
banyak warga desa yang pindah rumah membuat desa terasa sepi.pak kades pun bingung untuk mengatur ronda lagi.karena banyak tempat kosong di desa sehingga menambah kesan horor bagi para warga.pak RT di kompleks kak lala pun kebingungan karena di tempat itulah awal mula teror dan juga paling banyak terkena teror hantu tampakoro itu.
ia berulang kali mendatangi kediaman pak kades untuk meminta solusi.namun jawaban pak kades tidak pasti,karena permasalahan ini bersangkutan dengan hal ghaib sehingga susah untuk di pecahkan.
……………
malam pun tiba,biasanya banyak para warga dan anak-anaknya berkeliaran di luar.namun pada malam itu sedikit berbeda.jangankan untuk keluar rumah,hanya membuka pintu saja tidak ada yang berani.
desa yang dulunya hidup damai dan sejahtera kini berubah menjadi desa mati tak berpenghuni.desa yang semula terang benderang di hiasi oleh cahaya lampu para penduduknya dan juga ramai dengan pengajian anak-anak kini tampak sunyi.
Tania pun merasa malam itu sangat aneh,karena ia seperti ada yang mengawasinya.ibu Tania sejak tadi siang pergi kondangan dan belum juga pulang hingga sekarang.hal itu membuat tania menjadi parno sendiri.
saat sedang dalam puncak ketakutannya ia mendengar ketukan pintu.ia sangat girang karena ia menyangka bahwa itu adalah ibunya.namun kegirangan nya kembali menyusut saat ia melihat sosok yang mengetuk pintu nya dari balik jendela.
ternyata sosok itu adalah seorang wanita yang memakai topi seperti tungku dan masih menyala mengeluarkan api.sosok itu mengetuk pintu rumah Tania dengan tangannya yang agak sedikit patah.kemudian ia berbalik menatap ke jendela, seolah-olah dia merasa di awasi oleh sesuatu.
Tania terkejut saat melihat muka dari wanita itu.muka itu mirip sekali dengan muka almarhumah kak lala.mereka bersitaap sejenak hingga Tania tak sengaja kejatuhan kecoa di kakinya.tania pun terkejut ia langsung terjengkang karena kecoa itu.ia berteriak cukup keras namun segera ia menutup mulut dengan kedua tangannya.
karena penasaran ia memberanikan diri untuk melihat jendela lagi.namun ternyata sosok kak lala sudah lenyap dari sana.ia pun lega karena sosok itu tidak menyerang nya seperti yang ada di film-film horor yang ia tonton.
dengan sedikit tenaga yang dia miliki ia pun segera kembali ke ruang tengah untuk menonton TV lagi.namun baru saja ia melangkahkan kakinya ia mendengar suara parau dan sedikit serak yang memanggilnya berulangkali.
"Tania tolong aku".kata suara tanpa rupa itu
Tania mencoba mencari sumber suara dan pemilik dari suara itu.namun dia tidak bisa menemukannya.dengan sedikit keberanian yang tersisa ia segera berlari menuju ruang tengah dan menyalakan tv dengan folume agak keras.
lambat-laun suara itu berangsur menghilang,Tania pun kembali bisa bernafas lega.namun lagi-lagi jantungnya di buat senam oleh suara ketukan dari pintu depan.ia agak malas untuk membuka pintu karena ia masih merasa takut dengan kemunculan sosok hantu kak lala.
ia berusaha menghiraukan suara itu sampai suara ketukan menjadi suara teriakan yang mirip seperti suara ibunya.ia pun terpaksa memberanikan diri pergi ke pintu depan untuk melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya untuk kedua kalinya.
seperti sebelumnya ia mengintip dulu sebelum membuka pintu.hal itu sering di sampaikan oleh sang ibu jika ada yang mengetuk pintu setelah adzan Maghrib berkumandang maka sebelum membuka pintu harus mengintip dahulu dari jendela.
Tania mengintip pelan-pelan di jendela dan ternyata orang yang mengetuk pintu rumah saat ini adalah ibunya.ia segera membukakan pintu untuk ibunya dan langsung menariknya masuk.ibunya heran dengan tingkah laku anaknya saat itu.
