
pagi hari pun tiba,mawar pun sudah mulai siuman.ia merasa pusing dan pening di kepalanya.ia terus mengingat kejadian semalam saat dirinya melihat sosok kak lala dengan tampilan yang sangat mengerikan.
"non ini minumnya".kata bibi
"makasih bi".sahut mawar sembari meraih gelas dari tangan bibi
mawar pun meminum air itu supaya ia lebih tenang.namun pikirannya tak pernah lepas dari sosok kak lala.ia masih saja ketakutan saat membayangkan betapa mengerikannya sosok kak lala.
selang beberapa saat papi mawar masuk ke kamar mawar dan langsung memeluknya.namun mawar segera menghindar dari pelukan papinya karena ia merasa kecewa dengan nya.
"kamu kenapa kata bibi kamu di temukan pingsan di depan.apa ada yang ngerampok rumah kita".tanya papi mawar
"enggak kok gak apa-apa.papi kenapa pulang, kerjaan papi gimana kalau di tinggal ntar proyek besar papi enggak ada yang ngurus dong".sahut mawar sembari memalingkan wajahnya
"udah gak usah ngurusin proyek papi.yang penting sekarang kamu di sini selamat dulu".sahut papi mawar
"ngapain selama ini papi gak perduli kan sama mawar.bahkan saat mawar pingsan papi malah nanyain rumah di rampok apa tidak.buat apa papi khawatirkan mawar".ujar mawar
papi mawar kesal mendengar ucapan anaknya yang tak sopan itu.ia pun lantas menampar mawar hingga dengan kekesalannya.
"anak kurang ajar tidak tau di untung.papi itu kerja buat kamu,biar kamu itu hidup enak dan nyaman".ujar papi mawar murka
"nyaman kata pap.punya orang tua yang tidak bisa melindungi anaknya itu yang di bilang nyaman.punya orang tua yang tak pernah mengasuh anaknya itu yang di bilang nyaman.aku itu butuh papi dan mami bukan butuh duit".kata mawar sembari menangis dan langsung berlari keluar rumah
saat berada di lantai bawah di berpapasan dengan maminya.maminya menanyakan kenapa dia menangis.namun mawar tidak menghiraukan ucapan maminya.mawar keluar rumah dengan deraian air mata.ia tak menyangka jika papinya yang selama ini dia rindukan justru menamparnya.
saat itu ayah dan ibu Tania kebetulan lewat di depan rumah mawar.mereka nampaknya baru saja membeli beberapa sayuran.mereka tak sengaja melihat mawar sedang berlari menuju gerbang depan.
"lho mawar kamu kenapa".tanya ibu Tania
tanpa menjawab mawar pun langsung memeluk sang ibu angkatnya itu.ia menumpahkan seluruh kesedihan nya di pelukan sang ibu.selang beberapa saat ayah mawar keluar dan langsung menarik mawar supaya masuk ke rumah.
__ADS_1
saat di tarik oleh ayahnya,mawar masih dalam pelukan ibu Tania membuat ibu Tania terjatuh ke tanah.ayah Tania tak tinggal diam saat sang istri tercinta nya di jatuhkan.ia lalu menarik kerah baju saudara sepupunya itu dan langsung menghajarnya.sementara mawar langsung membantu ibu Tania berdiri.
"ibu maaf ya karena mawar ibu jadi jatuh".ujar mawar
"gak apa-apa nak".kata ibu Tania
sementara itu ayah Tania dan ayah mawar masih baku hantam hingga beberapa warga melihat dan melerai mereka.dengan nafas yang tersengal-sengal ayah Tania mengancam ayah mawar karena telah menjatuhkan istrinya.
