bahwa saat mereka kecil mereka berteman dekat,namun saat besar mereka malah tidak saling mengenal.
"makasih eyang,eyang sudah merawat kami sedari kecil hingga sekarang.bahkan eyang juga menjaga kami semua saat kami jauh dari eyang.walaupun itu hanya foto kami eyang tetap selalu menjaga sepenuh hati".ujar athan dan tak terasa air matanya tak bisa terbendung
semua yang hadir pun ikut menangis,terutama Ratih ia merasa bersalah karena selama ini malah pergi dari padepokan dan baru bisa pulang sekarang.ratih pun lantas memeluk eyang nya,sosok yang membiayai dia saat dulu masih kecil.ia menangis sesenggukan di dada eyangnya yang sudah keriput itu.
"sudah cu jangan menangis".kata eyang
Ratih pun melepaskan pelukannya dari tubuh eyang dan langsung menyalami tangan eyang nya yang sudah tidak kencang lagi.
"eyang maafin ratih.ratih selama ini ninggalin eyang dan bahkan hampir lupa dengan eyang".kata Ratih dengan terputus-putus karena menangis
"iya gak apa-apa cu.terus gimana kamu sudah menemukan orang tua kamu atau pun makamnya".tanya eyang
"belum eyang.makamnya pun belum tau.warga desa di tempat yang eyang kasih tau pun tidak kenal sama ayah".jawab Ratih sembari mengelap air mata
"emang orang tua kamu kenapa ras".tanya leo
"emm gak tau le kata eyang dia merantau dan nitipin aku ke eyang,tapi malah sampai sekarang gak pulang-pulang.aku juga udah ke sana tapi malah gak nemuin mereka".ujar Ratih
"yang sabar ya ras nanti kami akan coba ikut mencari keberadaan orang tua kamu.entah dia hidup atau cuma makamnya saja".kata Athan menyemangati Ratih
"makasih tan.maaf ya aku ngrepotin kamu terus".ujar Ratih
"iya gak apa-apa kok".sahut Athan
"ya udah lanjutin dong makannya.nanti keburu masuk waktu isya".ujar eyang
kemudian mereka kembali meneruskan makan mereka hingga tiba-tiba pintu di ketuk oleh seseorang.
"assalamualaikum eyang".kata orang di balik pintu
"waalikumsalam masuk".kata eyang
kemudian orang itu pun masuk dan memberi tahu pada eyang bahwa kamar untuk cucu hangtuang sudah di siapkan dan sudah bisa di tempati.eyang pun mengiyakan dan menyuruh dia supaya membawa beberapa temannya untuk membawa barang-barang mereka ke kamar itu.
"suruh dua atau tiga orang untuk membawa barang cucu hangtuang ke kamarnya terus kamu istirahat dulu". titah eyang
"siap eyang".sahut murid itu dan langsung menyuruh beberapa rekannya untuk membawakan barang Athan dan saudaranya.
"nah kalian malam ini menginap dulu ya di padepokan besok baru kalian boleh pulang".ujar eyang
"gak ah eyang aku mau di sini aja dulu sampai aku tau titik terang dari kertas itu".ujar leo
"ya sudah jika kalian maunya seperti itu.tapi kos-kosan kalian bagaimana siapa yang menjaga". tanya eyang
"sudah eyang tenang aja.kosan kami sudah aku amanahkan ke tetangga kami yang biasa menjaga kosan eyang".sahut leo
"oh aman gak tuh nah terus nanti kalau orang bayar kos gimana".tanya eyang
"aman eyang mereka gak berani bayar kos selain sama kami bertiga jadi ya aman deh pokoknya".sahut Athan
"ya sudah kalau begitu besok atau lusa eyang coba untuk buka kertas itu siapa tahu itu petunjuk yang di berikan Datuk kalian".ujar eyang
mereka pun selesai makan dan beristirahat sejenak untuk menurunkan nasi dari perut.tak terasa adzan shalat isya pun berkumandang mereka lantas berwudhu dan langsung menuju surau.mereka duduk di samping murid eyang tanpa memandang status.mereka juga berbincang-bincang dengan murid eyang saat berada di surau.
sesaat kemudian eyang pun datang dan langsung menyuruh leo untuk imam shalat.leo pun maju untuk mengimami shalat isya.suara Leo yang tak kalah merdu namun agak seperti orang Jepang itu pun melarutkan pikiran semua yang mendengar nya.
