
senja pun mulai temaram,Asti dan Naura pamit pulang karena desa mereka cukup jauh.namun sebelum pulang Naura berpesan pada Tania dan mawar supaya banyak membaca doa.
mawar dan Tania pun mengangguk mengiyakan.kemudian mengantar mereka sampai di depan gerbang rumah kak lala.
"eh Nia kamu merasa aneh gak sih sama naura".tanya mawar
"aneh gimana perasaan biasa aja".sahut Tania
"aku ngerasa dia agak pendiam setelah kembali dari pemakaman tadi".jelas mawar
"masa sih perasaan biasa aja, mungkin dia belum ikhlas kali kak lala pergi karena kan dia Ama kak lala juga akrab". timpal Tania
"tapi aku rasa dia nyembunyiin sesuatu gitu deh.kaya mau ada yang ingin di sampaiin tapi dia tutupi dari kita".ujar mawar meyakinkan
"Halah udah paling dia takut pulang segini sorenya kan dia bisa liat hantu". timpal Tania
"ya bisa juga sih ya".sahut mawar
"ya udah yuk masuk lagi kita bantu siapin acaranya".ajak Tania
"ok".sahut mawar
mereka pun masuk kembali ke rumah kak lala untuk membantu mempersiapkan acara.
untung saja ibu mereka membawakan baju ganti tadi waktu ke situ jadi mereka bisa numpang mandi di rumah Bu Lastri.
adzan magrib pun berkumandang,semua warga berbondong-bondong pergi ke mushola guna menunaikan kewajiban.
sementara di rumah kak lala para ibu-ibu dan beberapa komughib(komunitas ghibah) sedang membantu acara.
sedangkan Bu Lastri dan pak Herman masih saja termenung di kamar mereka.mereka sangat begitu terpukul akan kejadian itu.
mereka sangat tidak menyangka jika saja anak mereka akan meninggal dengan cara yang tidak wajar.
"buk apa salah kita ya sehingga Allah mengambil lala dengan cara begitu mengenaskan".ujar pak Herman
"iya yah mungkin ini peringatan bagi kita supaya kita tidak lalai lagi dalam menjaga anak dan juga supaya kita selalu bersabar dan tawakal serta mendekatkan diri pada allah".sahut Bu Lastri
kemudian mereka saling berpelukan dengan diiringi deraian air mata.
******
"eh ura kamu kenapa sih kok setelah pulang dari pemakaman sering bengong aja,ada apa emang nya".tanya Asti
"gak kok gak ada apa-apa".sahut Naura
"yang bener Ra soalnya dari tadi aku perhatiin kamu diem Mulu".tanya Asti lagi
"udah gak apa-apa".sahut Naura "kamu cepetin aja laju motornya udah sore nih".sambungnya
kemudian Asti pun mempercepat laju motornya supaya cepat sampai di rumah.
__ADS_1
sesampainya di rumah Naura,Asti kembali bertanya pada nya.
"Ra kamu beneran gak apa-apa".tanya Asti antusias
"iya Asti aku gak kenapa-napa kok".jawab naura singkat
"ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya.bye Naura".kata Asti sembari melakukan motor dan melambaikan tangan
"eh Asti setelah ini langsung mandi ya karena kita kan dari pemakaman".pesan Naura
"ok siap princess".sahut Asti pada Naura yang berwajah cukup cantik lalu kemudian pergi.
Naura pun hanya tersenyum tipis sembari melihat sahabatnya itu pulang.karena ia sangat khawatir pada ketiga sahabatnya itu.
Naura pun masuk rumah setelah ia melihat Asti sampai di depan rumah nya dengan selamat.ia masih saja kepikiran dengan sosok hitam yang ada di balik rerimbunan bambu itu.
ia sangat yakin bahwa sosok itu adalah manusia,karena ia tidak merasakan sesuatu pun yang ganjil saat memandang sosok itu.
"siapa dia ya? kenapa harus sembunyi".gumam Naura
kemudian ia pun menyambar handuk dan langsung pergi ke kamar mandi guna membersihkan badan.setelah itu ia langsung pergi ke ruang tengah dan duduk menonton TV.
namun sesaat kemudian ibu Naura pun datang dan langsung menanyakan kenapa ia pulang terlalu sore.
