
"terus gimana nih pak solusinya".tanya tarwin dengan logat ngapaknya
"ya udah nanti malam kita semua di bagi dua kelompok.kelompok pertama akan berjaga mulai jam sembilan malam sampai jam satu pagi.kemudian kelompok kedua berjaga sampai subuh.semua siap!".titah pak RT
"pak saya kan besok harus bangun pagi, kalau saya jaga nanti saya telat".keluh salah seorang warga
"iya pak kan kita semua beda pekerjaan jadinya mungkin di bagi empat kelompok gitu".usul warga
"lha kalian bukanya pada berkebun semua".tanya pak RT
"iya sih pak,tapi kan saya harus berangkat jam tiga kemudian pulang subuh".sahut salah satu warga
"ya udah nanti yang jaga sif ke dua boleh jaga dengan berkerja di ladang masing-masing.sementara yang sif satu harus fokus menjaga supaya kejadian ini tidak terulang lagi.untuk yang ronda nanti malam kalian semua juga di bagi dua kelompok seperti para warga yang lain.namun kalian harus stanbay di pos ronda sedangkan para warga yang lain boleh berkeliling.bagaimana setuju".usul pak RT pada warganya
beberapa warga masih ragu dengan keputusan itu.mereka masih memikirkan nya karena itu bukan hal yang mudah.mereka juga punya keluarga yang harus di jaga.
namun keselamatan kebun juga harus mereka jaga.karena hanya itu lah mata pencaharian mereka di desa itu.
setelah berpikir panjang mereka pun akhirnya setuju dengan keputusan pak RT.mereka pun bubar dari rumah pak RT dan melanjutkan aktivitas masing-masing.
******
sementara Tania ia sudah siap untuk ke kampus,tak lupa juga dia memakan sarapan yang telah disiapkan ibunya.
ia selalu makan dengan lahap makanan yang di masak oleh ibunya.ia tidak pernah mengeluh atas apa yang ada di rumah.bahkan pernah suatu ketika saat ibunya pergi bantu-bantu acara sunatan Tania hanya makan nasi dengan sambal, di karenakan sang ibu tidak masak untuk rumah.
sebenarnya ibunya sudah bilang jika pulang dari sekolah dia langsung saja ke tempat hajatan.namun ia malah enggan pergi ke sana dan selalu berkata."masakan di rumah lebih enak dari yang ada di acara hajatan".
walaupun ia hanya tinggal berdua dengan sang ibu Tania tidak lah menjadi anak yang bandel justru ia lebih sering di rumah ketimbang pergi dengan teman-temannya.
"Tania berangkat yuk".teriak mawar dari balik pintu
"masuk dulu pot".sahut Tania
(pot adalah kepanjangan dari kempot.karena mawar mempunyai lesung pipi saat dia senyum)
mawar pun masuk dan langsung kaget serta ngomel pada Tania.
"ya ampun Nia inikan udah jam setengah delapan kok malah masih asyik makan".omel mawar
"ya elah nyantai lah kan masuk jam setengah sembilan".sahut Tania tanpa menoleh sedikitpun ke mawar
"kamu makan apaan sih,kok lahap bener".tanya mawar
"nasi panggang".jawab Tania asal
__ADS_1
"nasi panggang???.lha bukanya itu nasi goreng".sahut mawar
"udah tau nasi goreng masih aja nanya.mangkanya kamu itu makanya jangan roti Ama selai Mulu jadi tau beginian".kata Tania kesal
"yeh jangan marah gitu dong kan bercanda".kata mawar sembari menyerobot piring dan sendok dari hadapan Tania
melihat hal itu Tania pun langsung kesal dan mengomel pada mawar.
"yeh orang kaya doyan juga makan sisa orang miskin".ledek Tania
"habisnya enak sih.ada lagi gak".tanya mawar
"udah habis ayo berangkat".sahut Tania sembari pergi meninggalkan mawar yang belepotan
"ibuuuuu nasi goreng nya masih ada gak".teriak mawar
"masih". jawab ibu Tania."kamu mau lagi".tawar ibu Tania
"iya deh boleh Bu kalau masih ada".jawab mawar
"gak usah buk kita mau berangkat".cegah Tania sembari menarik tangan mawar
"apaan sih nia! kan aku masih mau makan nasi goreng buatan ibu kamu".kata mawar kesal setelah keduanya sampai di pintu depan rumah Tania
"berisik ini Naura udah chatting nih katanya kita suruh cepetan ke kampus".ujar Tania
"udah kalau Naura yang ngomong pasti ada sesuatu".jawab Tania sembari mendorong mawar supaya cepat menjalankan motornya
mawar pun dengan kesal dan terpaksa menuruti kemauan tania.lalu mereka berangkat menuju kampus dan tak lupa mereka bercerita sepanjang perjalanan.