……………
setelah shalat isya selesai eyang seperti biasa langsung masuk ke kamar nya untuk melakukan amalan rutin di sana.sedangkan trio sultan dan juga Ratih mereka duduk di pondok kecil yang di sediakan oleh eyang di samping rumahnya.
namun baru saja Ratih hendak duduk ia teringat bahwa piring mereka semua belum di cuci olehnya.ia pun segera ke dapur untuk mencuci piring itu.
sementara itu trio sultan melanjutkan duduk-duduk di pondok itu sembari bercerita dan mencari cara untuk membuka kertas itu.
"eh bang kira-kira eyang bisa gak ya buka kertas itu.tadi kan kata loe eyang kewalahan cuma karena mengobati Jack yang kena pengaruh serangan kertas itu.terus gimana ya kalau eyang malah tumbang juga".kata leo
"nah itu juga yang gua pikirin le.gua takutnya eyang juga tumbang.kan kasihan ratih".sahut Athan
__ADS_1
"terus kita bagaimana bang".tanya Jack
"apa kita ke padepokan pusat aja ya milik tuan Brata jaya".sahut athan
"tapi jauh banget itu bang.kasihan Jack kan dia baru aja pulih".ujar athan
"udah gak usah mikirin gua.gua bisa jaga diri kok tenang aja loe berdua".kata jack menyemangati dirinya
"gini aja besok kita tanya ke eyang soal rencana ke pusat.kalau eyang setuju gua Ama loe Leo ke padepokan.nah loe Jack sorry gua tinggal di kosan aja ya.gimana setuju gak".usul Athan
"gua sih ok aja".sahut leo
"gua sih ok.tapi masa gua gak ikut kalian berdua sih.gua pingin nambah ilmu juga nih".rengek Jack
"udah lah loe mending di kosan aja loe pelajarin tuh ilmu yang ada di kitab gua.karena ntar kita bakal ngehadapi musuh yang sebenarnya.jadi kalau kita berangkat semua gua takut kita kurang fit saat menghadapi Ki brengos dan antek-anteknya".terang leo menghibur
"ya udah deh.tar gua pelajarin dulu tuh ilmu terus gua praktekin di padepokan ini".kata Jack mengalah
"eh loe mau pada ngopi kagak".kata Athan
"ok deh tapi eyang punya kopi kagak".sahut leo
"lha ngapain pake kopi eyang kan gua bawa kopi".sahut Athan
"oh ya udah deh gua masak air dulu ya".tawar Jack sembari masuk ke kediaman eyang dan langsung ke dapur
sementara Athan dia mengambil kopi dari tasnya dan langsung di bawa ke pondok.sedangkan leo ia mengambil beberapa gelas yang di biarkan berserakan oleh murid eyang untuk ia cuci dan menyeduh kopi.
di dapur Jang langsung mencari teko yang biasa eyang gunakan untuk memasak nasi.karena ia tidak menemukan teko itu lantas ia menanyakannya kepada Ratih yang sedang berjibaku dengan piring kotor.
"ras teko air dimana".tanya Jack
"itu di samping tungku".sahutnya tanpa menoleh
"oh iya ini.ciwer kali mata gua".oceh Jack pada dirinya
"permisi mau ngambil air".kata Jack
"ngapain ke sini itu kan di gentong ada".ujar Ratih
"lha sejak kapan di situ ada gentong".tanya Jack
"sejak kamu belum lahir". sahut Ratih memang umur Jack dan Ratih cukup jauh.ratih lahir tiga tahun sebelum Jack lahir sehingga ia dan Jack sering bertengkar saat kecil.
tanpa menimpali perkataan Ratih Jack langsung ke gentong untuk mengambil air dan langsung menaruhnya di tungku.kemudian ia menyalakan tungku dengan menggunakan ilmu tenaga dalam yang telah dia pelajari dari mendiang Datuk nya saat beliau masih hidup.
tanpa banyak basa-basi api pun menyala membakar kayu di tungku.ratih yang sudah selesai mencuci piring pun melihat kehebatan jack.ia kagum karena Jack yang dulu jadi anak paling cengeng sekarang justru menjadi anak hebat.bahkan untuk membuat api ia hanya menggosokkan ranting kayu di tembok langsung menyala apinya.
