
tak lupa ia pun membawa serta ibu Tania, karena ia sangat khawatir jika ayah mawar kembali berulah.sepanjang perjalanan Tania dan mawar terus mengobrol mereka telah melupakan perkataan Naura yang tidak berfaedah itu.
"Tan kok aku masih takut ya kalau papi pergi ke kampus untuk jemput aku".kata mawar
"udah tenang aja aku kan jago beladiri jadi entar aku yang ngehadapi".ujar Tania menghibur
tak lama mereka pun sampai di kampus, seperti biasa mereka langsung menuju ke kelas dan mengobrol ria.saat sedang asyiknya mengobrol tiba-tiba Naura datang.ia tersenyum kecut pada Tania dan mawar.
"Hay temen-temen.gimana kabar kalian".tanya Naura basa-basi
"udah deh kalau kamu mau ngerecokin kita berdua mending kamu pergi dari hadapan kami".kata Tania ketus
"maaf kalau kedatangan aku mengganggu kalian.sebelumnya aku minta maaf soal ucapan aku itu.tapi maksud aku baik kok".timpal Naura
"udah kita gak mau pagi denger omongan kamu yang tidak masuk akal itu.mendingan kamu sekarang pergi dari hadapan kami".kata Tania dengan tegas
"iya deh gara-gara kami termakan ucapan kamu,kami kemaren sampai diem dieman selama 1 bulan.sekarang kami sudah mulai balikan lagi.jadi kamu tidak usah mengganggu suasana bahagia kami".kata mawar
Naura merasa di pojokan oleh teman-temannya.ia merasa kecewa karena ia terlahir dalam keadaan indigo.ia merasa hari itu adalah hari yang buruk baginya.dengan menahan rasa sedih Naura pun bangkit dari hadapan mereka dan langsung pergi.
"niat aku itu baik sama kalian.tapi kenapa kok kalian malah musuhin aku".batin Naura sembari menengok ke Tania dan mawar
karena tidak punya teman lagi Naura pun pergi ke taman untuk menenangkan diri.tak di sangka di sana ia melihat sosok kak lala sedang duduk termenung di bawah pohon besar yang tumbuh di sebelah gudang kampus.
Naura memberanikan diri untuk menyapa sosok itu.ia pun mendekati sosok hantu itu dan segera mengulurkan tangannya.
"kak kok kakak ada di sini.emang ada yang ketinggalan ya kak".tanya Naura
sosok itu tidak menjawab apapun ia hanya duduk terdiam tanpa sepatah katapun.naura mencoba pagi untuk berinteraksi dengan makhluk itu.namun tiba-tiba makhluk itu justru menghilang.
"ada apa ya kok aku rasa ada yang mau di sampaikan oleh arwah kak lala ya".gumam Naura
karena jam kuliah nya akan segera tiba,ia pun bergegas ke lantai dua untuk masuk ke kelas.saat di kelas lagi-lagi ia melihat sosok kak lala sedang berada di belakang dosen mereka.sosok itu nampak memberikan isyarat jika ada yang tidak beres dengan dosen itu.
__ADS_1
Naura yang mendapat pesan seperti itu dari kak lala langsung berpura-pura sakit perut supaya ia diizinkan pergi ke toilet.tanpa menaruh curiga yang berlebih dosen pun mengizinkan Naura untuk pergi ke toilet.setelah di beri izin Naura bergegas keluar kelas.untung saja saat itu koridor di dekat kelasnya sedang sepi.jadi dia lebih leluasa untuk berinteraksi dengan sosok kak lala.
"kak maksud kak apa.kok kakak ngasih aku isyarat kaya gitu".tanya Naura
"mawar akan di celakai oleh dosen itu.karena dia telah bersekongkol dengan papi mawar".sahut sosok itu melalui telepati
"terus aku harus gimana.mereka sekarang membenci aku.bagaimana aku mau mengingatkan mereka".tanya Naura
namun bukanya di jawab sosok hantu itu malah menghilang.naura sangat kesal karena ia mesti mencari cara untuk menuntaskan masalah yang di kabarkan oleh makhluk astral.
karena sosok itu telah tiada maka Naura segera kembali ke kelas.ia masuk dengan hati-hati karena ia merasa curiga dengan dosen itu.ternyata dosen sedang asyik menulis sehingga dia tidak mengetahui Naura masuk.
