
sementara di alam bawah sadar Leo ia kembali bertemu dengan Datuk hangtuang.disana leo di beri petuah oleh sang Datuk dan juga di beri sedikit ilmu yang sebelumnya belum Datuk ajarkan pada nya.
"cu Datuk memberi ajian macan alas ini supaya kamu bisa melindungi saudaramu.sebab eyang mengira jika Athan dan Jack mereka akan mendapatkan masalah di tempo hari.jadi Datuk memberimu ajian ini supaya kamu bisa menjaga mereka".kata Datuk
"lha kenapa Datuk tidak memberikan pada bang Athan saja.dia kan yang lebih tua".protes leo
"mereka akan Datuk beri ajian baru namun masih lebih ringan dari pada yang Datuk berikan pada mu.sebab mereka belum mampu untuk menerima ajian yang datuk berikan padamu".sahut Datuk
"tidak Datuk saya tidak bisa menerima ajian ini.saya belum sanggup untuk itu,saya rasa bang Athan saja yang di beri ajian ini supaya dia bisa menjaga kami".tolak leo
"tidak bisa cu.kamu yang sudah menerima ajian itu.mungkin nanti malam datuk akan memberi ajian baru pada kakak dan adik mu".kata Datuk
"tapi Datuk .....".kata leo
"sudah".potong Datuk "kamu menurut saja.sekarang sini kamu Datuk obati dulu,supaya kamu cepat pulih,karena kamu badan mu belum siap untuk menerima ajian itu".kata Datuk
Leo pun mendekati Datuk dan langsung di obati olehnya.leo mengerang kesakitan saat Datuk menempelkan tangannya di punggungnya leo.dari mulutnya keluar suara Auman seperti harimau.kemudian Datuk mengembalikan Sukma Leo ke raganya.
setelah itu leo bangun dari pingsannya dan langsung muntah darah.athan pun terkejut dan langsung menyuruh Ratih untuk memanggil eyang.
''le loe kenapa".tanya Athan
Leo masih batuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.kemudian dia terbaring tak sadarkan diri lagi.tak lama kemudian eyang pun datang di bantu oleh Jack dan Ratih.
eyang melihat bahwa Athan sedang membersihkan darah dari mulut leo.sementara leo dia masih terbaring tak berdaya.
"astagfirullah kok bisa begini cu".tanya eyang
"gak tau eyang tadi aku coba berkomunikasi dengan Sukma dia biar dia cepat pulih.namun di saat aku menjumpai sukmanya dia terlanjur sadar dan langsung muntah darah beberapa kali".sahut Athan
"eyang tolong eyang sembuhin leo".rengek Ratih
eyang pun segera duduk bersila di samping leo dan membacakan beberapa doa.setelah doa itu selesai leo langsung siuman dan eyang menyuruh Athan untuk mengambilkan air di kamar eyang.
Leo bangun dengan memegangi dadanya yang sakit.ia berusaha bangkit dari tidur namun eyang mencegahnya untuk bangkit.athan pun datang dan langsung memberikan air itu pada eyang.eyang segera membaca doa dan langsung menyuruh Leo untuk meminum air itu.
leo pun berangsur-angsur pulih dan ia segera mendudukan badan nya dan bersandar di kursi.leo beberapa kali menggoyangkan kepalanya dan mengucek matanya.ia sedikit lupa ingatan karena efek dari ajian macan alas.
"bang ini gua dimana ya".tanya leo
"loe di padepokan eyang".sahut Athan
"cu gimana keadaan kamu".tanya eyang ke leo
"masih sakit eyang".sahut leo
"ya sudah kamu makan dulu ya biar pulih.lagi pula kamu belum makan tadi".kata eyang
"gak usah lah eyang lemes aku.nanti aja selepas shalat ashar".sahut leo
__ADS_1
"jangan Leo kamu itu baru saja pingsan dan kamu juga masih lemas.makan dulu ya aku ambilkan di dapur".tawar Ratih
"gak usah lah.nanti aja".sahut leo
Leo pun kemudian merebahkan lagi tubuhnya di atas tikar dan tertidur pulas.nampaknya dia kecapean karena hari itu mendapat serangan bertubi-tubi dari musuh datuknya.
…………
"eyang itu gimana.kita cabut saja ilmu hitam keempat sekte itu".ujar athan
"gak usah cu.eyang rasa ketiga orang yang tak bertopeng itu tidak memiliki ilmu hitam sedikitpun.mereka hanya pesuruh dari ketua mereka yang memakai topeng".sahut eyang
"lha emang topengnya belum di buka".tanya Athan
"belum bang susah bener buka topengnya".sahut Jack
"ya udah aku coba deh penasaran jadinya dengan muka orang itu".kata Athan
"iya bang gua juga penasaran dengan muka orang itu.tadi pas dia mau ngambil peta dari rumah eyang gua sempat bersitaap dengan matanya.gua ngerasa tidak asing sama mata orang itu".ujar Jack
"maksud loe.loe kenal gitu Ama orang itu".tanya Athan
"kalau kenal sih enggak cuma.kaya gua sering bener liat tuh orang gitu".sahut Jack
"ya udah kita buka sekarang.leo biar eyang dan Laras yang jaga".kata Athan
sesampainya di sana Jack langsung berusaha membuka topeng itu.namun sia-sia,topeng itu tetap menempel di muka ketua sekte itu.
