Tampakoro Jelmaan Arwah Marla

Tampakoro Jelmaan Arwah Marla
tentang datuk


__ADS_3

orang suruhan pemimpin sekte itu pun segera pergi ke kota watu ijo untuk mencari keberadaan penabraknya.ia mencari bukan untuk meminta pertanggungjawaban namun ia ingin menanyakan perihal kertas peta miliknya.


"eh kamu tau gak nama mereka".tanya Dodi


"kalau dia tau sih ngapain nyuruh kita cari,kan dia bisa sendiri tinggal nyamperin aja.oon".sahut minto


"udah diem kalian.aku itu pernah lihat baca namanya di nametag bajunya.cuman aku kurang ingat".kata misto


kemudian mereka berjalan menyusuri kampung demi kampung untuk sampai di kota watu ijo.dalam aliran sekte mereka,para anggota sekte tidak boleh memakai kendaraan elektronik.jadi mereka harus memilih salah satu dari dua cara.pertama mereka harus menggunakan hewan untuk tunggangan atau pun berjalan kaki.


…………


setelah menempuh perjalanan kira-kira 10 jam mereka akhirnya sampai di kota watu ijo.sesuai instruksi dari misto mereka langsung menuju ke TKP dimana misto hampir tertabrak.


"di sini nih aku kemarin hampir tertabrak".jelas misto


"terus sekarang kita gimana". tanya minto


"kita cari sekitar sini dulu.karena yang pernah aku dengar dari ketua.bahwa siapapun tidak bisa memegang kertas itu.jika ia memaksa memegang tanpa memiliki kelebihan khusus maka ia akan tersetrum".sahut misto


"ya udah yuk kita cari dulu".kata Dodi memulai mencari


mereka pun mencari sesaat, setelah di rasa tidak menemukan mereka pun lantas kembali berkumpul.namun tepat di tempat mobil Athan berhenti minto menemukan sebuah koin berlambang bunga melati.minto pun mengambil uang itu kemudian dia masukan ke saku tanpa sepengetahuan dua rekannya.


"terus kita kemana sekarang ini".tanya Dodi


"sekarang kita kembali ke markas dulu.besok kita mulai cari lagi dengan menambah personil kita".sahut misto selaku ketua rombongan


mereka pun kemudian kembali ke markas untuk menemui ketua mereka.sebenarnya mereka agak takut dan ragu namun apalah daya mereka hari itu sudah semaksimal mungkin untuk mencari.


…………


sampailah mereka di markas itu dan di sambut oleh dua penjaga mereka.seperti biasa mereka meminta kartu keanggotaan supaya mereka tau siapa mereka.


setelah di perbolehkan masuk mereka langsung menemui ketua dan melaporkan pencarian hari itu.namun sesampainya di depan ketua mereka tidak ada yang berani untuk berbicara, termasuk misto.setelah bersikeras menunjuk satu sama lain maka misto selaku pelayan ketua pun angkat bicara.


"maaf ketua hari ini belum ada hasil".kata misto menjelaskan


"sudah ku duga kalian memang tidak becus".hardik ketua


"kami sudah mencari di tempat dimana misto di tabrak.namun kami buntu di sana".ujar Dodi

__ADS_1


"terus maksudnya kalian tidak menemukan jejak kertas itu atau pun jejak anak yang menabrak misto".tanya ketua sembari berbalik arah


"tidak ketua kami tidak menemukan apa pun di sana".sahut minto


namun ketua sangat tidak yakin dengan perkataan minto.karena ia melihat ada sesuatu di saku minto.ketua mereka memang sangat peka dalam semua hal.ia memiliki ilmu pendeteksi yang luar biasa sehingga orang yang ingin menjadi mata-mata di tempatnya pun akan lenyap jika tidak memiliki persiapan dan ilmu Kanuragan yang matang.


"kau apa yang ada di saku mu".kata ketua itu pada minto


minto pun mati kutu dia tidak bisa menjawab apa-apa.ia diam seribu bahasa seperti orang yang sedang melihat yang tak kasat mata.


"heh jawab".bentak ketua


"ti..tidak ada apa-apa ketua".sahut minto gemetaran


"gak usah bohong kamu.kamu bersekongkol dengan orang itu".kata ketua murka


"ti.. tidak tuan sungguh aku tidak tau mereka itu siapa".jawab minto dengan tambah gemetaran


"misto Dodi kalian coba cek saku minto".titah ketua


mereka berdua pun lantas mengecek saku minto.namun mereka tidak menemukan apapun kecuali hanya uang receh bernilai Rp 500 saja.karena di rasa tidak ada barang lain selain uang itu maka mereka menyerahkan uang itu pada ketua.


ketua pun menerima uang itu,lalu dia langsung menerawang siapa gerangan yang memiliki uang itu.setelah beberapa saat ketua terlihat pucat pasi.nampak dari raut wajahnya dia seperti orang yang ketakutan.


sesaat kemudian ketua pun ambruk ke tanah.ia tampak pucat sekali dan keringat membasahi tubuhnya.melihat itu misto dan kedua rekannya langsung berlari menuju ketua mereka.mereka lalu memapahnya untuk di baringkan di atas ranjang.


sementara itu koin milik Jack yang di temukan minto,di ambil kembali oleh nya.minto tidak tau bahwa koin itu adalah milik seorang anak yang memiliki garis keturunan bukan orang sembarangan.


