
sedangkan Tania dan ketiga temanya telah menyelesaikan kuliahnya untuk hari itu.karena tidak ada pelajaran lagi mereka berniat ke kantin untuk membeli makanan ringan guna mengganjal perut mereka.
namun suasana saat mereka makan agak sedikit berbeda.biasanya mereka makan di selingi dengan canda tawa dan ngobrol ngalor-ngidul.namun saat itu mereka hening tak bergeming.
Asti yang menyadari ada yang berbeda maka langsung mengoleksi Naura dan membisikan nya.
"na coba tuh lihat setelah mereka mendengar kabar dari kamu.mereka tampak langsung tidak bersemangat hidup".bisik Asti pada Naura
"ya kamu hibur coba kamu kan yang paling bisa menghibur".sahut Naura
"gak bisa dong ini masalahnya suasananya berbeda.mereka pasti masih memikirkan soal perkataan kamu".kata Asti
"lha terus kita harus gimana".tanya Naura
"lha kok malah tanya aku.kan kamu yang tau kejadian ini".sahut Asti
mereka pun kembali terdiam dan sibuk dengan makanan masing-masing.sementara Tania dan mawar mereka masih saja melamun sembari makan.
"emm Tan, pot aku minta maaf ya sama kalian karena ucapan aku tadi.tapi itu semua terpaksa aku lakuin supaya kalian selamat dan orang-orang yang ada di sekitar kalian juga selamat.mereka itu mencari calon korbannya dengan memberi sesuatu.jika korban itu menerima maka dia akan celaka".kata Naura menjelaskan
mereka tidak menyahut perkataan yang di lontarkan oleh Naura.mereka masih saja sibuk dengan makanan yang mereka pesan.namun kali ini mereka makan agak sedikit cepat.
setelah menghabiskan hidangan itu mereka langsung memanggil penjaga kantin dan membayar pesanan mereka.kemudian mereka langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
"Naura,Asti aku sama mawar pulang dulu ya.sampai ketemu besok".kata Tania berpamitan terlihat ia sangat tegar dengan apa yang akan ia lalui
"tunggu dulu Tan aku mau ngomong".panggil Asti pada Tania dan mawar
namun mereka tidak menghiraukan panggilan sahabatnya sejak SMA itu.hal itu membuat Asti dan Naura khawatir.terutama Naura karena ia yang telah salah dalam mengemukakan peristiwa itu.
"na gimana ini.apa mereka marah sama kita".tanya Asti pada Naura sembariemandang punggung kedua sahabatnya yang telah berlalu
"enggak Asti mereka gak marah ke kita.mereka hanya marah ke aku aja.lagian ini juga karena aku,coba kalau aku gak bicara hal itu mungkin ini semua tidak akan terjadi".kata naura membela Asti dan menyalahkan dirinya sendiri.
kemudian Asti pun terdiam dia juga bingung dengan situasi itu karena jujur ia tidak bisa apa-apa jika itu berurusan dengan hal mistis.
"na kita pulang yuk".ajak Asti
Naura pun mengangguk lalu bangkit dari tempat duduknya.mereka berjalan menuju penjual siomay dan lalu membayar makanan mereka.
*******
sedang kan athan masih melajukan mobil BMW miliknya dengan cukup kencang.sampai di suatu saat Jack berteriak karena Athan hampir menabrak seseorang.
"bang awas tuh ada orang".teriak Jack
athan pun yang sedari tadi melamun langsung membuyarkan lamunannya dan seketika reflek untuk mengerem mobilnya.
"ciiiii....t".suara rem mobil athan dan sedikit hantaman pada orang yang ada di depan mobil
"bang bagaimana ini".tanya Jack
"tenang Jack ayo sekarang kita turun".ajak Athan
mereka pun turun dari mobil athan.sebenarnya Jack agak sedikit takut namun karena ia bersama dengan Athan maka ia merasa memiliki kekuatan.
__ADS_1
"pak maaf saya gak sengaja".kata Athan sembari membantu bapak itu untuk bangkit
"yang bener dong kalau nyetir".omel si bapak
"iya pak sekali lagi saya minta maaf.apa perlu bapak saya bawa ke rumah sakit".tanya Athan
"gak usah saya gak apa-apa.kalian juga lain kali yang hati-hati ya kalau berkendara.untung barang bawaan saya tidak rusak".sahut bapak itu sedikit ngomel sembari membersihkan bajunya yang sedikit kotor
"ya udah ini pak jika bapak butuh suatu saat untuk berobat".ujar athan sembari memberikan beberapa lembar uang berwarna merah
"gak usah saya tidak apa-apa.ya sudah saya permisi".sahut si bapak
"ya silahkan sekali lagi saya minta maaf pak".kata Athan
bapak itu pun langsung pergi meninggalkan Athan dan jack.namun Jack masih saja memperhatikan bapak itu walau ia telah jauh dari pandangan matanya.
"eh Jack ayo kita pulang".kata Athan membuyarkan pikiran Jack
"iya bang".sahut Jack
mereka pun berbalik menuju ke mobil.namun tanpa di komando netra Jack menemukan ada sebuah kertas usang seperti sebuah peta dalam serial drama lawas atau pun kartun di televisi.
tanpa ia beritahu pada Athan ia langsung mengambil kertas itu kemudian melipatnya dan memasukan ke saku miliknya.
mereka pun lantas meneruskan perjalanan pulang mereka.mereka hening Samapi akhirnya mereka tiba di kosan mereka.