"gimana nih bang".tanya Jack
"ya udah gua bacain doa dulu,terus ntar loe yang nyopot tuh topeng ya".perintah Athan
"siap bang".sahut Jack
Athan pun segera membaca doa dengan khusyuk supaya dia bisa membuka topeng itu.setelah selesai dia menyuruh Jack untuk segera membuka topeng itu dan masih belum bisa juga untuk di buka.
"gila nih orang pake lem apa lengket bener topeng nya".kata Athan heran
"iya ya.heran tadi gua juga udah make ajian tapi belum juga bisa".ujar Jack
karena usahanya tak berhasil maka mereka kembali lagi ke pondok untuk istirahat sejenak sebelum menunaikan ibadah shalat ashar.sesampainya di pondok ternyata sudah kosong tidak ada orang.
lantas mereka langsung menuju ke tempat wudhu dan langsung masuk ke saung.ternyata di sana leo sedang duduk bersandar sembari membaca Al-Qur'an.melihat pemandangan itu athan dan Jack langsung mengambil Al-Qur'an dan membacanya juga.
seluruh murid eyang yang terbiasa ngerumpi di saung pun kali itu diam karena mendengar suara lantunan ayat Alquran yang merdu.mereka semua duduk berbaris dengan tenang mendengarkan ketiga orang itu membaca Alquran.
pikiran mereka tentang urusan dunia tiba-tiba buyar dan mereka tertunduk merenungi setiap ayat yang di bacakan.sampai muadzin berdiri mengumandangkan adzan baru mereka sadar.
…………
__ADS_1
shalat ashar pun di telah di laksanakan,leo langsung menuju ke pondok untuk meminum air soda yang ia bawa.namun ternyata di sana sudah terhidang sepiring nasi komplit dengan sayur dan lauknya.ada juga beberapa buah-buahan segar yang di petik di ladang milik padepokan.
"pasti Laras nih yang nyiapin ini semua".gumam leo
leo pun lantas duduk di kursi dan makan makanan itu hingga habis.selesai Leo makan Jack dan Athan baru tiba di pondok.mereka membicarakan suatu hal yang sepertinya sangat serius.
"kok bisa gitu ya.padahal itu topeng belinya di serba goceng.kok bisa gak mempan gitu".kata Jack
"iya gua juga heran".sahut Athan
"eh loe berdua ngomongin apaan sih".tanya leo
"itu le topeng ketua sekte susah bener di lepasin".sahut Athan
"gampang itu mah".ujar leo
"loe tau gimana cara ngelepasin tuh topeng".tanya Athan
"bisa kan itu gua yang masang.waktu gua ngehajar dia gua berhasil membuka topeng dia.lha kok dia malah minta maaf Ama gua.gua ogah lah gua pasang lagi biar dia jahat lagi".sahut leo
"semrul.kenapa loe gak copot aja tuh topeng kan beres".omel Athan
"iya tar gua copot lagi deh".sahut leo sembari meregangkan tubuhnya
"widih roman-romanya loe baru makan nih bang".kata Jack
"emang paper bener gua.gak tau itu makanan siapa gua embat aja bodo mau ada racunya mau kagak".sahut leo
selang beberapa saat Ratih pun datang membawakan minuman ke pondok.namun ia tidak melihat Leo ada di sana.kareba yang ia lihat hanya Athan dan Jack yang sedang berbicara.
"lho leo mana".tanya Ratih
"itu di dalam".sahut Jack
Ratih pun segera kedalam di lihatnya leo ternyata sedang duduk sembari memainkan ponselnya.ratih langsung memberikan minum itu ke leo,katanya itu air dari eyang supaya Leo cepat pulih.
Leo pun meminum air itu di sertai membaca bismillah.setelah meminum air itu Leo langsung berdiri dan menggerakkan badannya ke kiri dan kanan.kemudian ia mengajak Athan dan Jack untuk membuka topeng anggota sekte itu.
"yuk bang kita buka topeng tuh orang".ajak leo
"bang loe bener mau buka topeng tuh orang susah tau.lagian loe juga belum pulih bener jadinya loe istirahat aja dulu".kata Jack
"Halah udah.ketimbang buka gituan doang kok gak pake tenaga dalam juga bisa".sahut leo
"iya le kamu jangan nekat gitu.kan kamu belum pulih total". bujuk Ratih
"ya udah kalau kagak ada yang mau.gua sendiri aja".kata leo sembari ngeloyor keluar
Ratih berusaha menggapai tangan Leo agar dia tidak pergi.namun dengan cepat Leo menghindari tangan Ratih dan langsung berlari menuju tempat ketua sekte itu berada.
__ADS_1