Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
tinggal di rumah nenek


__ADS_3

"itu siapa tadi nak".tanya ayah Tania


"gak tau yah.kayaknya bukan siswa kampus sini".jawab Tania


"oh emangnya kalian tadi kenapa".tanya ayah


"itu ada orang yang mau nyulik mawar.tiba-tiba pemuda itu datang dan ngebantu kami".ujar Tania


"ohh gitu.keren juga dia ya".sahut ayah Tania kagum


kemudian ayah Tania melajukan mobil nya agak cepat karena ia meninggalkan ibu Tania yang sedang membeli nasi Padang untuk makan siang.setelah menjemput ibu Tania mereka langsung pulang ke rumah.namun saat itu jalan yang mereka lewati cukup berbeda.jalan itu seperti menuju ke arah luar kota.melihat keanehan itu Tania lantas bertanya pada sang ayah.


"yah ini bukannya jalan menuju luar kota kok kita ke sini".tanya Tania


"iya nak kita untuk sementara ini tinggal di pinggiran kota dulu ya.setelah situasi nya aman nanti kita kembali lagi ke desa".sahut ibu Tania


"tapi Bu kita gak lama kan di sana".tanya mawar


"ya mudah-mudahan tidak.makanya kita banyak berdoa supaya masalah di desa kian membaik jadi kita bisa kembali ke desa".sahut ibu


sebenarnya mawar dan Tania keberatan, namun karena ini adalah keputusan orang tua mereka maka mereka menurut saja.tak lama kemudian mereka pun sampai di pinggir kota tepatnya di desa maju mundur.mobil ayah Tania berhenti tepat di sebuah rumah mewah dan juga besar.


"yah.ayah nyewa rumah sebesar ini buat apa.kita tinggal di rumah yang kecil saja udah cukup kok".kata Tania heran


"ini ayah bukan nyewa tapi ini rumah nenek kamu.ibu nya ayah".jawab ayah


"lha bukanya rumah nenek gak di sini.nenek kan tinggalnya di luar pulau kok malah ini di kira rumah nenek".sahut Tania semakin heran sementara mawar hanya memperhatikan


"iya nenek baru pindahan 1 bulan yang lalu ke sini rumah yang ada di luar pulau di jual dan untuk membangun rumah ini".sahut ibu Tania


"ya udah langsung turun aja yuk gak usah kelamaan".kata ayah


mereka pun lantas turun dan benar saja belum juga mereka sampai di halaman rumah,nenek sudah menyambut mereka.tania pun kegirangan melihat nenek nya,karena sudah hampir 6 tahun dia tidak bertemu dengan sang nenek.

__ADS_1


"assalamualaikum Bu".kata ayah


"waalikumsalam mari masuk.lho Tania mana".tanya nenek yang biasa di panggil nek pit


"ini aku nek.nenek sehat".tanya Tania


"lho kamu to Tania udah besar sekarang ya.ya udah ayo masuk.kalian pasti capek".ujar nek pit


"aji ini anak kamu juga".tanya nek pit pada putranya


"bukan Bu itu anak nya beni.keponakan bapak dulu".sahut ayah Tania


"beni siapa kok ibu gak kenal".tanya nek pit


"itu lho Bu anaknya bibi Surti , keponakan engkong".sahut aji


"oh.kamu gak di marahin tinggal di sini.sudah izin belum sama bapak kamu".tanya nek pit pada mawar


"oh gitu.ya udah deh kita lanjut ngobrol di dalam aja ya".kata nek pit


mereka pun masuk ke rumah nek pit,rumahnya cukup besar.nek pit tinggal sendiri karena suaminya telah tiada 10 tahun yang lalu.di keseharian ia hanya berkeliling memantau penjualan di toko milik mendiang suaminya.walau umurnya sudah terbilang tidak muda lagi,tapi dia masih sehat bugar.


"Ning buatkan mereka minuman".titah nek pit pada asistennya


"baik nek".jawab Nining


"mari duduk dulu.sambil menunggu minumannya jadi".kata nek pit pada keluarga aji


*******


kembali ke desa pasir keong.di sana para warga yang tersisa mulai bimbang karena semakin banyak yang pergi meninggalkan desa tersebut.suasana pun mulai mencekam,bahkan di siang hari jarang sekali terlihat warga yang berlalu-lalang.selain sepinya desa warga pun mulai takut untuk keluar walau itu di siang hari yang cerah.


pak Eko selaku kepala desa bingung menghadapi situasi itu.walau iya seorang dosen di universitas ternama dan juga merangkap sebagai kepala desa ia kebingungan menangani hal yang berbau magis seperti itu.apa lagi di tambah dengan teror tuan tanah beserta anak buahnya yang menjadi-jadi.mereka semua tak segan untuk menghancurkan barang-barang warga yang tidak mau menjual tanahnya kepada bosnya.

__ADS_1


pernah suatu ketika beberapa warga yang geram melaporkan kejadian itu pada polisi.namun mereka teramat cerdik sehingga sebelum polisi itu datang mereka langsung pergi dari desa itu.


"assalamualaikum tuan".kata pak Eko pada orang di sebrang telepon


"waalikumsalam gimana ada yang bisa saya bantu".tanya orang itu yang ternyata rekan kuliahnya dulu


"ini tuan soal tanah di desa saya bagaimana bersedia tidak tuan membeli tanah ini".tanya pak Eko


"iya nanti kamu tunggu saja putra saya yang akan saya kirim ke situ.mungkin satu atau dua hari lagi ia sampai di desa bapak".jawab rekan pak Eko


"iya baik tuan saya tunggu kedatangannya.maaf jika mengganggu kerja tuan".ujar pak Eko tidak enak hati


"iya tidak apa-apa kok saya juga lagi nyantai nih.gimana kabar bapak sehat".tanya rekanya


"Alhamdulillah sehat cuman warga saya tidak sedang baik-baik saja".sahut pak Eko


"lho kenapa kamu kan lulusan sarjana masa cuma menangani warga kampung tidak bisa".ujar rekannya


"sebenarnya saya bukanya tidak bisa,tapi saya tidak mampu karena ini menyangkut hal ghaib".sahut pak Eko


"oh gitu ya udah nanti kamu share aja lokasinya supaya anak saya bisa cepat meluncur ke situ".kata rekanya


"iya nanti saya kirim lokasi.makasih tuan assalamualaikum".ujar pak Eko sembari menutup telepon


"waalikumsalam".sahut rekannya


sembari menunggu kedatangan putra dari rekan kuliahnya pak Eko mengambil beberapa berkas yang ada di depannya.tanpa ia duga ternyata di dalam berkas itu terpampang keluarga aji yang izin untuk pindah sementara ke desa sebelah.pak Eko lantas terkejut dengan hal itu.ia tak menyangka bahwa orang seberani pak aji pun enggan tinggal di desa yang sedang di teror oleh orang yang tak di kenal itu.


"aduh bagaimana ya jika pak aji saja pindah gimana yang lain".gumam pak Eko


saat sedang merapikan map yang berisi surat izin dari keluarga aji tiba-tiba datang lah pak gino.ia datang dengan terpogoh-pogoh ke dalam ruang balai desa.setalah berhadapan langsung dengan pak Eko ia lantas menanyakan soal kepergian keluarga aji.


"pak aji pergi dari kampung sini ada surat izin tidak dari bapak".tanya pak gino

__ADS_1


__ADS_2