__ADS_1
"nak kamu kenapa sih kok kaya orang ketakutan".tanya ibunya
"emang aku ketakutan Bu.tadi itu aku di datangin sosok tampakoro yang jadi jelmaan arwah kak lala".jawab Tania
"mana ada nak kaya begitu.orang yang sudah meninggal itu tidak akan bisa kembali lagi ke dunia kita.apa lagi dia muncul dengan muka yang seram mana mungkin ada".kata ibunya
"idih ibu beneran aku itu liat dengan mata kepala aku sendiri kalau itu kak lala".sahut Tania ngotot
"sudah lah ibu capek ibu mau ke kamar mandi dulu.gak bagus baru berpergian tidak bersih-bersih dulu".kata ibunya sembari berlalu meninggalkan Tania
Tania pun segera mengikuti ibunya,namun ia lupa untuk menutup rapat pintu dan menguncinya.ia pun segera kembali ke pintu dan langsung menutup serta mengunci rapat-rapat.kali ini ia merasa tenang karena sang ibu sudah ada di rumah.
……………
ternyata mawar tak seberuntung Tania,ia juga di datangi oleh sosok arwah kak lala itu.namun karena dia tidak memiliki harapan ia pun segera memutuskan satu keputusan yaitu pingsan.ia pingsan setelah ia membukakan pintu rumahnya yang di ketuk oleh seseorang.namun dugaannya salah,ternyata yang mengetuk pintu rumahnya itu bukan manusia melainkan arwah kakaknya itu.
ternyata dari balik pohon ada yang mengawasi setiap gerak-gerik hantu itu.termasuk saat dia meneror mawar, nampaknya ia memiliki pikiran licik untuk mengulik mawar keesokan harinya.
*******
Tania pun bangun dengan sangat malas ia tertidur dengan nyenyak nya karena suasana desa yang sepi membuat dia bisa tertidur dengan pulas.seperti biasa pagi itu ia langsung mandi dan juga dandan untuk ke kampus.
"nak kita pindah aja ya".kata ibu
"lha kenapa.kok pindah sih buk, kita mau tinggal di mana lagi".tanya Tania
"sudah setelah ini kamu mempersiapkan seluruh baju kamu dan kita pindah setelah kamu pulang dari kampus".sahut ibu
"tapi Bu aku kan udah....".kata Tania terpotong karena ia mendengar suara keributan dari rumah sebelah.
"Herman keluar kamu".kata warga
pak Herman yang tak tahu menahu akan kejadian itu pun terpaksa untuk keluar dari rumahnya.
__ADS_1
"ada apa bapak-bapak".tanya pak Herman tenang
"kamu pasti buat pesugihan iya kan".kata Toni
"pesugihan apaan sih saya tidak pernah melakukan pesugihan apapun".sahut pak Herman tak paham
"Halah gak usah ngeles kamu pasti yang menumbalkan anakmu untuk menambah kekayaan kan".kata salah seorang warga
"astagfirullah demi Allah saya tidak pernah melakukan pesugihan apapun.itu resikonya tidak sebanding dengan hasil dari pesugihan itu jadi buat apa saya melakukan pesugihan seperti itu".sahut pak Herman
"ah banyak bicara.semalam kami di teror oleh anak mu yang mati tak wajar itu.kami semua di buat ketakutan hingga kami susah untuk tidur.juga pagi tadi penghuni rumah sebelah mu juga pingsan karena ulah anak mu".kata Didit
"beneran pak saya tidak pernah melakukan itu".ujar pak Herman membela diri
"kami semua gak mau tau sekarang kamu pergi saja dari kampung sini".kata Didit memanas-manasi warga yang lain
seluruh warga pun setuju karena dengan kedatangan hantu itu membuat desa menjadi sepi dan mereka kehilangan banyak penghasilan.pak Herman pun menyanggupi permintaan warga yang tidak masuk akal itu.namun ia meminta keringanan untuk mencari rumah baru dan juga memindah kan barang nya semua.
seluruh warga menyetujui itu dan memberi waktu tempo 3 hari.selama masa itu dia tidak pergi maka terpaksa harus diseret keluar.pak Herman pun setuju dan langsung memulai membenahi pakaiannya.
******
hari pun berlalu malam pun tiba.saat Leo sedang mengaji di surau ia mendengar handphone nya berbunyi.nampaknya ada seseorang yang hendak berbicara padanya lewat telepon.
"assalamualaikum".kata leo
"waalikumsalam salam".sahut orang di sebrang sana
"iya ayah ada apa kok tumben nelpon leo".kata leo pada orang di sebrang telepon yang ternyata adalah ayahnya
"besok kamu cek tanah di sebuah desa ya.ntar kalau menurut kamu cocok maka kamu beli saja.jika tidak maka kau gadaikan saja tanah itu dan sewakan pada pemilik tanahnya".kata ayah leo
"iya siap yah 3 hari lagi saya akan segera meluncur ke lokasi".sahut leo
__ADS_1
"ya udah itu aja yang mau ayah sampaikan.hati-hati ya nak.assalamualaikum"kata ayah leo
"waalikumsalam".sahut leo kemudian ia meneruskan membaca Alquran nya.