"widih hebat kamu sekarang jack".puji Ratih
"hih gak nyadar kamu tuh dulu paling cengeng tau gak".kata Ratih mulai mengejek
"ya itu kan dulu.kalau sekarang...".ucapan Jack terputus
"kalau sekarang hebat gitu".kata Ratih sembari memiringkan senyum nya
"ya jelas masih cengeng juga.tapi kalau kamu bilang aku hebat ya emang hebat juga tapi kadang-kadang".timpal Jack
"ya elah gak ilang ilang tuh cengengnya".ledek Ratih
tanpa sadar mereka ternyata sedari tadi di perhatikan oleh eyang.melihat itu eyang tersenyum karena Ratih tidak lagi memikirkan orang tuanya.
"waduh udah pada kenal nih.jadi mulai lagi berantemnya kaya dulu".kata eyang
mendengar itu Ratih dan Jack yang sedang sibuk bertengkar pun berhenti sejenak.mereka lalu memandang wajah eyang ma'ul yang sudah mulai keriput dimakan usia.
"eh eyang mau ngopi enggak".tawar Jack
"lha eyang gak punya kopi cu.kan kamu tau eyang gak suka kopi".sahut eyang
"dia mau ngopi pake arang eyang.tadi aja dia ngerok dari teko".kata Ratih
"yeh enak aja.bang athan bawa tuh.kamu mau ngopi juga".tawar Jack ke Ratih
"enggak ah itu pasti kopi buatan kamu gak enak".ejek Ratih sembari pergi ke kamarnya
"ya elah tuh cewek.kalau bukan cucu eyang bakal aku suruh jadi pembantu ntar".gerutu Jack
eyang yang hanya memperhatikan pun tersenyum karena ia terhibur dengan drama mereka berdua.seolah mereka memperagakan adegan di waktu kecil mereka.
air pun sudah bergelembung bertanda dia sudah siap untuk di campurkan dengan bubuk hitam bernama kopi itu.jack pun lantas membawa teko itu ke pondok untuk segera menyeduh kopi.
"mari eyang duluan.eyang bener gak mau ikutan".kata Jack
"enggak lah eyang mau nerusin zikir dulu.nanti deh kalau eyang belum ngantuk eyang ikut deh".kata eyang
setelah itu jack langsung pergi ke pondok karena ia rasa kedua kakaknya sudah menunggu dia.sementara eyang beliau pergi ke kamar untuk melanjutkan ibadahnya.
……………
sedangkan di pondok kedua kakak Jack frustasi karena air panasnya gak kunjung datang.tak lama setelah itu Jack pun menunjukan batang hidungnya.dia datang dengan menenteng teko berisi air panas.
"eh Jack loe kemana aja lama bener".omel Athan
"ya ke dapur bang nyiapin air panas.masa ke kolam renang sih".sahut Jack kesal
__ADS_1
"lha lagian loe lama bener bikin beginian doang.loe bikin kopi dulu pake arang di teko ini ya".kata leo
"enak aja loe.ngomong loe udah kaya si neng lampir aja".sahut Jack
"neng lampir???".kata Athan dan leo berbarengan
"siapa neng lampir jack".tanya Athan
"itu si laras.ngoceh Mulu dari tadi sampe gua lupa malah kaki gua yang hampir gua masukin ke tungku".sahut Jack memanggil Ratih dengan sebutan laras.karena nama itu yang dulu mereka sebut saat masih kecil
"wah parah loe.sekarang Laras dimana".tanya Athan
"masuk ke kandang dia mah".sahut Jack kesal
"ajakin nongkrong deh sebentar aja". perintah leo
"loe aja sono".sahut Jack
"loe deh bang".kata leo ke pada Athan
"gua lagi dah loe yang punya ide jadi loe yang pergi sono".sahut athan
"ya elah kalau gini mah mending gua kagak ngomong dah".kata leo
"loe jadi ngajak Laras enggak".tanya Athan
"iya deh".sahut leo sembari melangkah menuju kediaman eyang
ia pun masuk ke sana dengan pelan-pelan supaya tidak mengganggu eyang yang sedang zikiran.ia langsung mencari kamar Ratih.karena di ruangan itu ada tiga kamar yang masih kosong ia jadi bingung.ia pun memutuskan untuk balik ke pondok menanyakan kamar Ratih kepada Jack.
