Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
di hadang Anggota sekte


__ADS_3

"pamitan? emang loe mau pergi kemana?".tanya Ratih kaget


"kan dia mau balik lagi ke sini".sahut Athan


"lha kenapa harus pamitan kan cuma sebentar palingan".kata Ratih heran


"lha kaya kamu gak tau Leo aja sih.dia kan suka jahil.di kampung kami pun dia jail juga".ujar athan


"oh iya dia kan orang yang paling jahil di antara kita dulu".sahut Ratih tersenyum.


…………


sementara leo dia masih dalam perjalanan ke padepokan.namun ia malah di hadang Anggota sekte itu.ia tidak menyangka bahwa mereka ternyata masih ada di tempat semula.jika dia tau,dia mending milih lewat jalan pintas saja.


mereka semua berdiri memenuhi jalan supaya Leo tidak bisa melewati mereka.namun bukan anak motor namanya jika dia tidak bisa menerobos hadangan seperti itu.


ia lantas menaikan ban depan nya dan langsung menancapkan gasnya lebih dalam.anggota sekte yang melihat itu langsung menyingkirkan supaya tidak tertabrak oleh leo.


Leo pun tersenyum sembari penuh kemenangan karena berhasil mengelabui mereka semua.kemudian ia menantang para anggota sekte itu untuk mengejarnya.karena tidak ada respon dari mereka maka leo berbalik arah dan langsung mulai mendekati anggota itu.


"ayo sini,gua udah mendekat kok loe malah gak mau ngejar".ejek leo


para anggota sekte masih diam tak bergeming.merasa ejekannya tidak di tanggapi Leo pun semakin mendekatkan motornya pada mereka.tanpa di sadari leo ternyata ada beberapa anggota sekte yang sedang bersembunyi.


Leo pun terkepung di antara dua kelompok sekte.sebenarnya Leo sudah mengetahui rencana mereka,namun ia masih juga nekat karena ingin mencari sensasi bertarung.


Leo hanya diam mematung memperhatikan dua kelompok itu secara bergantian.melihat kebingungan Leo para anggota sekte tersenyum penuh kemenangan karena menduga mereka akan bisa menghabisi leo dengan mudah.


namun leo yang ini bukan Leo yang biasa.dia langsung memainkan motornya dengan lincah.ia memutar-mutar motornya sehingga hampir menabrak anggota sekte.


melihat itu anggota sekte langsung menghindari serangan dari leo.setelah ada celah maka leo langsung melarikan diri sembari cekikikan.saking asyiknya dia tertawa dan menengok ke belakang,Leo hampir saja menabrak pedagang batagor.


untungnya leo langsung memberhentikan motornya dengan segera.namun sayang karena laju motornya agak kencang maka dia harus menjatuhkan diri supaya tidak menabrak pedagang itu.


Leo terkapar di jalan menahan rasa sakit di badannya sedang motornya terpental cukup jauh.melihat kejadian itu para anggota sekte langsung tertawa terpingkal-pingkal.


leo berusaha bangkit dan langsung menemui pedagang itu.ia lalu meminta maaf pada pedagang itu.


"pak,bapak gak apa-apa".tanya leo


"iya den Aden gak apa-apa juga kan".ujar sang bapak


"iya pak aman kok.bapak beneran gak apa-apa".tanya Leo lagi


"iya den.lain kali Aden hati hati ya".sahut pedagang itu


"iya pak saya beli deh pak batagor nya.tapi bapak tunggu di sana karena saya masih ada urusan".kata leo sembari melihat anggota sekte itu yang sedang mendekat


pedagang itu pun pergi agak jauh dari leo ia kemudian memberdirikan motor milik leo dan langsung menggoreng pesanan batagor leo.


Leo pun bersiap-siap untuk menghadapi mereka Karena jaraknya sudah semakin dekat.ia tidak merasa sedikit pun takut dengan banyaknya orang yang akan di hadapi.

__ADS_1


"heh bocah tengil kau menyerah saja.bebaskan ketua kami dan ketiga rekan kami.atau kamu yang kami habisi".kata onri


"itu kan ketua kalian dan juga rekan kalian.kenapa tidak kalian sendiri saja yang membebaskan mereka.kenapa harus saya,tidak setia kawan sekali kalian".sahut leo


"brengsek serang". aba-aba onri


mereka pun akhirnya menyerang leo,namun dengan ilmu beladiri dan kegesitan Leo ia bisa menghindari serangan mereka.bahkan mereka balik di serang oleh leo hingga banyak yang terkapar di sana.


"mending kalian semua pergi daripada kalian sekarat di sini".kata leo ngos-ngosan


"awas kamu kami akan datang lagi untuk membalas dendam".ujar onri


mereka pun akhirnya pergi dengan babak-belur di sekujur tubuh masing-masing.kemudian leo langsung menuju ke motornya yang sudah berdiri miring.ia lalu menyalakan mesin motornya dan melaju menemui tukang batagor itu.


