
"sekarang apa misi kita selanjutnya".tanya sosok tinggi
"kita fitnah saja si Herman itu supaya dia enyah dari desa ini".sahut sosok gempal sembari mengepalkan tangannya.
entah siapa sosok itu namun dari suaranya ketika berbicara seperti tidak asing di telinga warga.
*****
acara tahlilan pun selesai para bapak-bapak langsung kembali ke rumah masing-masing.sementara beberapa ibu-ibu masih membantu berberes rumah Bu Lastri.sementara mawar dan Tania masih sibuk membungkus kue yang masih tersisa.
"nak pulang yuk udah malam".ujar ibu Tania
"iya buk bentar lagi soalnya udah hampir selesai".sahut Tania sembari mempercepat membungkus kue
setelah itu ia langsung berpamitan kepada mawar dan beberapa ibu-ibu yang masih di situ.setelah itu ia dan ibunya pergi menemui Bu Lastri guna meminta izin pulang.
"maaf buk kami pulang dulu".ucap ibu Tania
"oh iya buk terimakasih sudah membantu acara ini".sahut Bu Lastri
"iya sama-sama.yang ikhlas ya Bu,semoga lala tenang di alam sana".kata ibu Tania
"AMIN terimakasih juga atas doanya".sahut Bu Lastri
"ya udah Bu permisi assalamualaikum".ujar ibu Tania sembari menggandeng tangan anaknya
"iya waalikumsalam".jawab Bu Lastri
mereka pun pulang ke rumah yang kebetulan jarak rumah kak lala dengan Tania hanya satu rumah saja.
"buk kasihan ya Bu Lastri dia kehilangan orang yang ia sangat sayangi dengan cara yang cukup aneh".kata Tania
"iya nak padahal selama ini ibu kenal,lala adalah anak yang sangat baik juga rajin.bahkan dia gak malu untuk jualan nasi bungkus di pagi hari,padahal kan kita tau dia anak orang yang berada".sahut sang ibu
"emmm buk kemarin kan kak Tania di outopsi,kata dokter ada yang janggal gak tentang kematian kak lala".tanya Tania
"yang ibu denger sih gak ada riwayat penyakit atau pun kekerasan fisik pada lala.jadi dokter menyimpulkan kak lala itu meninggal secara alamiah bukan di sebabkan faktor apapun".jawab sang ibu
"ohh gitu ya bu".sahut Tania
kemudian keduanya hening beberapa saat sampai mereka masuk rumah.
"emmm ganjil banget ya kematian kak lala.masa ia meninggal gak ada masalah apapun di badannya.apa yang di katakan oleh Naura ada benarnya ya".gumam Tania sembari masuk kamar tidurnya
*****
sementara mawar masih berjibaku dengan sisa kue yang ada di nampan.
"nak Tania dimana".tanya mami mawar
"udah pulang mi emang kenapa".sahut mawar
__ADS_1
"bawa sisa kue gak". tanya mami mawar
"gak tuh tadi Bu tari kaya buru-buru gitu".jawab mawar
"oh mungkin udah ngantuk kali.ya udah nanti antar ibu ke rumah Tania ya".ujar mami mawar
"iya bu".sahut mawar sembari mengangguk
kemudian ia melanjutkan membungkus kue yang tersisa dan langsung menghampiri maminya setelah selesai.lalu ia dan maminya pergi ke rumah Tania yang kebetulan saat itu mereka berdua belum tidur.
setelah itu mereka langsung pulang ke rumah dan mawar langsung tidur.
*****
pagi pun tiba......
desa itu di kejutkan lagi dengan kebakaran di ladang milik pak limin.entah siapa gerangan yang telah tega membakar ladang miliknya itu.padahal tinggal dua-tiga hari lagi ladang itu akan di panen.
