Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
kosan di serang


__ADS_3

setelah beberapa saat ketua sekte itu seperti sekarat ia pun sadar.setelah sadar dia langsung meminta koin itu lagi.koin itu pun kembali di berikan pada ketua.lalu ia naik podium dan langsung memberi tahu pada seluruh anggota sekte.


"kalian dengar semua.ternyata kertas peta kita yang akan kita gunakan untuk menuju ke desa alas tengah sudah di ambil oleh seorang anak muda.sekarang kalian semua cari anak itu di kota watu ijo.karena ia tidak jauh tinggalnya dari sana.kalian cari di sebuah kosan di desa melinjo.di sana lah ia berada".seru ketua itu


"baik tuan kami akan melaksanakan perintah tuan".sahut anggota sekte


merekapun lantas berunding untuk bisa mendapatkan peta itu.karena dari raut wajah ketua mereka sudah tau bahwa lawan mereka bukan lah sembarang lawan.melainkan memiliki ilmu Kanuragan yang matang.


jangan kan orang nya koin yang jatuh pun bisa membuat ketua itu hampir sekarat berjam-jam.apa lagi kali ini mereka harus berhadapan langsung dengan orang itu.


"bagaimana ini mis,kita gak mungkin bisa menang melawan dia kayaknya".tanya tana


"udah untuk itu kita jangan sampai menaruh curiga dengan mereka.kita ambil peta itu dengan damai saja.palingan dia juga tidak tau maksud peta itu.kan peta itu ditulis dengan huruf khas sekte kita.jadi mereka tak mungkin tau".sahut misto


"terus apa yang harus kita lakukan".tanya Nanat


"kita cari orang itu sesuai instruksi dari ketua.yaitu cari di kosan tempat tinggal mereka.kemudian setelah itu di antara kita harus ada yang mau menyamar jadi satpam atau penjaga kos mereka.nah saat itu lah kita sedikit bertanya-tanya tentang kertas itu.setelah mendengar jawaban dari mereka mengenai kertas itu kita langsung mengambilnya di tempo waktu.gimana setuju tidak".usul misto


"apa gak kelamaan sedang kita akan ke desa alas tengah tepat di pertengahan purnama ke dua.sedang sekarang kita sudah melewati purnama pertama".tanya banban


"apa kita serang aja.kosan itu".usul Dodi


"jangan.jangan kalian serang kosan itu sekarang.di karenakan para warga justru akan menyerang kalian.kalian harus merencanakan dengan matang jika ingin menyerang mereka".sahut ketua


"terus kita harus bagaimana ketua".tanya minto


"kalian buatlah mereka tertidur semua tertidur pulas di malam saat kalian hendak menyerang.namun sebelum itu kalian harus cek keberadaan anak itu di sana.karena aku yakin mereka tidak ada di kosan itu sekarang.karena kosan itu tampak sepi dan juga hanya ada dua penjaga suruhannya saja". sahut ketua


"bagaimana kalau minto dan beberapa anggota cek dulu ke kosan itu tanyakan pada kedua penjaga suruhan itu perihal anak itu.setelah itu kalian kembali dan malam harinya kita langsung serang kos itu.namun sebelumnya sesuai instruksi dari ketua kita membuat mereka tidur semua termasuk anak itu supaya kita bisa menjarah kosan dengan leluasa".ujar misto


"tapi kalau serbuk tidur tidak mempan pada anak itu bagaimana".tanya janta


"kalian langsung serang saja anak itu kemudian ikat dia lalu jarah semua tempat di kosan itu".titah ketua


"kalian dengar semua".seru misto


"siap".seru anggota lain


kemudian mereka pun bersiap untuk penyerangan besok.sementara minto dan beberapa anggota langsung pergi malam itu juga ke kota supaya mereka bisa menginformasikan dengan cepat.


…………

__ADS_1


di lain sisi ketua merasa cemas dengan keputusan anggotanya yang bodoh itu.karena ia tidak yakin jika mereka bisa melakukan itu.dalam benaknya ia merasa bahwa itu lah saatnya ia akan lengser dari jabatannya sebagai ketua sekte yang sedari dulu dia bangun dengan susah payah.


ia kemudian merogoh uang itu dan memperhatikan nya dengan cermat.ia merasa tidak asing dengan pemilik uang itu.ia juga merasa jika sampai pemilik uang itu celaka maka nasibnya pun akan celaka.


"siapa ya pemilik uang ini.seperti tidak asing di mata ku".gumam ketua sekte


………………


malam pun tiba sesuai rencana minto pun berangkat bersama rombongannya malam itu juga.namun ia merasa belum cukup membawa orang sebanyak itu.


karena ia akan mencari satu orang di satu kota yang cukup besar.itu bukan hal yang mudah,karena itu lah ia memerlukan banyak personil.minto pun datang menemui misto untuk meminta tambahan personil kepada ketua.


misto selaku jubir anggota langsung menemui ketua dan memberi tau permintaan minto.ketua pun setuju dan hal itu langsung di sampaikan pada minto.


minto pun membawa beberapa anggota lagi.setelah di rasa cukup maka ia dan rombongannya langsung bergerak ke kota.


…………


setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka pun sampai di tepi hutan.kemudian minto selaku pimpinan rombongan langsung memberi instruksi pada mereka.