********


"ya udah aku ambil gelas dulu ya".sahut Ratih lalu masuk ke dalam


mereka pun lantas menunggu ratih sesaat untuk mengambil gelas,tak lupa Leo meminta nya untuk mengambilkan sendok juga.setelah beberapa saat Ratih pun datang,namun ia juga membawa cawan besar bermotif tentara milik eyang.


"lha kamu kok bawa cawan eyang sih".tanya Jack


"eyang mau ikutan ngobrol di sini.tapi dia mau nyelesaiin zikir dulu.paling beberapa menit lagi datang".jawab Ratih sembari menaruh gelas dan sendok


kemudian Ratih duduk tepat di samping leo, sementara Jack bersebelahan dengan athan.mereka mulai mengobrol satu sama lain perihal masa kecil mereka dulu.sampai suatu saat Ratih menanyakan perihal suara leo saat tadi imam.


"le kamu kok tadi baca Alquran nya kaya orang Jepang sih.kamu belajar dimana".tanya Ratih

__ADS_1


"oh itu aku setelah pergi dari padepokan ini aku ke Jepang ikut ayah.ya di sana cukup lama.kira-kira 8 tahunan.baru kemudian aku pulang lagi ke Indonesia karena suatu urusan".sahut leo


"oh iya kemaren kamu nyari orang tua kamu keman".tanya Athan


"aku ke pulau sebrang.sesuai instruksi dari eyang aku nyari di sana tapi aku belum nemuin juga".kata Ratih sedih


"oh emang kamu gak ketemu sama mereka udah berapa tahun".tanya Athan lagi


"udah lama than,aku juga sudah lupa kapan terakhir kali aku lihat mereka".sahut Ratih tak terasa air matanya jatuh


"udah gak usah nangis.kita bertiga janji kok,ntar setelah urusan kita beres kita bakal bantu cari.ya itu pun kalau kita selamat".kata leo sembari menghapus air mata Ratih


"lha emang kalian mau ke mana.kok malah bilang kalau selamat".tanya Ratih terkejut


"kita mau ke desa alas tengah.mau nyari Ki brengos untuk dimintai pertanggungjawabannya".sahut Jack


"lha pertanggungjawaban soal apa".tanya Ratih


"dia udah ngebunuh Datuk kami menggunakan racun yang sudah di mantrai.jadi untuk itu kami kesana".sahut Athan


"emang gak bisa di laporin ke polisi gitu".tanya Ratih


"soal polisi itu belakangan.ini menyangkut hal ghaib jadi mungkin mereka tidak akan percaya dengan kesaksian kita.lagi pula Ki brengos juga memiliki dua ilmu kebal yang berbahaya.jadi kalau kita ngandelin polisi mungkin mereka juga belum tentu bisa menangkap.karena bisa saja Ki brengos meminta bantuan dedemit nya untuk menghancurkan pasukan polisi.atau sebelum itu mungkin dia akan menyantet polisi itu.".jelas leo


"kami juga gak mungkin mengorbankan orang lain untuk masalah ini.biar kami dulu yang berangkat ke sana.jika kami berhasil maka kami akan segera menjebloskan dia ke penjara.tapi kalau kami gagal,mungkin kami bakal tidak selamat".kata Athan menambahi


"tapi itu bahaya banget lho buat kalian".ujar Ratih


"kami sudah memperhitungkan itu,dan kami juga sudah bersiap untuk menghadapi serangan dari Ki brengos.oleh karena itu lah aku dan leo di panggil oleh ayah Jack untuk pulang ke Indonesia".sahut Athan


"lha emang kejadian itu kapan".tanya Ratih


"itu terjadi 3 tahun yang lalu.saat itu aku masih sekolah di Jepang sementara bang Athan ada di Korea.ayah kami mendapat kabar dari Indonesia bahwa Datuk sudah tiada.akhirnya kami sekeluarga pun pulang ke Indonesia".sahut leo mulai bercerita


"sesampainya di rumah kami.ternyata Datuk telah di makamkan.kami sangat sedih waktu itu.ayahku bertanya pada ayah Jack tentang kematian datuk.namun saat itu ayah Jack hanya bilang bahwa Datuk meninggal seusai memakan makanan yang di berikan oleh paman Tito".sambungnya Athan


"iya memang waktu itu paman Tito ke rumahku dan membawa makanan untuk eyang.ia juga membawa ramuan obat untuk di minumkan ke Datuk.karena dia paling ahli dalam pengobatan ke timbang ayah kami.ia juga sering memberi obat pada eyang kala itu yang sedang sakit".lanjut Jack


"namun kali itu obat yang ia berikan malah membuat Datuk sembuh selamanya.alias meninggal.kami semua sempat mencari keberadaan paman Tito namun sayang hingga sekarang dia belum juga di temukan".kata Jack lagi


"lha terus apa hubungannya.paman Tito dan Ki brengos".tanya Ratih

__ADS_1


"kami semua menduga kalau mereka bersekongkol untuk melancarkan aksi itu.namun saat mereka berhasil sesuai apa yang di rencanakan maka mereka memilih untuk menuduh satu sama lain.jadi deh kemungkinan besar paman Tito yang tertuduh sehingga ia pergi dari keluarganya diam-diam".sahut leo


Ratih pun mulai paham dengan situasi athan dan kedua saudaranya.hal itu membuatnya sangat khawatir,karena mereka baru saja berkumpul malah hendak berpisah lagi.


__ADS_2