"waduh sial banget saya.mana sebentar lagi harus bayar uang SPP anak saya lagi".keluh kesah pak limin
"ini kok ada yang janggal ya pak".ujar pandi orang terteliti di kampung itu
"janggal bagaimana maksud kamu ndi".tanya Wak toha
"ini lihat abu sisa terbakarnya ladang ini, terlihat sangat sedikit.sedang kita semua tau ladang milik pak limin ini kan sangat lebat".sahut pandi
memang ladang jagung milik pak limin itu sangat lebat dan berbuah banyak.namun abu bakar kebakaran nya sangatlah sedikit.
namun beberapa orang berargumen bahwa itu mungkin karena setelah di bakar jadi semuanya yang tampak banyak malah menjadi sedikit.
sedangkan pandi malah sibuk mengitari kebun itu dan setelah ia sampai di perbatasan kebun pak limin dan pak karjo ia melihat ada beberapa jejak sandal.kemudian ia mengikuti jejak itu sampai akhirnya ia menemukan bekas ban motor yang ada di sekitar situ dan beberapa jagung berserakan di situ juga.
filing pandi betul bahwa kebun itu terbakar setelah semua hasil panennya di curi oleh seseorang.pandi pun lantas memanggil para bapak-bapak yang sedang berkerumun.
para warga yang mendengar teriakan pandi pun langsung menghampiri pandi.
"ada apaan sih ndi".tanya kang Tobi
"nih lihat ada beberapa jagung dan juga bekas ban motor.mungkin kebun ini di maling dulu kemudian di bakar setelah nya".jelas pandi
"siapa yang tega melakukan ini ya". ujar salah seorang warga
"wah ini bahaya harus lapor pak RT dulu nih supaya minta solusi".sahut warga yang lain
"iya bener ayo kita ke rumah pak rt".ujar warga yang lain sembari berlalu di ikuti oleh beberapa warga
sedangkan yang lainnya langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa.sementara pak limin ia sibuk membersihkan ladangnya yang terbakar di bantu oleh pandi.
tak jauh dari sana ada sepasang mata yang memperhatikan mereka semua dengan diiringi senyum sinis.
"ini baru permulaan Herman setelah itu pergilah kau dari desa ini".ujar sosok itu kemudian berlalu
__ADS_1
*****
sementara Athan,leo dan Jack masih mempersiapkan kebutuhan mereka guna petualangan yang akan mereka lakukan beberapa Minggu mendatang.
"kita perlu ngabarin ayah gak kalau kita akan mulai misi ini".tanya Jack
"gak usah lah lagian kan kita ayah yang suruh,ngapain harus ngabarin lagi".sahut leo
semua peralatan sudah siap tinggal mereka menunggu mobil off-road nya.karena kali ini jalan yang mereka lalui adalah jalan hutan jika berjalan maka harus menempuh perjalanan kurang lebih lima belas hari empat belas malam.
memang desa yang di tinggali dukun sableng itu ada di tengah hutan jadi harus memiliki tekat dan bekal yang cukup.
*****
kembali ke desa pasir keong.....
pagi itu Tania bangun akibat suara kegaduhan yang ia dengar dari sebrang rumahnya yang tak lain adalah rumah pak RT.
"haduh ada apa lagi sih kok berisik banget".gumam Tania sembari mengucek mata
kemudian ia langsung membuka tirai jendela dan melihat ada banyak orang yang sedang berkerumun mengerubuti rumah pak RT.
"ada apa lagi sih ribut-ribut gitu".gumam Tania sembari berlalu dan menyambar handuk di lemari
ia kemudian turun ke bawah dan bertemu dengan sang ibu yang sedang sibuk memasak sarapan.
"buk itu ada apa sih heboh banget".tanya Tania
"itu ladang jagung milik pak limin terbakar".sahut sang ibu yang di barengi dengan mengaduk sayur
"ya elah paling gituan doang aja rempong kemana-mana".ujar Tania sembari pergi ke kamar mandi
mendengar hal itu ibunya hanya menggelengkan kepala geli akan kelakuan anaknya.
****
di depan rumah pak RT.......
"assalamualaikum pak".kata Mamat
"waalikumsalam".jawab orang dari balik pintu
"pak kami mau lapor".kata Mamat sebagai jubir para warga
"lapor apa kok rame-rame seperti ini".tanya pak RT
"kebun pak limin di curi kemudian di bakar".jawab Mamat
"hah kapan kejadiannya? kok bisa?".tanya pak RT
"kami tidak tau pak RT yang kami tau semuanya sudah ludes terbakar".sahut warga yang lain
__ADS_1
"waduh gawat ini.bisa-bisa ladang kita semua bakal mengalami masih yang sama".ujar pak RT yang di setujui oleh seluruh warga