"heh dirman.awas kau kalau sampai terjadi apa-apa sama istri ku lenyap kau".kata ayah Tania
"kau pikir aku takut sama kau".sahut pak dirman
"sudah-sudah kalian jangan bertengkar lagi.situasi di kampung ini sedang genting dan banyak masalah jadi kalian jangan memperkeruh suasana".kata ketua RT
"mawar cepat masuk rumah".kata papi mawar
"enggak mau aku mau tinggal dengan ibu sama ayah".sahut Tania
"sudah lah dirman biar dia tenang dulu.nanti pasti kami kembalikan anak mu ini".ujar ibu Tania
"kau tidak usah ikut campur sumi.kau itu tidak tau apa-apa".bentak dirman pada ibu Tania
tak di sangka ternyata Tania ada di belakang dirman,ia tak terima jika sang ibu di bentak,ia pun langsung menendang dirman dari belakang.mendapat tendangan yang tak di sangka itu dirman pun langsung tersungkur hampir masuk ke selokan.
"eh paman.beraninya kamu membentak ibu aku.selama ini ibu aku itu yang sering ngasih makan ke pada anak mu itu.kamu tidak tau terimakasih pada kami.seenaknya kamu membentak ibu aku".kata Tania marah
dirman pun kesal dengan ucapan Tania langsung melayangkan bogem mentah pada Tania.namun belum sampai bogem itu di badan Tania,ayah Tania segera menendang belakang lutut dirman hingga dia terjengkang.
warga pun kembali melerai mereka supaya tidak terjadi perang saudara di antara mereka.tania segera berlari dan meraih tangan ibu nya untuk di ajak pulang.mawar yang sedari tadi masih memeluk ibu Tania pun segera Tania lepaskan tangan nya dari badan ibunya.
"pot kamu gak usah ikut aku dulu ya.kamu selesaikan masalah kamu dulu".kata Tania
__ADS_1
"tapi Tan aku takut pulang.plis Tan izinin aku nginap di rumah kamu dulu". rengek mawar
"sudah lah nak biarkan dia ikut kita dulu".ujar ibu Tania
"ya udah deh.tapi kalau kamu nambah masalah di rumah aku.kamu langsung keluar saat itu juga".ancam Tania
mawar pun mengangguk,ia tak menyangka bahwa Tania sahabatnya sendiri yang biasa membantu saat dia kesusahan sekarang malah enggan untuk membantu.mawar pun kemudian pulang ke rumah Tania dan dia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
"pipi kamu kenapa pot".tanya Tania saat mawar keluar dari kamar mandi
"gak apa-apa kok tan".sahut tania
"kamu kenapa sih kok bisa-bisanya sampai papi kamu ngebentak ibu aku".tanya Tania
"sebelumnya aku minta maaf ya Tan.gara-gara aku keluarga kamu jadi kena imbas dari kelakuan aku".sahut mawar
"emang kenapa sih".tanya Tania
"tadi malam aku itu pingsan karena aku ngelihat sosok hantu mirip kaya kak lala".sahut mawar
Tania terkejut mendengar penuturan mawar,karena ia sendiri juga melihat sosok hantu itu.ia tak menyangka bahwa mawar juga kena teror dari hantu itu.tiba-tiba ayah Tania pun masuk ia segera meminum air dari gentong untuk menenangkan pikirannya.
"mawar kamu tinggal di sini aja ya.gak usah pulang ke rumah itu lagi".kata ayah Tania
"iya ayah makasih udah mau nampung mawar.sebelumnya mawar juga minta maaf udah ngerepotin kalian.terutama ayah karena mawar ayah jadi baku hantam dengan papi".kata mawar menyesal
"udah gak apa-apa.papi kamu itu pantas di kasih pelajaran.dia itu sudah kurang ajar sama semua orang".ujar ayah Tania
"maksud ayah apa ya".tanya Tania
"sudah itu gak penting.sekarang kalian ke kampus dulu belajar yang rajin.nanti ayah yang antar jemput kalian".ujar ayah Tania
__ADS_1
mereka pun segera bersiap ke kampus.karena mawar tidak membawa baju dari rumah maka ia meminjam baju milik Tania.setelah mereka siap maka sesuai janji ayah Tania ia mengantar kedua anak itu pergi ke kampus.