"pak gimana sudah selesai".kata leo


"sudah den.maaf bapak tadi tidak bisa bantu karena mereka banyak.sebetulnya bapak mau minta tolong ke jalan tapi di sana lagi ada kecelakaan den jadi bapak gak jadi minta tolong ke mereka".kata tukang batagor itu


"iya pak gak apa-apa.saya bisa kok menghandle mereka semua".sahut leo


"emang mereka siapa den.kok bapak perhatiin dari tadi mereka kaya gak suka gitu sama aden".tanya Tukang batagor itu


"biasa pak musuh bisnis".sahut leo


"oh iya Aden mau beli berapa".tanya tukang batagor


"semua aja deh pak di bungkus satu atau dua aja".sahut leo


"yang udah ada aja di bungkus".sahut leo


"ya udah den".ujar bapak itu


Abang tukang batagor itu pun membungkus semua batagor nya yang sudah di goreng.lalu ia juga membungkus bumbu batagor itu.sementara Leo ia memegangi rahangnya yang sakit akibat kena tendang salah seorang anggota sekte itu.


setelah selesai penjual itu langsung memberikan semua batagor pesanan leo dan memberitahu harga yang harus di bayar.leo kemudian memberikan uang merah sepuluh lembar dan langsung pergi.


tukang batagor itu menolak pemberian dari leo karena katanya terlalu banyak.tapi leo terus memaksa supaya menerima uang itu untuk tanda minta maaf pada nya karena ia hampir menabrak dia.


karena terus di paksa maka bapak itu pun mengalah dan terpaksa menerima uang itu.ia berkali-kali mengucapkan terimakasih pada leo.


Leo pun langsung menuju motornya dan segera meluncur ke padepokan.ia melajukan motornya dengan kencang supaya cepat sampai di sana.


sepanjang perjalanan ia terus memegangi rahangnya yang sakit."sial ternyata kalut juga tendangannya".kata leo


…………


Leo pun akhirnya sampai ke padepokan,ia langsung memarkirkan motornya di dekat pondok.ternyata di sana Athan sedang duduk sembari memainkan ponsel nya.saking asyiknya ia tak sadar jika Leo mengajaknya bicara.baru setelah leo memukul meja ia baru sadar karena terkejut.


"wah elu ngagetin aja".omel Athan


"lha elu lagian gua ajak ngomong malah diem Bae.nonton apa sih loe".kata leo

__ADS_1


"loe bawa apaan tuh.muke loe kenapa babak-belur gitu.berantem Ama siapa lagi". tanya Athan


"di hadang tadi gua Ama anggota sekte.ternyata mereka tau kalau gua bakal balik ke tempat itu lagi".sahut leo


"terus loe bawa apaan tuh".tanya Athan


"batagor.gua tadi hampir nabrak dia pas di kejar sekte sialan itu.jadinya gua beli deh semua dagangan orang itu".sahut leo


"ya udah sini bagi gua".kata Athan sembari menyerobot bungkusan di tangan leo


"ets enak aja gua beli buat murid eyang".kata leo sembari menghindari tangan Athan


lalu Leo pun memanggil salah seorang murid eyang yang kebetulan lewat di depan pondok.


"heh sini kamu".kata leo pada murid itu


"iya kak ada apa". tanya nya


"ini bawa ke dapur,buat makan nanti siang".kata leo


"iya kak terimakasih".kata murid itu lalu ia segera berlari ke dapur


"bang ambil piring sono ama Betadine minta sama eyang".pinta leo


dengan mager Athan pun pergi ke dapur untuk mengambil piring dan juga obat merah.namun baru saja ia masuk ke kediaman eyang ia berpapasan dengan ratih.


"mau kemana than".tanya Ratih


"mau ngambil piring ras.eh iya ada obat merah gak ama kapas".ujar athan


"ada emang buat apa".tanya Ratih kembali


"itu buat makan batagor".sahut Athan


"hah buat makan batagor.yang aneh-aneh aja masa obat merah buat makan batagor".kata Ratih bingung


"oh obat merah itu buat leo".sahut Athan


"leo udah balik emang dia kenapa kok minta obat merah".tanya Ratih cemas


"kamu liat sendiri aja deh sana.ada gak obatnya".tanya Athan


"ada.udah kamu tunggu di sana aja.nanti aku bawain semuanya ke sana".kata Ratih


"gak usah ras aku aja".kata Athan


"udah gak apa-apa".ujar Ratih


"ya udah deh kalau gitu.makasih ya".kata Athan lalu kembali ke pondok


sementara itu leo di pondok sedang berbaring di atas tikar yang telah di sediakan eyang.ia merasa sangat capek dengan hari itu.tanpa sadar ia tertidur karena suasana yang sejuk dan angin berhembus lembut membuat ia semakin terlelap.

__ADS_1


__ADS_2