*******
sementara di desa alas tengah.......
Ki brengos sedang melakukan persemedian di dalam goa yang dia beri nama goa Lawang tunggal.dari situ lah ia mendapatkan wangsit dan juga beberapa ilmu tambahan untuk dirinya.
Ki brengos sendiri bersemedi untuk meminta bantuan demit sembahan nya.demit itu bernama nyai Dewi lemut.ia adalah seorang manusia setengah iblis yang telah berhasil menempuh tapa Brata yang ia lakoni.
"teng terenteng balung macan kepenteng.tek teretek macan mangan ketek keselek ngasi bengek.ngek ewek-ewek.tekoo nggo dewek".itulah mantra yang ia ucapkan saat bersemedi di goa Lawang tunggal untuk menemui nyai Dewi lemut.
ia membaca mantra itu berulang kali sampai akhirnya dia kelelahan dan kehabisan nafas.karena mantra itu harus di baca dengan menahan nafas.
ia kemudian berhenti untuk istirahat dan juga minum air yang ia bawa dari rumah nya.karena jarak antara goa itu dan rumahnya cukup jauh sehingga ia harus membawa bekal walau hanya sebotol air.
"waduh tuh demit udah tuli apa bagaimana,di panggil dari tadi gak nongol-nongol".kata Ki brengos dengan nafas yang tidak beraturan
__ADS_1
setelah merasa cukup istirahatnya ia pun langsung duduk silah kembali dan langsung membaca mantra seperti sebelumnya.
Selang beberapa saat munculah dua celurut jelmaan Dewi ncit dan Dewi cucut.mereka berdua adalah dua asisten pribadi nyai Dewi lemut.kemudian mereka merubah diri menjadi gadis yang cantik.
"ada apa kau brengos datang ke mari".tanya Dewi ncit
"maaf dua Dewi saya ingin bertemu dengan nyai Dewi lemut.apakah beliau ada di padepokan".tanya Ki brengos dengan sopan
"beliau ada sedang rapat bersama dedemit lainya juga raja iblis".sahut Dewi cucut kali ini dia yang angkat bicara
"oh jika demikian sampaikan bahwa saya datang kesini untuk menemui beliau kapan pun beliau sanggup bertemu dengan saya.saya akan menunggu hingga beliau datang".kata Ki brengos
"baiklah akan kami sampaikan pesan mu pada nyai Dewi lemut.namun jika beliau menolak kamu harus pergi dari goa ini dan kembali di lain waktu".sahut Dewi ncit lalu kemudian mereka kembali berubah menjadi celurut dan berjalan menembus kegelapan lalu menghilang.
*****
kembali ke desa pasir keong....
Tania dan mawar pun sampai juga di kampus.mereka langsung pergi ke taman sesuai instruksi dari Naura.
saat di taman mereka celingukan mencari keberadaan Naura.namun tiba-tiba mereka di kaget kan dengan tepukan tangan seseorang di pundak merek.
"haaaaaaa.mami oh mami".teriak mawar
sementara itu orang yang menepuk mereka tertawa cekikikan karena tingkah laku kedua sahabatnya itu yang jenaka.
"ihhhh Asti kamu itu ya sukanya ngagetan aja".omel Tania
"ngagetin kali nia".kata mawar membenarkan ucapan Tania yang kurang pas
"kalian lagi nyari siapa sih".tanya Asti
"nyari Naura.eh iya kamu tau gak Naura di mana".ujar Tania
"emmmm".kata Asti sembari pura-pura mencari dengan jari tangannya
"nah itu dia".kata Asti sembari menunjuk ke arah gadis yang duduk di kursi panjang
"ya udah yuk kita ke sana".ajak Tania pada dua temannya
mereka pun kemudian berjalan sedikit berlari guna menghampiri naura.setelah sampai Tania langsung bertanya pada Naura perihal mengapa mereka harus ngumpul di taman kampus.
"eh Ra kenapa sih kok kaya penting banget".tanya Tania
"aku akan kasih tau kalian beberapa hal terutama kalian berdua".sahut Naura sembari menunjuk Tania dan mawar
__ADS_1
"emang kenapa dengan aku dan tania".tanya mawar pada Naura dengan raut wajah panik dan cemas.