"kita berpencar saja supaya kita bisa nemuin orang itu dengan cepat dan juga tidak menimbulkan kecurigaan pada orang lain".kata minto


"ya sudah kita mau buat berapa kelompok".tanya gagat


"bukanya kita di suruh untuk melihat situasi saja bukan langsung menyerang".ujar salah seorang anggota


"udah ikutin saja instruksi dari ku supaya berjalan dengan lancar".sahut minto


mereka pun lantas berpencar sesuai kelompok masing-masing.kelompok pertama menuju ke desa niok yang jaraknya hampir dekat dengan desa melinjo.sementara yang satu lagi ke desa babat ulo yang hanya memasukinya saja dan berjalan hingga sungai di situ lah desa melinjo berada.


kelompok pertama mereka jarang bertanya pada pribumi di sana sehingga mereka justru semakin jauh dari desa melinjo.sementara kelompok kedua mereka langsung di arahkan oleh beberapa warga setelah mereka beberapa kali bertanya.


…………


sampailah kelompok ke dua ini di desa melinjo tepat saat adzan isya berkumandang.karena dalam aliran sekte mereka di larang mendengarkan adzan maka mereka langsung masuk ke semak-semak dan menutup telinga rapat-rapat untuk menghindari masuknya suara ke telinga mereka.


setelah adzan shalat isya selesai mereka langsung keluar secara diam-diam.karena di takutkan mereka menimbulkan kecurigaan terhadap warga desa itu.setelah personil mereka lengkap mereka langsung mencari keberadaan kosan itu.


mungkin memang jodohnya,kosan itu ternyata tepat di samping mereka.mereka mengenalinya dari nama kos itu yaitu *Al Jack*.sesuai yang telah di beritahu oleh misto katanya orang yang hampir menabrak nya saat itu bernama Jack.dia melihat nama itu di baju sebelah kanannya.


"ternyata ini dia kosan itu".ujar minto yang ternyata ikut rombongan ke dua sedang rombongan pertama ia serahkan pada ninit

__ADS_1


ternyata di kosan itu masih ada seorang anak tua yang berjaga.membuat minto dan keempat Kawannya langsung menyerang nya.


"wooi keluar kamu jack".teriak minto dan rekan-rekannya


melihat itu keponakan si mbok langsung menemui mereka di gerbang kosan.ia memberitahu jika Jack tidak ada di kosan.namun minto tidak terpengaruh ia terus berusaha menahan mereka.namun tanpa sepengetahuan keponakan si mbok mereka justru bertambah banyak.


untung saat itu kosan masih sepi karena masih pada main dan juga lembur kerja.karena situasi semakin tak terkendali keponakan si mbok pun langsung memencet bel alaram yang ada di samping pintu gerbang kosan.


bel pun berbunyi dan langsung membuat warga yang masih ada di rumah dan yang sudah ada di surau pun berhamburan keluar setelah mendengar bel itu.lalu mereka langsung menuju kosan Athan bersaudara dan melihat ada banyak orang di sana yang hendak menyerang kosan itu.secara sepontan mereka mengusir perusuh itu dari depan kosan.


karena perusuh itu justru malah meledek dan semakin menjadi-jadi mereka terpaksa melemparinya dengan kerikil yang ada di dekat surau.mereka melempari terus-menerus hingga para perusuh itu berhenti.namun tidak sampai situ ulah minto dan kawan-kawannya.ia langsung mengancam mereka akan kembali ke desa itu untuk balas dendam.


"awas kalian saya akan kembali lagi untuk balas dendam pada kalian".kata minto lantang


kelompok minto yang berjumlah dua puluh orang pun terpaksa meninggalkan tempat itu untuk segera kembali ke hutan.sementara kelompok pertama langsung kembali ke tepi hutan karena mereka tidak menemukan kosan itu.


setelah itu para warga desa pun langsung kembali ke surau lagi untuk menjalankan shalat isya berjamaah.sementara keponakan si mbok langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi leo.


*****


ketika sedang asyik berbincang eyang pun datang dengan menggunakan tongkatnya yang ia punya sejak dulu masih muda.eyang lantas duduk di kursi yang berada di tengah.


"waduh asyiknya ngobrol di temani kopi".kata eyang sembari meletakan botol yang berisi kertas itu


"gimana eyang mau ngopi".tawar Athan


"gak usah air putih panas aja".sahut eyang


lalu Athan pun menuangkan air panas di ceret ke cawan eyang.kemudian ia memberikan cawan itu ke eyang.eyang lantas memberitahukan soal kertas itu pada mereka.


"tadi eyang sudah buat amalan untuk membuka kertas ini.lalu dengan izin Allah eyang mendapat ide jika kita buka kertas ini bersama-sama dengan di bantu semua murid eyang.bagaimana setuju tidak".kata eyang


"tapi kira-kira berhasil tidak ya eyang".tanya Jack


"insya Allah berhasil cu.kita coba dulu".sahut eyang sembari tersenyum


"tapi kita sudah sepakat untuk membawa peta itu ke padepokan pusat.supaya di sana bisa di tangani oleh para ulama kita eyang".kata Athan mengusulkan


"iya itu ide yang bagus.cuma tadi eyang sudah menetralisir kertas ini.jadi energi negatif dari kertas ini sudah banyak yang eyang keluarkan.mungkin kita semua di bantu oleh murid eyang bisa membuka kertas ini".ujar eyang


"baiklah kalau begitu.kita nurut aja sama eyang".ujar leo

__ADS_1


sesaat kemudian Leo mendapatkan telepon dari keponakan si mbok.ia mengabarkan bahwa kosan baru saja di serang oleh beberapa kelompok orang.


"hah kosan di serang".kata leo terkejut


__ADS_2