"widih keren juga nih mobil".puji Athan pada mobil off-road yang baru mereka beli
"eh bang ngomong-ngomong bang leo kemana ya".tanya Jack
"gak tau tuh mungkin lagi tidur kali".jawab Athan asal
"loe habis ngapain bang". tanya Jack
"ini tadi aku coba malah nyusruk nabrak batu jadi aku liat bagian bawahnya takut ada yang rusak".jawab leo
"yah elo le segala nakal sih loe nyoba gak izin Ama gua".ledek Athan
"yah ngapain gua izin Ama loe".sahut leo kesal
kemudian mereka masuk ke dalam kediaman mereka.lantas mereka makan makanan yang baru saja di beli.
namun saat baru saja masuk Leo merasa ada yang tidak beres pada Jack.ia pun berjalan membelakangi Jack dan tak di sangka ia menemukan sebuah kertas yang nyelip di saku celana milik Jack.
tanpa sepengetahuan Jack,Leo pun mengambil kertas itu.setelah mengambil kertas itu dari jack leo lantas merasa ada sesuatu yang menyedot energinya.
leo pun lantas duduk untuk memakan hidangan itu.namun karena energi yang di hasilkan oleh kertas itu sangat kuat sehingga ia merasa tidak nyaman.
ia pun terpaksa meletakan kertas itu di bawah tikar sembari membaca doa-doa untuk sedikit menenangkan energi kertas itu.
"eh tadi gua hampir nabrak orang lho".kata athan memulai bercerita
"iya tuh tadi.habisnya banyak melamun mikirin si Uci sih".ledek Jack
"hah elo suka bener aja kalau ngomong".sahut Athan
__ADS_1
mereka bertiga pun tertawa mendengar perkataan Athan.lalu Jack angkat bicara dengan apa yang ia liat tadi.
"eh bang tadi dia kan bawa bungkusan hitam.gw ngerasa bahwa ada sesuatu yang gak beres dengan bungkusan itu.karena gua nyium ada bau anyir darah ayam cemani dan juga kembang serta rambut seorang gadis".kata Jack
"masa sih kok gua gak nyium tanda negatif dari orang itu".ujar athan
"emang bang kan loe tau sendiri gua tadi agak melamun sembari melihat tuh orang".kata Jack
"iya sih tapi bukanya loe merasa bersalah akibat gua mau nabrak tuh orang".tanya Athan
"bukan bang gua ngerasa gak beres Ama itu orang.lagian juga dia memakai baju serba hitam.apa mungkin dia anggota sekte".ujar Jack
sementara itu Leo masih mendengar kan cerita mereka dengan antusias serta menahan diri di karenakan sedotan energi negatif dari kertas milik Jack.
"tapi apa yang kamu bilang itu ada benarnya juga ya.soalnya pas tadi dia jatuh dia bilang*untung barang saya gak rusah*.jadi kesimpulannya apa mungkin dia anggota sekte yang sedang membeli peralatan dan juga bahan untuk ritual".sahut athan
"oh iya bang tadi juga gua sempet nemuin kertas yang misterius banget kertas itu seperti sebuah peta dengan warna kertas sudah usang.apa mungkin itu peta untuk tempat mereka ritual dan menambah jumlah kawanan mereka".ujar Jack menjelaskan
"terus tuh kertas loe ambil".tanya athan pada Jack
"gua ambil sih".jawab Jack sembari masih sibuk mengunyah makanan
"lha sekarang di mana kertas itu".tanya Athan
"ada nih di sa....kok gak ada ya".kata Jack terpotong karena menyadari kertas mirip peta yang ia temukan telah raib dari saku celana nya
"lha gimana.mungkin itu juga petunjuk buat kita".kata Athan
******
sementara Aas ia masih negosiasi dengan Ki brengos.
"lha Ki emang cuma ini saja persyaratannya untuk melakukan pesugihan itu".tanya Aas
"lha emang kenapa terlalu enteng buat kamu".tanya Ki brengos
"yah ini sih".kata si Aas sembari tertawa "berat banget Ki emang tidak ada cara yang lain".nego Aas pada Ki brengos
"yah elah kamu kirain terlalu enteng.kalau kamu gak sanggup ya silahkan pulang biar berkas ini saya berikan pada yang mau".ujar Ki brengos sembari menyalurkan hobinya
"ya jangan dong ki.kalau bukan seperti ini mau gimana lagi".kata Aas memelas
"ya terus bagaimana kamu mau tidak".tanya Ki brengos sembari melempar upil ke muka Aas
"ya udah deh Ki saya terima.terus mantra apa yang harus saya ucap kan saat saya bersemedi".tanya balik Aas pada Ki brengos sembari melempar upil yang nempel di mukanya dan di tambah dengan sedikit pasir
"uhuk uhuk".batuk Ki brengos karena ia tersendat upilnya yang dilemparkan oleh Aas
"ya mantranya ada di situ kamu tinggal baca aja".sahut Ki brengos setelah ia meminum dari bumbung bambu miliknya
"baik Ki akan saya laksanakan untuk ritual ini". sanggup Aas
Aas pun berpamitan untuk kembali ke rumahnya.namun sebelum itu dia sempatkan untuk meledek Ki brengos.
"Ki udah dong ngupil ya tar tambah miring kaya otaknya".kata Aas sembari tertawa terbahak meninggalkan Ki brengos
__ADS_1
"dasar klien kurang ajar awas aja entar". geram Ki brengos pada Aas
kemudian ia pun menerima beberapa kliennya lagi hingga sore hari dan ia tutup menjelang magrib.