sepanjang pelajaran Naura tidak fokus menanggapi ajaran dari dosen itu.ia terus memikirkan nasib mawar.ia khawatir di tinggal oleh sahabat nya itu untuk selamanya.ia merasa jika arwah itu memberikan pesan buruk soal mawar.
saking terus memikirkan mawar ia tak sadar kalau jam pelajaran nya sudah berakhir.ia panik takut kalau mawar sudah ada di genggaman dosen itu.ia segera berlari dan menuruni tangga dengan cepat supaya tepat waktu untuk menyelamatkan mawar.
sampailah ia di parkiran nampaknya ia telat karena ia tidak mendapati motor mawar atau Tania yang terparkir di sana.ia telah gagal dalam melindungi mawar dan menjaga amanah yang di berikan sosok itu.namun matanya menangkap dua sosok yang sedang berjalan menuju luar kampus.sosok yang tak asing bagi diri nya,namun ia tidak yakin dengan apa yang ia lihat.
namun ia kalah cepat dengan dosennya itu.dosen itu ternyata sudah menyuruh beberapa anak kampus yang bandel untuk segera menculik mawar.ia menarik-narik mawar supaya ia ikut dengan mereka di dalam mobil.
Tania yang melihat itu langsung berusaha menahan mawar untuk tidak di bawa oleh orang itu.kebetulan sekali saat itu suasana kampus sedang sepi,jadi murid suruhan dosen itu leluasa untuk bertindak.
Naura segera berlari untuk membantu Tania,namun ada tangan yang tiba-tiba mencegah Naura untuk pergi ke sana. Naura menengok untuk melihat siapa pemilik tangan itu.ternyata itu adalah tangan dosen yang mengajar nya tadi.
"kamu gak usah ke sana kalau kamu gak mau celaka". kata dosen itu
"tau dari siapa kamu aku di sini".tanya Naura kesal
"aku juga sepertimu bisa melihat beberapa makhluk astral.namun kelebihan ku mereka tidak bisa tahu kalau aku melihat mereka".ujar dosen itu
"dasar licik.lepasin aku mau menolong sahabat aku".kata Naura sembari berusaha melepas tangannya dari dosen itu
namun dosen itu malah semakin mempererat pegangan nya pada tangan Naura. Naura terus memberontak namun dia masih kalah kuat dengan dosen itu.ia hanya memandangi mawar yang di tarik oleh murid suruhan dosen dan juga tania.mawar terus menangis sembari berusaha melepaskan diri dari dua murid itu.
__ADS_1
tiba-tiba datang lah seorang laki-laki yang gagah dan segera menghajar habis kedua murid itu.namun kedua murid itu tidak menyerah mereka terus melawan pemuda itu.namun karena mereka tidak memiliki ilmu beladiri yang cukup maka mereka akhirnya tumbang dan langsung kabur dari tempat itu.
"loe berdua gak apa-apa".tanya pemuda itu
"iya kak makasih udah nolong kami".sahut Tania
"kalian kenal mereka siapa".tanya pemuda itu
"enggak kami enggak tau mereka siapa.sekali lagi terimakasih ya udah bantu kami".kata Tania dengan hormat
"ya udah kalian jaga mau pulang atau gimana".tanya pemuda itu
"iya kak kami mau pulang".sahut Tania
"ya udah gua antar.gua takut mereka masih ngejar loe pada".kata pemuda itu
"gak usah kak itu ayah aku udah datang".sahut Tania
Tania dan mawar pun segera menghampiri ayah Tania dan langsung masuk ke mobil.namun sebelum ayah Tania menjalankan mobil nya pemuda itu datang menghadang.
"woi minggir".kata ayah Tania
"maaf pak.tolong jaga anak bapak karena tadi ada yang mau nyakitin mereka.saya rasa mereka masih mengincar jadi tolong jaga dengan baik".kata pemuda itu
"iya nak makasih sudah menolong anak bapak".kata ayah Tania dengan lembut
"iya sama-sama kalau begitu saya permisi pak.assalamualaikum".ujar pemuda itu
"waalikumsalam".sahut sang bapak
………………
sementara dosen itu merasa kesal karena misinya gagal.ia segera melepas tangan Naura dengan kasar dan langsung pergi.melihat itu Naura merasa lega karena mawar baik-baik saja.ia segera mengambil motornya dan langsung pulang.
__ADS_1