Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
hidung Ki brengos miring sebelah


__ADS_3

sampailah Ki brengos di kediamannya.rumah itu khas seperti rumah para dukun pada umumnya.rumah yang sangat sederhana dan juga klasik khas jaman dahulu.


kemudian ia menaruh berkas yang telah di setujui oleh Dewi lemut di atas sebuah tikar usang miliknya.ia lantas pergi ke dapur untuk memeriksa apakah ada makanan di sana.


namun naas ia tidak menemukan sebutir nasi atau makanan lain.pun memanggil sang istri dengan sangat marah.


"Uci mana makan nya kamu malas sekali memasak aku sudah kelaparan ini".teriak Ki brengos pada istrinya


"iya ini sedang saya bawa".sahut Uci


kemudian datang lah seorang wanita yang sebenarnya cukup cantik jika ia poles dengan sedikit bedak.bahkan jika ia sedikit membersihkan diri maka ia sudah di bilang cantik.


Uci pun datang sembari menggendong anak balita membawa sepiring nasi dan juga lauk ikan yang ia peroleh dari mancing di sungai dekat rumah Ki brengos.


Ki brengos pun makan dengan lahap nya sehingga ia lupa pada istri dan anaknya.untung saja Uci adalah orang yang cekatan ia menyisakan sedikit nasi dan lauk untuk anaknya makan.


setelah makan Ki brengos lantas memutar papan reklame yang ada di depan rumahnya.ia balik papan itu yang tadinya bertuliskan 'close' ia ganti dengan tulisan 'open'.


setelah itu ia langsung kembali ke tempat duduknya di atas tikar lusuh sembari menunggu beberapa klien nya yang datang.


sementara uci ia langsung membereskan sisa makanan yang telah di makan Ki brengos.dukun tua itu jika sedang kelaparan saat makan seperti ayam kampung, berantakan kemana-mana.untung saja ia memiliki istri seperti Uci yang cukup rajin dan sabar menghadapi sifat kedukunannya.


sedang Ki brengos ia masih setia duduk di atas tikar usang miliknya.ia duduk sembari memikirkan siapa yang akan menghabisi dirinya dan juga apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi mereka.karena menurut Dewi lemut dia tidak bisa melawan mereka samasekali.


lagi-lagi ia memikirkan hal itu sembari jari tangannya masuk ke hidung untuk mencari beberapa upil yang nyempil di sana.


"nyuwun Sewu Ki".ujar seseorang


namun Ki brengos masih saja melamun sembari memasukan jarinya ke dalam hidung.


"nyuwun Sewu Ki".kata orang itu lagi.kali ini ia mendapat jawaban singkat dari Ki brengos


"ora Ono receh".jawab Ki brengos sembari sibuk ngayal dan ngupil


"Ki...!!!".teriak orang itu sembari menyenggol tangan Ki brengos hal itu membuat Ki brengos lebih dalam dalam mengupil hingga hidungnya mirip seperti 'ngrok'.


Ki brengos membuka praktek perdukunanya di teras depan jadi para klien bisa langsung menemui beliau.


"wah semrul.masuk tanpa permisi langsung nyenggol tangan aja.nih lihat hidungnya miring sebelah".omel Ki brengos para kliennya itu


"yeh udah tuli kali nih orang tua".grutu klien itu


"Ki saya itu udah permisi sama aki tiga kali yang pertama malah diem aja.terus yang kedua malah bilang (gak ada receh).emang aki kira saya pengemis gembel.ya udah terpaksa saya senggol tangan aki.kalau tuh jari tambah masuk ke dalam ya resiko.lagian ngupil terus kuping malah di semen".omel klien itu panjang lebar


"yeh mulai pinter nyeramahin.lagian kamu juga kesini mau minta pesugihan kan". tanya Ki brengos


"iya Ki masa mau minta angpao,kan belum waktunya".sahut klien itu


"lha itu sama aja kamu ngemis.pengen kaya kok gak kerja".omel Ki brengos sembari melirik tajam pada klien nya.klien itu hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya.


"ya habisnya cari kerja gak nemu-nemu ya jadinya lewat jalan pintas".sahut klien itu

__ADS_1


"lagian ya orang nyari kerja di toko atau di kantor.lha kamu nyari di tong sampah.kamu niat nyari kerja apa nyari sisa nasi bungkus".ledek Ki brengos pada klien nya itu


"yeh nih orang tua di kira saya kucing gelandang kali". gerutu klien itu


******


sementara itu di kampus gaok indah.tania dan kedua temannya masih setia menunggu Naura yang terbaring lemas di ruang medis.


mereka semua larut dalam pikiran masing-masing.terutama Tania dan juga mawar mereka masih bingung atas perkataan Naura.


mereka tidak tau harus berbuat apa untuk menghentikan sosok itu.mereka tidak mengenal sosok itu dan bagaimana caranya mereka akan menangani nya.


"eh yuk masuk kelas.sebentar lagi dosen mau datang".kata Naura membuyarkan lamunan ketiga temannya


"emang kamu udah bisa jalan.kan kamu masih lemas.mending kamu duduk istirahat dulu aja nanti kita antar kamu pulang".tanya mawar


"udah gak apa-apa pot.ini sih biasa buat aku".sahut Naura sembari turun dari brangker


mereka yang masih khawatir dengan Naura memegangi tangan Naura supaya ia tidak jatuh.mereka pun langsung masuk ke kelas yang ternyata dosen sudah ada di sana.