"eh kamar Laras di sebelah mana sih".tanya Leo setelah sampai di pondok
"itu di yang pintunya putih".sahut Jack
"becanda Mulu.semua pintu kan warnanya putih".kata leo sembari menjitak kepala Jack
"aduh.itu yang ada tirai bunga nya".sahut Jack sembari mengelus kepalanya yang sakit
setelah itu Leo pun segera menuju ke pintu yang di maksud kan oleh jack.kemudaian ia langsung mengetuk pintu kamar itu.
"assalamualaikum Laras.nongkrong yuk bentar".kata Jack
namun tidak ada jawaban dari dalam kamar itu.leo pun mencoba sekali lagi.kali ini Leo pun mendapat jawaban dari dalam kamar.
"iya waalikumsalam.siapa sih berisik banget.pasti kamu ya jack ganggu aja".kata Ratih sembari membuka pintu
namun saat pintunya terbuka justru bukan Jack yang berada di sana melainkan leo.ratih pun terkejut sekaligus malu.
"eh Leo aku kira Jack tadi yang ngetuk maaf ya".kata Ratih sambil tersipu malu
"iya gak papa.nongkrong yuk".ajak leo
"ok deh.tapi nanti ya aku mau ambil kerudung dulu".sahut Ratih sembari masuk kamar
Leo pun menunggu sesaat di depan kamar ratih.kemudian Ratih pun keluar dan mereka bersama menuju ke pondok.
melihat leo sedang asyik menghidangkan camilan,ide jahil Ratih pun mulai tumbuh.ia berniat untuk mengagetkan Jack.oleh karena itu ia bersekongkol dengan Leo supaya memelankan jalan nya agar tidak terdengar oleh jack.sementa Athan bertugas mengalihkan perhatian Jack.
sampai lah Ratih tepat di belakang Jack yang fokus menghidangkan camilan sembari memakanya.
dengan perhitungan yang matang dan senyum kemenangan di yang menghiasi wajah Ratih,ia mulai mengagetkan jack.
"hayo lagi ngapain".kata Ratih sembari memegang bahu Jack
Jack yang terkejut pun langsung melompat dan nyusruk di semak teh-tehan.mereka pun lalu tertawa puas mengerjai Mendengar dirinya hanya di kerjain oleh kakak dan neng lampir ia pun bangkit karena dengan kesal.
"siapa yang ngagetan gua".teriak Jack marah
"ngagetan ngagetin kali".sahut Ratih masih cengengesan
"yah kamu kirain siapa.dasar neng lampir".ledek jack
mendengar ledekan dari Jack yang tidak di sukai yaitu pun membuat Ratih marah.ia kemudian mengepalkan tangannya untuk bersiap memukul jack.melihat itu Athan pun menengahi mereka berdua supaya tidak ribut lagi,di karenakan eyang sedang zikiran.
"udah udah.kamu mau ngopi enggak ras".tawar Athan
"enggak ah aku mau ngeteh aja.aku ambil teh nya dulu ya".sahut Ratih
"enggak usah aku juga bawa nih".kata Athan sembari mengambil sebotol kecil daun teh yang sudah kering.
*******
sementara di lain tempat...
"kamu gimana sih kok peta itu bisa hilang.terus sekarang kita harus bagaimana ini".hardik pemimpin sekte pada pelayanannya
"maaf tuan saya tadi sempat mencari ke tempat dimana saya terjatuh akibat hendak tertabrak tadi.tapi saya tidak menemukan peta itu lagi tuan".kata orang itu
"kamu masih ingat muka orang yang menabrak kamu".tanya pemimpin itu
"masih tuan".sahut pelayan itu
"bagus besok kamu cari informasi tentang dia.karena aku merasa dia yang menemukan kemudian entah membuangnya atau membawanya aku tidak tahu.yang penting kamu tanya orang itu dulu".perintah pemimpin itu
"siap tuan laksanakan".sahut pelayan itu
__ADS_1