"ini ma, tadi aku habis ke rumah kak lala".sahut Naura
"oh habis belajar Ama kakak".tanya sang mama
"hah inalillahi yang bener kamu nak perasaan dia masih muda dan sehat kan". tanya mama Naura
"iya ma tapi kan ajal gak liat waktu,tempat dan suasana".sahut Naura
"oh ya juga ya.semoga kakak lala tenang di alam sana ya".doa mama Naura pada lala
"amin".sahut Naura
"emmm besok kamu pulang jam berapa".tanya mama Naura
"paling besok pagi juga pulang".jawab Naura
"lha kok pagi?.kamu masuk kelas siang". tanya mama Naura
"enggak ma besok kan hari Minggu libur dong".jawab Naura sambil memutar bola mata
"oh iya ya mama lupa".sahut sang mama
"emang kenapa ma".tanya Naura
"mama mau ke rumah Bu Lastri ingin melayat".sahut mama Naura
"oh kenapa gak pake mobil ayah aja bareng Ama bunda asti.dia kan belum melayat juga".kata Naura
__ADS_1
"ya kalau bunda mau kalau gak mama di antar ya ke rumah Bu Lastri".sahut mama Naura
"iya ma aku anter besok".kata Naura
"eh kamu sudah mandi belum".tanya mama Naura
"sudah dong ma masa mama gak bisa nyium bau wangi aku".kata Naura sebal
"hmmm kok masih bau asem ya".ledek mama Naura sembari ngeloyor pergi
"ihhhh mama".timpal Naura sembari memanyunkan bibirnya yang membuat pipi chubby nya semakin imut.
*****
sementara di desa ketan Abang kota watu ijo. ....
para anak muda itu berunding untuk membuat strategi jitu melawan Ki brengos.karena mereka yakin jika dukun itu tidak sendirian.pasti ada beberapa orang yang telah di bodohnya yang siap membantu saat di serang.
"bang gimana nih purnama pertama hampir datang.sementara kita belum sepenuhnya siap untuk pertempuran itu".ujar leo selaku anak tengah
"iya nih bang gimana kalau kita tidak bersiap dari sekarang mungkin ayah kita akan nyoret nama kita dari KK".sahut jack anak terbungsu.
"emm bener juga kata kalian ini juga harus di perhatiin.karena mungkin dia akan ada beberapa warga setempat yang membantu".ujar athan selaku anak sulung
"gimana kalau kita panggil temen kita supaya mereka bantu kita melawan dukun gila itu".usul jack
"gua gak setuju kalau itu karena ini misi kita yang telah di bebankan oleh ayah kita masing-masing.jadi sebaiknya kita gak usah nglibatin siapapun".timpal leo
"iya ndre gua setuju ama leo karena ini bukan main-main.taruhanya itu nyawa,jadi kita gak bisa bawa mereka dalam masalah ini".sahut athan setuju atas saran leo
"terus kita harus gimana, kita cuma bertiga.sedang lawan kita mungkin sekampung itu baru manusia nya.belum juga pasti Ki brengos bakal menyuruh para dedemit nya yang kuat untuk menyerang kita semua".tanya jack
"gimana jika kita ke desa itu dan kita buat pasukan sebanyak-banyaknya di sana.setelah itu kita serbu Ki brengos bersamaan".usul Athan
"boleh juga usul loe ini bang.kita buat pasukan dan hajar habis Ki brengos sesuai misi kita".sahut leo
mereka pun akhirnya setuju dengan usul Hendra dan akan memulai perjalanannya pada beberapa Minggu mendatang.karena mereka harus melakukan ujian dahulu di kampusnya.
******
kembali ke desa pasir keong. .......
malam itu acara tahlilan di rumah kak lala berjalan dengan lancar.acara yang di pimpin oleh kiyai Soleh itu pun selesai tanpa ada hambatan apapun.
di lain sisi dua orang paruh baya sedang tertawa cekikikan.tawa mereka sangat menjijikkan seperti celurut yang sedang terjepit di mulut ular.
"bro kita tambah kaya ini".ujar pria tinggi
"iya nih Bray aku juga telah puas untuk balas dendam dengan dia".sahut laki-laki gempal
kemudian mereka kembali tertawa terbahak-bahak.namun kali ini mereka seperti anak kambing yang kakinya terjepit pagar kandang.
__ADS_1