"dari mana aja kalian".tanya dosen itu


"dari ruang medis Bu ini Naura tadi pingsan".sahut Tania


"kalian berdua juga dari sana".tanya dosen pada mawar dan Asti


"kalau mawar sih iya bu.tapi saya dari kantin baru ketemu mereka di depan".sahut Asti asal sembari cengengesan


mereka pun akhirnya duduk dan langsung mendengarkan pelajaran yang di berikan oleh dosen.


sedang mawar dan Tania masih saja memikirkan perkataan Naura dan siapa sebenarnya sosok itu.kenapa ia meneror warga dan apa hubungan sosok itu dengan kematian kak lala.


*****


siang itu setelah selesai dari kampus leo lantas pulang ke kosan guna menunggu mobil off-road nya datang.sementara Jack dan Athan mereka membeli makan serta beberapa camilan juga kompor gas mini untuk persiapan petualangan.


"bang apa lagi ya peralatannya".tanya Jack pada Athan


"mungkin udah cukup Jack soalnya kita gak mungkin bawa barang banyak karena di sana kita bakal jalan kaki".jawab Athan


merekapun lantas menyelesaikan pembayaran dan segera pulang ke kosan.di sepanjang jalan mereka terus membicarakan misi untuk dan taktik untuk melawan Ki brengos.


"bang apa kita bisa menjalankan amanat ini".tanya Jack ragu dengan tugas berat ini


"inshaallah kita bisa kita kan punya Allah Tuhan pemilik semesta.jadi kita tidak perlu takut karena Allah yang melindungi kita.sedangkan Ki brengos hanya punya dedemit yang mungkin saja kita bisa melawannya dengan izin allah.yang penting kita sekarang harus belajar dan banyak berdoa supaya kita di mudahkan dalam segala urusan kita".jawaban bijak seorang Athan pada Jack yang masih kekanak-kanakan.


Jak pun mengangguk tanda ia paham.namun di hatinya masih saja menyimpan keraguan dengan tugasnya ini.


"apakah bisa aku menjalankan tugas ini.sedang aku masih bersifat kekanak-kanakan".gumam Jack dalam hatinya


*****

__ADS_1


sementara di kediaman Ki brengos.........


klien itu terus saja cekcok dengan Ki brengos hingga suatu sisi klien itu pun menanyakan perihal bagaimana cara ritual untuk mendapatkan pesugihan.


"Ki terus nasib saya gimana ki.masa saya sudah capek-capek ke sini gak ada hasil".tanya klien itu


"mau ngapain sih kesini".tanya balik Ki brengos


"ya saya mau kaya Ki masa ke sini mau melarat ya no way".sahut klien itu kesal


"beneran kamu mau kaya?".tanya Ki brengos


"iya Ki bagaimana caranya".jawab Asep antusias


"ya kerja dong gimana sih". sahut Ki brengos dengan jengkel


"yeh si aki bercanda Mulu sih.niat ngedukun apa ngelawak".oceh klien itu


"yeh mulai pinter ngatur kamu.mau saya batalin perjanjiannya". timpal Ki brengos


"ya jangan dong.lagian aki bercanda Mulu sambil ngupil lagi".kata klien itu


"ah udah mana berkas nya supaya saya kirim ke petilasan biar di proses di sana".pinta Ki brengos


"berkas apaan pan kemaren udah saya kasih ke aki".sahut klien itu


"oh iya lupa.siapa nama kamu".tanya Ki brengos


"saya Asep markosep.dasar tua-tua pikun".jawab klien itu yang ternyata bernama Aas dengan jengkel


"oh iya ini persyaratan dan konsekuensi nya.juga pantangan dan akibat kamu menggunakan pesugihan ini".jelas Ki brengos sembari memberikan berkas pada aas


Aas pun menerima berkas itu dan membaca dengan teliti berkasnya.mulai dari ke untungkan hingga ancaman yang akan ia terima.


awalnya ia sedikit ragu dengan persyaratan dan resiko yang ia terima.namun apalah daya ia dan keluarganya juga membutuhkan uang.


setelah berpikir panjang ia pun lantas menyetujui pesugihan itu dan akan menanggung semua resiko jika ia tidak bisa memenuhi syarat dan konsekuensi pesugihan itu.


"baik Ki saya akan laksanakan semua dan saya juga yang menanggung resiko jika tidak memenuhi syarat yang di berikan".ujar Aas dengan mantap


"baiklah jika itu mau mu maka besok di malam purnama tepat di hari Senin Wage malam Selasa Kliwon kau bertapa di bawah pohon cabai ungu".kata Ki brengos memberi instruksi


"cabe ungu.aki saya mau buat ritual pesugihan bukan mau bikin sambel.ngadi-ngadi aja aku ini". protes Aas


"udah gak usah rewel turutin aja apa yang aku suruh supaya pesugihan mu itu berhasil".kata Ki brengos sedikit menekan


"wah stres nih dukun.awas aja jika aku gagal akan aku pastikan dia gak bisa jalan lagi".gumam Aas


"kamu paham tidak".bentak ki brengos saat ucapannya tidak di tanggapi


"iya Ki saya paham".sahut aas

__ADS_1


__ADS_2